SERANGAN KELOMPOK TERORIS KE PAKISTAN.

Mimpi Muhammad Qasim Tentang Perang India

Bandung, 8 Mei 2025

65.SERANGAN KELOMPOK TERORIS KE PAKISTAN

بِسْمِ الَّ لھِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حیمِالسَّ لامُ عَلَیْكُمْ

(Mimpi ini terjadi pada) 20 Maret 2017, Dalam mimpi ini aku melihat suatu daerah di seberang perbatasan Pakistan yang tampak seperti perbatasan Afghanistan dan musuh mengirimkan teroris ke Pakistan dari suatu daerah tersebut. Angkatan Darat Pakistan menghadapi para teroris ini dengan sangat baik dan memusnahkan mereka. Setelah melihat hal ini, musuh menjadi sangat marah karena Tentara Pakistan selalu menghalangi mereka. Kemudian musuh mengirim teroris terlatih mereka ke Pakistan dengan memberikan mereka alat penglihatan malam dan senjata modern. Tetapi begitu mereka memasuki wilayah Pakistan, tentara Pakistan mendeteksi gerakan mereka di sistem mereka dan menangkap setiap teroris.Melihat India meluncurkan serangan ofensif besar-besaran di Lahore, tentara Pakistan tidak mampu menangani serangan ini. Kemudian rakyat Pakistan mengambil senjata serta amunisi dan bertempur melawan India. Aku juga menuju perbatasan untuk bertempur melawan tentara India. Aku menemukan senapan mesin besar dan aku mulai menembaki musuh. Ada tentara lain bersamaku juga. Ketika angkatan darat Pakistan dan rakyat bertempur bersama, angkatan darat India berhenti di tempat.Selama ini aku memberi tahu orang-orang kami bahwa kami harus kembali dan mengevakuasi rakyat kami ke tempat yang lebih aman karena kami tidak dapat menghentikan angkatan darat India terlalu lama. Beberapa orang mengatakan bahwa kami disini untuk melawan angkatan darat India dan kami siap untuk mati tetapi kami tidak akan kembali. Kemudian setelah itu ketika kami akan kembali ke kota, maka beberapa orang mengatakan bahwa jika kepala angkatan darat percaya pada mimpi dan sesuai rencana Qasim, maka keadaannya bisa berbeda. Dan selama semua kekacauan ini, sebagian besar Lahore dihancurkan.Lalu aku pergi ke suatu tempat yang seperti basement bawah tanah sebuah bangunan. Kemudian setelah itu rasanya seperti aku akan mencari suatu tempat. Pada titik ini sebuah negara yang memiliki bendera warna merah, memberikan peringatan yang sangat kuat kepada India untuk menghentikan angkatan darat milik mereka. Jika tidak, negara yang memiliki bendera warna merah akan menghancurkan angkatan darat pihak India. Maka negara ini mendukung dan membantu Pakistan. Mereka juga mengirim dokter mereka untuk mengobati tentara Pakistan. Kepala negara mereka juga mengunjungi Pakistan sendiri untuk menunjukkan dukungan moral.Karena membantu Pakistan, mereka (negara yang memiliki bendera warna merah) juga menanggung kerugian, tetapi bahkan mereka tidak mengeluh tentang hal itu. India terus mengadopsi taktik murah dan mengirim virus dan bakteri ke Pakistan melalui drone, akibatnya sejumlah besar anak-anak Pakistan menjadi terinfeksi dan jatuh sakit. Setelah melihat situasi yang menyedihkan ini, aku berdoa kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala dan mohon pertolongan-Nya.Allah Subhanallahu wa Ta’ala mengirimkan hujan dengan rahmat-Nya dan semua virus lenyap.Lalu aku menuju ke beberapa tujuan dan dalam perjalanan aku melihat area yang seperti padang rumput. Kepala negara dengan bendera merah yang membantu Pakistan juga ada disana. Dia duduk di antara orang-orang dan berbicara kepada mereka. Setelah melihat aku, dia mengenaliku dan mengatakan “Anda adalah Qasim bukan? Aku telah mendengar tentang mimpi anda dan mimpi-mimpi itu telah menjadi kenyataan.” Setelah menyapanya aku pergi dan mencari suatu tempat. Aku merasa tanpa menemukan suatu tempat itu, kami tidak bisa keluar dari kesulitankesulitan ini.

Diterbitkan oleh H. Akang Permana, SP. MM

H. Akang Permana, lahir di Bandung, 19 Agustus 1958

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai