ALLAH ﷻ DAN MUHAMMAD ﷺ DI DALAM MIMPI MUHAMMAD QASIM BIN ABDUL KARIM
Bandung, 21 Agustus 2022/1444 H
Pada mimpi 19 Agustus 2017, aku (Qasim) sedang berada di atas atap sebuah rumah yang sangat besar, yaitu rumah-rumah dimana aku dan juga beberapa orang muslim lainnya tinggal. Di kejauhan, aku melihat dua rumah besar yang terpisah dan di sekitar mereka ada beberapa rumah kecil dimana orang-orang muslim tinggal. Lalu aku melihat orang-orang membuat sebuah pesawat besar bersama-sama, tapi mereka hanya memperbaiki mesin hanya pada salah satu sayap, sedangkan sayap satunya tidak diperbaiki.
Ketika pesawat itu mulai terbang, aku menjadi terkejut, aku berkata, “Orang macam apa yang membuat pesawat begitu besar namun tidak dapat memperbaiki (mesin) kedua sisi sayapnya sebelum terbang? Pesawat ini akan hancur jika lepas landas dan akan menyebabkan banyak kerusakan!” Dan kemudian aku melihat pesawat tersebut berbelok sedikit, dan tiba-tiba ia lepas kendali dan terbang ke arah rumahku. Aku jadi ketakutan. Dampak dari kejadian tersebut menciptakan ledakan yang sangat besar yang menyebabkanku sampai berjongkok karena kaget. Aku mengumpulkan keberanian dan bangkit.
Aku melihat bahwa pesawat itu mendarat di atas rumah yang berdekatan denganku, dan rumah itu hancur lebur. Percikan api jatuh dimana-mana, sehingga menyebabkan tembok di rumah kami terbakar. Orang-orang di dalam rumah kami menjadi ketakutan dan mengatakan, “Siapa yang melakukan ini??”
Lalu aku mencari dan melihat tempat dari mana pesawat ini lepas landas. Di dekat tempat tersebut aku melihat dajjal sedang berada di atap sebuah rumah. Aku kaget dan bingung, apa yang sedang dia lakukan disana? Dia sepertinya sedang melakukan sesuatu yang aneh. Lalu dia menggunakan kekuatannya untuk menyatukan angin dan awan, dan semacam badai yang mengerikan pun terbentuk. Dia mengirimkannya ke tempat dimana dua rumah besar dan beberapa rumah kecil berada.
Badainya amat sangat mengerikan sehingga kaum muslim menjadi takut hanya dengan melihatnya saja. Badai berhenti di atas rumah-rumah itu. Awan gelap yang tebal dengan kilat dan angin kencang terus melayang di atas atap rumah-rumah mereka, berputar-putar seperti amukan badai Tornado yang sangat besar, terasa seolah-olah badai itu akan menghancurkan segala-galanya. Badai itu teramat sangat besarnya sehingga awan-awannya naik ke atap rumahku. Sebuah teror dahsyat sedang dikirimkan ke rumah-rumah umat muslim. Tidak ada seorang muslim maupun ulama manapun sanggup mengumpulkan keberanian untuk mengatakan apapun. Semua muslim mulai berdoa kepada Allah untuk menghentikan badai ini atau menyelesaikannya.
Aku mengatakan bahwa, “Dajjal-lah yang melakukan semua ini, lebih baik kita berusaha melakukan sesuatu yang praktis, diiringi dengan doa.” Aku sedang memerhatikan dajjal, dia nampak sedang melihat ke arah langit dan seperti sedang memikirkan sesuatu. Aku berkata dalam hati, “Apa yang sedang dilihatnya dan apa yang sedang ditunggunya?” Lalu tiba-tiba dajjal mengangkat tangannya ke (arah) langit dan melakukan sesuatu. Aku memutuskan bahwa sebaiknya aku segera pergi ke bawah sana dan berusaha mencegah kejahatan yang berikutnya.
Begitu aku pergi, hujan mulai datang. Di saat aku berjalan turun, aku menyadari bahwa langit-langit rumah telah dipenuhi oleh kucuran air, aku berkata, “Apa ini? Air hujan bocor dari atap? Padahal tidak ada satu lubang pun!” Lalu aku melihat pada satu lantai di bawahnya, air juga keluar dari langit-langit seperti sebelumnya. Aku menjadi sangat ketakutan, aku berpikir bagaimana mungkin ini terjadi? Ini akan menghancurkan rumah kami secara keseluruhan! Aku melihat orangorang yang lain dan mereka juga nampak khawatir. Badai tersebut teramat sangat besarnya sehingga awan-awannya naik ke atap rumahku. Aku melihat ke balik batas dan melihat bahwa air telah terkumpul di seluruh rumah. Airnya menekan ke sekeliling rumah dengan sangat keras, sampai-sampai aku merasa airnya akan dapat menghancurkan dinding-dinding.
Aku menatap ke arah pintu utama dan ternyata pintunya tertutup. Aku menjadi terguncang (karena) menyaksikan kekuatan dajjal. Aku berkata, “Aku harus membuka pintu itu agar airnya dapat pergi dan tekanannya hilang sebelum dindingnya hancur.” Aku pun pergi ke lantai dasar dan melihat banyak orang tenggelam dalam air. Aku berenang menuju pintu utama dan mencapainya. Airnya mendorongku ke belakang dengan kuat tapi aku berhasil membuka pintunya. Semua air yang ada pun keluar dan kami semua selamat.
Lalu tiba-tiba beberapa tentara datang dan memperingatkan kami sehubungan dengan orang-orang yang sedang menyerang rumah-rumah kami. Orang-orang pun menjadi tertekan dan berkata, “Bagaimana mungkin satu masalah baru saja selesai, sekarang sudah ada masalah baru lagi?” Saat tentara itu pergi, aku memutuskan untuk mengikuti mereka demi melindungi orangorang tidak bersalah. Tapi kemudian aku berhenti dan menyadari, bahwa aku membutuhkan amunisi untuk melawan. Setelah mencari-cari di sekeliling rumah, di dalam sebuah kamar aku menemukan beberapa amunisi beserta sebuah senjata besar dengan sebuah teleskop, dan juga sepasang seragam. Aku melihat bagian belakang rumah itu agak hancur dan ada sebuah rumah lain di sisi dindingnya. Kemudian aku kembali ke jalan sebelumnya.
Tentara-tentara tersebut sedang memerangi beberapa orang, namun amunisi mereka sedikit dan hampir habis, sedangkan musuh-musuh mereka terlalu kuat. Musuh-musuh tersebut memiliki sebuah benteng pertahanan yang sangat kokoh sehingga menjadikan masalah yang besar dari pihak tentara. Aku bersembunyi dengan baik, lalu mulai mengintai melalui teleskop yang membuatku mampu melihat tembus dinding dengan sangat jelas. Aku mulai membidik dan mengaktifkan senjata (yang kutemukan di sebuah ruangan tadi) dan mampu menembus dinding serta mengenai musuh.
Musuh tersebut jatuh dan pingsan.
Aku tercengang, aku berpikir senjata apakah ini? Aku mengaktifkan senjata tersebut beberapa kali lagi dan akhirnya semua musuh pingsan. Tentara-tentara itu juga melihatku dan juga terkejut melihat senjata macam apa itu? Aku berkata kepada mereka, “Musuh-musuh ini sangat kuat dan hanya senjata ini yang dapat menghentikan mereka.” Kemudian kami pergi ke sebuah ruangan, dan disana ada seorang laki-laki yang mengendalikan seluruh gedung. Setelah melihatnya, aku mengetahui bahwa dia adalah seorang pembantu dajjal. Aku menangkap orang itu dan berkata kepada para tentara, “Jaga dia dengan baik! Dia mengetahui dimana keberadaan pemimpinnya.” Aku tidak memberitahukan kepada para tentara bahwa dajjal-lah yang telah mengirimkan orangorang ini.
Kemudian kami kembali, dan para tentara berkata bahwa semua musuh telah di takhlukkan dan semua orang menjadi bahagia. Mereka berkata, “Qasim telah mengalahkan semua musuhmusuh ini di saat kami tidak dapat melakukan apapun.” Orang-orang terkejut dan berkata, “Qasim, bagaimana kau dapat mengalahkan musuh-musuh ini? Darimana kau mendapatkan senjata dan seragam? Apakah kau seorang tentara?” Aku menjawab, “Ya, aku adalah tentara Allah dan aku mampu mengalahkan musuh-musuh itu semata-mata karena Pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Lalu aku memikirkan tentang dajjal, dan aku berkata “Ini baru permulaan.” Aku juga berkata, “Aku tidak mendapat kesempatan untuk melihat bagaimana parahnya kerusakan yang terjadi lantaran badai tersebut, itu karena saking derasnya hujan.”