Petunjuk Allah di Akhir Zaman hanya melalui Mimpi dari Seorang Mu’min#hadis

3 Maret 2025

Apakah Petunjuk Allah di Akhir Zaman Hanya Melalui Mimpi Seorang Mukmin?

Dalam Islam, petunjuk Allah tidak hanya diberikan melalui mimpi, tetapi juga melalui Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah ﷺ. Keyakinan bahwa petunjuk akhir zaman hanya diberikan melalui mimpi seorang mukmin adalah klaim yang tidak memiliki dasar kuat dalam syariat.

1. Petunjuk Utama dalam Islam: Al-Qur’an dan Sunnah

Allah telah menyempurnakan agama Islam dengan Al-Qur’an dan Sunnah, yang menjadi pedoman hingga akhir zaman:

  • Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam sebagai agamamu…” (QS. Al-Ma’idah: 3)
  • Rasulullah ﷺ bersabda:
    “Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya: Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.” (HR. Malik)

➡ Ini menunjukkan bahwa petunjuk utama hingga akhir zaman tetap berasal dari Al-Qur’an dan hadis, bukan dari mimpi seseorang.

2. Mimpi dalam Islam: Bisa Benar, Bisa Salah

Islam mengakui bahwa mimpi bisa menjadi bagian dari kabar gembira (mubasyirat), tetapi bukan satu-satunya sumber petunjuk di akhir zaman:

  • Rasulullah ﷺ bersabda:
    “Mimpi seorang mukmin adalah satu bagian dari 46 bagian kenabian.” (HR. Bukhari & Muslim)
  • Namun, tidak semua mimpi berasal dari Allah. Ada mimpi yang berasal dari:
    1. Allah → Berisi kabar gembira atau peringatan.
    2. Syaitan → Mimpi buruk atau menyesatkan.
    3. Pikiran sendiri → Hanya refleksi dari kehidupan sehari-hari.

Mimpi tidak bisa menjadi satu-satunya petunjuk di akhir zaman, karena tidak semua mimpi bersumber dari Allah.

3. Bahaya Bergantung Hanya pada Mimpi

Jika seseorang menganggap bahwa petunjuk Allah di akhir zaman hanya melalui mimpi seorang mukmin, maka ada beberapa bahaya:

  • Membuka pintu kesesatan, karena siapa saja bisa mengklaim mendapat mimpi petunjuk.
  • Menjauhkan umat dari Al-Qur’an dan Sunnah, padahal itulah sumber kebenaran sejati.
  • Bisa dimanfaatkan oleh orang yang mengaku mendapat wahyu, padahal Islam sudah sempurna sejak Rasulullah ﷺ.

➡ Dalam sejarah, banyak orang mengaku mendapat mimpi atau wahyu untuk mengklaim status khusus, padahal itu hanya klaim pribadi.

4. Kesimpulan

Islam sudah sempurna dengan Al-Qur’an dan Sunnah → Inilah sumber utama petunjuk hingga akhir zaman.
Mimpi bisa menjadi kabar gembira, tetapi tidak bisa menjadi satu-satunya sumber petunjuk.
Waspada terhadap klaim bahwa petunjuk hanya berasal dari mimpi seseorang, karena ini tidak sesuai dengan ajaran Islam yang benar.

➡ Jika ada yang menyebarkan pemahaman ini, lebih baik kita kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah yang sahih sebagai pedoman utama.

Diterbitkan oleh H. Akang Permana, SP. MM

H. Akang Permana, lahir di Bandung, 19 Agustus 1958

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai