ALLAH ﷻ DAN MUHAMMAD ﷺ DI DALAM MIMPI MUHAMMAD QASIM BIN ABDUL KARIM
Bandung, 28 Juli 2022/1443 H
Dalam mimpi ini aku sedang duduk di atap rumahku, tengah berbicara dengan Allah. Aku berkata: “Wahai Allah, izinkan aku untuk berjalan di jalannya (Nabi) Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan biarkan aku melihat taman-taman-Mu.” Kemudian Allah berfirman, “Baiklah Qasim, Aku akan mengirim Jibril ke tempat yang bersih di depan rumahmu. Dia akan membawamu ke tempat dimana kamu bisa berjalan di jalannya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan dari sana kamu akan sampai di taman (dengan) rahmat dan berkah-Ku.” Aku menjadi sangat bahagia dan pergi ke abangku, kukatakan kepadanya bahwa Allah Subhanallahu wa Ta’ala mengirim Jibril A.S kepadaku sekarang juga. Ketika abangku mendengar ini dia berkata, “Qasim, apa yang kamu bicarakan? Untuk apa Allah mengirim Jibril ‘Alaihis Salam?” Dia tidak mendengarkanku lagi (dan) aku meninggalkan rumahku.
Lalu di taman dekat sini, aku melihat sebuah cahaya datang dari tanah. Saudaraku menatapku memikirkan apa yang telah terjadi padaku. Setelah beberapa saat, aku melihat Jibril A.S datang dari langit. Sayapnya benar-benar putih dan ada cahaya yang memancar darinya, mereka tampak seperti awan-awan gembung. Dan sayap-sayap itu sangat putih sehingga bagian belakang sayap bisa dilihat dari depan. Dan semua sayap itu bergerak cepat sekali. Ini adalah pemandangan yang menakjubkan bagiku.
Jibril A.S mendatangiku dan keindahannya luar biasa. Aku merasa bahwa dia adalah salah satu di antara malaikat yang pernah diciptakan. Aku bertanya kepadanya bahwa, “Allah mengatakan kepadaku bahwa engkau akan membawaku ke suatu tempat.” Dia berkata: “Ya, Allah baru saja memberi aku perintah. Ambil tanganku dan kau akan terbang bersamaku.” Aku meraih tangannya dan aku berkata pada abangku, “Lihat! Ini Jibril ‘Alaihis Salam dan dia datang untuk membawaku.” Abangku menjadi terkejut karena aku mengatakan yang sebenarnya. Dia berlari menemui Jibril A.S tapi dia tidak tahu ada teras di depannya. Dia akan jatuh, tapi pada saat itu Jibril A.S menangkapnya dan menurunkannya di tanah. Lalu dia membawaku jauh-jauh dan mendaratkan aku. Dia (Jibril) berkata: “Ini adalah tempat yang aku telah diperintahkan untuk membawa engkau.” Aku menjawab “Baiklah,” dan berjalan agak jauh. Jibril A.S lalu pergi. Dan aku tidak tahu dimana aku berada, tapi kemudian aku melihat jejak kaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Aku mengikuti jejak kaki itu sampai aku mencapai tempat yang menakjubkan. Tempat itu memiliki kebun dan berbagai jenis pohon dan tanaman. Tanaman dan pohon itu belum pernah aku lihat sebelumnya. Ada aroma manis yang belum pernah aku cium sebelumnya. Dan ada hembusan angin yang tenang, yang terasa menakjubkan di tubuhku. Aku merasakan perasaan aneh dan menjadi sangat bahagia. Itu adalah perasaan sukacita, lega, dan kepuasan yang sangat spesial sekaligus.
Lalu aku melihat seseorang melafalkan Surat Ar-Rahman dengan suara yang sangat indah dan menenangkan. Iramanya seperti belum pernah aku dengar sebelumnya. Aku langsung terpikat dan duduk di sampingnya dan mendengarkan bacaannya. Dan aku merasakan kenikmatan yang sangat aneh setiap kali dia membacakan ayat ini “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Surah Ar-Rahman ayat 13). Aku menengok ke kebun dan berkata, “Sesungguhnya kita tidak dapat menolak nikmat Allah.” Lalu aku bangun, dan di atasku, aku melihat cahaya Allah. Lalu aku merasa mengantuk dan mulai berbaring disana. Aku bersyukur kepada Allah karena telah membawaku kemari dengan rahmat-Nya. Untuk membawa aku ke tempat yang tak pernah bisa aku bayangkan. Lalu aku tertidur dengan tenang.