Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku
Bandung, 22 Maret 2022
28-11-2020
بسم اللہ الرحمٰن الرحیم
السلام علیکم!
Dalam mimpi ini, aku melihat sebuah aula besar. Ada panggung di aula itu tempat Imran Khan duduk, ia duduk di kursi di sebelah meja dan salah satu pendukungnya sedang beristirahat di sampingnya. Dalam mimpi itu, aku tidak bisa mengenali orang itu. Selain itu, sisa aula itu kosong.
Aku berdiri di belakang panggung, kemudian aku melihat Imran Khan dengan lembut berkata kepada orang ini: “Aku telah gagal dan belum dapat memenuhi janji yang telah kubuat seperti yang aku inginkan kepada mereka. Aku telah gagal.”
Aku terkejut mendengar Imran Khan, di depan orang-orang ia mengaku telah banyak melakukan hal-hal dengan pencapaian yang hebat; negara kita sedang berkembang dan kita makmur, tetapi kepada orang-orang terdekatnya, dia mengakui bahwa dia telah gagal.
Kemudian aku datang ke depan Imran Khan dan berkata: “Tuan Imran Khan! anda mengakui kegagalan anda kepada orang-orang terdekat anda, tetapi ketika anda berbicara kepada publik, anda mengatakan bahwa kemajuan besar sedang terjadi. Jika anda sudah mengetahui jika anda telah gagal, mengapa anda tidak mengakuinya di depan umum?”.
Imran Khan mencoba membantahku, tetapi aku langsung berkata: “Khan Sahab! Semakin cepat anda mengakui kegagalan anda, semakin sedikit penderitaan Pakistan. Dan Pakistan akan segera keluar dari masalah”.
Imran Khan kembali ingin mengatakan sesuatu, tetapi aku ulangi, “Semakin lama anda mengakui kegagalan anda, maka Pakistan akan semakin bermasalah. Dan masalah akan semakin meningkat. Namun, semakin cepat anda menerima kekalahan anda, semakin baik negara ini dan juga untuk kebaikan anda.”
Sementara itu, Imran Khan masih mencoba untuk membalas sedikit, tetapi pada akhirnya, dia menyadari bahwa aku mendengarkan pembicaraanya dan aku tahu segalanya. Kemudian dia diam-diam mulai menatapku.
Aku mengulangi sekali lagi, “Semakin cepat anda mengungkap kebenaran dan mengakui kegagalan anda, semakin cepat negara ini kembali ke jalurnya. Jika tidak, semakin lama anda melakukannya, Pakistan akan semakin menderita dan negara ini akan terus bermasalah.” Dan mimpi berakhir di sini.
Terimakasih sudah membaca dan sebarkanlah mimpi ini kepada yang lain.
Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku
Bandung, 21 Maret 2022
05/03/2015
السلام علیکم ورحمتہ اللہ وبرکاتہ
PELAYAN EMAS
Muhammad Qasim melihat dirinya duduk di Masjid An-Nabawī. (Masjid Nabi Muhammadﷺ)
Aku merasakan perasaan yang sangat damai karena mengetahui bahwa aku berada di Masjid suci Nabi Muhammad ﷺ.
Kemudian aku melihat Nabi Muhammadﷺ datang ke arahku. Beliau duduk tepat di depanku dan di tangannya ada empat lembar kertas ukuran besar yang terbuat dari emas.
Nabi Muhammadﷺ memberitahuku dengan nada yang sangat gembira dan berkata: “Qasim, sampaikan pesanku ini sekali lagi kepada umatku, bahwa siapapun yang mendukungmu sama seperti mendukungku dan orang itu akan bersamaku pada hari penghakiman. Dan Qasim, berikan pesanku ini kepada orang-orang yang bersamamu bahwa mereka tidak perlu khawatir tentang pekerjaan yang telah mereka lakukan tidak ditulis sebagai perbuatan baik. Mereka seharusnya tidak pernah menganggap pekerjaan mereka tidak berharga. Tidak peduli apapun jenis pekerjaannya bahkan jika seseorang melakukan pekerjaan yang sangat sedikit, maka Allahﷻ tidak akan pernah menyia-nyiakannya dan Allahﷻ akan melipatgandakan pahala untuk pekerjaan itu. Pekerjaan yang mereka lakukan ini bukanlah pekerjaan biasa dan mereka seharusnya tidak berpikir bahwa aku (Muhammadﷺ) tidak tahu nama-nama dan kontribusi mereka. Allahﷻ telah menulis nama-nama mereka di kertas-kertas ini dan aku selalu membaca nama dan karya mereka. Allahﷻ juga mengabarkan kepadaku tentang mereka secara langsung, mereka tidak perlu khawatir. Mereka akan bersamaku pada hari penghakiman. Kertas emas yang diberikan Allahﷻ ini, aku akan membawanya bersamaku sepanjang waktu. Dan di atas kertas emas ini tertulis nama orang-orang yang bersamamu di masa-masa sulit. Qasim, Islam sejatiku akan menyebar ke seluruh dunia dengan bantuan Allahﷻ. Pastikan kamu menyampaikan pesanku ini kepada orang-orang itu.”
Aku duduk di sana dengan tenang mendengarkan semua yang dikatakan Nabi Muhammadﷺ.
Aku ingin sekali membaca nama-nama yang ada di kertas itu, namun aku tidak bisa menggerakkan satupun bagian dari tubuhku, bahkan aku tidak tahu apakah namaku ada di sana. Dan mimpi berakhir.
I am an ordinary Pakistani citizen. Allah has shown me many divine dreams. I have had the privilege of hearing the voice of Allah many times in my dreams and meeting the last Prophet Muhammad ﷺ in many dreams. My dreams have a special message for the Muslim Ummah and the whole world. I have been commanded by Allah and the last Muhammad ﷺ to tell my dreams to the people.
Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku,
Taqwil Mimpi Muhammad Qasim
Bandung, 21 Maret 2022
Sumber : Takwil Mimpi Muhammad Qasim “Allah & Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam didalam mimpi-ku“ GAZA (Gerakan Akhir Zaman)
Qasim bermimpi “ALLAH جل جلاله menegaskan bahwa Mimpi-mimpi Muhammad Qasim adalah berasal dari ALLAH جل جلاله sehingga tidak akan dapat ditiru oleh siapapun”. Mimpi pertama Qasim terjadi pada tahun 1981.
Takwilnya; Mimpi pertama Qasim adalah isyarat atau tanda dari ALLAH جل جلاله bahwa Qasim akan menjadi PEMIMPIN Islam Dunia. Mimpi ini juga berlaku pada 1981 yakni tahun yang sama pada saat tanda fenomena alam yang janggal sebagai tanda kemunculan al-Mahdi dan bahwa mimpi itu dari ALLAH جل جلاله” . Gerhana matahari dipertengahan bulan Ramadhan dan gerhana bulan di akhirnya terjadi pada tahun yang sama saat Muhammad Qasim menerima mimpi pertamanya (yaitu pada tahun 1981)”. Hadits Abu Ya’la daripada Anas bin Malik R.A: “Sesungguhnya risalah dan kenabian itu telah terhenti. Tidak ada nabi lagi dan tidak ada rasul lagi selepas-ku, akan tetapi akan kekal al-Mubassyiraat. Para sahabat bertanya: Apakah al-Mubassyiraat itu?” Jawab Baginda صلى الله عليهوسلم :Mimpi orang muslim satu bahagian daripada bahagian-bahagian kenabian.” Ibn al-Tiin berkata: “Maksud Hadits ini ialah bahawasanya wahyu akan terhenti dengan kematian-ku (Nabi صلى الله عليه وسلم .(Dan tidak akan kekal apa yang diketahui dari padanya akan apa yang akan berlaku melainkan MIMPI” (Rujuk Fath al-Bari)
“Sekarang, aku akan menyelesaikan sisa tugasku hingga besok pagi. Lalu aku akan memberi-Mu kabar tentang penyelesaian tugasku.” ALLAH جل جلاله menjawab dengan nada yang serius, Dia berkata “Qasim, jika kamu menyelesaikan semua tugasmu besok, maka Aku akan menggelar hari kiamat di sore harinya.” Takwilnya; Ini bagian dari rahasia ALLAH جل جلاله.
Dalam mimpi ini, Muhammad Qasim berkata: Aku melihat diriku berada di dalam rumahku. Aku berkata pada diriku sendiri: “Aku tidak punya pekerjaan yang dapat aku lakukan. Hidup macam apa ini? Dan apa tujuan hidupku ini”
Kemudian aku mendengar, ada sebuah perusahaan yang sangat besar membuka lowongan pekerjaan untuk seorang manajer. Mereka tidak menunjuk siapa pun sebagai manajer untuk beberapa waktu. Sekarang, mereka ingin mempekerjakan seseorang dan mulai membuat iklan lebih banyak lagi. Mereka membuat iklan ditelivisi dengan mengatakan bahwa; mereka yang dapat memberikan jawaban terbaik untuk kuesioner yang ada pada web perusahaan adalah yang akan terpilih. Aku berkata pada diriku sendiri: “Kualifikasiku tidak terlalu tinggi dan ini adalah perusahaan yang besar dan aku mungkin tidak akan mendapatkan pekerjaan itu.” Namun aku memutuskan untuk melihat kuesioner yang ada di situs web perusahaan itu dan aku merasa bahwa aku dapat menjawab semua kuesioner itu dengan mudah. Aku lalu menulis jawabannya dan setelah itu memasukkan jawaban tersebut ke dalam amplop dan menyerahkan jawaban kuesioner itu ke resepsionis. Resepsionis memberitahuku untuk kembali lagi besok harinya untuk wawancara. Ada seseorang di sana yang terkejut dan berkata: “Bagaimana dia mendapatkan wawancara itu?”. Aku juga terkejut dan berkata: “Mengapa mereka memilihku?”
Aku menyiapkan pakaian untuk besok pagi. Aku menyetrika bajuku dan menyiapkan hal lainnya. Ketika waktu pagi tiba, aku meninggalkan rumahku dan di perjalanan, aku melihat seorang gadis. Aku menyukai gadis itu dan ingin menikahinya. Aku mengikuti gadis itu ke mana pun ia pergi. Aku terus mengikuti dan mengejarnya sepanjang hari sampai malam tiba namun aku tidak mendapatkan gadis itu dan juga pekerjaanku.
Aku menjadi sedih dan berkata: “Perusahaan itu pasti sudah mempekerjakan orang lain sekarang.” Lalu aku berkata pada diriku sendiri: “Jika aku pergi untuk wawancara pada waktu yang tepat, mungkin aku adalah orang yang beruntung itu.” Kemudian aku tertidur dan ketika bangun di pagi hari, aku menjadi penasaran dan ingin mengetahui siapa yang mendapatkan pekerjaan itu. Aku lalu pergi keluar untuk mencari tahu orang yang beruntung itu. Aku memeriksa situs web perusahaan namun aku tidak menemukan satu nama pun di sana.
Lalu aku memutuskan untuk pergi ke kantor perusahaan itu tetapi aku melihat pakaianku tidak rapi dan tidak juga begitu bersih. Aku berkata pada diriku sendiri: “Jika aku keluar dalam kondisi seperti ini, mereka tidak akan memilihku.” Kemudian aku kembali ke rumah lalu mandi dan ketika aku selesai, aku melihat ada pakaian baru yang muncul entah dari mana. Dengan pakaian baru ini aku bisa pergi untuk wawancara. Aku berganti pakaian dan bersiap untuk berangkat ke perusahaan itu.
Di ruang resepsionis, aku melihat seorang wanita yang sedang membagikan amplop dan ketika ia melihatku, ia bangun dan mengucapkan salam dan menyapaku dengan hormat dan berkata: “Selamat datang pak?” Seolah-olah mereka sedang menungguku dan masih banyak orang lain yang mengucapkan salam kepadaku dan mereka semua juga menyambutku. Mereka mengatakan kepadaku bahwa mereka telah mengadakan wawancara dan aku terpilih. Aku bertanya: “Bagaimana aku bisa terpilih?” Aku ingin menjumpai pemilik perusahaan ini untuk menanyakannya?” Mereka memberiku petunjuk arah ke ruangannya dan aku langsung pergi ke sana. Aku sangat terkejut dan penasaran bagaimana aku terpilih untuk pekerjaan ini. Aku pergi dengan cepat ke ruangan itu dan masuk tanpa izin. Pemiliknya sedang duduk di sana dan berkata: “Kemarilah Qasim, aku sedang menunggumu dan aku memilihmu sebagai manajer”. Aku berkata: “Aku hanya datang untuk wawancara.” pemilik itu berkata lagi: “Aku melihat hanya ada satu orang yang memberikan jawaban terbaik sementara orang lain tidak memberikan jawaban yang cukup baik”. Lalu aku bertanya-tanya siapa orang yang memberikan jawaban terbaik itu. Aku bertanya-tanya mengapa dia tidak datang untuk wawancara; dia pasti mendapat masalah atau semacamnya.” Kemudian aku berkata pada diriku sendiri: “Aku keluar dari rumahku dan aku mendapat masalah di luar.”
Disaat itu pemilik perusahaan langsung berkata lagi: “Pergilah, disana ada ruangan yang didedikasikan khusus untukmu. Kami akan menjelaskan secara singkat kepadamu bagaimana melakukan pekerjaan ini.” Aku berkata: “Aku tahu sedikit tentang apa yang harus dilakukan.” Lalu aku bertemu dengan beberapa orang dan mereka memperkenalkan pekerjaan itu kepadaku. Aku sangat bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala karena aku telah mendapatkan pekerjaan ini. Aku melihat-lihat kantor baruku dan itu adalah kantor yang mewah. Disana juga ada kamera monitor. Aku melihat ke arah monitor dan bertanya-tanya: “Di mana mobilku?” Itu adalah mobil berwarna putih dan aku melihatnya di layar.
Lalu aku berpikir untuk keluar dan bertemu dengan pekerja lainnya. Sebelum keluar, aku melihat ke cermin dan melihat bahwa rambutku sudah tua dan berantakan. Aku berkata: “Aku perlu menyisir dan mengaturnya dengan gel untuk membuat diriku terlihat lebih rapi. Aku harus bertanya kepada pemiliknya apakah dia memiliki gel agar aku bisa merapikannya.” Lalu aku menjumpai pemilik perusahaan yang berada di aula dan sedang berbicara dengan orang-orang. Aku meminta kepadanya gel rambut agar aku bisa bertemu orang-orang. Pemilik perusahaan itu tidak memperhatikan rambutku dan ia memberiku gel lama yang agak kering. Aku berpikir: “Tidak apa-apa, aku akan menggunakannya.” Ketika aku mengoleskan gel itu, rambutku tidak menjadi lebih rapi. Aku berkata pada diriku sendiri: “Pemilik perusahaan besar ini setidaknya memberiku gel yang lebih baik agar aku bisa bekerja lebih baik. Apa yang akan orang katakan nanti jika melihat rambutku? Tapi ia tidak memberikannya.” Karena marah, aku melepas gel dan membuangnya. Aku berkata: “Pemiliknya saja tidak peduli dengan penampilan manajernya, biarlah.” Aku pergi dari sana dan memutuskan untuk bertemu orang-orang dalam kondisi seperti itu.
Saat aku memikirkan semua ini lalu mimpi itu berakhir di sana.
Dalam mimpi pada 06 Juni 2017, aku (Qasim) melihat bahwa diriku berada di dalam Aula sebuah gedung yang besar dan gedung itu seperti sebuah universitas. Aku tengah menceritakan mimpiku kepada beberapa orang di salah stu ruangan besar. Bahwa di masa yang akan datang, kejadian seperti ini akan terjadi. Dan masa-masa sulit akan menimpa umat islam. Naudzubillah (bahkan) ada upaya untuk menghancurkan Islam sehancur-hancurnya. Tapi Allah akan menolong umat islam, dan islam akan tersebar ke seluruh dunia.
Lalu, seseorang bertanya “Qasim, kapan mimpi-mimpimu menjadi kenyataan?” Kemudian, aku menjadi terdiam dan berpikir bahwa “Hanya Allah yang tahu, kapan mimpi-mimpiku menjadi kenyataan. Untuk saat ini, aku hanya dapat membuat perkiraan-perkiraan yang tidak akurat.”
Seseorang yang lain bertanya juga “Adakah bukti bahwa mimpimu adalah benar? Bagaimana kami dapat percaya padamu? Beritahu kami, kejadian apa yang menunjukkan bahwa mimpimu akan terwujud.” Dan mereka bertanya banyak hal dan aku tidak dapat mengatakan apapun. Jadi aku keluar dari sana.
Kemudian seseorang pria yang mempercayaiku berkata “Mimpimu adalah benar, aku akan menyelidikinya dan aku akan mencoba mencari tahu kapan mimpi-mimpi ini menjadi kenyataan dan peristiwa apa yang akan terjadi sebelum itu.” Kemudian dia pergi dan masuk kedalam ruangan seperti perpustakaan dimana terdapat sebuah buku yang terbuka. Pada buku itu terdapat selembar kertas putih. Lelaki itu membuka kertas tesebut, dimana disana tertulis bahwa tanda pertama mimpi Qasim adalah terdapat tulisan di atasnya: “Sebuah usaha yang akan dilakukan untuk menjadikan Pakistan sebagai “TORA BORA.” (tempat persembunyian teroris). Lalu mimpi itu pun berakhir.
(Raja berkata) raja negeri Mesir, yaitu Ar-Rayyan bin Walid (“Sesungguhnya aku bermimpi melihat) fi’il mudhari’ di sini bermakna fi’il madhi (tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh) ditelan oleh (tujuh ekor) sapi (sapi betina yang kurus-kurus) lafal ijaaf adalah bentuk jamak dari kata tunggalajfau, artinya sapi betina yang kurus (dan tujuh bulir gandum yang hijau dan yang lainnya) yakni tujuh bulir pula (kering) telah melingkar pada tujuh bulir yang hijau itu dan menutupinya. (Hai orang-orang yang terkemuka, terangkanlah kepadaku tentang takbir mimpiku itu) jelaskanlah kepadaku makna mimpiku itu (jika kalian dapat menakbirkan mimpi.”) ceritakanlah maknanya kepadaku sekarang juga.
(Yusuf berkata, “Supaya kalian bertanam) artinya tanamlah oleh kalian (tujuh tahun lamanya sebagaimana biasa) yakni secara terus-menerus; hal ini merupakan takbir daripada tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk (maka apa yang kalian panen hendaklah kalian biarkan) biarkanlah ia (dibulirnya) supaya jangan rusak (kecuali sedikit untuk kalian makan) maka boleh kalian menumbuknya.
(Kemudian sesudah itu akan datang) artinya sesudah tujuh musim yang subur-subur itu (tujuh tahun yang amat sulit) kekeringan dan masa sulit; hal ini merupakan takbir daripada tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus (yang menghabiskan apa yang kalian simpan untuk menghadapinya) akan memakan semua biji-bijian dari hasil panen yang selama tujuh tahun yang subur itu; dimaksud kalian memakannya selama tujuh tahun paceklik itu (kecuali sedikit dari yang kalian simpan) artinya simpanan yang sedikit itu jadikanlah sebagai bibit.
Dalam Mimpi Muhammad Qasim
Sumber :
Sumber : Takwil Mimpi Muhammad Qasim “Allah & Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam didalam mimpi-ku“ GAZA (Gerakan Akhir Zaman)
“Dan aku melihat tiga atau empat ekor sapi yang sedang merumput di rerumputan.”
Takwilnya:
InsyaALLAH akan berlaku kemakmuran selama tiga atau empat tahun. Kemakmuran ini berlaku setelah Ghazwatul Hind, karena rentetan cerita “sapi” adalah setelah beliau memasuki sebuah ruangan besar. Maka ini adalah kemakmuran yang dikaruniakan ALLAH untuk membuat persiapan sebelum terjadinya tiga tahun kemarau panjang dan persiapan- persiapan perang.
“Lalu tiba-tiba ALLAH telah memerintahkan aku untuk menggambar sebuah lukisan persis seperti yang Dia tunjukkan padaku dalam mimpi.” Takwilnya: ALLAH memilih beliau untuk memimpin umat dan beliau mulai dibaiat oleh seluruh umat Islam. Perkara ini InsyaALLAH berlaku “persis seperti yang dia tunjukkan padaku dalam mimpi.”
“Aku mulai melukis dari satu sisi dan aku menggambar persis seperti yang ALLAH inginkan.”
Takwilnya: Beliau mulai memimpin umat untuk menghadapi peperangan demi peperangan sebagaimana yang telah ALLAH takdirkan untuk ummat ini. Peperangan yang dipimpin oleh beliau dinamakan “al-Malhamah” dan setiap peperangan tersebut mendapat kemenangan demi kemenangan.
arah lukisan yang telah aku buat. Aku berkata pada diriku sendiri bahwa, “Aku berusaha sebaik mungkin untuk menaʼati ALLAH tapi aku tidak bisa menyelesaikan tugas yang dia berikan kepadaku.” Takwilnya: Beliau telah kehabisan daya untuk menghadapi peperangan menentang Dajjal dan tentarannya Pada ketika itulah beliau diperintahkan supaya menghindari dari berhadapan dengan Dajjal. Namun beliau tetap risau terhadap umat yang berhadapan dengan fitnah Dajjal. Beliau bersama dengan sejumlah pengikut telah mengasingkan diri dan bermunajat kepada ALLAH. Munajat dengan perasaan rendah diri memohon kepada ALLAH.”Kemudian, pada saat yang tepat ALLAH memerintahkan para sapi untuk menyelesaikan sisa setengah dari lukisan itu. Dan dengan takjub aku melihat sapi-sapi itu mengambil kuas di salah satu kaki depan mereka dan mulai melukis. Aku bingung, berpikir bagaimana sapi-sapi ini menjadi begitu cerdas.” Takwilnya: Ketika takdirnya tiba, ALLAH menurunkan rahmat-Nya dengan memberikan bantuan-Nya untuk umat menghadapi fitnah Dajjal. ALLAH menurunkan Isa ‘alayhissalam untuk mengalahkan musuh- musuh ALLAH. ALLAH juga menghantar al Qathani sebagai pembantu utama. Semuanya adalah bantuan ALLAH kepada ummat yang merendahkan diri kepada ALLAH. ALLAH juga menunjukkan tiada sesuatu yang mustahil bagi ALLAH untuk mengubah keadaan. Takdir pasti terjadi, dan yang menciptakan takdir adalah ALLAH. ALLAH tidak takluk pada takdir, sebaliknya makhluk lah yang terikat pada takdir. Sekiranya manusia berusaha untuk masuk ke dalam Qada ALLAH dengan cara menyenangkan ALLAH, maka ALLAH Berkuasa untuk melakukan sesuatu yang diluar pikiran manusia.
“Aku berlari ke arah mereka tapi mereka melukis begitu cepat hingga selesai, pada saat aku sampai di sana, mereka telah kembali makan rumput. Ketika aku mencoba berbicara dengan mereka, mereka tidamenanggapiku.”
“Lalu aku perlahan mulai lelah. Setelah aku kehabisan banyak kekuatan, akhirnya aku hanya melukis setengah papan”. Takwilnya: Sehingga apabila separuh dari jumlah peperangan setelah dari beliau dibai’at sebagai Pemimpin Ummat telah dilakukan, maka umat Islam mulai kehabisan daya. Peperangan demi peperangan telah banyak mengorbankan ummat Islam terutama al-Malhamah di Konstantinopel. Umat Islam juga ketika itu telah menghadapi dua tahun kemarau, dan ketika itu memasuki tahun ketiga.
“Kukatakan pada diriku sendiri bahwa aku tidak bisa bekerja lebih dari ini. Aku sangat lelah. Aku hanya menyelesaikan setengah dari lukisan itu. Tapi separuh lainnya masih tersisa.” Takwilnya: Terdapat enam peperangan yang telah ditakdir atas ummat setelah beliau dibai’at. Pada peperangan ke empat yakni al-Malhamah Kubro dengan Dajjal inilah beliau tidak mampu untuk meneruskan peperangan tersebut. Separuh dari peperangan tersebut adalah al-Malhamah Jazirah Arab, al-MalhamahPersia dan al-Malhamah Konstantinopel. Sedangkan separuh sisanya adalah peperangan yang perlu beliau hadapi yang dinamakan al-Malhamah Kubro. Yaitu al-Malhamah Kubro dengan Dajjal, al-Malhamah Kubro dengan Rum Vatikan, al-Malhamah Kubro dengan bangsa Rum Russia.
“Dengan putus asa aku meninggalkan lukisan itu. Dan mulai berjalan ke sisi lain ruangan dimana ada pintu. aku melihat kembali sekilas ke
arah lukisan yang telah aku buat. Aku berkata pada diriku sendiri bahwa, “Aku berusaha sebaik mungkin untuk menaʼati ALLAH tapi aku tidak bisa menyelesaikan tugas yang dia berikan kepadaku.” Takwilnya: Beliau telah kehabisan daya untuk menghadapi peperangan menentang Dajjal dan tentarannya Pada ketika itulah beliau diperintahkan supaya menghindari dari berhadapan dengan Dajjal.Namun beliau tetap risau terhadap umat yang berhadapan dengan fitnah Dajjal. Beliau bersama dengan sejumlah pengikut telah mengasingkan diri dan bermunajat kepada ALLAH. Munajat dengan perasaan rendah diri memohon kepada ALLAH.
“Kemudian, pada saat yang tepat ALLAH memerintahkan para sapi untuk menyelesaikan sisa setengah dari lukisan itu. Dan dengan takjub aku melihat sapi-sapi itu mengambil kuas di salah satu kaki depan mereka dan mulai melukis. Aku bingung, berpikir bagaimanasapi-sapi ini menjadi begitu cerdas.” Takwilnya: Ketika takdirnya tiba, ALLAH menurunkan rahmat-Nya dengan memberikan bantuan-Nya untuk umat menghadapi fitnah Dajjal. ALLAH menurunkan Isa ‘alayhissalam untuk mengalahkan musuh- musuh ALLAH. ALLAH juga menghantar al Qathani sebagai pembantu utama. Semuanya adalah bantuan ALLAH kepada ummat yang merendahkan diri kepada ALLAH. ALLAH juga menunjukkan tiada sesuatu yang mustahil bagi ALLAH untuk mengubah keadaan. Takdir pasti terjadi, dan yang menciptakan takdir adalah ALLAH. ALLAH tidak takluk pada takdir, sebaliknya makhluk lah yang terikat pada takdir. Sekiranya manusia berusaha untuk masuk ke dalam Qada ALLAH dengan cara menyenangkan ALLAH, maka ALLAH Berkuasa untuk melakukan sesuatu yang diluar pikiran manusia.
“Aku berlari ke arah mereka tapi mereka melukis begitu cepat hingga selesai, pada saat aku sampai di sana, mereka telah kembali makan rumput. Ketika aku mencoba berbicara dengan mereka, mereka tidak
menanggapiku.” Takwilnya: Beliau telah kembali bersama umat menentang musuh-musuh ALLAH. Kemudian terjadinya sepuluh tanda-tanda besar yang terakhir ini akan terjadi dengan cepat. Selepas satu tanda akan muncul yang lainnya, berturut turut tanpa selang waktu.
“Lukisan itu begitu indah. Maka lukisan itu menjadi terkenal di seluruh dunia. Orang-orang memuji aku dengan berkata Qasim adalah seorang seniman hebat. aku katakan: “Tidak, semua pujian adalah milik ALLAH. Dan dia adalah Perancang Yang Terbaik” Takwilnya: Kemakmuran tersebut tersebar keseluruh dunia, sehingga kebaikannya dapat dirasakan oleh makhluk lain. Semua orang mulai melihat kehebatan yang ALLAH karuniakan kepadanya dan mulai memujinya. Namun beliau menjelaskan kepada seluruh umat “Tidak, semua pujian adalah milik ALLAH. Dan dia adalah Perancang Yang Terbaik”.
“Dan kemudian ALLAH sendiri membuat sebuah lukisan yang besar dan megah. Tidak ada yang pernah membuat lukisan seperti ini sebelumnya. Dan kemudian ALLAH menuliskan namaku di sudut lukisan. Orang-orang tidak memiliki kata-kata untuk itu kecuali SUBHANALLAH, Maha Suci ALLAH.” Takwilnya: ALLAH adalah Sebaik-baik Perancang dan ALLAH yang menentukan segala sesuatu. Segala puji untuk ALLAH, Keagungan adalah Pakaian ALLAH manakala Kesombongan adalah Selendang ALLAH. Maka semua makhluk hidup yang mengenakan salah satu darinya akan dihancurkan oleh ALLAH. Tidak akan ada kekuatan kerajaan ataupun usaha manusia yang akan kekal untuk bermegah-megahan. Maka semua umat yang ingin selamat harus menyucikan hati mereka dari kedua sifat tersebut. Perbanyaklah “Tasbih”, dengannya ALLAH akan menyucikan hati manusia. العظمة إزاري، والكبرياء ردائي، فمن نازعني واحداً منهما عذبته
Firman ALLAH Azza wa Jalla dalam hadits Qudsi, “Keagungan adalah pakaianKu, kesombongan adalah selendangKu, barangsiapa yang mencabutnya dariKu salah satu dari keduanya, maka Aku akan mengazabnya.” [Hadits Qudsi riwayat Abu Daud, Ibnu Majjah, Ahmad, dishahihkan oleh al-Albani] Masa suatu usaha itu diberikan kesempatan untuk tunduk pada ALLAH selama satu hari (seribu tahun). Sekiranya dibiarkan setelah seribu tahun berlalu, maka ALLAH akan memberikan peringatan terakhir sebelum diazab oleh ALLAH. Qasim adalah peringatan terakhir untuk umat ini sebelum diazab oleh ALLAH.
“Orang-orang mengira aku adalah pelukis yang luar biasa. Dan media bertanya dari mana aku mendapatkan ide ini. aku tetap diam tapi di dalam hati aku tahu bahwa ALLAH telah membuat lukisan ini. Dia ingin memberiku kehormatan dengan memberi aku pujian.” Takwilnya: Inilah hakikat yang diajarkan oleh ALLAH ke dalam setiap hati manusia. Manusia tidak akan mendapatkan kepahaman rohaniah apabila jalan yang dilalui tidak sama seperti yang dilalui oleh Rasullullah. Iman setiap umat Islam ketika itu mirip dengan imannya para sahabat. Bagaimana kesanggupan para sahabat diuji untuk mengikuti dan mempertahankan Rasullullah begitulah keadaan umat akhir zaman yang mengikuti dan mempertahankan beliau. ALLAH menunjukkan Kebijaksanaan untuk memilih siapa yang ALLAH suka bukan berdasarkan kehebatan makhluk, sebaliknya adalah untuk menunjukkan kehebatan ALLAH, ALLAH memuliakan siapa yang dikehendaki-Nya walaupun seluruh dunia pernah memandang rendah kepadanya. Kemuliaan itu adalah mutlak milik ALLAH.
“Dalam mimpi itu, ketika aku melihat lukisan itu bahkan aku tidak memiliki kata-kata kecuali tahu bahwa ALLAH telah membuat lukisan ini. Dia ingin memberiku kehormatan dengan memberi aku pujian.
Aku tidak memiliki kata-kata kecuali SUBHANALLAH.”
Takwilnya:
Inilah bisikan hati beliau, inilah kejujuran beliau. Bisikan hati seperti
ini tidak perlu untuk ditakwilkan, ianya sudah jelas.
Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku
Bandung, 17 Maret 2022
Kedamaian di Dunia dan Kelimpahan Makanan Bismillahir Rahmanir Rahim Assalamu’alaikum wa Rahmatullahe wa Barakatuhu Saya melihat dalam mimpi ini bahwa saya sedang membagikan makanan kepada orang lain. Saya selesai membagikan makanan kepada semua orang dan mereka memiliki cukup makanan untuk diisi sendiri. Ketika saya melihat berapa banyak makanan yang tersisa, ada banyak yang tersisa. Kemudian nabi terakhir Muhammad mengatakan kepada saya “Qasim! bagikan lebih banyak makanan.” Saya melihat sekeliling dan semua orang tampak puas dan kenyang. Kemudian saya mulai membagikan lebih banyak makanan dan orang-orang melihat saya dengan kaget. Mereka mengatakan kepada saya, “Qasim! kami puas dan perut kami kenyang.” Saya terus membagikan dan saya melihat bagaimana saya masih memiliki makanan yang tersisa. Kemudian saya mulai berpikir apakah saya harus menyimpan sisanya untuk diri saya sendiri atau tidak. Kemudian saya memikirkan sesuatu yang membuat saya merasa tidak enak. Saya berpikir bagaimana jika nabi terakhir Muhammad muncul dalam mimpi orang lain dan berkata kepadanya bahwa, “Pergi dan beri tahu Qasim bahwa nabi terakhir Muhammad berkata untuk membagikan lebih banyak makanan.” Saya tidak pernah ingin saatnya tiba di mana nabi terakhir Muhammad mulai mengirim pesan kepada orang lain hanya untuk meyakinkan saya. Ini pasti akan membuat saya merasa sangat tidak enak jadi saya mulai membagikan lebih banyak makanan sampai pada akhirnya orang-orang menolak. Dan mimpi itu berakhir di sana. Walaikum Assalamu’alaikum wa Rahmatullahe wa Barakatuhu
Pada kali ini, Admin akan memberikan penjelasan penuh tentang tajuk Allah SWT dan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam mimpi muhammad qasim.
Penjelasan Allah didalam Mimpi Muhammad Qasim
“Allah Yang Maha Kuasa sering muncul dalam mimpiku. Aku tidak pernahmelihat Allah dengan mataku dalam mimpiku. Aku hanya merasa bahwa Allah ada di Arsyil Adhzim (Singgasana Tertinggi). Dan aku mendengar suara-Nya dari balik tabir, suara itu terkadang turun dari langit atau aku akan melihat cahaya yang luar biasa terang.” “Dan terkadang suara yang luar biasa akan datang dari cahaya yang luar biasa. Setiap kali aku melihat cahaya Allah, mata aku menjadi terpaku.Tidak mungkin untuk menggambarkannya. Aku tidak bermaksud mengatakan bahwa cahaya ini adalah Allah melainkan cahaya Allah adalah versi megah cahaya yang diciptakan Allah.” “Allah jauh melampaui segalanya untuk digambarkan sebagai cahaya. Dan Dia adalah pencipta cahaya. Bahkan suara Allah juga sangat luar biasa. Suara Allah penuh dengan begitu banyak belas kasihan dan kemurnian yang jauh melampaui dugaan dalam kata-kata. Dan suara Allah dalam mimpiku jauhmelampaui eksistensi manusia. Dan suaranya tidak memiliki kelemahan ataupun kehabisan nafas saat berbicara.” “Dalam setiap mimpi, aku merasa bahwa Allah lebih dekat kepada aku daripada bagian depan otak aku dan pembuluh darah jugularis/leherku.Allah tidak pernah berbicara denganku dengan keras. Dia juga tidak pernah meninggikan suara-Nya dengan kemarahan atau berbicara kepada aku dengan cara yang kasar. Allah selalu berbicara kepada aku dengan sangat lembut dan damai, meskipun aku membuat banyak dosa setiap hari…’’
Allah berkata-kata didalam mimpi seseorang muslim memberikan khabar gembira maupun peringatan, kita wajib beriman perkara itu bisa terjadi kepada hamba-hamba pilihan-Nya karna perkara ini telah dikhabarkan sesuai menurut al-Quran dan sunnah:
Dalil Pertama:
1. Surah Asy-Syuura Ayat 51: “Dan tidaklah layak bagi seseorang manusia bahawa Allah berkata-kata dengannya kecuali dengan jalan wahyu (dengan diberi ilham atau mimpi), atau dari sebalik dinding (dengan mendengar suara sahaja), atau dengan mengutuskan utusan (malaikat) lalu utusan itu menyampaikan wahyu kepadanya dengan izin Allah akan apa yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi keadaanNya, lagi Maha Bijaksana.” [Terjemahan Al-Quran Malaysia]
Allah berkata-kata dengannya kecuali dengan jalan wahyu (dengan diberi ilham atau mimpi):
1. Allah SWT pernah berkata-kata kepada Nabi ﷺ didalam mimpi seperti yang diriwayatkan • Dari Mu’adz bin Jabal/Ibn Abbas dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam secara lengkap, beliau bersabda: “Aku mengantuk lalu tertidur, aku melihat Rabbku dalam wujud yang paling indah kemudian bertanya, ‘Apa yang diperdebatkan malaikat tertinggi?” [HR. Tirmidzi 3234 dan Ahmad 5/437 no.3484 Dishahihkan oleh al-Albani]
2. Nabi ﷺ mengakui nubuwwah sudah pun berakhir kecuali mimpi yang benar maka berdasarkan ayat al-Quran ‘‘Allah berkata-kata dengannya kecuali dengan jalan wahyu’’ bahwa Allah bisa saja memberitahukan kepada sesiapa pun yang Dia kehendakki melalui mimpi. • Rujukan Hadis: Dari Abdullah bin ‘Abbas dia berkata: “Rasulullah suatu saat menyingkap tirai, dan kepalanya dililit (diperban) dengan kain karena sakit -yang akhirnya menyebabkan beliau meninggal dunia- lalu beliau bersabda: ‘Ya Allah, telah kusampaikan – tiga kali -, sesungguhnya tidak tersisa lagi kabar kenabian kecuali mimpi yang benar, yakni mimpi yang dilihat seorang muslim atau diperlihatkan kepada seorang hamba.” [Sunan Ibn Majah 3899, Hukum Sahih]
Dalil Ke Dua:
• Surah Yunus Ayat 64: Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.
• “Diriwayatkan bahwa ‘Ubadah bin Samit berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah (ﷺ) tentang firman Allah: ‘Bagi mereka ada kabar gembira, dalam kehidupan dunia sekarang, dan di akhirat.” [10:64] Dia berkata: ‘Itu adalah mimpi indah yang dilihat atau dilihat oleh seorang Muslim tentang dia.’ [Sunan Ibn Majah 3898, Hadis Sahih]
3. Apakah Wahyu (Kalam Allah) yang datang dalam bentuk peringatan dan kabar gembira melalui mimpi hanya untuk Para Nabi/Rasul? Jawapannya TIDAK karna Allah SWT berfirman: Dan Kami wahyukan kepada ibu Musa: ‘Susukanlah dia; dalam pada itu, jika engkau takutkan sesuatu bahaya mengenainya (dari angkara Firaun), maka (letakkanlah dia di dalam peti dan) lepaskanlah dia ke laut; dan janganlah engkau merasa bimbang dan jangan pula berdukacita; sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan Kami akan melantiknya menjadi salah seorang dari Rasul-rasul Kami.’ [Surah Al-Qasas, Ayat 7]
✓ Sheikh Imran Hossein didalam bukunya mengenai mimpi berpendapat ayat ini adalah Suruhan Allah kepada Ibu Musa Alaihi Salam melalui mimpi dan ini pendapat yang kuat karna keutamaan mimpi lebih besar berbanding ilham.
• Dari Abu Hurairah: Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata, “Tidak ada yang tersisa dari kenabian kecuali Al-Mubashshirat.” Mereka bertanya, “Apa itu Al-Mubashshirat?” Dia menjawab, “Mimpi baik yang benar (yang menyampaikan kabar gembira). [Sahih Bukhari 6990]
Ijma Ulama Ahli Sunnah Wal Jamaah:
• Imam an-Nawawi menukil perkataan al-Qadhi ‘lyadh: Ulama’ bersepakat tentang bisanya seseorang melihat Allah dalam mimpinya dan bersepakat tentang benarnya mimpi tersebut. [Rujukan Syarh nawawi shahih muslim dan Fathul Bari]
• Ubadah bin Shamith berkata,” Mimpi seorang mukmin sebuah kalam (pembicaraan) yang Allah berbicara dengan hambaNya ketika tidur.” [Madarij Al Salikin, 1/51]
• Ibnu Baththal berkata “Mimpi dikategorikan sebagai satu bagian dari bagian-bagian kenabian adalah karena termasuk perkara yang diagungkan, walaupun hanya merupakan satu bagian dari seribu. Jadi, bisa dikatakan bahwa kata an-nubuwwah diambil dari kata al inbaa’ yang artinya secara bahasa adalah pemberitahuan. Berdasarkan hal ini, maka maknanya adalah, mimpi merupakan berita yang benar dari Allah yang tidak mengandung unsur kebohongan, seperti halnya an-nubuwwah, yaitu berita yang benar dari Allah yang tidak boleh didustakan. Dengan demikian kata ar-ru’yaa (mimpi) menyerupai an-nubuwwah (kenabian) dalam hal kebenaran berita.” [Fathul Bari 34/365]
Ciri-Ciri Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam Didalam Mimpi Muhammad Qasimsesuai menurut penjelasan Para Sahabah dengan dalil yang sahih.
1. Wajah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam:
A. Mimpi Muhammad Qasim ‘Dalam mimpinya, Qasim telah bertemu dengan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam yang sebenarnya lebih dari 300 kali. Aku (Qasim) tidak bisa mengatakan bagaimana wajah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam karena saat aku mendekatinya kepalaku merendah karena rasa hormat. Begitu juga tatapanku tertunduk seperti yang kita lakukan dalam sholat.’
i. Akhlak Muhammad Qasim menundukkan diri kepada Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam didalam mimpi karna rasa hormat adalah bersesuaian dengan akhlak kebanyakkan para sahabah melalui dalil dibawah:
• Daripada Urwa Ibn Mas’ud menyebutkan: ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺗَﻜَﻠَّﻢَ ﺧَﻔَﻀُﻮﺍ ﺃَﺻْﻮَﺍﺗَﻬُﻢْ ﻋِﻨْﺪَﻩُ، ﻭَﻣَﺎ ﻳُﺤِﺪُّﻭﻥَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﻈَﺮَ ﺗَﻌْﻈِﻴﻤًﺎ ﻟَﻪُ ، ‘Dan apabila para sahabah bercakap dengan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam, mereka akan menurunkan suara mereka dan tidak akan terus menatap wajahnya karna perasaan penuh hormat.’ [Sahih Bukhari Ruj Arab 54/19]
• Daripada Amru Ibn al-As’ menyebutkan: ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺃَﺣَﺪٌ ﺃَﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻰَّ ﻣِﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭَﻻَ ﺃَﺟَﻞَّ ﻓِﻲ ﻋَﻴْﻨِﻲ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﻣَﺎ ﻛُﻨْﺖُ ﺃُﻃِﻴﻖُ ﺃَﻥْ ﺃَﻣْﻸَ ﻋَﻴْﻨَﻰَّ ﻣِﻨْﻪُ ﺇِﺟْﻼَﻻً ﻟَﻪُ ﻭَﻟَﻮْ ﺳُﺌِﻠْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃَﺻِﻔَﻪُ ﻣَﺎ ﺃَﻃَﻘْﺖُ ﻷَﻧِّﻲ ﻟَﻢْ ﺃَﻛُﻦْ ﺃَﻣْﻸُ ﻋَﻴْﻨَﻰَّ ‘Dan tidak ada seorang pun yang lebih saya sayangi daripada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan tidak ada yang lebih mulia di mata saya selain dia, Tidak pernah bisa saya, memetik keberanian untuk melihat sekilas wajahnya karena kemegahannya. Jadi jika saya diminta untuk menggambarkan fitur-fiturnya, saya tidak bisa melakukan itu karena saya belum melihatnya sepenuhnya.’ [Sahih Muslim Ruj Arab 1/228]
• Ibn Abbas Radhiallahu Anhu Telah Berkata: ﺳﻘﻂ ﻣﻦ ﻫﻨﺎ ﻛﻼﻡ ﻃﻮﻳﻞ ﻣﻦ ﺗﻌﺮﻳﻒ ﻳﺰﻳﺪ ﺍﻟﻔﺎﺭﺳﻲ ﻭﻏﻴﺮﻩ ‘Seandainya kamu melihat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam semasa dalam keadaan sedar (bangun) nescaya kamu tidak akan bisa menyebutkan deskripsi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dengan lebih jauh.’ [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 56/410]
B. Mimpi Muhammad Qasim: ‘Alasan lainnya adalah wajah beliau Sallallahu Alaihi Wasallam selalu terpancar dengan cahaya yang membuatku sulit untuk memahami fitur wajahnya.’
