AKU TIDAK TAHU APA TAKDIRKU

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 7 Januari 2022

Aku melihat mimpi ini di musim panas 2003, Yaitu Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman, “Qasim sebelum tiba saatnya janjiKu datang, bahkan jika kau mencelupkan tangan ke emas maka itu akan menjadi debu. Tapi saat janjiKu tiba, bahkan jika kau mencelupkan tanganmu ke dalam debu, maka debu itu akan menjadi emas dengan kehendak-Ku.”

Aku tidak pernah melihat wujud Allah Subhanallahu wa Ta’ala dalam mimpiku, aku hanya merasakan bahwa Allah Subhanallahu wa Ta’ala di Arsy Al Adzhim-Nya dan suara-Nya turun dari sana. Atau aku melihat Nur (cahaya) dan suara-Nya berasal dari Nur itu. Atau Allah Subhanallahu wa Ta’ala berbicara denganku dari langit. Dalam setiap mimpi, aku merasakan Allah Subhanallahu wa Ta’ala lebih dekat daripada urat leherku.

Aku tidak pernah melihat wajah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tapi aku bisa melihat tubuh beliau. Dalam salah satu mimpi, aku memeluk Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan seluruh tubuhku bersaksi bahwa aku memeluk tubuh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Aku sering berjabat tangan dengan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam mimpiku, dan tanganku bersaksi bahwa aku menjabat tangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Pada mimpi bulan September 2015, dalam pertama kalinya di hidupku, aku melihat ke mata Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Saat mataku menatap mata Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, penglihatanku terpaku dan aku tidak dapat berpaling. Aku merasakan seolah-olah di dalam mata beliau, Allah Subhanallahu wa Ta’ala telah memenuhinya dengan semua kalimat-Nya. Itulah saat yang luar biasa bagiku. Aku telah melihat banyak Nabi lainnya dan para Rasul dalam dalam mimpiku, tapi aku hanya pernah melihat wajah Nabi Sulaiman ‘Alaihis Salam dan juga sering melihat (Nabi) ‘Isa dalam mimpi-mimpiku. Dalam beberapa mimpi, aku melihat ketika seluruh dunia telah menjadi damai, kemudian dajjal dari tempat lain akan datang dan mencoba untuk menghancurkan kedamaian dunia.

Dalam suatu mimpi, aku melihat (Nabi) ‘Isa (‘Alaihis Salam) turun dari langit. Kemudian ya’juj dan ma’juj keluar lalu mereka menyebar ke seluruh bumi. Aku bersama dengan sangat sedikit orang yang bergabung dengan (Nabi) Isa (‘Alaihis Salam) dan kemudian kami hidup bersama Isa (‘Alaihis Salam).
Pada tahun 1993, ketika mimpi-mimpiku mulai sering datang, aku membuat buku catatan mimpi dan aku biasa menuliskan mimpi-mimpiku di buku catatan itu. Aku mencatat hal-hal seperti berapa kali aku melihat (Nur) Allah Subhanallahu wa Ta’ala dan berapa kali aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam mimpiku. Tapi beberapa tahun yang lalu aku kehilangan buku catatan itu saat kegiatan pindahan. Total mimpi-mimpiku ada lebih dari 800 kali dan aku masih ingat banyak isi dari mimpi-mimpi tersebut.

Lama bertahun-tahun yang lalu dalam sebuah mimpi, Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman kepadaku, “Qasim sebelum tidur jangan pernah lupa membaca Surah Al Ikhlas, Surah Al Falaq dan Surah An Naas, dan kemudian tidurlah agar setan menjauh darimu.” Aku terus melakukan ini selama bertahun-tahun terakhir.

Allah Subhanallahu wa Ta’ala memberitahuku banyak hal dalam banyak mimpi, tapi Allah Subhanallahu wa Ta’ala tidak memberitahukan kapan hari yang dijanjikan-Nya akan datang dan aku telah menunggunya selama 20 tahun terakhir. Aku tidak hilang harapan selama 20 tahun terakhir. Aku tidak tahu kapan atau bagaimana aku akan mencapai takdirku, Aku bahkan tidak tahu apa takdirku, hanya Allah Subhanallahu wa Ta’ala yang Maha Mengetahui yang terbaik.

Diterbitkan oleh H. Akang Permana, SP. MM

H. Akang Permana, lahir di Bandung, 19 Agustus 1958

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai