3 Maret 2025
Muhammad Qasim bin Abdul Karim adalah seseorang yang mengklaim mendapatkan mimpi-mimpi dari Allah dan Rasulullah ﷺ tentang masa depan, termasuk penundaan azab dan rahmat Allah sebelum Hari Kiamat.
Penundaan Azab dan Rahmat Allah Menurut Mimpi Muhammad Qasim
Menurut mimpi-mimpinya, ada beberapa poin utama yang sering ia sampaikan:
- Allah Menunda Azab Agar Umat Islam Bertaubat
- Qasim mengklaim bahwa Allah memberikan waktu bagi umat Islam untuk kembali kepada-Nya sebelum azab besar datang.
- Dunia masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri sebelum kehancuran besar terjadi.
- Rahmat Allah untuk Orang-Orang Beriman
- Allah memberikan rahmat-Nya dengan membimbing orang-orang yang tetap berpegang teguh pada agama.
- Meskipun banyak fitnah di dunia, orang-orang yang mengikuti ajaran Islam dengan ikhlas akan mendapatkan perlindungan.
- Tanda-Tanda Akhir Zaman Akan Muncul Bertahap
- Dalam beberapa mimpinya, Qasim menyebut bahwa fitnah besar seperti perpecahan di antara umat Islam, munculnya pemimpin zalim, dan krisis global adalah bagian dari proses menuju Hari Kiamat.
- Dia juga menyinggung peristiwa yang berhubungan dengan Dajjal, Imam Mahdi, dan Ya’juj-Ma’juj.
- Umat Islam Harus Bangkit Sebelum Terlambat
- Qasim percaya bahwa umat Islam harus kembali kepada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah untuk menghindari kehancuran.
- Jika umat Islam tidak bangkit, maka azab Allah akan turun dan menyebabkan kehancuran bagi banyak bangsa.
Pandangan Islam tentang Penundaan Azab dan Rahmat Allah
Dalam Islam, konsep penundaan azab dan turunnya rahmat Allah memang ada, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:
- Allah tidak akan langsung mengazab suatu kaum sebelum mengutus peringatan
“Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (QS. Al-Isra: 15) - Allah memberi kesempatan untuk bertaubat sebelum azab tiba
“Dan Tuhanmu Maha Pengampun, penuh rahmat. Jika Dia menghukum mereka karena perbuatan mereka, niscaya Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang telah ditentukan, yang mereka tidak akan mendapat tempat berlindung darinya.” (QS. Al-Kahfi: 58)
Kesimpulan
- Dalam Islam, memang ada konsep penundaan azab dan turunnya rahmat Allah agar manusia bisa bertaubat sebelum Hari Kiamat.
- Mimpi Muhammad Qasim adalah klaim pribadi dan tidak memiliki landasan sebagai dalil syar’i.
- Yang paling penting bagi umat Islam adalah berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, bukan bergantung pada mimpi seseorang.