KEKACAUAN DAN AMUNISI

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 22 Februari 2022

Mimpi ini terjadi pada 10 Agustus 2017
Aku (Muhammad Qasim) mendapatkan sebuah mimpi, aku tak tahu dimana hal tersebut berawal, tapi aku melihat huru-hara kecil. Beberapa orang mencoba untuk mencari amunisi untuk melawan seseorang yang lain. Aku bertanya kepada seseorang “Mengapa anda mencari peluru?” Orang tersebut menjawab, “Ada orang jahat sedang menuju kemari dan mereka akan coba memusnahkan rumah-rumah serta membunuh kami.” Ketika aku mengamati sekeliling, aku menyadari bahwa apa yang ia katakan adalah kebenaran.

Kemudian aku melihat sebuah tempat dimana ada beberapa orang berada dengan amunisi dan mereka pergi ke arah lain. Aku pergi (mengikuti) ke arah beberapa orang tersebut dan aku melihat ada beberapa amunisi. Kemudian aku melihat ada seseorang dan mulai mengumpulkan amunisi tersebut. Orang itu berkata “Kami memerlukan amunisi ini untuk mempertahankan diri kami.” Ketika dia selesai dari mengumpulkan, kemudian dia berlari pulang. Aku mengikutinya dari belakang untuk melihat apa yang hendak dia lakukan. Saat aku sampai di rumahnya, beberapa orang tiba dan telah mulai untuk menyerang rumah lelaki tersebut. Tetapi dia berhasil mempertahankan rumahnya, serangan dihentikan dan melarikan diri.

Lantas aku pergi ke arah lainnya lagi dan aku menyaksikan kekacauan telah tersebar, bahkan lebih. Orang-orang yang berpeluru berlari kesana-kemari. Kemudian aku melihat ada orang besar dan terkenal (dikenal oleh masyarakat luas) juga ikut mengumpulkan peluru. Aku bertanya kepada sosok terkenal ini, “Mengapa anda melakukan hal ini?” Orang itu menjawab, “(Ada) musuh yang lebih banyak sedang berdatangan kemari dan situasi ini akan lebih bermasalah, kami harus mempertahankan diri.”

Kemudian aku menuju sisi yang lain lagi dan disana terdapat orang terkenal lainnya, dan orang tersebut juga mengumpulkan peluru. Aku bertanya kepadanya, “Mengapa anda mengumpulkan amunisi?” Jawaban orang ini juga serupa dengan jawaban orang-orang sebelumnya. Aku begitu kecewa sehingga aku berkata “(Sebenarnya) apa yang sedang terjadi disini dan datang dari mana amunisi yang lain ini?”

Aku melihat bahwa peluru tetap berdatangan dan orang-orang terus mengumpulkannya untuk bertarung. Setiap orang sibuk untuk mengumpulkan peluru, tapi tidak jelas bagiku bahwa siapakah musuh yang dihadapi. Kemudian aku mendengar berita dari televisi bahwa beberapa tokoh penting telah terbunuh dan setelah peristiwa itu maka kekacauan bertambah dan berkembang luas. Maka aku berkata, “Sekarang kekacauan ini akan menyebar ke seluruh penjuru negara.” Dan mimpi berakhir disana.

Diterbitkan oleh H. Akang Permana, SP. MM

H. Akang Permana, lahir di Bandung, 19 Agustus 1958

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai