Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 11 Januari 2022
Pada suatu mimpi di bulan Maret 2015, aku (Qasim) berada di rumah tua dan semuanya (isi dan bagian-bagian rumah tersebut) rusak dan tidak ada penerangan. Aku berkata (bahwa) mungkin ini tertulis dalam takdirku untuk hidup dalam kegelapan ini selamanya. Tapi kemudian Allah datang di atas arsy-Nya (dengan tabir cahaya-Nya) dan berfirman “Qasim, untuk beberapa lama kamu akan terus hidup dalam kegelapan ini? Keluarlah dari rumahmu dan carilah tempat yang Aku rahmati dan berkahi. (Suatu) tempat (dimana) tanpa ada kegelapan dan kesedihan.”
Aku segera meninggalkan rumahku dengan kebahagiaan, memikirkan betapa baiknya Allah yang Dia datang untuk membawaku keluar dari kegelapan ini. Aku menempuh jarak yang agak jauh sampai aku melihat 8 hingga 10 ekor singa berukuran besar lapar menderu. Aku berlari kembali ke dalam rumah, aku ketakutan dan membanting pintu di belakangku.
Aku mengeluh kepada Allah, dan Dia berfirman “Percayalah kepadaKu, tidak ada satu pun dari mereka yang bisa menyentuhmu.” Aku melihat ke luar jendela mencari singa, (kemudian aku melihat) 3 ekor anjing yang mengerikan tampak berlari ke arah jendela sambil menggonggong dengan ganas. Aku terjatuh ke belakang saat anjing-anjing tersebut mendekat. Anjing-anjing itu menubruk teralis jendela dan terjatuh pingsan.
Aku duduk di sudut tembok sambil mengeluh kepada Allah dengan meragukan pernyataan sebelum-Nya. Allah menjadi marah dan memukul anjing-anjing itu dengan kilat dan mereka mati disana. Allah berfirman “Qasim, apakah kamu mematuhi perintahKu atau hidup dalam kegelapan ini selamanya? Dan percayalah kepadaKu, Aku akan melindungimu dan membuatmu mencapai takdirmu. Dan Qasim, Aku sangat berkuasa atas apa yang Aku lakukan.” Allah pergi dan aku terus berbaring disana memikirkan apa yang harus aku lakukan. Lalu aku pikir, tidak peduli apa yang harus aku lakukan, kematian tetap akan sampai kepadaku. Lebih baik aku mati di luar daripada mati dalam kegelapan ini. Dan Allah menjanjikan perlindungan dan kesuksesan. Jadi aku harus menaruh kepercayaanku kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala.
Aku menyebut nama Allah dan meninggalkan rumah itu dalam ketakutan dan teror. Aku bahkan membiarkan pintu terbuka sehingga aku dapat dengan mudah berlari kembali. Aku perlahanlahan keluar dengan sangat hati-hati pada awalnya. Aku tidak melihat singa. Lalu aku melihat lengan singa yang terlepas. Kupikir siapa yang bisa membunuh singa-singa yang menyeramkan itu?
Lebih jauh ke bawah, aku melihat kepala singa dan beberapa potongan tubuh singa. Aku merasa lega menyadari bahwa Allah telah membuat jalan untukku. Lalu aku mulai mencari-cari apa yang harus dilakukan selanjutnya. Aku melihat bangunan besar dan aku memanjat atapnya untuk mencari Allah. Aku melihat cahaya Allah pergi ke suatu tempat dan aku mengejarnya.
Saat aku sampai di cahaya tersebut, cahaya itu lenyap. Cahaya Allah sangat menawan sehingga aku menyadari bahwa aku berada di tanah. Aku menjadi terkejut, (aku) berpikir kenapa aku tidak jatuh? Aku menyadari, bahwa Allah menolongku setiap waktu. Aku merasa sangat gembira dan aku berseru kepada Allah, (aku) berkata “Dimanakah Engkau?” Kemudian Allah memberi petunjuk nama tempat tujuanku dan berfirman “Qasim, Aku disini, cepat datanglah.”
Dengan (sekuat) energi, aku melihat tempat itu (dan) berpikir (bahwa) aku harus menghampirinya. Lalu aku melihat sebuah sepeda motor mewah berwarna hitam. Aku mengendarainya, tapi jalan dipenuhi lumpur yang memperlambatku. Aku berharap jalan itu bagus sehingga aku bisa mengendarai dengan cepat. Ketika aku mengatakan ini, sebuah jalan karpet berwarna hitam keluar dari bumi dan menyebar keluar. Aku menjadi bahagia dan mengendarai motorku dengan kecepatan penuh mencapai tujuanku.
(Tempat) itu adalah bangunan mewah yang indah. Aku berlari masuk dengan kegembiraan. Lingkungannya tenang dan menenangkan serta sangat damai. Warna dan bentuknya agak pudar membuat tampilan yang sangat menarik. Hampir seolah-olah seseorang baru saja melukis bangunan itu. Dan rasanya seperti Allah akan membangun kembali bangunan itu dan membuatnya menjadi baru. Aku pergi dari satu ruangan, ke kamar lain dan kemudian sampai di sebuah aula besar. Dan di Aula itu adalah cahaya Allah.
Allah berfirman, “Qasim apakah Aku tidak mengatakan bahwa Aku akan membawamu ke sini dengan selamat?” Aku berkata kepada Allah bahwa “Engkau membuat firmanMu menjadi kenyataan dan Engkau menunjukkan jalan kepadaku. Engkau membawaku keluar dari kegelapan dan Engkau membawaku ke Cahaya. Memang, Engkau adalah pelindung terbaik, sekarang aku akan menyelesaikan sisa pekerjaanku besok pagi. Kalau begitu aku akan memberitahuMu tentang penyelesaian.” Allah menjawab dengan nada serius dan berfirman “Qasim, jika kamu menyelesaikan semua pekerjaan besok, maka Aku akan menetapkan kiamat (hari penghakiman) di malam hari.”