﷽
Ar-Ru’ya ash-Shadiqah.
Bandung, 11 Juli 2022/1443 H
Penulis: Kang Diky Candra
Mengapa salah satu tujuan Allah ﷻ dalam penyebaran mimpi Sayyid Qasim, agar manusia dibumi ini mengetahui SIAPA sebenarnya Sayyid Muhammad Qasim ini, DISAAT tangannya jika dicelupkan ke emas, justru emas itu akan menjadi debu (Belum memiliki kemampuan apa-apa, bahkan sebaliknya, apa yang dilakukannya dari sesuai yang bernilai menjadi tidak bernilai).
Allah ﷻ berkata; “Qasim, sebelum janjiku datang ksRrS5dsRrDDDrsRRsdr -• E zss☆ 4 4 3qĺepadamu, bahkan jika kau mencelupkan tangan ke emas maka ia akan menjadi debu. Tetapi jika janjiKu telah datang kepadamu, maka jika engkau memegang debu, maka akan menjadi emas, karena perintahku.”
INFORMASI DARI ALLAH ﷻ ITU BENAR ADANYA.
▪️ Dari pengalaman perlu minimal 2 bulan mengenal dekat denganya untuk membuktikan secara utuh kebenaran informasi dari Allah ﷻ tersebut.
▪️ Penulis sudah 2,5 bulan bergaul dekat dengannya (Ke Pakistan yang pertama + yang kedua)
▪️Ternyata diluar dugaan pemikiran siapapun, mengenal dekat al Mahdi (orang yang mendapat petunjuk), disaat ini, harus memiliki mental diatas rata-rata, kesabaran lebih, kedewasaan yang luas & memahami mimpinya dengan baik. Harus siap menjadi bamper, siap menjadi tertuduh, siap menjadi pemadam, dan berbagai hal lainnya.
▪️ Sebetulnya sudah tersirat dalam banyak pernyataannya sayyid Qasim sendiri; “Saya seorang laki-laki biasa”
▪️ Manarik & penting untuk disimak video cermahnya Yasir Qodhi. Beliau mengatakan yang sama dengan apa yang penulis lihat dalam sosok sayyid Qasim [Dishare dalam video dibawah ini].
APA MAKNA ALLAH ﷻ MENGHENDAKI DEMIKIAN ?
Dari penelahaan & perenungan mendalam, pendapat pribadi penulis, ada 2 kehendak/ isyarat dari Allah ﷻ ;
1️⃣ Allah ﷻ ingin agar manusia akhir zaman tidak mengulang kesalahan yang sudah parah terjadi sampai saat ini. Kesalahan inilah membuat Allah ﷻ murka selama ini, sehingga Allah ﷻ tidak menolong umat islam. Salah satu kesalahan itu antara lain; bersikap Ghuluw dan Ithra.
Sehingga tanpa disadari banyak sosok manusia telah diper-Tuhan-kan.
Sehingga Allah ﷻ menetapkan sosok al Mahdi adalah orang yang sangat biasa, yaitu sayyid Qasim, agar kita tidak bersikap Ghuluw dan Ithra kepadanya. Karena Allah ﷻ Maha Pecemburu.
Ghuluw dan ithra dalam beragama. Kedua sikap ini penting agar tetap bisa menjaga hati dan diri agar tidak terjebak dalam perilaku serba ekstrim. Ghuluw artinya melampaui batas. Disebut ghala-yaqlu-ghuluwan jika ia (seseorang) melampaui batas.
Rasullah ﷺ bersabda: “jauhkanlah diri kalian dari ghuluw dalam agama karena sesungguhnya sikap ghuluw ini telah membinasakan orang-orang beriman sebelum kalian.”
Salah satu penyebab seorang menjadi kufur adalah sikap ghuluw dalam beragama, baik kepada orang saleh/alim, sehingga masuk dalam perbuatan ‘syirik’. Melampui batas dalam menyanjungnya sehingga mengangkat diatas derajatnya sebagai hamba. Bahkan fakta ditengah masyakat, tanpa disadari, banyak menisbatkan kepada seseorang sebagian dari sifat-sifat illahiyah.
“Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu.” (QS Annisa, 4:171).
2️⃣ Agar kita semakin percaya, bahwa apa yang disampaikan oleh sayyid Qasim benar dari Allah ﷻ. Karena mustahil isi mimpi nya yang begitu luar biasa, dibuat-buat oleh sayyid Muhammad Qasim, sementara ia tidak memiliki kemampuan untuk ngarang / menciptakan mimpi seperti itu. Bahkan saat ini sosoknya dalam banyak hal dibawah rata-rata (emas jadi debu).
3️⃣ Dan mungkin ada tujuan Allah ﷻ yang lainnya, yang tidak terjangkau oleh pikiran kita.
Penulis ;
Diki candra
LAMPIRAN ;
[1]. Mimpi tahun 1988 ;
Pada usia 12 atau 13 tahun di dalam mimpi itu, ada sebuah stadium kecil dan anak-anak yang berbeda sedang bermain kriket di sana dan beberapa dari mereka sedang melakukan fielding dan di berbagai posisi yang berbeda dan dua dari mereka sedang melakukan batting, satu wasit dan satu pelempar bola dan posisiku adalah menuju orang yang ketiga. Di sana aku melihat ke arah tempat duduk VIP dan Nabi Muhammad ﷺ telah tiba di sana dan Allah bertanya kepada Nabi Muhammad yaitu, “Siapa pun anak yang ingin engkau pilih, pilihlah dia dan beritahu Aku.” Lalu Nabi Muhammad ﷺ memberitahu Allah yaitu, “Aku telah memilih anak itu.” Lalu aku berkata bahwa: di sini ada sangat banyak anak-anak lain yang lebih baik daripada aku yang bermain kriket, lalu kenapa Nabi Muhammad ﷺ hanya
menunjuk ke arahku? Dan mimpi itu pun berakhir di situ.
Penjelasan :
Tidak ada satupun Ulama’ yang mengingkari bahwa Al Mahdi adalah manusia pilihan Allah.
Dan mimpi Muhammad Qasim pada 1988 merupakan salah satu bagian syarat yang terpenuhi bahwa Muhammad Qasim adalah imam mahdi, karena dia adalah manusia yang dipilih oleh Allah dan Nabi Muhammad ﷺ.
Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata (33:36).
MAJELIS G A Z A
(Gerakan Akhir Zaman)
1️⃣ Gabung ke WAG GAZA Provinsi ;
https://linktr.ee/gerakanakhirzaman
2️⃣ PORTAL BERITA HARIAN (DAILY NEWS PORTAL – 5 LANGUAGES) :
https://gazadreamsqasim.com/
4️⃣ CHANNEL :
SAYYID QASIM DREAMS ;
https://youtube.com/channel/UCZ-ZIjX-HvbL8lwaeYUafmQ
GAZAtv ;
https://youtube.com/channel/UCh2d99_MO8EsJdtsc4ajqHA
GAZA NUSANTARA;
https://youtube.com/channel/UCGMktCS2VPlLSySKXH6wsTA
5️⃣ FANPAGE :
https://www.facebook.com/dikicandra17/
6️⃣ INSTAGRAM :
https://www.instagram.com/p/CWFOGJTPOeA/?utm_medium=copy_link
7️⃣ GAZA INTERNASIONAL
https://chat.whatsapp.com/KB1O7Uja2Rg88QCh0q7Yo3
8️⃣ HOTLINE :
+6281286023302
+6285780733253
+6281237946076
+628884060426
+6289612410928
+6282111940607
+6285799591002
+6285798871578
+6282111867727
+6285752453658
+85267087191
+60135385850
+60182662080
[1] Berikut hadits-Hdits yang menyampaikan nubuwwah kabar kenabian, yang akan diterima seseorang diakhir zaman, sebagai petunjuk dari Allah langsung ;
- Shahih Nisai, no 1108, 1035
- Shahih Bukhari, no 6472, 6473, 6474, 6475,
- Sunan Ibnu Majah, no 3883, 3884, 3885, 3887, 3889,
- Sunan Abu Daud, no 742, 4363, 4364
- Musnad Ahmad, no 1801, 2744, 4449, 4858, 5737, 5938, 6886, 7322, 7323, 7814, 8150, 8463, 9279, 10026, 11596, 11824, 12050, 12463, 14154, 15602, 15606, 15608, 15616, 21639, 21640, 23829
- Muwatho Malik no. 1505, 1506,
- Musnad Darimi no. 1291 2044,
- Shahih Muslim, no. 738, 4201, 4202, 4204, 4205
- Sunan Tirmidzi, no. 2197, 2204, 2205.
Contoh isi beberapa hadits nya ;
1). Hadits Nasai, Nomor 1108; “Rasulullah ﷺ suatu saat menyingkap tirai, dan kepalanya dililit (diperban) dengan kain karena sakit -yang akhirnya menyebabkan beliau meninggal dunia- lalu beliau Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: ‘Ya Allah, telah kusampaikan – tiga kali -, sesungguhnya tidak tersisa lagi kabar kenabian kecuali mimpi yang benar, yakni mimpi yang dilihat atau diperlihatkan kepada seorang hamba”. (Artinya Kabar kenabian masih ada dalam bentuk mimpi dan akan diterima oleh seorang hamba).
2). Shahih Bukhari, nomor 6475; Rasulullah ﷺ bersabda: “Kenabian tidak ada lagi selain berita gembira, ” para sahabat bertanya; ‘apa maksud kabar gembira? ‘ Nabi ﷺ menjawab; “mimpi yang baik.” (Artinya Kabar kenabian itu masih ada dalam bentuk mimpi dan isinya bukan syariat baru, namun hanya berupa berita gembira).
3). Sunan Ibnu Majah hadis nomor 3887; Rasulullah ﷺ bersabda: “Mimpi yang benar adalah bagian dari tujuh puluh (70) bagian kenabian.”
4). Sunan Abu Daud hadis nomor 742 ; Beliau bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya berita gembira kenabian telah tiada, kecuali mimpi yang shalih (benar) yang di mimpikan oleh seorang muslim atau yang di perlihatkan kepadanya.
5). Shahih Muslim hadis nomor 738; “Rasulullah ﷺ membuka tirai penutup, sedangkan manusia bershaf-shaf di belakang Abu Bakar, maka beliau bersabda, ‘Wahai manusia, tidak tersisa dari pemberi kabar kenabian melainkan mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang muslim atau diperlihatkan kepadanya.”
6). Sunan Nasai hadis nomor 1035; “Rasulullah ﷺ suatu saat menyingkap tirai, sedangkan orang-orang sedang shalat di belakang Abu Bakar Radliyallahu’anhu, maka beliau ﷺ bersabda: ‘Wahai manusia, tidak tersisa lagi kabar kenabian kecuali mimpi yang benar, yakni mimpi yang dilihat atau diperlihatkan kepada seorang muslim.”