ALLAH ﷻ DAN MUHAMMAD ﷺ DI DALAM MIMPI MUHAMMAD QASIM BIN ABDUL KARIM
Bandung, 20 Agustus 2022/1444 H
Pada Desember 2016, aku (Muhammad Qasim) melihat sebuah mimpi. Itu adalah hari terakhir sebelum Kiamat, dan aku melihat sebuah gedung yang harus aku panjat. Aku tidak memiliki peralatan apapun untuk mencapai puncak gedung dan orang-orang mencemoohku dengan berkata, “Dia hanya membuang-buang waktunya.”
Kemudian aku melihat disana ada sebuah batu bata di dinding dengan sedikit tempat untuk berpijak. Aku mulai memanjat ke batu bata tersebut yang mana sangat terasa sulit untukku, namun aku tidak berputus asa. Aku terus memanjat dan aku berkata kepada Allah, “Mengapa Engkau membuat ini sulit untukku?” Kemudian dengan pertolongan Allah Subhanallahu wa Ta’ala akhirnya aku mampu mencapai puncak.
Orang-orang muslim berkata kepadaku, “Qasim, kamilah saudara-saudaramu, kami akan menolongmu.” Aku berkata dalam hatiku, “Di saat aku sangat membutuhkan pertolongan kalian, kalian menertawakanku. Kemudian saat kalian melihat Allah menolongku, kalian berubah pikiran dan kalian berusaha menunjukkan kepadaku bahwa kalian adalah muslim sejati? Bahkan kalian adalah orang-orang yang buruk. Allah adalah satu-satunya yang memberikan kesuksesan kepadaku, jadi yang terbaik untukku adalah aku bergantung kepada-Nya. Dan juga di masa depan.”