Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 7 Januari 2022
بِسْمِ الَّ لھِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حیمِ
السَّ لَامُ عَلیْكُمْ
Dalam mimpiku pada tahun 2014, (waktu itu) aku baru saja selesai mandi, mengenakan pakaian baru dan kemudian pergi ke taman. Aku melihat gerbang utama terbuka. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berada disana dan beliau terlihat cemas. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berjalan kesana kemari dengan cemas dan aku tidak tahan (melihatnya seperti itu) lalu datang berdiri di sampingnya, siapa tahu ada masalah yang ingin Baginda Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sampaikan padaku.
Nabi Muhammad berkata, “Wahai Qasim, aku sedang menunggumu maka datanglah kemari.” Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berjalan di depanku dan aku mengikutinya dari belakang. Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membawa aku jauh ke suatu tempat dan terdapat bangunan yang besar disana. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membawa aku masuk ke dalam dan beliau bersabda:
“Anakku, lihatlah, ini adalah bangunan Islamku. Pemimpin-pemimpin yang bekerja di dalamnya tidak berlaku adil padaku dan Islamku, dan orang-orang ini membentuk kelompok-kelompok dan banyak di kalangan mereka menjadi hamba orang-orang kafir. Karena pemimpin-pemimpin bangunan ini tidak bekerja dengan ikhlas, mereka tidak peduli dengan orang miskin dan mereka juga tidak berlaku adil. Bahkan, akibat dari hal ini pun telah sampai kepada orang-orang di bawah mereka. Semua orang mengikuti jejak para pemimpin itu atau terpaksa mengikuti jejak mereka.
Terdapat banyak huru hara dan ketidak adilan dimana-mana dan karena ini, Islamku telah dihina di seluruh dunia. Sesungguhnya aku ingin menjadikanmu pemimpin bagi umatku karena engkau berlaku ikhlas padaku dan engkau melakukan pekerjaanmu dengan adil tanpa meminta bantuan kepada siapapun kecuali Allah Subhanallahu wa Ta’ala dan engkau akan memberikan harta kepada mereka yang membutuhkan dan menyebarkan keadilan. Dan efek dari semua itu akan sampai kepada semua orang biasa dan semua orang akan merasa gembira. Kedamaian tersebar dimana-mana dan seluruh dunia akan melihat bahwa inilah Islam yang sebenarnya.”
Lalu aku (Qasim) berkata, “Sesuai perintahmu.” Setelah mendengar hal ini, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjadi sangat gembira dan berkata, “Wahai anakku, janganlah takut kepada sesuatu apa pun karena Allah Subhanallahu wa Ta’ala bersama denganmu dan Allah Subhanallahu wa Ta’ala berjanji kepadaku bahwa Dia tidak akan pernah sekalipun meninggalkanmu sendiri.”