Hinaan Demi Hinaan #IBelieveMuhammadQasim

ALLAH ﷻ DAN MUHAMMAD ﷺ DI DALAM MIMPI MUHAMMAD QASIM BIN ABDUL KARIM

Bandung, 9 Juli 2022

https://youtu.be/Nx7oS3wXbug

Hinaan Demi Hinaan

30 November 2015

Aku sedang berlari di
suatu tempat dan aku
bertanya pada diriku
sendiri, “Kemana aku
akan pergi? Nabi
Muhammad n selalu
berjalan dalam cahaya,
dan Allah akan
memenuhi tempat itu
dengan cahaya atas
rahmat-Nya.
Dan inilah aku, yang
meskipun telah menjadi
umat Nabi Muhammad
SAWA namun tetap tidak
dapat menemukan jalan.
” Kemudian aku berdoa
kepada Allah agar
menjadikanku dapat
berjalan di jalannya   Nabi
  Muhammad  SAW agar 
aku   dapat   meraih
keberhasilan.

Kemudian aku melihat
sebuah bangunan. Aku
memasukinya, lalu ada
seorang gadis di dapur
yang sedang
mempersiapkan roti.
Aku meminta gadis
tersebut untuk
memberiku makanan,
namun gadis itu tidak
mendengarku.
Aku memanggilnya
berulang kali namun ia
tidak melihatku dan tidak
juga mendengarku,
kemudian dia menutup
pintu dapur.

Lalu aku melihat ada
tangga ke atas dan aku
mulai menaikinya.

Setelah menaiki
beberapa anak tangga,
aku melihat suatu aula
yang sangat besar,
disana terdapat umat
muslimin dan para
pemimpin mereka.

Ketika aku pergi
mendekati mereka, maka
Allah berfirman di telinga
kananku bahwa “Qasim,
ceritakanlah
mimpi-mimpi yang mana
telah Aku tunjukkan
kepadamu.”

Sehingga aku berhenti
dan berkata kepada
mereka bahwa “Allah dan
Nabi Muhammad SAW
senantiasa berdatangan
ke dalam mimpi-mimpiku
semenjak beberapa
tahun.
Dan Allah telah berjanji
kepadaku bahwa Dia
akan menolongku dan
Dia akan membawaku
keluar dari kegelapan ini.

Dan Allah telah
menunjukkanku jalan
yang lurus dari
mimpi-mimpi tersebut.”

Setelah mendengarnya
mereka mulai tertawa
dan berkata bahwa,
“Apakah kau gila? Siapa
yang telah melihat Allah
dalam mimpi-mimpi?”

Namun beberapa orang
telah mempercayaiku,
dan aku berkata,
“Mengapa tidak? Allah
dapat melakukan segala
sesuatu.
Dan Nabi Muhammad
SAW telah bersabda
kepadaku dalam
mimpi-mimpi tersebut
bahwa; “Qasim,
siapapun
yang mendukungmu
adalah sebagaimana
seseorang yang telah
mendukungku.

” Tapi mereka membuat
lelucon kembali tentang
diriku.

Aku berkata bahwa,
“Kalian memperolokku
semata-mata karena
Allah dan Nabi
Muhammad SAW datang
ke dalammimpi-mimpiku.

” Maka pemimpin mereka
berkata, “Ya, itulah sebab
musababnya dan kau
sedang berdusta.
” Diam-diam aku berkata
pada diriku sendiri
bahwa, “Umat ini telah
membuat permohonan
permohonan kepada
Allah agar menolong
mereka dan membawa
mereka keluar dari
kegelapan, dan saat Allah
mengutus seseorang,
kemudian mereka
menjadikannya buah
ejekan.”

Kemudian aku berjalan
keluar dari tempat tadi
dan orang- orang yang
mempercayaiku juga
mulai berjalan
bersamaku hingga
orang-orang yang tersisa
memperingatkan orang-
orang yang mengikutiku
untuk tidak berjalan
bersamaku.

Dan mereka berkata
bahwa itu adalah suatu
dosa, namun orang-
orang yang mengikutiku
tidak mendengarkan
mereka, dan orang-orang
itu senantiasa berjalan di
belakangku.
Aku berkata kepada
kawan-kawanku bahwa,
“Jikalau orang- orang
tersebut tidak
mempercayaiku maka
Allah akan mengguncang
mereka dengan keras,”
dan seketika itu juga
datang suatu gempa
bumi yang kuat dan
semua orang menjadi
ketakutan.

Aku merasakan
seolah-olah bangunan ini
akan runtuh, dan aku
berkata bahwa, “Jika
bangunan ini runtuh
maka atapnya akan
terbuka dan Allah akan
mengeluarkanku beserta
orang-orang yang
bersamaku.
” Tapi gempa itu berhenti.

Dan orang-orang yang
bersama dengan para
pemimpin mereka,
kebanyakan dari mereka
melarikan diri dan
menjadi ketakutan.

Namun pemimpin-
pemimpin mereka dan
beberapa pengikutnya
mulai mentertawakanku
lagi, dan aku katakan
kepada mereka bahwa,
“Allah telah mengirimkan
suatu gempa yang
sangat mengerikan, tapi
kalian tetap tidak
mengerti, dan kalian
tidak akan pernah
mengerti.”

Dan kemudian Allah
muncul dari atas
Arsy-Nya dengan
kemurkaan yang besar,
dan Allah berfirman
bahwa, “Kalian
senantiasa memperolok
Qasim, tangan-tangan
kalian akan patah dan
kalian akan
mendapatkan
kehancuran.

” Setelah mendengar
suara kemurkaan dari
Allah, aku pun terbangun,
gemetar ketakutan.


Mimpi Berakhir

Jajakallah Hoeron Kasiro

Terima Kasih
Telah Menyimak
Semoga Bermanfaat

Diterbitkan oleh H. Akang Permana, SP. MM

H. Akang Permana, lahir di Bandung, 19 Agustus 1958

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai