Bandung, 16 Agustus 2025
Berikut tampilan sampul buku Borobudur & Peninggalan Nabi Sulaiman oleh KH. Fahmi Basya—merupakan salah satu karya utamanya yang memaparkan teori kontroversial tersebut.
Teori KH. Fahmi Basya: Borobudur sebagai Peninggalan Nabi Sulaiman
Intisari Pemikiran
KH. Fahmi Basya bergerak dari keyakinan bahwa Candi Borobudur bukanlah warisan Dinasti Syailendra atau kebudayaan Buddha tradisional. Sebaliknya, ia menafsirkan Borobudur sebagai peninggalan Nabi Sulaiman A.S., berdasarkan pendekatan yang disebutnya Sains Al-Quran dan Matematika Islam—hasil penelitiannya selama puluhan tahun hingga menulis buku ini dengan lebih dari 40 “bukti eksak” .
Bukti dan Argumen Utama
- Relief-relief sebagai kisah Qur’ani
Relief yang menggambarkan tabut, dialog dengan hewan dan burung, dan pembangunan yang seolah tidak selesai ditafsirkan sebagai refleksi kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Saba (Bilqis) . - Temuan fisik di Ratu Boko
Ditemukan plat emas dengan tulisan Bismillahirrahmanirrahim di kolam pemandian Ratu Boko. Ini ia klaim sebagai surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Saba . - Nama geografis yang mirip
Nama-nama seperti “Sleman”, “Salam”, “Saba” dikaitkan dengan “Sulaiman” dan “Saba” dalam narasi Qur’ani . - Perjalanan ekspedisi dan pendekatan simbolik
KH. Fahmi Basya mengklaim telah melakukan ekspedisi puluhan kali dan menyusun argumen melalui tafsir simbolik terhadap relief dan struktur Borobudur sebagai “Arsy” (singgasana) Nabi Sulaiman . - Tujuan kebangsaan
Ia melihat teori ini punya fungsi nasionalisme—sebagai kebangkitan spiritual dan historis bangsa Indonesia yang ia anggap sebagai “Negeri Saba yang Toyyiban” .
Respons Akademis & Publik
- Penolakan akademik: Arkeolog menyatakan Borobudur jelas merupakan monumen Buddha yang dibangun oleh Dinasti Syailendra, dengan relief-relief yang ditulis dalam bahasa Jawa Kuno, bukan Arab .
- Ketidaksesuaian kronologi: Nabi Sulaiman hidup abad ke-10 SM, sementara Borobudur dibangun sekitar abad ke-8 Masehi—selisih waktu lebih dari 1.800 tahun .
Persepsi Publik (Dari Media Sosial)
“That’s some bullshit level cocoklogi right there.”
— Redditor, menanggapi teori ini sebagai contoh “cocoklogi” ekstrem .
Video Terkait
Video ini merupakan presentasi lengkap dari KH. Fahmi Basya mengenai teorinya, merinci berbagai “bukti” dan alasan mendasar mengapa menurutnya Borobudur adalah warisan Nabi Sulaiman.
Ringkasan Perbandingan
Aspek Teori KH. Fahmi Basya Pandangan Akademik Konvensional Asal-usul Candi Peninggalan Nabi Sulaiman & Ratu Saba Monumen Buddha abad ke-8 Masehi Pendekatan Tafsir Qur’ani, simbolik, Matematika Islam Arkeologi, sejarah, bukti material dan bahasa Tujuan Teori Nasionalisme, spiritualitas Nusantara Preservasi sejarah Buddhisme dan Kerajaan Mataram Penerimaan Publik tertentu dan beberapa komunitas keagamaan Ditolak oleh komunitas ilmiah dan akademis