MENGHARAP PERTOLONGAN NAMUN MENDUSTAKANNYA SAAT TIBA

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 9 Januari 2022

بِسْمِ الَّ لھِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِیمِ
Alhamdulillah, Allahumma Salli wa salim ‘ala Nabiyyana Muhammadin wa ‘ala ali Muhammad wa Baarak wa salim

Umat Ini Terus Memohon Pertolongan Allah
Tapi Ketika Allah Mengirim Seseorang
Mereka Menganggapnya Sebagai Sebuah Lelucon

Di bulan September atau Oktober 2014 aku (Muhammad Qasim) melihat mimpi, di mimpi ini Allah berfirman kepadaku, ”Qasim, selama umat islam tidak percaya akan mimpi-mimpimu, Aku tidak akan mengubah kondisi umat islam, dan mereka akan tetap seperti itu. Dan Aku akan menekan mereka darimana pun, hanya sampai mereka mengganggap mimpi-mimpimu sebagai kebenaran. Dan segala sesuatu akan terjadi seperti apa yang Aku perlihatkan dalam mimpimimpimu.”

Dalam mimpi pada 22 September 2015. Allah bertanya kepadaku, “Qasim, apakah orangorang muslim mempercayaimu?” Aku menjawab kepada-Nya, “Tidak, hanya ada beberapa orang yang mempercayaiku.” Kemudian Allah berfirman, “Qasim, Jika mereka tidak mempercayai mimpimimpimu, maka Aku akan mengguncang mereka dengan keras. Dan Aku akan membuat mereka berperang satu sama lain. Dan selama mereka tidak percaya maka mereka akan terus berperang seperti ini.”

Kemudian aku melihat umat Islam mulai membunuh satu sama lain. Peperangan menjadi sangat tegang dan pertumpahan darah sangat parah. Dan muslim lainnya menjadi takut, seolah-olah mereka tidak tahu apa yang terjadi atau apa yang akan menimpa diri mereka. Mereka menginginkan orang-orang untuk berhenti berperang. Kemudian orang-orang yang telah menolak mimpiku, mulai mempercayaiku. Termasuk orang-orang yang mempunyai banyak pengikut, mulai mempercayai mimpiku. Begitu pula dengan orang-orang yang menghentikan orang untuk percaya mimpiku. Kemudian mereka menceritakan kepada yang lainnya tentang mimpiku, dan mimpiku tersebar ke seluruh dunia.

30 November 2015 Aku melihat mimpi, aku membagikannya pada bagian terakhir dimana ada aula besar. Di dalam aula itu ada orang-orang muslim bersama pemimpin-pemimpin mereka. Saat aku akan pergi mendekati mereka, Allah berfirman di telinga kananku “Qasim, ceritakan mimpi yang sudah aku tunjukkan kepadamu.” Jadi aku berhenti dan berkata kepada mereka bahwa Allah dan (Nabi) Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terus datang ke mimpiku selama beberapa tahun yang lalu. Dan Allah berjanji kepadaku, bahwa Dia akan membantuku dan Dia akan mengeluarkanku dari kegelapan ini. Dan Allah menunjukkan jalan yang benar melalui mimpiku. Setelah mendengar ini, mereka mulai tertawa, dan berkata “Apakah kamu gila? Siapa sudah bicara kepada Allah di dalam mimpi?” Tapi hanya beberapa orang percaya padaku dan aku berkata “Kenapa tidak? Allah dapat melakukan apapun.”

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda kepadaku di mimpiku bahwa “Qasim, siapapun yang mendukungmu adalah seperti seseorang yang mendukungku.” Tetapi kemudian mereka mulai membuat lelucon tentangku, bahkan lebih. Kemudian aku berkata “Kamu mengolok-olokanku karena Allah dan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terus menerus datang ke dalam mimpiku?” Pemimpin mereka berkata “Ya, inilah yang sebenarnya mengapa, dan kau adalah pembohong.”

Aku berkata kepada diriku bahwa “Umat ini terus membuat permohonan kepada Allah untuk membantu mereka dan untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan ini. Tapi saat Allah mengirim seseorang, mereka mengejeknya sebagai sebuah lelucon.” Aku mulai pergi dari sana dan beberapa orang yang percaya mengikutiku. Sedangkan mereka yang ingkar berkata kepada pendukungku untuk tidak pergi bersamaku dan mengatakan “Itu adalah dosa dan hanya akan membuang-buang waktu.” Tapi mereka (pendukungku) tidak mendengarkan itu dan mengikutiku, dan mereka datang ke belakangku. Aku berkata kepada sahabatku bahwa jika orang-orang ini tidak mempercayaiku, Allah akan mengguncang mereka dengan keras. Hanya beberapa saat, gempa bumi yang kuat datang dan semua orang menjadi takut. Gempa itu sangat kuat dan aku merasa bangunan itu akan runtuh. Maka aku berkata ke sahabatku “Jika bangunan ini akan runtuh, jangan khawatir. Atapnya terbuka dan Allah akan mengeluarkan kita dan membawa kita ke tempat yang aman.” Tapi kemudian gempa tersebut berhenti dan banyak orang bersama pemimpin mereka berlari ketakutan. Tak lama setelah itu, pemimpin dan beberapa orang yang bersamanya mulai mengolokolokku lagi. Dan aku berkata kepada mereka bahwa “Allah telah mengirim Gempa bumi yang mengerikan dan kau tetaplah tidak mengerti. Dan kau tidak akan pernah mengerti.” Dan bersama dengan itu, Allah muncul dari atas ‘arsy-Nya dengan kemurkaan. Allah datang kesana dan berfirman dengan kemurkaan yang besar, Allah berfirman bahwa “Kau terus saja mengejek Qasim, tanganmu akan patah dan kau akan hancur.” Setelah mendengar Suara kemurkaan Allah, aku bangun dan ketakutan. Dan mimpi berakhir disana.

Diterbitkan oleh H. Akang Permana, SP. MM

H. Akang Permana, lahir di Bandung, 19 Agustus 1958

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai