TANGGA MENUJU LANGIT

Mimpi mimpi Muhammad Qasim

Bandung, 5 Januari 2022

Mimpi pertama Muhammad Qasim adalah saat berusia 4 atau 5 tahun (Penting untuk diketahui bahwa di masa kecil Qasim, dia tertarik pada balon terbang. Dia senang melepaskan balon-balon itu
dan melihat mereka terbang ke angkasa).

Dalam mimpi ini, aku berada di rumahku dan saudaraku Javaid datang dari luar. Dia (Javaid) berkata bahwa “Tukang balon ada disini, belilah balonmu sebelum dia pergi. Jika tidak, nanti kamu akan mulai menangis.” Maka aku mendapat uang dari ibu lalu pergi keluar.

Aku memesan sebuah balon dan penjual balon berkata “Baiklah.”

Sambil mengisi balon, penjual balon itu berkata “Qasim, tahukah kamu bahwa ada tangga di atap rumahmu yang mengarah langsung ke langit?” Aku sangat terkejut dan gembira karena aku selalu penasaran ke arah mana balon-balonku hilang di langit. Aku berlari ke atap rumahku dengan penuh kegembiraan. Aku bahkan lupa membawa balon itu bersamaku.

Sesampainya di atap, aku melihat tangga yang sebenar-benar tangga sungguhan. Persis seperti tangga kekaisaran Mughal. Tangga itu adalah anak tangga melingkar yang terbuat dari batu bata merah yang menuju ke langit. Aku menjadi sangat senang saat melihat tangga itu.

Aku mulai menaiki tangga, aku naik sangat tinggi. Saat melihat ke bawah, semua rumah terlihat mungil. Saat melihat ini, aku menjadi lebih bahagia dan melangkah lebih jauh. Aku bahkan bisa menyentuh awan dan sangat bersemangat. Mendadak aku terpikir, ibuku mungkin mencariku.
Jadi aku memutuskan untuk turun karena lelah.

Lalu tiba-tiba, aku mendapat perasaan bahwa tangga ini akan mengarah langsung kepada Allah, Tuhan semesta Alam. Aku merasakan gelombang kebahagiaan yang aneh, mengalir dalam diriku. Aku berlari menaiki tangga dengan kecepatan penuh berharap bisa mencapai Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Dan mimpi itu berakhir disana.

Diterbitkan oleh H. Akang Permana, SP. MM

H. Akang Permana, lahir di Bandung, 19 Agustus 1958

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai