ALLAH ﷻ DAN MUHAMMAD ﷺ DI DALAM MIMPI MUHAMMAD QASIM BIN ABDUL KARIM
Bandung, 22 Juli 2022/1443 H
Pada tahun 2015 aku (Muhammad Qasim) melihat sebuah mimpi. Dalam mimpi ini, kegelapan dan kehancuran dimana-mana. Seolah-olah sebuah negara jahat menjatuhkan bom nuklir. Aku dan beberapa orang lain ingin melarikan diri dari sana. Aku punya beberapa jenis mesin terbang. Dan ada bahan bakar di dalamnya, semua orang masuk tapi aku masih di luar. Karena bahan bakarnya tidak mau terpicu, aku berpikir mungkin mesinnya tidak berfungsi. Aku melakukan sesuatu dan percikan api muncul namun sangat kecil. Setelah sekitar 5 atau 6 percikan api, mesin akhirnya menyala.
Aku merasa tidak enak badan karena efek radiasi bom nuklir. Aku hampir tidak bisa bernafas dan sangat sulit bagiku untuk tetap di luar. Lalu aku bergabung dengan yang lain dan mesin mulai terbang. Tapi ia tidak terbang dengan benar. Pada satu titik, mesin itu hampir saja jatuh. Tapi Allah Subhanallahu wa Ta’ala menyelamatkannya di detik-detik terakhir. Kemudian mesin itu mulai terbang dengan benar dan maju dengan kecepatan penuh. Dan kemudian kami keluar dari kegelapan itu. Lalu kami akhirnya melihat matahari terbit.
Beberapa orang di bawah melihat mesin kami dan berkata, “Lihat, kemana orang-orang itu pergi?!” Salah satu dari mereka mengatakan bahwa mereka pasti akan menuju tempat yang damai. Kemudian mereka berseru mengatakan, “Bawalah kami bersamamu! Kami juga ingin keluar dari kegelapan ini dan mencapai tanah yang penuh kedamaian!” Sayangnya mesin kami terbang dengan kecepatan penuh dan tidak bisa berhenti untuk siapa pun.
Hanya ada sedikit orang yang duduk di dalam ketika mesin itu hendak terbang, sisanya harus berjalan atau berlari mengejar kami dengan cara apapun hanya untuk sampai ke tanah yang penuh kedamaian itu. Kemudian aku sangat merasakan rahmat Allah turun ke Bumi dan meliputi mesin kami. Ini membuat mesin kami terbang jauh lebih tinggi dan lebih cepat. Allah melindungi mesin kami, sehingga kami terbang maju dengan kecepatan penuh. Dan orang-orang mengejar kami.