Taqwil Mimpi Muhammad Qasim
Bandung, 24 Maret 2022
ALLAH جل جلاله berfirman:
َن َك َو َما ا ن َم ه َشر
لَِب اَ
ُّيَكلِّ و ِم ن َّل ّللا ٰ
َو َرٓا ِح َجا ب َ و ِئ ِا َو حًيا اَ
َر س و ي و ِح َي ًّل ي ر ِسلَ اَ
َ
ب نِ ه ِ ف ِا
ي َح ِك يم
ۗ ِاَن ه َعلِ ٌ ذ َما َي َشآ ء
“Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa ALLAH akan berbicara
kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya
dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Maha Tinggi, Maha Bijaksana.” (QS. Asy-Syura 42: Ayat 51)
Melihat ALLAH جل جلاله di dalam mimpi adalah mungkin menurut kesepakatan ahli sunnah wal jama’ah (syarh Sunnah, 12/227/280).
Kata Ibn Hajar, tidak ada perselisihan di kalangan ulama atas kemungkinan melihat ALLAH جل جلاله di dalam mimpi. (al-Fath (14/416,
edisi Darul Fikr).
Imam Nawawi menukil perkataan al-Qadhi ‘Iyadh: Ulama’ bersepakat tentang bisanya seseorang melihat ALLAH جل جلاله dalam mimpinya dan bersepakat tentang benarnya mimpi tersebut [Rujukan syarh nawawi shahih muslim 15/25].
Imam Abu Hanifah pernah mimpi bertemu ALLAH جل جلاله sebanyak 1000 kali [Sharh Fiqh al-Akbar, Kitab Mulla Ali al-Qari, Ulama Mazhab Hanafi].
Imam Ahmad ibn Hanbal juga pernah berkata mimpi bertemu ALLAH
جل جلاله sekali [Sharh Fiq al-Akbar, Kitab Mulla Ali al-Qari, Ulama Mazhab
Hanafi].
Di dalam kitab Ihya’ bahwa Imam Ahmad telah bermimpi melihat dan mendengar suara ALLAH جل جلاله.
Syekh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan pula, “Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah dan selainnya telah menyebutkan bahwa seseorang dimungkinkan melihat ALLAH جل جلاله dalam mimpi. Namun yang dilihatnya bukan hakikat ALLAH جل جلاله yang sebenarnya, karena tidak ada sesuatu pun yang menyerupai ALLAH جل جلاله.
APA YANG DILIHAT KETIKA BERTEMU ALLAH جل جلاله DALAM MIMPI?
Hadits dibawah ini dikeluarkan oleh Muslim dalam Shahihnya. Ketika
Rasulullah صلى الله عليه وسلم ditanya, ‘Apakah engkau melihat Rabbmu?’ Jawab beliau,
‘Aku melihat cahaya.’ Dalam lafal lain, ‘Ada cahaya, bagaimana aku
dapat melihatNya!’ (Diriwayatkan oleh Muslim dari hadits Abu Dzar)
TANDA TIPU DAYA MIMPI DARI SETAN.
Para ulama sepakat, andaikan dia merasa melihat ALLAH جل جلاله ,lantas yang
disampaikannya ada yang menyelisih dari kaidah islam, misalnya yang
dilihatnya berkata, ‘dibebaskan dari sholat atau tidak ada dosa jika
kamu makan riba’ atau beban syariat lainnya. Semua ini merupakan
tanda bahwa dia melihat syaitan, bukan Rabb-nya.
GAMBARAN ALLAH جل جلاله DALAM MIMPI MUHAMMAD QASIM
Muhammad Qasim mengatakan:
“Semua mimpiku sangat jelas. Seolah-olah benar- benar terjadi
dalam kehidupan nyata.
Tapi kemudian saya terbangun dan menyadari bahwa itu semua
hanya mimpi indah. Kapanpun saya melihat mimpi bersama ALLAH جل جلاله
dan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم ,maka saya berharap bisa melihat mimpi
seperti itu sepanjang waktu.
Warna-warna yang pernah saya lihat dalam mimpi belum pernah saya lihat dalam kehidupan nyata. Saya akan menilainya sebagai skor 10
dari 10.”
ALLAH جل جلاله Yang Maha Kuasa sering muncul dalam mimpiku. Saya tidak pernah melihat ALLAH جل جلاله dengan mataku dalam mimpiku. Saya hanya merasa bahwa ALLAH جل جلاله ada di Arsy al-Adhzim (Tahta Tertinggi). Dan saya mendengar suara-NYA dari balik tabir. Suara itu terkadang turun dari langit atau saya akan melihat cahaya
yang luar biasa terang. Dan terkadang suara yang luar biasa akan datang dari cahaya yang luar biasa. Setiap kali saya melihat cahaya ALLAH جل جلاله ,mata saya menjadi terpaku. Tidak mungkin untuk
menggambarkannya. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa cahaya ini adalah ALLAH جل جلاله ,melainkan cahaya ALLAH جل جلاله adalah versi megah cahaya yang diciptakan ALLAH جل جلاله.
ALLAH جل جلاله jauh melampaui segalanya untuk digambarkan sebagai
cahaya. Dan DIA adalah pencipta cahaya.
Bahkan suara ALLAH جل جلاله juga sangat luar biasa. Suara ALLAH جل جلاله penuh
dengan begitu banyak belas kasihan dan kemurnian yang jauh melampaui dugaan dalam kata-kata. Dan suara ALLAH جل جلاله dalam
mimpiku jauh melampaui eksistensi manusia. Dan suaranya tidak memiliki kelemahan ataupun kehabisan nafas saat berbicara.
Dalam setiap mimpi, saya merasa bahwa ALLAH جل جلاله lebih dekat kepada saya daripada bagian depan otak saya dan pembuluh darah
jugularis/leher saya. ALLAH جل جلاله tidak pernah berbicara denganku dengan keras. Dia juga tidak pernah meninggikan suara-NYA dengan kemarahan atau berbicara kepada saya dengan cara yang kasar. ALLAH selalu berbicara kepada saya dengan sangat lembut dan damai. Meskipun saya membuat banyak dosa setiap hari.”
“ALLAH جل جلاله dan Muhammad صلى الله عليه وسلم tidak pernah memaksa saya untuk mengikuti ajaran mereka. Dan itulah mengapa saya mencintai ALLAH
جل جلاله dan Muhammad lebih dari segalanya.
ALLAH جل جلاله dan Muhammad صلى الله عليه وسلم berbicara dengan saya dalam bahasa Urdu. Dan itu adalah bahasa utama saya.
Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain ALLAH جل جلاله dan nabi Muhammad صلى الله عليه وسلمadalah nabi صلى الله عليه وسلم dan utusan terakhir-NYA. Saya hanyalah
Ummatnya Nabi Muhammad Dan saya menyaksikan bahwa laknat ALLAH جل جلاله atas para pendusta.”