MIMPI MIMPI MUHAMMAD QASIM TENTANG IMRAN KHAN PM PAKISTAN

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 12 April 2022/1443 H

https://youtu.be/1PyrD53vt28

PM IMRAN KHAN DAN SIRIK

Dalam mimpi pada tanggal 25 Juli 2018, aku (Muhammad Qasim) melihat Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, menghadapi banyak tantangan dan kesulitan. Dia tidak bisa mewujudkan tujuan-tujuannya dan gagal dalam melaksanakannya. Karena kegagalannya, dia menjadi sangat kesal. Aku mengamati semua situasi ini sembari duduk di sebuah ruangan. Kemudian Imran Khan berjalan menuju ruangan tempatku berada. Ketika dia memasuki ruangan, dia mengatakan sesuatu karena marah yang aku tidak ingat.

Aku berbicara kepadanya dan mengatakan kepadanya bahwa, “Jika anda ingin mendapat pertolongan dari Allah Subhanallahu wa Ta’ala maka anda harus menghindari semua bentuk syirik. Cara Anda bersujud di kuil adalah bentuk syirik dan anda harus bertaubat kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala untuk tindakan anda itu, dan anda harus bersujud di hadapan Allah Subhanallahu wa Ta’ala dalam pertaubatan. Anda harus membuat janji yang tegas dan tulus bahwa anda tidak akan pernah tunduk kepada siapapun kecuali kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Aku juga mengingatkannya bahwa anda sendiri dulu mengatakan bahwa: Imran Khan tidak tunduk pada siapapun kecuali Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Lalu mengapa anda melakukannya?” Kemudian Imran Khan menyadari kesalahannya dan mengatakan bahwa “Aku dulu hanya sujud kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala tetapi sayangnya aku dikelilingi oleh orang-orang seperti itu sehingga aku pergi ke jalan yang salah.”

Lalu aku katakan kepadanya bahwa “Siapapun yang telah meninggal, dia sudah mati dan dia terputus dari dunia ini dan kita tidak bisa memanggilnya untuk meminta bantuan. Imran Khan mendengarkanku dengan sangat hati-hati dan memperhatikan. Aku mengatakan kepadanya bahwa jika seseorang pergi ke kuburan dan mencari bantuan dari orang mati maka ini juga merupakan bentuk syirik. Jika seseorang membungkuk untuk menghormati orang lain sebagaimana (tradisi) orang Jepang, maka itu merupakan bentuk syirik. Demikian pula ada banyak bentuk syirik lainnya. Jika anda ingin bantuan dari Allah Subhanallahu wa Ta’ala, anda ingin menjadi sukses maka anda harus melindungi diri anda dari segala bentuk syirik. Jika tidak, anda tidak akan pernah berhasil.” Imran Khan mendengarkanku dengan penuh perhatian seolah melihat harapan besar dalam sesuatu. Imran khan melihat harapan ini dalam menghindari syirik dan bentuknya karena tidak ada yang menjelaskan kepadanya tentang syirik dan bentuk-bentuknya seperti ini sebelumnya atau memperingatkan dia tentang hal itu.

IMRAN KHAN DAN BUMI YANG TENGGELAM

بِسْمِ الَّ لھِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِیمِ
السَّ لامُ عَلیْكُمْ
(Mimpi ini terjadi pada) 25 Agustus 2018. Dalam mimpi ini aku menemukan diriku berada di area tanah yang luas. Di sekitar sana ada juga orang lain yang seperti berpatroli di daerah tersebut. Tanah ini sangat luas dan semuanya tampaknya baik-baik saja. Tiba-tiba sesuatu terjadi dan tanah tenggelam, sangat dalam mirip dengan kedalaman sungai dan banyak orang terpengaruh oleh insiden ini. Setelah melihat ini aku menjadi terkejut dan berkata apa yang telah terjadi disini?
Semuanya baik-baik saja lalu bagaimana semua tanah ini tenggelam?

Orang-orang menunggu beberapa waktu berpikir bahwa itu mungkin bisa diperbaiki tapi tidak ada yang membaik. Aku berkata pada diriku sendiri, “Aku akan pergi dan melihat apa yang Imran Khan lakukan pada keadaan seperti saat ini?” Lalu aku menuju ke tempat dimana Imran Khan hadir dan aku melihat bahwa dia akan pergi ke suatu tempat bersama beberapa orang. Imran Khan marah dan dia berjalan dalam kemarahan seperti yang telah aku lihat dalam mimpiku. Dia menyatakan kesedihannya pada situasi itu dan mengeluh tentang beberapa orang, “Mengapa orang-orang ini tidak membiarkan kami bekerja? Kejadian ini yang baru saja terjadi, bagaimana semua ini akan diperbaiki?”

KEGAGALAN IMRAN KHAN MEREFORMASI PAKISTAN

27 Agustus 2018. Aku (Muhammad Qasim) melihat dalam mimpi ini bahwa, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan sedang mencoba melakukan reformasi di berbagai Institusi. Partai-partai oposisi bersikeras berusaha agar tidak ada reformasi yang dilakukan, dan semuanya akan tetap sama. Media dan wartawan juga bersikeras, agar partai yang berkuasa, yaitu PTI (Pakistan Tehreek-e-Insaf: Partai Gerakan Pakistan untuk Keadilan), memiliki induk yang sama yang telah menjadi bagian dari pemerintah
sebelumnya juga, mereka bertanya “Perubahan apa yang akan mereka hasilkan?” Tetapi PTI dan pemerintahannya menolak semua tuduhan ini, dan mereka mengatakan bahwa “Kami bekerja keras dan ada banyak pekerjaan yang sedang dilakukan.”

Para pendukung partai yang berkuasa, yaitu PTI, menggunakan narasi yang sama seperti biasanya dan bersikeras mengatakan bahwa pemerintah mereka melakukan pekerjaan dengan benar. Lalu tiba-tiba sesuatu terjadi dan semuanya hancur dan kenyataan tetang kinerja Pemerintahan menjadi terungkap dan orang-orang sangat terkejut. Mereka tidak percaya pada situasi ini, dan mereka mengekspresikan keputus asaan mereka dengan mengatakan apa yang akan terjadi, “Imran Khan juga gagal!” Dan setelah ini ada krisis parah di Pakistan.

PERCAKAPAN PM IMRAN KHAN DENGAN AMERIKA

27 Agustus 2018. Dalam mimpi ini aku melihat bahwa Imran Khan sedang berdialog dengan orang Amerika dan dia sedang berbicara dengan mereka. Selama percakapan itu, ada pertukaran kata-kata kasar dan Imran Khan menjadi marah dan dia mulai marah-marah kepada orang Amerika itu. Orang Amerika itu juga bereaksi dengan sikap yang sama. Kemudian percakapan menjadi lebih panas dan ada juga pertukaran ancaman dari kedua belah pihak. Imran Khan mengatakan pada orang Amerika itu bahwa mereka bukan budak. Dia bangkit dan mulai berjalan dalam kemarahan seperti yang telah aku lihat dalam mimpiku yang lain. Dalam keputusasaan dia berkata, “Apakah ada seseorang yang dapat membantu menyelesaikan masalah ini?” Aku melihat semua ini sambil berdiri di samping ovenku dan bersiap untuk membuat sesuatu. Aku berkata, “Ini adalah keadaan yang sama,” dan setelah itu aku melakukan sesuatu yang aku tidak ingat.

Diterbitkan oleh H. Akang Permana, SP. MM

H. Akang Permana, lahir di Bandung, 19 Agustus 1958

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai