MEMPERBAIKI SEBUAH MOBIL

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 22 Februari 2022

بِسْمِ الَّ لھِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِیمِ
السَّ لامُ عَلیْكُمْ
(Mimpi ini terjadi) pada Februari 2017. Aku melihat bahwa kita adalah generasi terakhir umat manusia dan kini adalah giliran kami menggunakan sebuah mobil untuk mencapai tujuan kami. Tapi kami begitu kecewa karena kami menemukan bahwa generasi sebelumnya telah menganiaya mobil itu. Semuanya benar-benar berkarat dan hampir hancur. Kursi itu seperti sampah dan mesinnya benar-benar rusak. Rodanya rata. Dan mobil itu tidak mau menyala sama sekali.

Lalu aku dan beberapa orang-orang yang bersamaku mulai memperbaiki mobil tersebut. Dalam mimpiku yang lain pada bulan Februari itu, kami memperbaiki lebih banyak lagi bagian. Aku dan orang-orang yang bersamaku bekerja sangat keras. Misalnya, dalam satu mimpi, kami mengeluarkan mesin dan menggantinya. Dalam mimpi lain, kami mengganti bodi mobil. Dalam satu mimpi, kami akhirnya bisa menyalakan mesinnya ketika ia rusak parah. Kami memutuskan untuk menaikinya. Tapi kemudian kami menemukan bahwa mobil itu tidak memiliki rem. Lalu kami menghentikan mobil dan melakukan banyak pekerjaan untuk memperbaikinya.

Pada 11 Februari 2017, aku melihat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sedang berjalan-jalan di dekat mobil tersebut. Beliau tampak sangat lelah dan khawatir, hal ini mendorong kami untuk bekerja lebih keras dan lebih cepat. Dan akhirnya, mobil itu cukup bagus untuk dikendarai tapi ia melaju sangat lambat.

Aku pergi dan memberitahu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa kami telah membuat mobilnya dapat berjalan namun ia tidak cepat. Kemudian Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam benar-benar bahagia, saat beliau mendekat, beliau bersabda bahwa ini adalah mobil lamaku dan sekarang kami bisa mengendarainya lagi. Di bagian belakang mobil ada aku, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, seorang perempuan dan tiga orang lainnya. Dan di depan ada seorang supir muda. Dan aku berkata kita sedang menuju takdir kita dengan rahmat Allah.

Diterbitkan oleh H. Akang Permana, SP. MM

H. Akang Permana, lahir di Bandung, 19 Agustus 1958

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai