Mimpi mimpi Muhammad Qasim
Bandung, 5 Januari 2022
Saat aku (Qasim) mulai membagikan mimpiku, aku percaya dan hanya mengandalkan Allah. (Aku) memiliki keyakinan bahwa hanya Allah yang membantuku dan hanya Dia yang bisa menjadikan mimpiku menjadi kenyataan. Aku bersumpah dengan nama Allah, aku belum pernah mendengar atau membaca hadist apapun mengenai Imam Mahdi sebelum membagikan mimpi-mimpiku.
Dan kemudian orang-orang berkata kepadaku bahwa “Mimpi-mimpimu mirip dengan Al Mahdi.” Aku menghormati Al Mahdi, namun mimpiku tidak ada hubungannya dengannya. (Hal) Ini hanya karena tidak diperlihatkan padaku, atau (tidak) disebutkan dimana saja dalam mimpimimpiku. Aku hanya mencoba membagikan mimpi-mimpiku sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Aku tidak diperlihatkan siapa sebenarnya Al Mahdi dan aku bukanlah Al Mahdi. Dan juga aku tidak mau menjadi Al Mahdi.
Aku seperti orang-orang pada umumnya. Pengharapan dan kepercayaanku hanya kepada Allah. Pertolongan Allah tidak hanya untuk Al Mahdi. Aku harap anda mengerti. Aku selalu menyangkal kalau aku adalah Al Mahdi dan aku juga tidak ingin menjadi Mahdi, karena Allah dan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersamaku. Aku tidak butuh apapun (selain Allah) untuk menjadi sukses (berhasil).
Dan hanya Allah yang bisa merubah mimpi-mimpiku menjadi kenyataan bukan Imam Mahdi. Aku hanya berharap dan percaya hanya kepada Allah. Dan pertolongan Allah serta rahmat-Nya adalah untuk semua ciptaan-Nya. Dan bukan hanya untuk Al Mahdi.
Aku 100% hanya pria sederhana dan benar-benar tidak ada yang lebih dari itu. Aku hanya mencoba untuk membagikan mimpi-mimpiku, dan itu semua yang aku lakukan. Aku tidak mengaku menjadi apapun dan aku juga tidak akan pernah mengaku sebagai apapun. Jadi aku harap, itu sudah jelas semua.