ALLAH ﷻ DAN MUHAMMAD ﷺ DI DALAM MIMPI MUHAMMAD QASIM BIN ABDUL KARIM
Bandung, 31 Juli 2022/1443 H
Aku melihat mimpi ini beberapa tahun yang lalu, mungkin tahun 2004. Aku tinggal di sebuah rumah dan suatu hari aku merasa bahwa Allah Subhanallahu wa Ta’ala melihatku dari langit. Aku berkata pada diri aku sendiri “Qasim, kehidupan macam apa ini? Kamu benar-benar tidak melakukan pekerjaan yang besar sepanjang hari.”
Setelah itu, beberapa kali Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengunjungi rumahku. Beliau mendudukkan aku di sebelahnya. Beliau bersabda “Qasim lihatlah, aku telah mendaftarkan kamu di sekolah yang sangat bagus. Mulai besok, kamu bisa berangkat.” Kemudian beliau mengusapkan tangannya ke kepalaku dan berkata “Membaca dan menulislah di sekolah ini. Dan kemudian sinarkanlah namaku ke seluruh dunia seperti dulu.” Aku menjadi sangat senang karena Allah Subhanallahu wa Ta’ala telah mendengarkanku dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberiku surat masuk ke sekolah itu. Kemudian beliau memberikan alamat sekolah tersebut dan bersabda “Datang ke sekolah besok sebelum jam 8 pagi.” Aku menjawab “Baiklah, In syaa-a Allah aku akan datang ke sekolah tepat waktu.” Kemudian aku mengumpulkan beberapa buku dan mempersiapkan pakaian untuk besok pagi.
Aku berpikir bahwa itu adalah sekolah seperti pada umumnya. Jadi, aku tidak khawatir dengan penampilanku. Aku bangun lebih pagi, bersiap dan pergi keluar. Ketika telah jauh, aku menemukan persimpangan jalan dan tidak ingat kemana harus pergi.
Lalu aku melihat Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu lewat, kemudian aku bertanya kepada beliau arah menuju sekolah. Beliau menjadi sangat terkejut ketika mendengar nama sekolah itu. Beliau memperhatikanku dan bertanya “Kenapa kamu bertanya demikian?” Aku menjawab “Aku telah didaftarkan ke sekolah itu dan ini adalah hari pertamaku.” Kemudian beliau melihat surat masukku dan berkata “Maa syaa-a Allah.” Kemudian beliau menunjukkan kepadaku arah menuju sekolah.
Ketika aku sudah dekat dengan sekolah, mataku terbelalak dan kaget. Aku berkata bahwa “Ini bangunan yang menakjubkan.” Kemudian aku melihat beberapa siswa mengenakan tas dan pakaian yang sangat bagus. Aku bahkan berfikir bahwa aku telah mendaftar di sekolah lain. Namun, nama sekolah itu sudah cocok. Aku menjadi sangat bingung setelah melihat semua ini dan berfikir “Apa yang telah terjadi denganku? Bajuku sangat kusam dan biasa, bukuku sudah tua dan aku bawa dengan tangan.”
Aku duduk di cafe depan sekolah, beberapa siswa datang dan duduk di meja sebelahku, hal itu membuat aku gugup. Seorang siswa bertanya siapa namaku dan aku mengatakannya. Siswa yang lain memanggilku dan memintaku duduk bersama mereka. Aku berkata kepada diriku sendiri “Bersiaplah mereka akan mengejekmu.” Aku duduk bersama mereka dan mereka bertanya dengan sangat sopan. Mereka bertanya apakah aku siswa baru disini, aku berkata “Ya, ini hari pertamaku.”
Salah satu dari mereka bertanya, apakah aku membawa sesuatu untuk dimakan. Aku menjawab, “Tidak, aku sudah makan di rumah.” Kemudian mereka memesan jus dan roti lapis untuk semuanya. Mereka berkata kepadaku untuk tidak tegang, “Disini kami diajari, bahwa kita disini bersaudara dan harus saling peduli, seperti kita peduli dengan diri sendiri. Jika kamu ada masalah ceritakan kepada seseorang, maka dia akan membantu.” Aku berkata “Subhanallah.” Siswa-siswa disini juga menakjubkan sebagaimana bangunan sekolah ini. Tetapi aku ingat dengan kerendahanku, sehingga aku menjadi sangat malu.
Kemudian bel berbunyi, semua siswa pergi menuju kearah gerbang dan mereka memintaku untuk pergi bersama mereka, aku berkata kepada mereka “Kalian pergi saja dulu, aku akan berangkat sendiri.” Ketika mereka pergi, aku mulai berjalan pelan ke arah gerbang. Aku berkata “Apa yang telah terjadi denganku?” Aku tidak diberitahu, kalau siswa dan sekolah ini sangat luar biasa, begitu pula dengan pakaian dan tas mereka. Aku berpikir apa yang harus aku lakukan sekarang, hanya diriku seorang yang memakai pakaian yang kusam dan biasa ini. Buku-bukuku juga sudah tua dan sepatuku terbuat dari plastik dan telah rusak.
Lalu, aku memejamkan mata, dan berkata “Lebih baik aku pulang, daripada aku malu.” Tetapi, kemudian aku merasakan bahwa bukuku telah hilang dari genggamanku. Dan aku merasa, aku telah menggunakan tas. Aku membuka mata dan terkejut, bajuku telah berubah, dan ini seperti murid yang lainnya. Sepatuku berubah dan ada sebuah tas yang menakjubkan di tangan. Setelah melihat semua ini aku berkata, “Apa yang telah terjadi?” Apa yang terjadi, ketika aku menutup mata, bajuku berubah menjadi sangat bagus. Kemudian Allah berfirman dari langit “Qasim, tidaklah mungkin Aku meninggalkan seseorang yang kepalanya dinaungi oleh kasih sayang Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan Allah Maha Penyayang melebihi siapapun.” Setelah mendengar ini, rasa kebahagiaan menjalar ke seluruh tubuhku. Aku berlari menuju gerbang dan berteriak girang karena Allah telah membuatku seperti siswa yang lainnya dengan rahmat-Nya.
Ketika aku sampai di pintu gerbang, aku melihat Umar (Radhiyallahu ‘Anhu) ada disana. Aku berkata kepada Umar (Radhiyallahu ‘Anhu), bahwa aku telah mendaftar disini, dan ini adalah hari pertamaku. Umar (Radhiyallahu ‘Anhu) berkata “SubhanAllah. Hanya mereka yang mendapat rahmat Istimewa dari Allah yang dapat bersekolah disini. Sekarang kita masuk, kemudian memuji Allah, dan kita masuk ke kelas.” Aku berkata kepada Umar (Radhiyallahu ‘Anhu) “Aku telah melihat jadwalku, dan kita berada pada satu kelas.”