Misi Khusus Muhammad Qasim Dari Nabi Muhammad SAW #IBelieveMuhammadQasim

3 Maret 2025

Muhammad Qasim bin Abdul Karim adalah seseorang yang mengklaim mendapatkan mimpi-mimpi dari Allah dan Rasulullah ﷺ tentang masa depan Islam, akhir zaman, dan kebangkitan umat Islam. Ia dan para pengikutnya sering menyebarkan pesan dengan tagar seperti #IBelieveMuhammadQasim untuk mendukung klaimnya.

Misi Khusus Muhammad Qasim (Menurut Klaimnya)

Berdasarkan mimpi-mimpi yang ia bagikan, berikut adalah beberapa hal yang dianggap sebagai “misi” yang diberikan kepadanya oleh Nabi Muhammad ﷺ:

  1. Menghidupkan kembali Islam dalam bentuk yang murni
    • Qasim mengklaim bahwa Islam saat ini telah menyimpang dan harus dikembalikan kepada bentuknya yang sejati, berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.
  2. Memimpin kebangkitan umat Islam
    • Dalam beberapa mimpinya, ia mengatakan bahwa umat Islam akan mengalami kebangkitan besar setelah melewati masa-masa sulit.
    • Dia percaya bahwa Allah akan membantunya dalam mempersatukan umat Islam.
  3. Menjadi bagian dari persiapan akhir zaman
    • Qasim menyebutkan bahwa ia memiliki peran dalam peristiwa besar sebelum kedatangan Imam Mahdi dan munculnya Dajjal.
    • Ia mengklaim bahwa dirinya bukan Imam Mahdi, tetapi seseorang yang memiliki tugas penting dalam skenario akhir zaman.
  4. Menghindarkan umat Islam dari kehancuran
    • Menurut klaimnya, Rasulullah ﷺ memberi tahu dalam mimpi bahwa banyak pemimpin Muslim akan gagal dan membawa kehancuran bagi umat Islam.
    • Qasim menganggap dirinya sebagai orang yang akan membawa solusi untuk menyelamatkan umat dari kehancuran global.

Pandangan Islam tentang Klaim Muhammad Qasim

  1. Mimpi tidak bisa dijadikan dasar syariat
    • Dalam Islam, mimpi seseorang—meskipun baik—tidak bisa menjadi hujjah atau dasar hukum.
    • Hanya wahyu yang diterima oleh para nabi yang bisa dijadikan pedoman.
  2. Tidak ada bukti sahih tentang adanya “misi khusus” dari Nabi Muhammad ﷺ untuk seseorang di akhir zaman
    • Islam telah sempurna sejak masa Rasulullah ﷺ.
    • Tidak ada kebutuhan untuk “misi baru” di luar yang telah diajarkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah.
  3. Hati-hati terhadap klaim yang tidak memiliki dasar syariat
    • Banyak orang sepanjang sejarah mengaku mendapat wahyu atau tugas khusus, tetapi Islam mengajarkan untuk memeriksa klaim tersebut berdasarkan Al-Qur’an dan hadis yang sahih.

    Diterbitkan oleh H. Akang Permana, SP. MM

    H. Akang Permana, lahir di Bandung, 19 Agustus 1958

    Tinggalkan komentar

    Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
    Mulai