TAKWIL MIMPI RAJA MESIR JAMAN NABI YUSUF DAN LUKISAN ISLAM TERINDAH DALAM MIMPI MUHAMMAD QASIM

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 18 Maret 2022

Yusuf 12:43

وَقَالَ ٱلْمَلِكُ إِنِّىٓ أَرَىٰ سَبْعَ بَقَرَٰتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعَ سُنۢبُلَٰتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَٰتٍۖ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَأُ أَفْتُونِى فِى رُءْيَٰىَ إِن كُنتُمْ لِلرُّءْيَا تَعْبُرُونَ

(Raja berkata) raja negeri Mesir, yaitu Ar-Rayyan bin Walid (“Sesungguhnya aku bermimpi melihat) fi’il mudhari’ di sini bermakna fi’il madhi (tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh) ditelan oleh (tujuh ekor) sapi (sapi betina yang kurus-kurus) lafal ijaaf adalah bentuk jamak dari kata tunggalajfau, artinya sapi betina yang kurus (dan tujuh bulir gandum yang hijau dan yang lainnya) yakni tujuh bulir pula (kering) telah melingkar pada tujuh bulir yang hijau itu dan menutupinya. (Hai orang-orang yang terkemuka, terangkanlah kepadaku tentang takbir mimpiku itu) jelaskanlah kepadaku makna mimpiku itu (jika kalian dapat menakbirkan mimpi.”) ceritakanlah maknanya kepadaku sekarang juga.

Yusuf 12:47

قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدتُّمْ فَذَرُوهُ فِى سُنۢبُلِهِۦٓ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّا تَأْكُلُونَ

(Yusuf berkata, “Supaya kalian bertanam) artinya tanamlah oleh kalian (tujuh tahun lamanya sebagaimana biasa) yakni secara terus-menerus; hal ini merupakan takbir daripada tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk (maka apa yang kalian panen hendaklah kalian biarkan) biarkanlah ia (dibulirnya) supaya jangan rusak (kecuali sedikit untuk kalian makan) maka boleh kalian menumbuknya.

Yusuf 12:48

ثُمَّ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّا تُحْصِنُونَ

(Kemudian sesudah itu akan datang) artinya sesudah tujuh musim yang subur-subur itu (tujuh tahun yang amat sulit) kekeringan dan masa sulit; hal ini merupakan takbir daripada tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus (yang menghabiskan apa yang kalian simpan untuk menghadapinya) akan memakan semua biji-bijian dari hasil panen yang selama tujuh tahun yang subur itu; dimaksud kalian memakannya selama tujuh tahun paceklik itu (kecuali sedikit dari yang kalian simpan) artinya simpanan yang sedikit itu jadikanlah sebagai bibit.

Dalam Mimpi Muhammad Qasim

Sumber :

Sumber : Takwil Mimpi Muhammad Qasim “Allah & Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam didalam mimpi-ku“ GAZA (Gerakan Akhir Zaman)

  1. “Dan aku melihat tiga atau empat ekor sapi yang sedang merumput
    di rerumputan.”
  2. Takwilnya:
  3. InsyaALLAH akan berlaku kemakmuran selama tiga atau empat
    tahun. Kemakmuran ini berlaku setelah Ghazwatul Hind, karena rentetan cerita “sapi” adalah setelah beliau memasuki sebuah ruangan besar. Maka ini adalah kemakmuran yang
    dikaruniakan ALLAH untuk membuat persiapan sebelum terjadinya tiga tahun kemarau panjang dan persiapan- persiapan perang.
  4. “Lalu tiba-tiba ALLAH telah memerintahkan aku untuk menggambar sebuah lukisan persis seperti yang Dia tunjukkan padaku dalam mimpi.”
    Takwilnya:
    ALLAH memilih beliau untuk memimpin umat dan beliau mulai dibaiat oleh seluruh umat Islam. Perkara ini InsyaALLAH berlaku “persis seperti yang dia tunjukkan padaku dalam mimpi.”
  5. “Aku mulai melukis dari satu sisi dan aku menggambar persis seperti
    yang ALLAH inginkan.”

Takwilnya:
Beliau mulai memimpin umat untuk menghadapi peperangan
demi peperangan sebagaimana yang telah ALLAH takdirkan untuk
ummat ini. Peperangan yang dipimpin oleh beliau dinamakan “al-Malhamah” dan setiap peperangan tersebut mendapat
kemenangan demi kemenangan.

arah lukisan yang telah aku buat. Aku berkata pada diriku sendiri
bahwa, “Aku berusaha sebaik mungkin untuk menaʼati ALLAH tapi aku
tidak bisa menyelesaikan tugas yang dia berikan kepadaku.”
Takwilnya:
Beliau telah kehabisan daya untuk menghadapi peperangan menentang Dajjal dan tentarannya Pada ketika itulah beliau diperintahkan supaya menghindari dari berhadapan dengan Dajjal.
Namun beliau tetap risau terhadap umat yang berhadapan dengan
fitnah Dajjal. Beliau bersama dengan sejumlah pengikut telah mengasingkan diri dan bermunajat kepada ALLAH. Munajat dengan perasaan rendah diri memohon kepada ALLAH.”Kemudian, pada saat yang tepat ALLAH memerintahkan para sapi
untuk menyelesaikan sisa setengah dari lukisan itu. Dan dengan
takjub aku melihat sapi-sapi itu mengambil kuas di salah satu kaki
depan mereka dan mulai melukis. Aku bingung, berpikir bagaimana
sapi-sapi ini menjadi begitu cerdas.”
Takwilnya:
Ketika takdirnya tiba, ALLAH menurunkan rahmat-Nya dengan
memberikan bantuan-Nya untuk umat menghadapi fitnah Dajjal.
ALLAH menurunkan Isa ‘alayhissalam untuk mengalahkan musuh-
musuh ALLAH. ALLAH juga menghantar al Qathani sebagai pembantu
utama. Semuanya adalah bantuan ALLAH kepada ummat yang
merendahkan diri kepada ALLAH. ALLAH juga menunjukkan tiada
sesuatu yang mustahil bagi ALLAH untuk mengubah keadaan.
Takdir pasti terjadi, dan yang menciptakan takdir adalah ALLAH.
ALLAH tidak takluk pada takdir, sebaliknya makhluk lah yang terikat
pada takdir. Sekiranya manusia berusaha untuk masuk ke dalam
Qada ALLAH dengan cara menyenangkan ALLAH, maka ALLAH
Berkuasa untuk melakukan sesuatu yang diluar pikiran manusia.

“Aku berlari ke arah mereka tapi mereka melukis begitu cepat hingga selesai, pada saat aku sampai di sana, mereka telah kembali makan rumput. Ketika aku mencoba berbicara dengan mereka, mereka tidamenanggapiku.”

  1. “Lalu aku perlahan mulai lelah. Setelah aku kehabisan banyak kekuatan, akhirnya aku hanya melukis setengah papan”.
    Takwilnya:
    Sehingga apabila separuh dari jumlah peperangan setelah dari beliau dibai’at sebagai Pemimpin Ummat telah dilakukan, maka umat Islam mulai kehabisan daya. Peperangan demi
    peperangan telah banyak mengorbankan ummat Islam terutama al-Malhamah di Konstantinopel. Umat Islam juga ketika itu telah menghadapi dua tahun kemarau, dan ketika itu memasuki tahun ketiga.
  2. “Kukatakan pada diriku sendiri bahwa aku tidak bisa bekerja lebih dari
    ini. Aku sangat lelah. Aku hanya menyelesaikan setengah dari lukisan
    itu. Tapi separuh lainnya masih tersisa.”
    Takwilnya:
    Terdapat enam peperangan yang telah ditakdir atas ummat setelah beliau dibai’at. Pada peperangan ke empat yakni al-Malhamah Kubro dengan Dajjal inilah beliau tidak mampu untuk meneruskan peperangan tersebut. Separuh dari peperangan
    tersebut adalah al-Malhamah Jazirah Arab, al-MalhamahPersia dan al-Malhamah Konstantinopel. Sedangkan separuh sisanya adalah peperangan yang perlu beliau hadapi yang dinamakan
    al-Malhamah Kubro. Yaitu al-Malhamah Kubro dengan Dajjal, al-Malhamah Kubro dengan Rum Vatikan, al-Malhamah Kubro dengan
    bangsa Rum Russia.
  3. “Dengan putus asa aku meninggalkan lukisan itu. Dan mulai berjalan ke sisi lain ruangan dimana ada pintu. aku melihat kembali sekilas ke

arah lukisan yang telah aku buat. Aku berkata pada diriku sendiri bahwa, “Aku berusaha sebaik mungkin untuk menaʼati ALLAH tapi aku
tidak bisa menyelesaikan tugas yang dia berikan kepadaku.”
Takwilnya:
Beliau telah kehabisan daya untuk menghadapi peperangan
menentang Dajjal dan tentarannya Pada ketika itulah beliau diperintahkan supaya menghindari dari berhadapan dengan Dajjal.Namun beliau tetap risau terhadap umat yang berhadapan dengan
fitnah Dajjal. Beliau bersama dengan sejumlah pengikut telah mengasingkan diri dan bermunajat kepada ALLAH. Munajat dengan perasaan rendah diri memohon kepada ALLAH.

  1. “Kemudian, pada saat yang tepat ALLAH memerintahkan para sapi
    untuk menyelesaikan sisa setengah dari lukisan itu. Dan dengan takjub aku melihat sapi-sapi itu mengambil kuas di salah satu kaki depan mereka dan mulai melukis. Aku bingung, berpikir bagaimanasapi-sapi ini menjadi begitu cerdas.”
    Takwilnya:
    Ketika takdirnya tiba, ALLAH menurunkan rahmat-Nya dengan
    memberikan bantuan-Nya untuk umat menghadapi fitnah Dajjal.
    ALLAH menurunkan Isa ‘alayhissalam untuk mengalahkan musuh-
    musuh ALLAH. ALLAH juga menghantar al Qathani sebagai pembantu
    utama. Semuanya adalah bantuan ALLAH kepada ummat yang merendahkan diri kepada ALLAH. ALLAH juga menunjukkan tiada
    sesuatu yang mustahil bagi ALLAH untuk mengubah keadaan.
    Takdir pasti terjadi, dan yang menciptakan takdir adalah ALLAH.
    ALLAH tidak takluk pada takdir, sebaliknya makhluk lah yang terikat
    pada takdir. Sekiranya manusia berusaha untuk masuk ke dalam Qada ALLAH dengan cara menyenangkan ALLAH, maka ALLAH Berkuasa untuk melakukan sesuatu yang diluar pikiran manusia.
  2. “Aku berlari ke arah mereka tapi mereka melukis begitu cepat hingga
    selesai, pada saat aku sampai di sana, mereka telah kembali makan
    rumput. Ketika aku mencoba berbicara dengan mereka, mereka tidak

menanggapiku.”
Takwilnya: Beliau telah kembali bersama umat menentang
musuh-musuh ALLAH. Kemudian terjadinya sepuluh tanda-tanda besar yang terakhir ini akan terjadi dengan cepat. Selepas satu
tanda akan muncul yang lainnya, berturut turut tanpa selang waktu.

  1. “Lukisan itu begitu indah. Maka lukisan itu menjadi terkenal di seluruh
    dunia. Orang-orang memuji aku dengan berkata Qasim adalah seorang seniman hebat. aku katakan: “Tidak, semua pujian adalah
    milik ALLAH. Dan dia adalah Perancang Yang Terbaik”
    Takwilnya:
    Kemakmuran tersebut tersebar keseluruh dunia, sehingga kebaikannya dapat dirasakan oleh makhluk lain. Semua orang
    mulai melihat kehebatan yang ALLAH karuniakan kepadanya dan mulai memujinya. Namun beliau menjelaskan kepada seluruh umat “Tidak, semua pujian adalah milik ALLAH. Dan dia adalah Perancang Yang Terbaik”.
  2. “Dan kemudian ALLAH sendiri membuat sebuah lukisan yang besar dan megah. Tidak ada yang pernah membuat lukisan seperti ini sebelumnya. Dan kemudian ALLAH menuliskan namaku di sudut lukisan. Orang-orang tidak memiliki kata-kata untuk itu kecuali
    SUBHANALLAH, Maha Suci ALLAH.”
    Takwilnya:
    ALLAH adalah Sebaik-baik Perancang dan ALLAH yang
    menentukan segala sesuatu. Segala puji untuk ALLAH, Keagungan adalah Pakaian ALLAH manakala Kesombongan adalah Selendang ALLAH. Maka semua makhluk hidup yang mengenakan salah satu
    darinya akan dihancurkan oleh ALLAH. Tidak akan ada kekuatan kerajaan ataupun usaha manusia yang akan kekal untuk bermegah-megahan. Maka semua umat yang ingin selamat harus menyucikan
    hati mereka dari kedua sifat tersebut. Perbanyaklah “Tasbih”, dengannya ALLAH akan menyucikan hati manusia.
    العظمة إزاري، والكبرياء ردائي، فمن نازعني واحداً منهما عذبته

Firman ALLAH Azza wa Jalla dalam hadits Qudsi, “Keagungan adalah
pakaianKu, kesombongan adalah selendangKu, barangsiapa yang
mencabutnya dariKu salah satu dari keduanya, maka Aku akan mengazabnya.” [Hadits Qudsi riwayat Abu Daud, Ibnu Majjah, Ahmad, dishahihkan oleh al-Albani] Masa suatu usaha itu diberikan kesempatan untuk tunduk pada ALLAH selama satu hari (seribu tahun). Sekiranya dibiarkan setelah seribu
tahun berlalu, maka ALLAH akan memberikan peringatan terakhir sebelum diazab oleh ALLAH. Qasim adalah peringatan terakhir
untuk umat ini sebelum diazab oleh ALLAH.

  1. “Orang-orang mengira aku adalah pelukis yang luar biasa. Dan media bertanya dari mana aku mendapatkan ide ini. aku tetap diam tapi di dalam hati aku tahu bahwa ALLAH telah membuat lukisan ini. Dia ingin memberiku kehormatan dengan memberi aku pujian.”
    Takwilnya:
    Inilah hakikat yang diajarkan oleh ALLAH ke dalam setiap hati manusia. Manusia tidak akan mendapatkan kepahaman
    rohaniah apabila jalan yang dilalui tidak sama seperti yang dilalui oleh Rasullullah. Iman setiap umat Islam ketika itu mirip
    dengan imannya para sahabat. Bagaimana kesanggupan para
    sahabat diuji untuk mengikuti dan mempertahankan Rasullullah begitulah keadaan umat akhir zaman yang mengikuti dan
    mempertahankan beliau.
    ALLAH menunjukkan Kebijaksanaan untuk memilih siapa yang
    ALLAH suka bukan berdasarkan kehebatan makhluk, sebaliknya adalah untuk menunjukkan kehebatan ALLAH,
    ALLAH memuliakan siapa yang dikehendaki-Nya walaupun seluruh dunia pernah memandang rendah kepadanya. Kemuliaan itu adalah mutlak milik ALLAH.
  2. “Dalam mimpi itu, ketika aku melihat lukisan itu bahkan aku tidak
    memiliki kata-kata kecuali tahu bahwa ALLAH telah membuat lukisan ini. Dia ingin memberiku kehormatan dengan memberi aku pujian.
  3. Aku tidak memiliki kata-kata kecuali SUBHANALLAH.”
  4. Takwilnya:
  5. Inilah bisikan hati beliau, inilah kejujuran beliau. Bisikan hati seperti
  6. ini tidak perlu untuk ditakwilkan, ianya sudah jelas.

Jajakallah Hoeron kasiro

Diterbitkan oleh H. Akang Permana, SP. MM

H. Akang Permana, lahir di Bandung, 19 Agustus 1958

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai