Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 7 Januari 2022
Aku (Muhammad Qasim) berjalan di suatu tempat dan aku mengetahui bahwa tujuanku era kedamaian. Seseorang bertemu denganku dan kami mengarah ke tujuan yang sama, tapi dia melewati jalan yang keliru. Aku tidak berkata apapun kepadanya atau memaksanya, tetapi aku mengisyaratkan bahwa dia pergi ke arah yang salah. Dia melihat tepat pada waktunya dan kembali menuju ke arah yang benar. Dia bekerja dengan penuh semangat. Dia berkumpul bersama beberapa orang pada satu titik, mereka sedang menunggu untuk bertemu denganku. Mereka mengetahui namaku dan kemana aku akan pergi, hal ini membuatku terkejut. Aku berpikir “Apakah aku telah bertemu dengan mereka sebelumnya?” (Kemudian) Allah memberitahuku bahwa, “Ini semua adalah karena engkau menyebarkan semua mimpi dasarmu sehingga mereka mengenalimu.”
Mereka adalah orang-orang yang mengagumkan, sangat ramah dan baik hati. Mereka bertanya kepadaku, “Qasim, menuju kemanakah engkau?” Ketika mereka mengetahui aku mengarah ke jalan yang menuju negeri yang damai, mereka mulai mengikutiku dan berjalan lebih cepat. Kemudian Allah memberi kami mobil-mobil dan kami bergerak lebih cepat lagi.
Pada satu titik, laki-laki itu mengumpulkan lebih banyak orang lagi, dan kemudian seluruh dunia melihat usaha kami. Aku sangat berharap bahwa salah satu dari kalian mungkin adalah orangorang tersebut. Saat ini, Allah telah mengumpulkan beberapa jiwa-jiwa kami dalam persatuan. Mereka adalah orang-orang yang mengagumkan karena mereka tulus ikhlas kepada Allah. Mereka bertakwa kepada Allah dan takut akan ketidak-jujuran. Mereka adalah orang-orang yang merindukan perdamaian, persatuan, belas kasih, kemudahan dan rahmat Allah.
Kami semua berasal dari seluruh dunia dan kami menyayangi satu sama lain seperti keluarga karena hal ini akan menggembirakan Allah. Kami terus-menerus berdoa untuk kalian kawan-kawan dan doa khusus untuk satu sama lain, dan kami tidak pernah meminta kepada Allah untuk diri kami sendiri. Ketika salah satu dari kami mengalami bencana, kami membantu satu sama lain. Kami tidak pernah menghadapi masalah-masalah sendirian. Kami telah melewati banyak kesulitan dan cobaan bersama-sama. Orang-orang ini adalah orang-orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaan terhadap diri mereka sendiri. Mereka tidak bisa berdiri untuk melihat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di dalam kepedihan, di dalam mimpi-mimpi Qasim. Mereka hanya ingin dunia berada dalam kedamaian tanpa adanya peperangan. Mereka bahkan memiliki mimpi-mimpi mengagumkan dari Allah yang sejajar dengan mimpi-mimpi Qasim. Itulah mengapa beberapa dari kami memilih untuk percaya kepada mimpi-mimpi Qasim. {Editor: dalam naskah asli dikatakan, bahwa: Seperti diriku sendiri (pembaca cerita dalam video) aku akan mengakhiri video ini dengan salah satu dari mimpi-mimpiku. Sebuah suara memberitahuku dua hal dan aku segera terbangun. Suara itu berkata kepadaku bahwa “MEREKA ADALAH ORANG-ORANG YANG TERPILIH.”}