APA BUKTI EKSTRIM YANG ALLAH ﷻ TUNJUKAN KEPADA KAMI, SEBAGAI BUKTI KEJUJURAN SAYYID MUHAMMAD QASIM?

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 7 Februari 2022


Ar-Ru’ya ash-Shadiqah

NIAT MENGUJI LANGSUNG KEJUJURAN SAYYID QASIM. DI HARI PERTAMA PERJUMPAAN, ALLAH ﷻ JUSTRU BERIKAN BUKTI KEUJURAN YANG EKSTRIM KEPADA KAMI

Niat & kepentingan pertama saya (Diki candra) berangkat ke Pakistan bertemu sayyid Muhammad Qasim adalah ingin tabayyun/ membuktikan persoalan paling mendasar, yaitu KEJUJURAN (Pengkuannya benar/ tidak bohong).

Kata kunci kejujuran ini sangat prinsip. Sebab setelah menguji dengan cara & tehnik tertentu, yang harus tidak disadarinya & jika tabayyun/ pengujian karakter kejujurannya terbukti benar, maka apapun yang disampaikannya tentang mimpinya 100% benar. Sebaliknya jika saya merasakan/ menemukan ada ketidak jujuran dari sosok sayyid Qasim, maka saya akan balik kanan meninggalkannya.

Penjelasan diatas bagi saya adalah penyempurnaan tabayyun diluar cara pengujian dari sisi lainnya yang selama ini sudah berjalan, misalnya; banyak yang lain yang memimpikan bahwa sayyid Qasim itu benar atau ahli takwil sudah menguji mimpinya atau mimpinya terbukti benar.

SESUAI PETUNJUK RASULULLAH ﷺ

Ini terkaiat juga dengan petunjuk/ syarat kebenaran yang Rasulullah ﷺ sampaikan, seperti dijelaskan dalam ash-Shahiihain [1] dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا اقْتَـرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُسْلِمِ تَكْذِبُ، وَأَصْدَقُكُـمْ رُؤْيَا أَصْدَقُكُمْ حَدِيثًا، وَرُؤْيَا الْمُسْلِمِ جُـزْءٌ مِنْ خَمْسٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ.
‘Jika Kiamat sudah dekat, maka hampir-hampir mimpi seorang muslim tidak dusta. Mimpi kalian yang paling benar adalah yang paling benar (jujur) pembicaraannya. Dan mimpi seorang muslim adalah satu bagian dari empat puluh lima bagian kenabian.’”.

Diatas adalah lafazh Hadits Muslim. Dalam lafazh al-Bukhari sbb;
لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ تَكْذِبُ … وَمَا كَانَ مِنَ النُّبُوَّةِ فَإِنَّهُ لاَ يَكْذِبُ.
“Hampir saja mimpi seorang mukmin tidak dusta… dan apa saja yang berasal dari kenabian, maka ia tidak dusta.”.

Kenapa saya mengambil kata ekstrim untuk sebuah bukti materi ini? Karena materi/ fakta yang Allah ﷻ perlihatkan luar biasa & diluar dugaan, yang posisi sekaligus menguji hati, pikiran & keimanan saya.

Apa bentuk (materi) bukti ektrim tersebut?
Bentuk/ materi bukti ini biarlah kami (diki candra & faris) yang menyimpan dalam hati. Mungkin akan saya buka saat beliau sudah menjadi pemimpin Pakistan saja. Saya menyampaikan kisi-kisi nya saja.

Bukti materi ini sebelunya justru membuktikan dugaan-dugaan selama ini. Mengapa Allah ﷻ tidak menetapkan/ mentakdirkan Sayyid yang lain saja, yang secara dzohir dalam pandangan manusia jauh lebih sempurna?
https://youtu.be/ItCYtpccohA

Setelah bertemu langsung, saya bisa menjawab dengan mantap, bahwa;
1). Allah ﷻ ingin meunjukan hak mutlak atas ketetapannya.
2). Justru Allah ﷻ ingin agar kita berpikir dari sisi logika; “wahai nanusia, dengan sosok Qasim secara dzohir (pandangan manusia) saat ini yang banyak kekurangnya, APAKAH TIDAK TERPIKIR apa yang diucapkannya bukan lah dari pengetahuannya, hawa nafsu & dari pengalamannya. Tidak mungkin sosok Qasim saat ini bisa berkata-kata sesuatu hal besar dan benar, jika bukan dari Allah.
3). Allah ﷻ ingin agar kita mau belajar dari sejarah awal sosok para utusan Allah ﷻ & sejarah penolakan orang2 berilmu dimasanya, yang memiliki rasa sombong dalam hatinya sebagai orang berilmu/ berkedudukan. Sampai saat ini tidak terhitung yang senang dirinya DI-PERTUHAN-KAN & DIBELA BERLEBIHAN oleh yang mengaguminya/ pengikutnya atas nama adab/ budaya. Manusia (termasuk alim ulamanya) lupa, Allah ﷻ itu Maha Pencemburu & tidak ingin ada mahluk diperlakukan (memandang/ berprilaku) seperti perlakuan kepada Allah ﷻ sendiri.
4). Dan lainnya.

Footnote :
[1]. Shahiih al-Bukhari, kitab at-Ta’biir, bab al-Qaid fil Manaam (XII/404, al-Fat-h), dan Shahiih Muslim, kitab ar-Ru’-yaa, (XV/20, Syarh an-Nawawi).


MAJELIS GAZA
(Gerakan Akhir Zaman)

Diterbitkan oleh H. Akang Permana, SP. MM

H. Akang Permana, lahir di Bandung, 19 Agustus 1958

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai