ALLAH ﷻ DAN MUHAMMAD ﷺ DI DALAM MIMPI MUHAMMAD QASIM BIN ABDUL KARIM
Bandung, 16 Juli 2022/1443 H
Tanggal 28 September 2015, aku (Qasim) melihat mimpi ini. Aku pergi ke suatu tempat di kegelapan malam. Dan aku tidak tidak tahu kemana harus pergi. Saat aku terus berjalan, aku melihat (Nabi) Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sedang berbaring di kasur, di bawah langit malam. Aku berlari kepadanya dan duduk. Aku bertanya kepada beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Mengapa engkau berbaring disini? Mengapa engkau tidak tidur di rumahmu?” Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: “Nak, rumah yang mana? Rumah yang aku buat telah diambil alih oleh orang jahat. Dan orang-orang beriman yang berada di rumahku telah melarikan diri dalam kelompok-kelompok. Dan orang-orang yang telah mengambil alih rumahku, merusaknya dengan parah.” Pada saat itu, mataku melihat ke mata berair (sedih) Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Aku merasa takjub. Aku sangat terpikat dan tidak bisa berpaling. Aku merasa seolah-olah mata beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dipenuhi seluruh Cahaya Allah Subhanallahu wa Ta’ala.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkata kepadaku: “Anakku, bebaskanlah rumahku dari orang-orang itu dengan pertolongan Allah Subhanallahu wa Ta’ala dan bangun kembali rumahku. Persatukan umatku menjadi satu bangsa lagi, dan kemudian pimpinlah mereka ke takdirnya. Dan janganlah takut kepada siapapun, Allah bersamamu. Dia akan membantumu dalam segala momen dan segala kondisi. Kamu adalah anakku atas semua, dan tidaklah mungkin Rahmat dari Allah Subhanallahu wa Ta’ala melewati anakku.” Aku melihat mata Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang berair mata dan berkata kepadanya “Tidak masalah berbahaya dan sulitnya pekerjaan ini, aku akan mengerjakannya dengan bantuan Allah Allah Subhanallahu wa Ta’ala.” Kata-kata ini, membuat matanya penuh dengan kebahagiaan yang sesungguhnya. Dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mulai memohon kepada Allah yaitu: “Bantulah Anakku.”
Aku mulai berjalan dan kemudian cahaya Allah Subhanallahu wa Ta’ala menunjukkan jalan ke rumah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, saat aku sampai disana aku berkata pada diriku sendiri, “Ini adalah rumahku sekarang.” Lalu aku melihat ada orang di atap rumah dengan membawa senjata sedang mengawasi semua yang masuk ke dalam rumah. Cahaya Allah muncul di jari telunjuk tangan kananku dan dari cahaya Allah ini menghancurkan dia.
Aku masuk ke rumah hanya untuk mengetahui bahwa (rumah) ini berubah menjadi sebuah gua. Aku sangat tertekan ketika tahu bahwa tidak ada satupun muslim di sekitar. Aku mulai mencari orang-orang muslim di sekitar, dan berpikir “Dimana mereka semua? Dan bagaimana aku memanggil mereka?” Lalu aku memanggil mereka dan berkata “Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Beberapa muslim mendengar panggilanku. Dan mimpi itu berakhir disana.