PERJALAN DEMI PERJALAN

ALLAH ﷻ DAN MUHAMMAD ﷺ DI DALAM MIMPI MUHAMMAD QASIM BIN ABDUL KARIM,ALLAH ﷻ DAN MUHAMMAD ﷺ DI DALAM MIMPI MUHAMMAD QASIM BIN ABDUL KARIM

Bandung, 17 Agustus 2022/1444 H

Selamat Hut RI Ke 77 Tahun 2022

https://youtu.be/AzSj-5YmN78

PERJALANAN DEMI
PERJALANAN

07 April 2021

Dalam mimpi ini aku
melihat bahwa diriku
berada suatu daerah
yang sangat gersang,
sejenis gurun, dimana
jarang terdapat
tumbuh-tumbuhan
apapun.

Tempat tersebut
nampaknya tidak seperti
Pakistan, tetapi lebih
kelihatan seperti Timur
Tengah.

Aku mengingatnya karena
telah melihat keadaan
yang serupa pada mimpi
yang lainnya dimana aku
telah bertemu Khatamun
Nabiyyin Nabi
Muhammad SAW.

Pada mimpi ini aku
melihat taman-taman
kecil di suatu lahan yang
kering dimana di
dalamnya terdapat
pepohonan yang tinggi
seperti pohon-pohon
kurma.

Taman-taman kecil ini
dipisahkan oleh dataran.

Aku berada di salah satu
taman dari taman-taman
tersebut bersama
dengan para
pendukungku (The
Helpers).

Kami sedang bepergian
ke suatu tempat, tapi
tidak ada seorang pun di
antara kami yang yakin
kemanakah tujuan kami,
atau seberapa jauhkah
kami harus bepergian,
atau seberapa lama
waktu yang dibutuhkan.

Aku mendapatkan suatu
perasaan bahwa kami
harus melakukan tugas
ini dan kami
melakukannya demi
Allah SWT dan Khatamun
  Nabiyyin  Nabi
Muhammad  SAW. 

Kami  segera
mencapai ujung taman
tersebut, dimana kami
berjalan di dalamnya.

Aku melihat bahwa
disana ada taman lain di
depan, setelah
terpisahkan dari
sebagian kecil lahan
kering.

Saat kami mendekati
tepian dari taman
pertama, aku melihat
Khatamun Nabiyyin Nabi
Muhammad SAW datang
menuju kami dari taman
yang lainnya.

Begitu aku melihat
Khatamun Nabiyyin Nabi
Muhammad SAW, aku
terkejut dan berkata
kepada diriku sendiri
bahwa aku pikir kami
masih memiliki
banyak waktu, dan masih
banyak jarak yang harus
ditempuh, tetapi
tampaknya kami sangat
dekat! Aku juga
menyadari bahwa
Khatamun Nabiyyin Nabi
Muhammad SAW dan
para shahabatnya
sedang menantikan kami
di arah ujung dari
taman berikutnya.

Aku melihat Khatamun
Nabiyyin Nabi
Muhammad SAW
mengkhawatirkan kami
dan berjalan ke arahku
dengan cemas.

Khatamun Nabiyyin Nabi
Muhammad SAW
bertanya kepadaku
bahwa “Qasim! Aku telah
menunggu dengan tidak
sabar.

Kapan kau akan
mencapai kami?” Aku

katakan kepada beliau
SAW, bahwa “Pekerjaan
berikutnya yang kami
lakukan, engkau akan
dapat melihat kami
setelah pekerjaan ini.

Jika tidak setelah
pekerjaan berikutnya ini,
maka pasti setelah
pekerjaan kedua yang
kami lakukan (setelah
pekerjaan berikutnya ini)
engkau akan dapat untuk
melihat kami.

” Khatamun Nabiyyin Nabi
Muhammad SAW
mengatakan kepadaku
bahwa: “Setelah engkau
bergabung dengan kami
(di taman berikutnya),
hanya engkau yang dapat
melampaui titik itu
dengan rahmat Allah SWT.”

Kemudian aku
menyaksikan sebuah
gambaran dari
pegunungan, setelah
taman berikutnya,
dimana para orang-
orang kafir telah
mengerahkan bala
tentaranya.

Aku merasa bahwa kami
harus melakukan
perjalanan keluar dari
area itu, dan kami harus
menemukan jalan
keluarnya.

Tapi orang- orang kafir itu
berpatroli di sana untuk
memastikan tidak ada
yang melewatinya.

Khatamun Nabiyyin Nabi
Muhammad SAW
berkata kepadaku bahwa
“Kau harus maju ke
depan dan dengan
rahmat  dan  pertolongan
  Allah SWT,  engkau  akan
menemukan jalan
masuk.

” Kemudian aku melihat
adegan- adegan dimana
diriku berjalan menuju
pegunungan, dan dengan 
rahmat   Allah   SWT, 
sebuah   jalan   setapak 
seperti terowongan
terbuka melalui
pegunungan.

Aku merasa jalan ini
diciptakan oleh Allah SWT, seperti mukjizat.

Setelah melihat semua
ini, aku menyebutkan lagi
kepada Khatamun
Nabiyyin Nabi
Muhammad SAW, bahwa
“Pekerjaan berikutnya
yang kami lakukan, atau
pekerjaan kedua
setelahnya, engkau SAW
akan dapat melihat kami
mendatangimu.

” Kemudian aku melihat
wajah  Khatamun
Nabiyyin  Nabi
Muhammad  SAW
menjadi cerah karena
bahagia dan beliau SAW
menjadi sangat
senang mengetahui hal
ini.

Kemudian Khatamun
Nabiyyin Nabi
Muhammad SAW
menjawabku dengan
bersabda: “In syaa-a
Allah! Allah akan
membantumu! (Qasim &
para
pendukungnya).

” Mimpi berakhir disana.

Jajakallah Khoeron Kasiro

https://muhammadqasimpk.com

Diterbitkan oleh H. Akang Permana, SP. MM

H. Akang Permana, lahir di Bandung, 19 Agustus 1958

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai