Hadis Tentang Akhir Zaman
Bandung, 26 Mei 2022/1443 H
Dari ‘Ali [radhiyallahu’ anhu] bahawa dia berkata:
“Nabi ﷺ bersabda:
يَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ وَرَاءِ النَّهْرِ يُقَالُ لَهُ الْحَارِثُ بْنُ حَرَّاثٍ
‘‘Seorang lelaki akan keluar dari Ma Wara ‘an-Nahr [dari seberang sungai oxus] yang disebut al-Harith ibn Harrath (Pemuda Singa Anak Kepada Singa Yang Gagah)
عَلَى مُقَدِّمَتِهِ
maka ke atas barisan hadapan (iaitu Pakistan) dikawal oleh kepala tentara
رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ مَنْصُورٌ
(iaitu) seorang lelaki yang disebut al-Mansur (yang mendapat pertolongan Allah)
يُوَطِّئُ أَوْ يُمَكِّنُ لآلِ مُحَمَّدٍ كَمَا مَكَّنَتْ قُرَيْشٌ لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَجَبَ عَلَى كُلِّ مُؤْمِنٍ نَصْرُهُ ” . أَوْ قَالَ ” إِجَابَتُهُ ”
dialah yang akan memudahkan urusan atau membela keluarga Nabi ﷺ seperti pihak Quraisy yang membela Rasulullah ﷺ. Wajib setiap mukmin menolongnya atau baginda bersabda, “Wajib setiap orang mukmin menerimanya.”
[Sunan Abi Dawud 4290, Hadis ini Sahih Dgn Syarat Ibn Hibban melalui Perawi yang dikenal]
Tatabahasa:
• Ma Wara ‘an-Nahr = Dari Seberang Sungai Oxus [Utara Afghanistan yang berbangsa Farsi]
• A’laa muqaddimatihi = maka ke atas barisan hadapan dikawal oleh kepala tentara
* A’laa = Ke Atas
* muqaddimatihi = barisan hadapan dikawal kepala tentara
Fakta Sejarah dan Dalilnya:
• Penduduk Ma Wara ‘an-Nahr adalah rujukan bahasa arab bagi keturunan farsi yang telah melarikan diri setelah ditakluki islam kemudian diIslamkan keseluruhan Transoxiana oleh oghuz khan yang berdarah turkic dan farsi.
• Daripada Abu Hurairah RA berkata, bahawa Nabi SAW bersabda:
لَوْ كَانَ الْإِيمَانُ عِنْدَ الثُّرَيَّا، لَنَالَهُ رِجَالٌ مِنْ هَؤُلَاءِ
Maksudnya: “Sekiranya iman itu berada di bintang al-Thurayya, maka akan dicapai oleh manusia daripada golongan mereka (orang Parsi).” [Riwayat Muslim (2546)]
• Bangsa Farsi yang masih unggul dan majoriti mereka mengikuti ahlul sunnah wal jamaah adalah mereka yang sekarang ini dikenali dengan bangsa tajik yang berbahasa farsi.
Kesimpulan:
• Al-Mansur adalah Ketua Tentera Yang Mengawal bagian atas hadapan sungai oxus
iaitu Ketua Tentera Pakistan.
• “Wajib setiap orang mukmin menerimanya.” karna beliau adalah seorang ulil amri di negara Islam yang telah membenarkan al-Mahdi.
Pendapat:
Ketua Tentera Pakistan mempunyai peran yang besar didalam membenarkan mimpi Muhammad Qasim sesuai menurut mimpi beliau. Ada pun gelar al-Mansur akan terjadi setelah ketua tentera pakistan membenarkan mimpi Muhammad Qasim dan lalu dia mendapatkan pertolongan Allah.
Allah Lebih Maha Mengetahui Takwil Sebenar.
(Ibnu Umar)
___________________________________
___________________________________
“Analogi Tekstual”
Hadits di atas menunjukkan bahwa Al Mansur adalah seseorang yang mempermudah dan memperkuat Al Mahdi SEBAGAIMANA QURAISY MEMPERKUAT RASULULLAH SAW.
Artinya, akan ada kemiripan bagaimana Al Mansur memperkuat/mempermudah Al Mahdi sebagaimana Quraisy memperkuat/mempermudah Rasulullah SAW.
Coba renungkan poin-poin berikut ini;
-Quraisy adalah suku Rasulullah SAW
-satu kota dengan Rasulullah SAW
-bahkan mereka adalah keluarga Rasulullah SAW
-Quraisy adalah ahli perang
-Quraisy adalah panutan, memiliki kekuatan, dan PUNYA KEMAMPUAN UNTUK MEMBERIKAN PERLINDUNGAN (susah menjelaskan ini kalau tidak paham reputasi suku Quraisy)
-Islamnya Quraisy menyebabkan Islamnya seluruh Jazirah Arab, dan masih banyak lagi lainnya.
Dalam hadits diatas, dikabarkan bahwa Al Mansur akan memberikan hal yang sama kepada Al Mahdi sebagaimana yang diberikan oleh Quraisy kepada Rasulullah SAW.
Dan perlu dicatat bahwa Harits bin Harrats akan keluar sedangkan dihadapannya ada Al Mansur yang akan memimpin pasukannya sendiri di ikuti oleh Harris bin Harras bersama pasukannya untuk semakin memperkuat dan memudahkan Al Mahdi.
Singkatnya, ini sangat jelas bahwa Al Mansur adalah;
– seorang tentara berkuasa yg sewaktu-waktu mampu menyerahkan kekuasaannya pada Al Mahdi (sebagaimana digambarkan dalam banyak hadits dan atsar)
– satu wilayah (kota/negara) dengan Al Mahdi,
– punya hubungan kekerabatan dengan Al Mahdi,
– mampu memberikan pasukan perang unggul sebagaimana Quraisy,
– punya power kenegaraan sebagaimana power Quraisy kala itu,
– ketika ketua tentara Pakistan percaya Mimpi Muhammad Qasim, maka hal itu akan membulatkan keyakinan masyarakat Pakistan terhadap Mimpi Muhammad Qasim yang pada akhirnya menyebabkan seluruh mukmin didunia berbondong-bondong memenuhi seruan Pakistan sebagaimana seluruh Jazirah Arab berbondong-bondong memenuhi seruan Quraisy ketika mereka telah menerima Kerasulan Muhammad SAW.
– Thaifah Al Manshurah kemungkinan besar adalah pasukannya (sebenarnya Thaifah Al Manshurah ini cakupannya luas)
– pasukan mereka tidak terkalahkan hingga yang terakhir dari mereka memerangi Dajjal,
Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda,
لا تزال طائفة من أمتي يقاتلون على الحق ، ظاهرين على من ناوأهم ، حتى يقاتل آخـرهم المسيح الدجال
”Akan senantiasa ada kelompok dari umatku yang berperang dalam kebenaran. Mereka akan menang menghadapi orang yang memusuhinya. Sampai akhir dari mereka akan memerangi Al-Masih Dajjal.”
Coba perhatikan sekali lagi Hadits diatas. Disana tertulis, “WAJIB SETIAP MUKMIN MENOLONGNYA”
Mengapa sampai wajib? Apa yang sedang terjadi/berlangsung saat itu sehingga setiap mukmin wajib menolongnya?
Jawabannya ada pada mimpi Muhammad Qasim. Yaitu, pada saat itu Pakistan adalah benteng pertahanan terakhir umat Islam sehingga setiap mukmin harus mempertahankan Pakistan dengan memberikan semua bantuan dalam bentuk APAPUN kepada ketua tentara karena ia sedang berada dalam SITUASI YANG AMAT SULIT (Bukan masalah uang, melainkan lebih kepada pasukan siap tempur).
itulah mengapa Harits Bin Harrats sampai keluar dari sarangnya UNTUK MEMPERKUAT PASUKAN AL MANSUR, dan sekaligus MEMPERMUDAH AL MAHDI.
Wallahu a’lam
(Ahmad Al Muhammad)
