MENGHILANGKAN KEGELAPAN DUNIA Tugas dari Allah untuk Qasim

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Banfung, 7 Januari 2022

Tugas dari Allah untuk Qasim

Muhammad Qasim melihat banyak mimpi, yaitu tentang hari terakhir sebelum kiamat. Tapi
Allah selalu membatalkan mendatangkan kiamat atas Rahmat-Nya. Ini karena Qasim belum menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepadanya. Mimpi pertama Qasim tentang hari Kiamat
adalah pada tahun 1998.

Aku (Qasim) akan menceritakan mimpi ini. Sewaktu aku sedang berbicara dengan-Nya, Allah berada di atas Arsy-Nya (dan) Allah berfirman kepadaku, “Qasim, selesaikan semua tugasmu sebelum jam 6 malam. Jadi Aku akan memulai hari Kiamat.” Lalu aku berkata, “Baiklah,” dan mulai berjalan ke rumah.

Saat di jalan, aku melihat seorang gadis dan ingin menikahinya. Aku mulai mengikuti gadis itu dan benar-benar lupa bahwa Allah akan mendatangkan kiamat sekitar jam 6 malam. Gadis itu mulai berjalan dengan cepat, tetapi aku tidak bisa mengikutinya. Ada banyak sekali halangan dan kerumunan besar yang memperlambatku. Saat dia pergi dari sisiku, aku tak bisa mencarinya. Saat aku yakin bahwa telah kehilangan gadis tersebut, aku melihat jam tanganku dan sudah jam 8 malam.

Aku sangat terkejut, aku ketakutan. Aku terduduk sambil memegang kepalaku dan berpikir apa yang telah terjadi padaku? Lalu aku heran mengapa orang-orang masih hidup? Ini sudah lewat jam 6 malam, aku berjalan kembali ke tempatku berbicara kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Aku diliputi rasa takut. Aku bertanya kepada Allah dengan suara ketakutan, “Wahai Allah, kenapa Engkau belum mendatangkan kiamat?” Kemudian Allah menjawab dengan suara yang sangat halus dan lembut, “Qasim, kau belum berkata kepadaKu bahwa kau telah menyelesaikan semua tugasmu atau belum, maka Aku belum mendatangkan Kiamat.” Setelah mendengar Kemurahan dan Kelembutan Allah, aku merasa lebih nyaman.

Aku berkata kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala bagaimana aku bertemu seorang gadis, sedangkan aku menyia-nyiakan semua waktuku untuk mengejar gadis itu dan akhirnya aku juga tidak mendapatkannya. Allah berfirman, “Tidak apa-apa Qasim, untukmu Aku telah memperpanjang waktu sebelum Kiamat, kau pasti sangat lelah sekarang. Sebaiknya kau pulang dan istirahatlah, dan lakukan tugasmu kapanpun hari yang kau inginkan dan saat kau telah menyelesaikan seluruh tugasmu maka beritahukan kepadaKu, kemudian Aku akan mendatangkan Kiamat.”
Aku menjadi sangat senang, Aku berkata kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala dalam benakku bahwa, “Engkau telah memberikan pertolongan yang sangat besar kepadaku hari ini, sekarang aku hanya akan meminta bantuanMu.” Aku pun pulang ke rumah, tidur dan bangun jam 7 pagi. Aku mandi, mengenakan pakaian baru dan memulai tugasku. Salah satu dari tugas itu adalah untuk menghilangkan kegelapan dunia.

Aku menyelesaikan tugas-tugasku ini sebelum jam 10 pagi atau 11 pagi. Kemudian aku berkata kepada diriku bahwa pukul jam 5 sore, aku akan melapor kepada Allah tentang selesainya tugasku. Tapi mulai sekarang, semuanya penuh dengan kedamaian. Aku dan semua orang menikmati diri mereka sendiri atas Rahmat Allah Subhanallahu wa Ta’ala.

Saat pukul jam 5 sore, aku pergi ke tempat dimana aku berbicara kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Aku berkata kepada Allah, “Dengan pertolonganMu aku telah menyelesaikan semua tugas yang Engkau berikan kepadaku.” Kemudian Allah berfirman, “Baik Qasim, Aku sekarang akan mendatangkan Kiamat.” Kemudian aku bertanya kepada Allah “Ya Allah, kemarin Engkau belum mendatangkan kiamat karena aku, jadi itu artinya Engkau memanjangkan hidup orang-orang?” Allah berfirman kepadaku “Tidak hanya memanjangkan waktu hidup mereka, tapi juga Aku memperbanyak rezeki mereka.”

Hal yang sama terjadi pada diriku dalam kehidupan nyata. Pada bulan Oktober 2013, sewaktu dimana aku telah menyia-nyiakan hidupku serta menyadari (bahwa) waktuku tidak akan pernah kembali, Allah memberitahuku dalam mimpi pada bulan Desember 2013 bahwa, “Qasim, Aku punya beberapa rencana khusus untukmu, sekarang kau istirahatlah. Dan setelah itu Aku akan memberitahumu apa yang harus dilakukan selanjutnya.” Kemudian dalam mimpi bulan April 2014, Allah memerintahkanku untuk pertama kalinya, “Qasim sebarkan mimpimu ke seluruh dunia, Aku ingin semua orang tahu tentang dirimu.”

Diterbitkan oleh H. Akang Permana, SP. MM

H. Akang Permana, lahir di Bandung, 19 Agustus 1958

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai