Bandung, 16 Agustus 2025
Berikut sampul buku Indonesia Negeri Saba’ oleh KH. Fahmi Basya.
Tentang Indonesia Negeri Saba’ dan Pemikiran KH. Fahmi Basya
1. Konsep Sentral: Indonesia sebagai Negeri Saba’
KH. Fahmi Basya berargumen bahwa Nusantara, khususnya daerah seperti Jawa dan candi-candinya, adalah manifestasi dari “Negeri Saba’” yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negeri yang baik dan penuh rahmat) .
2. Borobudur sebagai Peninggalan Nabi Sulaiman
Menurut Basya, Candi Borobudur bukanlah warisan Dinasti Syailendra, melainkan ternyata peninggalan Nabi Sulaiman dan pasukannya — termasuk jin and manusia. Ia mendukung argumen ini melalui berbagai simbol dan relief di Borobudur yang ia tafsirkan sebagai sajak dengan kisah dalam Al-Qur’an (seperti tabut, jin yang berhenti bekerja, dialog dengan burung, hingga arsitektur tinggi) .
3. Lokasi Saba’ di Indonesia, bukan di Yaman
KH. Fahmi Basya menentang penafsiran klasik lokasi Saba’ di Yaman. Ia menunjukkan bahwa “Saba’” dalam konteks Qur’ani kemungkinan besar merujuk kepada bagian Nusantara, khususnya Jawa. Dalam pandangan ini, istilah seperti “Wonosobo” dianggap berevolusi dari kata “Saba’”, dan kawasan seperti Ratu Boko menjadi pusat aktivitas ketika zaman tersebut. Buah “Maja” yang pahit juga dijadikan indikator perubahan pasca-banjir besar (sail al-‘Arim) sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an .
4. Metodologi dan Kritis Akademis
Beberapa studi akademis, seperti skripsi di UIN Walisongo Semarang, mengkaji pemahaman Fahmi Basya terhadap kisah Negeri Saba’. Ia disebut menyajikan pendekatan unik yang menggabungkan metode matematis dan tafsir Qur’ani dalam konteks arkeologi Nusantara, seperti membandingkan jumlah blok relief Borobudur dengan jumlah ayat Al-Qur’an termasuk Basmallah . Namun kritik terhadap metoda ini juga diungkap—bahwa pendekatannya cenderung mengandalkan cocoklogi, yaitu menghubungkan elemen-elemen yang secara kebetulan mirip tanpa landasan historiografis kuat .
5. Dampak dan Publikasi
Buku Indonesia Negeri Saba’ diterbitkan oleh Zahira pada Oktober 2014 (Hard Cover, ISBN 9786021139486) dan mendapat sambutan antusias—menempati posisi bestseller dengan penilaian positif di kalangan pembaca buku religius dan sejarah alternatif .
Ringkasan Tabel
Biografi / Pemikiran Penjelasan Topik Utama Menafsirkan Al-Qur’an dan simbol arkeologis sebagai bukti Indonesia (khususnya Borobudur) adalah Negeri Saba’ dan peninggalan Nabi Sulaiman. Metode Pendekatan simbolik, matematis, dan tafsir alternatif; dikritik karena terlalu cocoklogis. Argumen Kontroversial Menempatkan lokasi Saba’ dan citra Borobudur dalam perspektif Qur’an—berbeda dari tafsir klasik. Respons Akademis Menarik perhatian, tetapi banyak dianggap belum berdasar ilmiah kuat dan memicu kritik di ranah sejarah dan tafsir. Publikasi Buku diterbitkan tahun 2014, diterima di kalangan publik dengan rating dan penjualan baik.