3 Maret 2025
Muhammad Qasim bin Abdul Karim adalah seseorang yang mengklaim mendapatkan mimpi-mimpi dari Allah dan Rasulullah ﷺ tentang masa depan Islam, akhir zaman, dan kebangkitan umat Islam. Ia dan para pengikutnya sering menyebarkan pesan dengan tagar seperti #IBelieveMuhammadQasim untuk mendukung klaimnya.
Misi Khusus Muhammad Qasim (Menurut Klaimnya)
Berdasarkan mimpi-mimpi yang ia bagikan, berikut adalah beberapa hal yang dianggap sebagai “misi” yang diberikan kepadanya oleh Nabi Muhammad ﷺ:
- Menghidupkan kembali Islam dalam bentuk yang murni
- Qasim mengklaim bahwa Islam saat ini telah menyimpang dan harus dikembalikan kepada bentuknya yang sejati, berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.
- Memimpin kebangkitan umat Islam
- Dalam beberapa mimpinya, ia mengatakan bahwa umat Islam akan mengalami kebangkitan besar setelah melewati masa-masa sulit.
- Dia percaya bahwa Allah akan membantunya dalam mempersatukan umat Islam.
- Menjadi bagian dari persiapan akhir zaman
- Qasim menyebutkan bahwa ia memiliki peran dalam peristiwa besar sebelum kedatangan Imam Mahdi dan munculnya Dajjal.
- Ia mengklaim bahwa dirinya bukan Imam Mahdi, tetapi seseorang yang memiliki tugas penting dalam skenario akhir zaman.
- Menghindarkan umat Islam dari kehancuran
- Menurut klaimnya, Rasulullah ﷺ memberi tahu dalam mimpi bahwa banyak pemimpin Muslim akan gagal dan membawa kehancuran bagi umat Islam.
- Qasim menganggap dirinya sebagai orang yang akan membawa solusi untuk menyelamatkan umat dari kehancuran global.
Pandangan Islam tentang Klaim Muhammad Qasim
- Mimpi tidak bisa dijadikan dasar syariat
- Dalam Islam, mimpi seseorang—meskipun baik—tidak bisa menjadi hujjah atau dasar hukum.
- Hanya wahyu yang diterima oleh para nabi yang bisa dijadikan pedoman.
- Tidak ada bukti sahih tentang adanya “misi khusus” dari Nabi Muhammad ﷺ untuk seseorang di akhir zaman
- Islam telah sempurna sejak masa Rasulullah ﷺ.
- Tidak ada kebutuhan untuk “misi baru” di luar yang telah diajarkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah.
- Hati-hati terhadap klaim yang tidak memiliki dasar syariat
- Banyak orang sepanjang sejarah mengaku mendapat wahyu atau tugas khusus, tetapi Islam mengajarkan untuk memeriksa klaim tersebut berdasarkan Al-Qur’an dan hadis yang sahih.