i. Penjelasan berikut adalah dalil wajah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dari pelbagai sudut wajahnya bercahaya termasuk (gigi dan hidung),
• Jaabir (Radiallahu anhu) mengatakan bahwa ‘Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam lebih tampan, cantik dan lebih bersinar daripada bulan purnama. ‘ [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 1/10]
• Ibn Abi Haalah (Radiallahu anhu) meriwayatkan ‘ ketawa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kebanyakannya tersenyum, pada masa itu gigi depan mubaraknya berkilat seperti batu ais salju bersinar putih.’ [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 34/225]
• Ibn Abbas (Radiallahu anhu) meriwayatkan: ‘Apabila Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bercakap, sebuah pencahayaan yang dikeluarkan dari giginya dapat dilihat.’ [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 1/15]
• Ibn Abi Haalah meriwayatkan: ‘Hidungnya menonjol dan mempunyai cahaya dan kilau di atasnya. Ketika seseorang pertama kali memandangnya, sepertinya dia memiliki hidung besar, tetapi melihatnya dengan hati-hati menunjukkan bahwa kilau dan keindahan membuatnya tampak besar, pada sisi lain, sebenarnya hidung baginda Sallallahu Alaihi Wasallam tidak besar.’ [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 1/8]
2. Ketinggian Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam:
a. Mimpi Muhammad Qasim: ‘Tinggi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sekitar 5 kaki dan 11 inci. Beliau memiliki tubuh yang sangat tampan.’
b. Ketinggian 5 kaki 11 inci adalah ketinggian sederhana tinggi iaitu lebih tinggi daripada orang yg pertengah tinggi (sekitar 5kaki 6inci – 5kaki 8inci) dan lebih pendek daripada orang yang tinggi (6 kaki) dalilnya: • Anas (Radiallahu Anhu) meriwayatkan: ‘Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tidak tinggi juga tidak pendek’ [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 1/1]
• Hasan bin Ali (Radiallahu anhu) meriwayatkan: ‘Mubarak wajahnya (Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam) bersinar seperti bulan purnama. Dia lebih tinggi daripada lelaki yang pertengahan tinggi, tetapi lebih pendek daripada orang yang tinggi.’ [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 1/8]
3. Cara Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam berjalan:
a. Mimpi Muhammad Qasim: ‘Beliau memiliki tubuh yang sangat tampan. Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam berjalan di atas bumi dengan sangat baik dan lancar.’
b. Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam berjalan sangat baik dan lancar dalilnya: • Abu Hurairah Radiallahu anhu berkata, ‘Aku tidak melihat orang yang lebih tampan seperti Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Seolah-olah kecerahan matahari bersinar dari wajahnya yang penuh keberuntungan. Aku tidak melihat ada yang berjalan lebih cepat darinya, seolah-olah bumi terlipat untuknya. Beberapa saat yang lalu dia akan berada di sini, dan kemudian di sana. Kami merasa sulit untuk mengimbangi ketika kami berjalan dengannya, dan dia berjalan dengan kecepatan normal.’ [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 19/23]
4. Bermimpi bertemu Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam adalah al-Haq:
a. Mimpi Muhammad Qasim ‘Dan cahaya putih keluar dari tubuh Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam. Seluruh badanku menyaksikan bahwa ini adalah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam. Dan saat aku menyapa beliau dan berjabat tangan, tanganku bersaksi bahwa ini adalah tangannya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Dan saat aku memeluknya, badanku bersaksi bahwa ini adalah badan hangatnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Dan aku merasakan perasaan yang sangat bahagia dan gembira.’
• Dalil mimpi: Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda:‘Sesiapa yang telah melihatku dalam mimpinya, maka sesungguhnya dia telah menyaksikan Al-haq.’ [Sahih Bukhari dan Muslim]
• Dan juga firman Allah bahwa Nabi Muhammad adalah seorang manusia dan cahaya: • Surah Al-Kahfi, Ayat 110: ‘‘Katakanlah (wahai muhammad): Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.” Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.’’
• ‘‘… Sesungguhnya telah datang kepada kamu cahaya (Nabi Muhammad) dari Allah, dan sebuah Kitab (Al-Quran) yang jelas nyata keterangannya.’’ [ruj: Surah Al-Maidah, Ayat 15]
• “Hai Nabi sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan UNTUK JADI CAHAYA yang menerangi. ” (QS. Al Ahzab: 45-46).
5. Cara Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam berbicara:
a. Mimpi Muhammad Qasim ‘Beliau (Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam berbicara dengan sangat lembut dan sopan. Dia menunjukkan kasih sayang yang paling dalam dan memiliki cinta yang paling tidak dapat dijelaskan, seolah baru saja dia bertemu dengan anak laki-lakinya yang sudah lama hilang.’
b. Salah satu dalilnya: • Ibn Abi Haalah meriwayatkan: ‘Dia selalu berbicara dengan jelas dari awal hingga akhir. Dia berbicara dengan singkat, di mana kata-katanya lebih sedikit dan lebih berarti. Setiap kata lebih jelas dari yang sebelumnya. Tidak ada pembicaraan yang tidak masuk akal, juga tidak ada pembicaraan setengah-setengah di mana artinya tidak lengkap dan tidak dapat dipahami.’ [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 34/225]
6. Cara Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam berdoa: a. Mimpi Muhammad Qasim ‘Beliau Sallallahu Alaihi Wasallam membuat doa untuk umatnya dan menangis untuk mereka seperti tidak ada bandingan sebelumnya. Dia akan terus mengatakan, “umatku,” yaitu kita! Dia sangat berduka atas umatnya dan dia terus membuat doa untuk orang-orang yang tersesat. Aku tidak bisa menggunakan kata-kata untuk kesedihan seperti itu. Jika Anda tahu Anda tidak akan berhenti menangis karena memikirkannya. Salah satu contohnya adalah beliau berjalan berkeliling, bolak-balik dengan cemas.’
b. dalil tangisan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yg luar biasa: • Abdullah bin Shikh-kheer berkata: ‘Saya menghadiri majlis mulia Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, dia melakukan solah, kerana tangisannya, berbunyi seperti itu berasal dari dada, seperti periuk mendidih.’ [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 45/322]
7. Bagian Akhir:
a. Mimpi Muhammad Qasim: ‘Dan beliau Sallallahu Alaihi Wasallam memiliki begitu banyak harapan, energi dan antusiasme saat beliau akan menyarankan sesuatu kepadaku. Ada satu contoh lain dalam mimpiku yang aku bagi di tulisan lain, yaitu dimana aku melihat ke dalam mata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang dipenuhi air mata saat itu. Dan aku terpesona dan tidak bisa berpaling, seolah-olah Allah telah memenuhi mata beliau dengan cahaya-Nya.’
Walaupun penjelasan mimpi muhammad qasim tidak sedetail shamail muhammadiyah atau mana-mana kitab yang lain ini hanyalah karna Para Sahabah telah banyak menyaksikan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ketika hidup sedangkan Muhammad Qasim hanya menyaksikan Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam melalui mimpi yang ada hadnya sesuai kehendak Allah maka tulisan diatas telah membuktikan mimpi muhammad qasim bertemu Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam masih saja sesuai dengan riwayat-riwayat para sahabah.
‘‘Tidaklah Kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam.’’ (Surah Al-Anbiya Ayat 107)
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Admin akan menjelaskan salah satu petanda yang sangat kuat yang bahwa Mimpi Muhammad Qasim adalah benar dan menjadi nyata dengan izin ALLAH SWT. Sekaligus bukti ini akan mematahkan beberapa fitnah yang seringkali dilontarkan kepada Mq seperti tuduhan bahwa Mq tidak wujud atau hoax nah sekarang dia malah udah muncul di Berita lokal Nasional dipakistan. Muhammad Qasim telah menyebutkan dalam mimpinya pada 16 Jan 2018 yang memberi petanda awal bahwa: √ Tidak ada sesiapa pun yang bisa menduga kapankah Asif Zardari akan bersuara kembali dengan suara yang lantang lalu kemudian di ikuti dengan peristiwa bahwa Muhammad Qasim akan diwawancara selepasnya dan itu telah pun berlaku. √ Sekalipun yang demikian, ketika Muhammad Qasim diwawancara tidak ada sesiapa pun yang bisa menduga bahwa si pewawancara akan bertanya langsung perihal-perihal syirik serupa seperti apa yang Qasim lihat didalam mimpinya maka itulah bukti nyata yang sudah p
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pada kali ini, Admin kembali menjelaskan bukti yang ke 11 bahwa Mimpi Muhammad Qasim telah menjadi NYATA Muhammad Qasim telah menyebutkan dalam mimpinya pada 27 August 2018 bahwa: √ Kemudian percakapan menjadi lebih panas dan ada juga pertukaran ancaman dari kedua belah pihak. Imran Khan mengatakan pada orang Amerika itu bahwa mereka bukan budak. Fakta Berita: • Pada 7 March 2022 , Imran Khan telah mengatakan bahwa: “Apa pendapat Anda tentang kami? Apakah kami budak Anda? Bahwa apa pun yang Anda katakan, kami akan lakukan?” Kesimpulan: Jauh Sebelum PM Imran Khan mengatakan ‘‘Kami Bukan Budak Kalian’’ sudah terdapat dalam mimpi muhammad qasim pada 27 August 2018. Kejadian yang serupa ini benar-benar terjadi seperti dalam mimpi beliau maka terbuktilah mimpi beliau benar dari Allah. Rujukan: • Mimpi Kemarahan Imran Khan Terhadap AS • Berita Pakistan Kami Bukan Budak Kalian
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pada kali ini, Admin kembali menjelaskan bukti yang ke 10 bahwa Mimpi Muhammad Qasim telah menjadi NYATA Muhammad Qasim telah menyebutkan dalam mimpinya pada 5 April 2015 bahwa: √ Aku terkejut dengan berita itu dan melihat diriku sedang berkonsultasi dengan seorang ulama untuk mengkonfirmasikan tentang tanda pertama kiamat. √ Kemudian aku melihat ulama itu berbicara kepada orang-orang tentang masalahku. Dia lalu kembali kepadaku dan berkata: “Qasim, tanda besar pertama sudah ditunjukkan oleh Allahﷻ dan tanda lainnya akan datang dengan segera.” Fakta Kejadian: • Pada 10 Februari 2022 , delegasi ulama dan tokoh intelektual telah pun pergi ke Pakistan untuk melakukan tabayyun yang di ikuti oleh seorang Ulama Tahfiz al-Quran dari Indonesia. Beliau adalah Maulana Abuya Abu Askar • Pada Wawancara 15/02/2022 beliau mengatakan bahwa: “Muhammad Qasim bin Abdul Karim pasti bisa menjadi Imam Mahdi di masa depan, menurut pendap
Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku
Bandung, 16 Maret 2022
اللہ الرحمن الرحیم November-19-2021 Assalamu’alaikum wa Rahmatullahe wa Barakatuhu Dalam mimpi ini saya melihat bahwa saya berada di lantai bawah rumah saya. Beberapa orang datang mengunjungi saya di Pakistan, dan kemudian mereka pergi. Kemudian saya melihat bahwa suatu tempat (mungkin Indonesia dan Malaysia), mengalami kekurangan hujan dan mengalami kekeringan. Ada sekelompok orang di daerah ini yang berdoa kepada Allah SWT untuk hujan dan kemudahan. Pada saat yang sama saya juga berpikir bahwa di rumah saya tanaman saya tidak akan tumbuh kecuali ada kelembaban di udara. Karena kurangnya hujan di tempat lain, Pakistan juga terkena dampak dan itulah sebabnya kelembaban di udara berkurang. Kemudian saya melihat bahwa Allah SWT menjawab panggilan kelompok orang tersebut dan hujan turun di daerah itu. Karena hujan ini, juga berdampak pada rumah saya, dan saya melihat hujan gerimis melalui jendela saya. Saya senang bahwa kelembaban ini akan membantu tanaman saya. Kemudian saya keluar rumah untuk melihat awan jenis apa yang membawa hujan ini, tetapi saya tidak melihat awan gelap, saya hanya melihat awan putih dan hujan. Lalu aku kembali ke dalam rumahku. Kemudian mimpi itu berlanjut dan rasanya seperti beberapa bulan telah berlalu dan orang-orang yang telah datang sebelumnya kembali lagi. Saya merasa bahwa kali ini adalah akhir Januari atau Februari. Ketika mereka kembali, pekerjaan dimulai lagi dan banyak orang mengetahui mimpi saya. Ketika mimpi menyebar, saya melihat pembawa berita dan jurnalis tidak tinggal diam lagi dan mereka berbicara tentang mimpi saya. Semakin banyak orang bergabung dengan kami, dan saya juga melihat bahwa pakaian saya diganti secara resmi. Mimpi itu kemudian menyebar dan tahun terus berjalan, dan saya merasa bahwa saat ini saya menjadi orang yang terkenal. Allah SWT terus membantu kami, dan saya katakan bahwa pada akhir tahun ini, pekerjaan akan selesai. Waalaikum Salam Warohmatullahi Wabarakatuh. Muhammad Qasim