IMRAN KHAN DAN NASIB PAKISTA DALAM MIMPI MUHAMMAD QASIM

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 11April 2022/1443 H

Berita betita Faktual

TV ONE

https://youtu.be/pd_GNgKRtdk

Kompas

https://youtu.be/z8q1f3I3280

Pada 18 Agustus 2020
Dalam mimpi ini, aku menyaksikan bahwa diriku sedang duduk di sebuah ruangan besar dimana orang lain juga turut berkumpul disana. Pada mimpi tersebut, disana aku mulai menceritakan mimpi-mimpiku perihal Imran Khan dengan lantang sehingga beberapa orang mulai tertarik dengan apa yang telah aku sampaikan tadi, oleh karena keadaan Pakistan serupa dengan mimpi-mimpiku. Beberapa dari orang-orang itu mulai mengatakan bahwa janji-janji yang telah Imran Khan buat, ia tidak dapat menepati janji-janji tersebut. Pada kenyataannya, kebalikan dari janji-janji itulah yang justru telah terjadi.

Saat peristiwa ini tengah berlangsung, pintu di ruangan ini terbuka dan Imran Khan masuk ke dalam ruangan ini dengan kemarahan. Dia berkata kepada orang-orang yang telah mengkritiknya tadi bahwa dia sedang menjalankan pemerintahan dengan tepat, dan dia melakukan segala kemungkinan apapun untuknya. Pada saat ini aku mulai berbicara lebih keras setelah mendengar ucapan Imran Khan tadi, dan bertanya kepada Imran Khan bahwa; “Apa yang telah terjadi dengan janji-janji yang telah anda buat selama pemilu waktu itu? Yaitu janji untuk menjaga orang miskin, mengurangi korupsi dan kenaikan harga?” Imran Khan menjadi lebih marah setelah mendengar apa yang telah aku sampaikan ini dan berkata bahwa; “Aku menjalankan negara dengan baik, dan biasanya begitulah suatu negara dijalankan.” Dia kemudian mulai menjelaskan prestasi-prestasinya di Pakistan.

Imran Khan kemudian berjalan menuju pintu di ruangan ini, dan kemudian aku berkata dengan lantang bahwa; “Anda telah mencontohkan daripada yang mulia Umar Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa; bahkan andai di dekat sungai ada seekor anjing yang tidur dalam kondisi kehausan selama satu malam saja, maka Umar Radhiyallahu ‘Anhu harus menjawab kepada Allah untuk hal tersebut. Akan tetapi semenjak anda menjadi Perdana Menteri Pakistan, begitu banyak orang yang telah tidur dalam keadaan lapar setiap hari, apakah anda tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka? Anda biasa mengatakan pada diri sendiri bahwa; ada seseorang yang bertanya kepada yang mulia Umar Radhiyallahu ‘Anhu tentang darimana beliau mendapatkan pakaiannya? Jadi jika Umar Radhiyallahu ‘Anhu bisa ditanya, lantas mengapa anda tidak bisa ditanya?” Mendengar ini, Imran Khan menghentikan langkahnya, seolah-olah dia mendadak menyadari.
Aku berkata kepada Imran Khan bahwa; “Anda telah gagal di Pakistan tetapi anda enggan menerima ini, dan Anda juga tahu bahwa mimpi-mimpi yang telah aku saksikan tentang anda, seluruh mimpi-mimpi tersebut adalah benar. Aku telah melakukan yang terbaik untuk mengirimkan kepada anda, pesan dari mimpi-mimpi ini. Mimpi-mimpi ini menunjukkan alasan kegagalan anda, dan juga bagaimana indikasi agar anda dapat menyelamatkan diri anda sendiri dan pemerintahan anda dari bencana. Aku telah bekerja keras, dan telah mencoba yang terbaik untuk menghantarkan mimpi-mimpi ini kepada anda, tetapi aku tidak dapat menarik perhatian anda atau menjangkau anda.” Aku melihat Imran Khan menyesal setelah mendengar ini, dan kemudian dia meninggalkan ruangan tadi. Ketika Imran Khan sampai di luar, aku menggapainya dan mencoba menahannya, dan di saat aku melakukan hal ini, aku berkata bahwa; “Jika mimpi-mimpiku tentang anda menjadi kenyataan, maka mimpi-mimpiku tentang perkembangan Pakistan dan kebahagiaan bagi rakyat Pakistan juga akan benar.” Setelah mendengar apa yang aku sampaikan ini, Imran Khan berhenti dan berbalik untuk melihatku. Aku melihat harapan di matanya dan aku mendengar dia berkata bahwa “Jika mimpi-mimpinya tentangku adalah benar, maka Pakistan pasti akan berkembang dan makmur sesuai mimpinya. Dan bahkan jika aku gagal, setidaknya akan ada kebahagiaan di Pakistan.” Mimpi Berakhir disana.

Diterbitkan oleh H. Akang Permana, SP. MM

H. Akang Permana, lahir di Bandung, 19 Agustus 1958

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai