3 Maret 2025
Muhammad Qasim bin Abdul Karim adalah seseorang yang mengklaim mendapat mimpi-mimpi dari Allah dan Rasulullah ﷺ tentang akhir zaman. Dalam beberapa mimpi yang dia bagikan, dia menafsirkan berbagai peristiwa yang berhubungan dengan dunia Islam, fitnah akhir zaman, dan tanda-tanda kiamat.
Terkait “Para Penghuni Gua” dalam mimpi Muhammad Qasim, kemungkinan ada dua tafsiran yang bisa dikaitkan:
1. Kisah Ashabul Kahfi dalam Al-Qur’an
- Dalam Surah Al-Kahfi (18:9-26), diceritakan tentang sekelompok pemuda yang berlindung dalam gua karena mempertahankan keimanan mereka dari penguasa zalim.
- Mereka tertidur selama 309 tahun sebagai tanda kekuasaan Allah.
- Kisah ini sering dikaitkan dengan perlindungan Allah terhadap orang-orang beriman saat fitnah besar terjadi.
➡ Kemungkinan tafsir dalam mimpi Muhammad Qasim:
- Umat Islam di akhir zaman bisa mengalami situasi serupa, di mana mereka harus mencari perlindungan dari fitnah besar seperti Dajjal atau kebangkitan tirani.
- Bisa juga melambangkan perlindungan Allah terhadap kelompok kecil yang tetap berpegang teguh pada iman di tengah dunia yang penuh kemaksiatan.
2. Tafsiran dalam Mimpi Muhammad Qasim
- Dalam beberapa mimpi yang diklaim Muhammad Qasim, dia menyebutkan tentang umat Islam yang tertindas, fitnah besar yang terjadi, dan perlunya perlindungan dari kehancuran dunia.
- Jika ada referensi ke “penghuni gua,” bisa jadi itu merujuk pada kelompok kecil umat Islam yang tetap teguh dalam keimanan meskipun dunia dilanda kegelapan dan fitnah.
Namun, karena Muhammad Qasim bukan seorang nabi atau rasul, maka mimpi-mimpinya tidak bisa dijadikan hujjah atau dalil syar’i. Meskipun ada unsur yang selaras dengan tanda-tanda akhir zaman dalam Islam, tetap perlu berhati-hati dalam menafsirkan klaim semacam itu.
➡ Kesimpulan: Jika Muhammad Qasim menyebut “para penghuni gua” dalam mimpinya, maka bisa jadi itu adalah kiasan dari Ashabul Kahfi atau simbol perlindungan Allah terhadap kaum beriman di tengah ujian besar. Namun, sumber utama yang benar tetaplah Al-Qur’an dan hadis sahih Rasulullah ﷺ.