DUA BUAH PESANDARI SESOSOK MALAIKAT

15 Maret 2021

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku


Ar-Ru’ya ash-Shadiqah/kabar kenabian

Saat itu aku berada di suatu padang rumput yang luas dan
aku dapat menyaksikan bahwa disana ada beberapa cahaya
memancar darinya, maka aku mendekati cahaya tersebut
dengan sebuah Qur’an di kedua tanganku dan kemudian aku
telah menyaksikan diriku berada di atas sebuah jembatan.
Kemudian ternyata sesosok malaikat memberikanku dua
buah pesan…

  1. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk
    membuka kunci pengaturan. Adapun untuk
    penderitaan-penderitaanmu, engkau telah mencapai
    sebuah akhir dari penderitaan-penderitaanmu, dan itu
    hanya akan menjadi lebih baik sekarang.”
  2. Adapun untuk perubahan-perubahan darinya, itu
    segera .”

Untuk pesan kedua, malaikat tersebut telah memberikanku
beberapa pesan yang seharusnya aku laksanakan. Akan
tetapi tatkala aku terbangun, aku telah terlupa beberapa hal
dari pesan-pesan tersebut. Tapi salah satu pesan dari pesan- pesan tersebut adalah untuk membagikan pesan (mimpi) ini
dengan grup.
Sebelum sesosok malaikat itu pergi, ia telah berkata bahwa
ekonomi dari Pakistan akan runtuh dan bahwa India akan
mencoba melakukan sesuatu atau mempersiapkan sesuatu.
Setelah aku mendengar semua ini, aku sangat senang dan
gembira dan sedang melakukan takbir. Malaikat tersebut
juga telah menunjukkan kepadaku sebuah gambar yang
terlihat seperti situasi kita saat ini dan dalam gambar
tersebut aku bisa melihat kurva naik dan bahwa kita telah
melewati titik terendah kita. Mimpi berakhir.

https://gazadreamsqasim.com/
Tolong bagikan mimpi ini karena aku diperintahkan untuk
melakukannya,
Jazakallah khair.

Takwil mimpi oleh :
Ustadz Tomy Banjari

Untuk “Padang Rumput” Itu bermakna Apa yg sedang Sayyid Qasim Laksanakan Saat Ini (Yakni Membagikan mimpi) Akan segera tercapai pada puncaknya.

Oleh Karena Itu Derajat Beliau akan segera di angkat Khususnya Secara Zhahir (Yakni Akan Menjadi Pemimpin Pakistan),Itulah makna “berada di atas sebuah jembatan”.

Ada pun pesan-pesan malaikat tsb Adalah Pemberitahuan setelah Sayyid Qasim menjadi pemimpin Pakistan:

Rinciannya:
1.*”Kunci Pengaturan” itu adalah Pakistan.
*”Akhir Dari Penderitaan2″,Artinya Setelah Beliau menjadi Pemimpin Pakistan Berakhirlah beban yg telah beliau emban selama ini begitu juga penyebaran mimpi,kecuali Pesan2 lagsg dari Allah utk Para Helper Al Mahdi.
*”Hanya akan menjadi lebih baik” Hal ini adalah Isyarat bahwa tidak ada kesusahan yg berarti sejak hari itu hingga menjelang Malhamah Kubro 1.

2.*Kalimat ini mengisyaratkan Tanda2 Kiamat Kubro.

Di Akhir-akhir mimpi ini adalah penjelas Utk persiapan India menyerang Pakistan pertama kali (Bukan Ghazwal hind).
Yg mengisyaratkan hal itu sdh sangat dekat.

Dan Paling Akhir,Kurva itu bermaksud usaha Para helper dalam Menyebarkan Mimpi.

Wallahu a’lam

HADITS KABAR KE-NABI-AN HANYA MELALUI MIMPI :*
▪️ Dalam shahih sunan Nasai no. 1108 dan Shahih sunan Ibn Majah no.1588;
“Rasulullah ﷺ suatu saat menyingkap tirai, dan kepalanya dililit (diperban) dengan kain karena sakit – yang akhirnya menyebabkan beliau meninggal dunia- lalu Beliau ﷺ bersabda: ‘Ya ALLAH, telah kusampaikan (Beliau mengulanginya 3x), sesungguhnya tidak tersisa lagi kabar kenabian kecuali mimpi yang benar, yakni mimpi yang dilihat seorang muslim atau diperlihatkan kepada seorang hamba.’
▪️ Dalam shahih Bukhari, nomor 6475, Rasulullah ﷺ bersabda ; “Kenabian tidak ada lagi selain berita gembira,” para sahabat bertanya; ‘apa maksud kabar gembira?’. Nabi ﷺ menjawab; “mimpi yang baik.”
▪️ Dalam sunan Ibnu Majah, nomor 3887; “Rasulullah ﷺ bersabda: “Mimpi yang benar adalah bagian dari tujuh puluh (70) bagian kenabian.”
▪️ Dalam Sunan Abu Daud nomor 742, Rasulullah ﷺ bersabda; “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya berita gembira
kenabian telah tiada, kecuali mimpi yang shalih (benar) yang di mimpikan oleh seorang muslim atau yang di perlihatkan kepadanya


https://muhammadqasimpk.org/muhammad-qasim-messages/

Diterbitkan oleh H. Akang Permana, SP. MM

H. Akang Permana, lahir di Bandung, 19 Agustus 1958

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai