PERTARUNGAN MUHAMMAD QASIMN MELAWAN DAJJAL

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 6 Januari 2022

بِسْمِ الَّ لھِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِیمِ
السَّ لامُ عَلیْكُمْ
Aku melihat mimpi mengenai dajjal dan aku akan membagikan mimpi ini menjadi 2 bagian. Ini adalah bagian ke-satu. Aku melihat dajjal berulang kali di mimpiku, tinggi dajjal adalah 6 kaki lebih 1 atau 2 inchi (kurang lebih sekitar 185,42 centimeter), sedikit berambut keriting. Sebagian kulitnya berwarna hitam, dajjal mempunyai wajah seram. Ketika berjalan, maka seperti tidak ada yang bisa berdiri di depannya. Dia terlihat seperti biasa bagiku, tapi dia banyak kekuatan sihir.

Di salah satu mimpi, setan memanggilnya sebagai panglima perangnya yang kaya. Ketika Allah mengisi seluruh dunia dengan cahaya-Nya, dengan rahmat-Nya kemudian setelah itu, dunia dipenuhi dengan kedamaian untuk sementara waktu. Setelah beberapa tahun, dajjal tiba-tiba muncul. Kemunculan dajjal membuat orang-orang menjadi khawatir. Dajjal mengaku sebagai tuhan dan dia juga memiliki kekuatan untuk mendukung pengakuannya.

Dajjal mencoba memikat orang-orang untuk mendapatkan hidup awet muda dan kehidupan kekal, sedangkan orang-orang yang punya iman lemah mulai mengikutinya dengan sangat cepat. Aku ingin menghentikan dajjal dan dia berkata “Qasim bergabunglah denganku. Aku akan memberimu hidup yang kekal dan awet muda.” Jadi aku bertanya balik terhadap dajjal “Bahwa apa yang akan terjadi setelah itu? Suatu hari nanti kita semua akan mati dan kau tidak akan pernah berhasil dengan tujuanmu dan kau juga harus mati suatu hari nanti. Tuhanku dan Tuhanmu Hanyalah Allah, Tuhan seluruh Dunia.” Setelah mendengar penolakanku, dajjal menjadi kesal dan mengubah penampilannya menjadi sangat menakutkan dan tubuhku mulai bergetar sehingga aku tidak bisa mengumpulkan keberanian untuk berkata apapun. Dajjal berkata kepadaku bahwa “Qasim, jika kau tidak bergabung denganku aku akan membunuhmu, jadi pulanglah ke rumah dan pikirkan baikbaik jalan mana yang ingin kau pilih.”

Kemudian aku pulang ke orang-orang muslim dan berkata bahwa, “Jika siapapun ingin ke dajjal ada 99,9% kemungkinan dia akan bergabung dengannya. Dajjal adalah cobaan yang berat dan hanya mereka yang bisa menyelamatkan diri mereka sendiri dari cobaan ini, untuk siapa pun yang mendapat rahmat khusus Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Wahai kaum muslim daripada bergabung dengan dajjal, lebih baik kita mati sebagai muslim. Marilah kita mati di jalan Allah saat melawan dajjal.” Semua orang-orang muslim setuju denganku lalu kami berperang melawan dajjal.
Tentara muslim bertempur melawan tentara dajjal dan aku bertempur melawannya supaya dia tidak bisa menggunakan kekuatannya pada tentara muslim, sehingga tentara muslim bisa memberikan kerusakan sebanyak mungkin kepada pasukan dajjal. Cahaya Allah muncul di jari kananku. Aku terus bertarung melawan dajjal untuk waktu yang lama, dengan cahaya dari Allah.

Tapi dajjal sangatlah kuat. Saat melawannya, mendadak cahaya Allah menghilang dari jari telunjukku dan aku berkata “Qasim, larilah dari sini.” Dajjal mengikutiku dan berkata “Qasim, aku tidak akan membiarkanmu hidup hari ini.” Aku mulai berlari di udara dengan Rahmat dari Allah. Aku terus berlari sampai aku mencapai medan pegunungan dan dajjal juga datang kesana setelah aku mencapai tempat tersebut. Dajjal menyerangku dari belakang dan aku jatuh terluka.

Kemudian sebuah batu besar yang tergeletak disana terbuka dan berkata “Qasim, sembunyikan dirimu di dalamku. Aku akan menyelamatkanmu dari dajjal.” Tapi aku menolak sehingga dajjal menghampiriku dan berkata “Qasim bersiaplah untuk mati.” Dia akan membunuhku tapi pada saat itu aku memanggil Allah “Wahai Allah, bantulah hambamu ini.”

Kemudian kata-kata Allah tertulis turun dari langit dan kemudian Allah menurunkan kilat ke gunung di dekatku sehingga muncul suara yang mengerikan dan gunung itu hancur setelah menjadi hitam. Dajjal pingsan dan terjatuh. Kemudian Allah menyembuhkan lukaku dan berfirman bahwa “Dajjal hanya pingsan selama empat jam dan kemudian dia akan bangun setelah empat jam. Kamu pergilah dari sini dan sembunyikan dirimu di suatu tempat dan selama Aku tidak perintahkan, jangan datang di depan dajjal.” Aku besyukur kepada Allah karena telah menyelamatkan dan kemudian aku berlari menjauh mungkin dari sana.

Saat dajjal siuman, ia mengira bahwa dirinya telah membunuhku. Dajjal kembali ke orangorang muslim dan berkata bahwa dia telah membunuhku. Oleh karena mendengar hal itu, kaum muslim jatuh lemas sedangkan dajjal melanjutkan misinya lagi tanpa rintangan apa pun.

https://muhammadqasimpk.org/muhammad-qasim-messages/

Diterbitkan oleh H. Akang Permana, SP. MM

H. Akang Permana, lahir di Bandung, 19 Agustus 1958

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai