
Bandung, 7 Mei 2025
Muhammad Qasim adalah seorang penulis dan spiritualis asal Pakistan Lahore, yang dikenal melalui bukunya “Allah, Nabi Muhammad dalam Mimpiku”. Buku ini berisi catatan pengalaman spiritualnya, termasuk mimpi-mimpi yang dianggapnya sebagai pertemuan dengan Nabi Muhammad SAW dan pesan-pesan ilahiah.
Profil Muhammad Qasim
- Nama: Muhammad Qasim
- Karya: Allah, Nabi Muhammad dalam Mimpiku
- Latar Belakang: Seorang muslim yang mendalami dimensi spiritual dan mimpi sebagai medium komunikasi dengan alam gaib.
- Pendekatan: Menggabungkan narasi pengalaman pribadi dengan pesan-pesan religius untuk menyampaikan kebenaran Islam.
Visi & Misi Muhammad Qasim
- Menyebarkan Pesan Spiritual
- Qasim percaya bahwa mimpinya bukan sekadar halusinasi, melainkan petunjuk dari Allah dan Nabi Muhammad SAW. Ia berusaha membagikan pesan tersebut kepada umat Islam.
- Tujuannya adalah mengingatkan manusia tentang kebesaran Allah, pentingnya iman, dan kedekatan dengan Nabi Muhammad SAW.
- Memperkuat Keimanan Umat Islam
- Melalui kisah mimpinya, ia ingin menginspirasi orang untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan Rasul-Nya.
- Ia juga menekankan pentingnya mengikuti ajaran Islam secara kaffah (menyeluruh).
- Menghidupkan Sunnah Nabi
- Dalam beberapa mimpinya, Qasim mengklaim mendapat pengajaran langsung dari Nabi Muhammad tentang akhlak, ibadah, dan kehidupan sehari-hari.
- Ia berharap pembaca dapat meneladani Nabi Muhammad dalam kehidupan nyata.
- Mengajak Umat pada Kebenaran
- Beberapa mimpinya mengandung peringatan tentang akhir zaman, fitnah dunia, dan pentingnya kembali kepada Al-Qur’an dan Hadis.
- Ia ingin umat Islam waspada terhadap godaan dunia dan tetap berpegang pada ajaran Islam yang benar.
Kontroversi & Kritik
Beberapa pihak mempertanyakan validitas mimpinya, karena dalam Islam, mimpi seseorang—meskipun mengandung pesan—tidak bisa dijadikan sumber hukum (hujjah). Namun, Qasim menegaskan bahwa tujuannya hanya mengingatkan, bukan menciptakan ajaran baru.
Jika Anda tertarik dengan pemikirannya, buku “Allah, Nabi Muhammad dalam Mimpiku” bisa menjadi referensi, tetapi tetap perlu dikaji dengan sikap kritis dan merujuk pada sumber agama yang otentik (Al-Qur’an & Hadis sahih).
Berikut beberapa detail mimpi spiritual Muhammad Qasim yang ia tulis dalam bukunya “Allah, Nabi Muhammad dalam Mimpiku”, beserta pesan-pesan yang ia sampaikan:
1. Pertemuan dengan Nabi Muhammad SAW
- Isi Mimpi:
Qasim mengaku sering bertemu Nabi Muhammad dalam mimpinya. Dalam salah satu mimpinya, Nabi tampak bersinar dengan cahaya putih, tersenyum, dan memberinya nasihat tentang kesabaran dan keikhlasan. - Nabi menyentuh dadanya, dan Qasim merasakan “ketenangan luar biasa“.
- Nabi juga mengingatkannya untuk tidak sombong dalam berdakwah.
- Pesan Spiritual:
- Nabi Muhammad masih hidup secara ruhani dan bisa menjadi pembimbing umat.
- Umat Islam harus mencintai Nabi melebihi dunia.
2. Peringatan tentang Akhir Zaman
- Isi Mimpi:
Qasim bermimpi melihat kehancuran besar, termasuk peperangan dan bencana alam. Nabi Muhammad memberitahunya bahwa ini adalah tanda akhir zaman. - Ada pesan khusus: “Banyak orang mengaku umatku, tapi tidak mengikuti sunnahku.”
- Pesan Spiritual:
- Umat Islam harus kembali kepada Al-Qur’an dan Hadis asli, bukan sekadar mengikuti budaya atau tradisi.
- Dajjal akan muncul dengan fitnah besar, dan hanya iman kuat yang bisa menyelamatkan.
3. Mimpi Bertemu Allah (Dalam Bentuk Cahaya)
- Isi Mimpi:
Qasim menggambarkan pengalaman “berdialog dengan Allah” dalam bentuk cahaya yang tak terlukiskan. Allah memberinya pesan: - “Aku lebih dekat dari urat lehermu.” (Merujuk pada QS. Qaf 50:16).
- “Jangan takut pada manusia, takutlah hanya pada-Ku.”
- Pesan Spiritual:
- Allah selalu mengawasi hamba-Nya, dan manusia harus lebih takut kepada Allah daripada manusia.
- Zikir dan taubat adalah jalan mendekat kepada-Nya.
4. Mimpi tentang Kematian & Alam Kubur
- Isi Mimpi:
Qasim mengaku dibawa melihat alam barzakh, di mana ia melihat: - Orang yang sombong disiksa dengan rantai api.
- Orang yang suka mengumpat mulutnya dipenuhi ulat.
- Sedangkan orang yang banyak sedekah bersinar seperti bulan.
- Pesan Spiritual:
- Hidup di dunia hanya sementara, alam kubur adalah tempat ujian pertama sebelum akhirat.
- Amal baik (sedekah, zikir, silaturahmi) akan menyelamatkan di akhirat.
5. Mimpi tentang Syafaat Nabi Muhammad
- Isi Mimpi:
Nabi Muhammad memberitahunya bahwa “umat yang membaca shalawat akan mendapat syafaatnya di hari kiamat.” - Nabi juga menyuruhnya menyebarkan shalawat (seperti Shalawat Nariyah).
- Pesan Spiritual:
- Shalawat adalah amalan yang sangat mulia.
- Nabi akan menolong pengamal shalawat di akhirat.
Kritik & Catatan Penting
- Status Mimpi dalam Islam:
- Mimpi bisa jadi mimpi baik (ru’ya shalihah), mimpi buruk (dari setan), atau sekadar bunga tidur.
- Tidak semua mimpi bisa dijadikan sumber hukum, kecuali mimpi para Nabi (seperti mimpi Nabi Ibrahim).
- Niat Baik Qasim:
- Meski kontroversial, ia berniat mengajak kebaikan. Namun, pembaca harus tetap kritis.
Kesimpulan
Muhammad Qasim menggunakan pengalaman mimpinya sebagai media dakwah untuk:
✔ Mengingatkan tentang kematian & akhirat.
✔ Mendorong umat mencintai Nabi & banyak shalawat.
✔ Memperingatkan bahaya dunia & fitnah akhir zaman.
Berikut profil lengkap Muhammad Qasim, penulis buku “Allah, Nabi Muhammad dalam Mimpiku”, berdasarkan informasi yang terbatas dari publikasi dan wawancaranya:
Identitas Dasar
- Nama Lengkap: Muhammad Qasim
- Tempat/Tanggal Lahir: Tidak banyak informasi resmi, tetapi ia dikenal sebagai seorang muslim Pakistan dari Lahore.
- Pendidikan: Tidak diungkap secara detail, tetapi dari tulisannya, ia memiliki pemahaman mendalam tentang tasawuf, hadis, dan tafsir mimpi.
- Profesi: Penulis, dai, dan pengkaji spiritual Islam.
Latar Belakang Spiritual
- Awal Pengalaman Mimpi:
- Mengaku mulai menerima mimpi-mimpi “bermakna” sejak remaja, tetapi intensitasnya meningkat saat ia lebih serius menjalani ibadah.
- Mimpi pertamanya tentang Nabi Muhammad diklaim terjadi setelah ia berpuasa sunnah dan memperbanyak shalawat.
- Inspirasi Menulis Buku:
- Ia mencatat setiap mimpi dan merasa terpanggil untuk membagikannya sebagai peringatan dan kabar gembira untuk umat Islam.
- Buku “Allah, Nabi Muhammad dalam Mimpiku” adalah kompilasi pengalamannya selama bertahun-tahun.
Karya & Aktivitas
- Buku-Buku yang Ditulis:
- Allah, Nabi Muhammad dalam Mimpiku (buku utama yang viral).
- Beberapa catatan lain tentang mimpi, akhir zaman, dan kisah spiritual.
- Aktivitas Dakwah:
- Sering diundang sebagai pembicara di pengajian, majelis zikir, dan kajian akhir zaman.
- Fokus dakwah: Mengajak umat kembali pada Al-Qur’an, Hadis, dan cinta Nabi Muhammad.
- Media Sosial:
- Memiliki pengikut di platform seperti YouTube, Facebook, dan Instagram, tempat ia membagikan cerita mimpinya.
Pandangan & Kritik
- Klaim Kontroversial:
- Beberapa ulama meragukan validitas mimpinya, karena dalam Islam, mimpi biasa (bukan wahyu) tidak bisa dijadikan landasan hukum.
- Ada kekhawatiran mimpi bisa disalahartikan sebagai “wahyu baru”.
- Respons Qasim:
- Ia menegaskan bahwa mimpinya hanya pengalaman pribadi, bukan sumber syariat.
- Tujuannya sekadar mengingatkan dan memotivasi umat, bukan membuat ajaran baru.
Visi & Misi Muhammad Qasim
- Visi:
- Menyebarkan pesan cinta kepada Allah dan Nabi Muhammad melalui mimpi mimpinya.
- Membangun kesadaran tentang kehidupan akhirat dan tanda-tanda kiamat.
- Misi:
- Mengajak umat memperbanyak shalawat dan mengikuti sunnah Nabi.
- Memperingatkan bahaya dunia materialistik yang menjauhkan manusia dari agama.
Kehidupan Pribadi
- Gaya Hidup: Dikenal sederhana dan menjauhi kemewahan.
- Keluarga: Tidak banyak diungkap ke publik untuk menjaga privasi.
- Rutinitas Ibadah: Mengaku selalu menjaga tahajud, puasa Senin-Kamis, dan membaca Al-Qur’an.