WAKTU YANG DIJANJIKAN KEPADA QASIM

Aku melihat mimpi ini di musim panas 2003, yaitu Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman, “Qasim sebelum tiba saatnya janjiKu datang, bahkan jika kau mencelupkan tangan ke emas maka itu akan menjadi debu. Tapi saat janjiKu tiba, bahkan jika kau mencelupkan tanganmu ke dalam debu, maka debu itu akan menjadi emas dengan kehendak-Ku.”

Aku Hanya Manusia Biasa yang MencariRahmat Allah ﷽#IBeiev…

10 Agustus 2024

السلام عليکم ورحمتہ ﷲ وبرکاتہ

Muhammad Qasim menceritakan; Dalam mimpi ini, aku mendapat perintah dari Allahﷻ untuk melakukan sesuatu dan aku melakukannya. Beberapa orang berkata kepadaku: “Kamu menyesatkan orang atas nama Allahﷻ dan Rasul-Nya, Nabi Terakhir Muhammadﷺ.” Beberapa orang lainnya juga berkata: “Kamu yang menulis mimpi ini sendiri dan mencoba menunjukkan kepada orangorang bahwa kamu adalah Imam Mahdi.” Sementara yang lain berkata bahwa aku pembohong. Hari ini, aku menanggapi pernyataan itu. “Aku tidak menggunakan nama Allahﷻ dan Rasul-Nya, Nabi Terakhir Muhammadﷺ untuk menyesatkan orang-orang. Aku juga tidak menulis mimpi-mimpi ini sendiri atau mencoba untuk menunjukkan kepada orang-orang bahwa aku adalah Imam Mahdi. Aku tidak pernah mengaku sebagai Al-Mahdi atau bahkan seorang ulama. Aku hanya orang yang sederhana dan tidak menginginkan apapun dari siapapun. Nabi Terakhir Muhammadﷺ adalah Nabi Allahﷻ, dan Rahmat Allahﷻ adalah untuk semua orang. Aku hanya ingin menjadi sahabat Allahﷻ , itu saja dan sekarang semuanya sudah jelas.”Mimpi ini datangnya dari Allahﷻ (Tuhan semesta alam dan pemilik semua makhluk). Aku telah mencoba yang terbaik untuk menggambarkan mimpiku persis seperti yang kulihat dan hanya Allahﷻ, (Penguasa alam semesta) yang dapat mengubah mimpi ini menjadi kenyataan. Aku memohon dan mengharapkan bantuan hanya dari Allahﷻ dan hanya Allahﷻ saja penolongku. Aku tidak pernah memaksa siapapun untuk percaya pada mimpiku dan setiap orang berhak untuk percaya atau tidak.Allahﷻ dan Nabi Terakhir Muhammadﷺ, telah memerintahkanku untuk membagikan mimpi-mimpi ini dan inilah yang aku lakukan. Allah juga telah memberitahuku: “Qasim, Jika seseorang mengatakan bahwa kamu berbohong, katakan padanya untuk datang dan aku akan datang juga, dan kemudian kita akan mengirimkan kutukan Allahﷻ kepada siapapun yang menggunakan nama Allahﷻ dan Nabi Terakhir Muhammadﷺ untuk menyesatkan orang, maka dia akan berada dalam api neraka dan semoga kutukan Allahﷻ untuk para pembohong. Ameen.”

والسلام عليکم ورحمۃ ﷲ وبرکاتہ

PENUNDAAN AZAB DAN RAHMAT ALLAHﷻ SEBELUM MENETAPKAN HARI TERAKHIR

3 Maret 2025

Muhammad Qasim bin Abdul Karim adalah seseorang yang mengklaim mendapatkan mimpi-mimpi dari Allah dan Rasulullah ﷺ tentang masa depan, termasuk penundaan azab dan rahmat Allah sebelum Hari Kiamat.

Penundaan Azab dan Rahmat Allah Menurut Mimpi Muhammad Qasim

Menurut mimpi-mimpinya, ada beberapa poin utama yang sering ia sampaikan:

  1. Allah Menunda Azab Agar Umat Islam Bertaubat
    • Qasim mengklaim bahwa Allah memberikan waktu bagi umat Islam untuk kembali kepada-Nya sebelum azab besar datang.
    • Dunia masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri sebelum kehancuran besar terjadi.
  2. Rahmat Allah untuk Orang-Orang Beriman
    • Allah memberikan rahmat-Nya dengan membimbing orang-orang yang tetap berpegang teguh pada agama.
    • Meskipun banyak fitnah di dunia, orang-orang yang mengikuti ajaran Islam dengan ikhlas akan mendapatkan perlindungan.
  3. Tanda-Tanda Akhir Zaman Akan Muncul Bertahap
    • Dalam beberapa mimpinya, Qasim menyebut bahwa fitnah besar seperti perpecahan di antara umat Islam, munculnya pemimpin zalim, dan krisis global adalah bagian dari proses menuju Hari Kiamat.
    • Dia juga menyinggung peristiwa yang berhubungan dengan Dajjal, Imam Mahdi, dan Ya’juj-Ma’juj.
  4. Umat Islam Harus Bangkit Sebelum Terlambat
    • Qasim percaya bahwa umat Islam harus kembali kepada ajaran Al-Qur’an dan Sunnah untuk menghindari kehancuran.
    • Jika umat Islam tidak bangkit, maka azab Allah akan turun dan menyebabkan kehancuran bagi banyak bangsa.

Pandangan Islam tentang Penundaan Azab dan Rahmat Allah

Dalam Islam, konsep penundaan azab dan turunnya rahmat Allah memang ada, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

  • Allah tidak akan langsung mengazab suatu kaum sebelum mengutus peringatan
    “Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (QS. Al-Isra: 15)
  • Allah memberi kesempatan untuk bertaubat sebelum azab tiba
    “Dan Tuhanmu Maha Pengampun, penuh rahmat. Jika Dia menghukum mereka karena perbuatan mereka, niscaya Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang telah ditentukan, yang mereka tidak akan mendapat tempat berlindung darinya.” (QS. Al-Kahfi: 58)

Kesimpulan

  • Dalam Islam, memang ada konsep penundaan azab dan turunnya rahmat Allah agar manusia bisa bertaubat sebelum Hari Kiamat.
  • Mimpi Muhammad Qasim adalah klaim pribadi dan tidak memiliki landasan sebagai dalil syar’i.
  • Yang paling penting bagi umat Islam adalah berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, bukan bergantung pada mimpi seseorang.

Misi Khusus Muhammad Qasim Dari Nabi Muhammad SAW #IBelieveMuhammadQasim

3 Maret 2025

Muhammad Qasim bin Abdul Karim adalah seseorang yang mengklaim mendapatkan mimpi-mimpi dari Allah dan Rasulullah ﷺ tentang masa depan Islam, akhir zaman, dan kebangkitan umat Islam. Ia dan para pengikutnya sering menyebarkan pesan dengan tagar seperti #IBelieveMuhammadQasim untuk mendukung klaimnya.

Misi Khusus Muhammad Qasim (Menurut Klaimnya)

Berdasarkan mimpi-mimpi yang ia bagikan, berikut adalah beberapa hal yang dianggap sebagai “misi” yang diberikan kepadanya oleh Nabi Muhammad ﷺ:

  1. Menghidupkan kembali Islam dalam bentuk yang murni
    • Qasim mengklaim bahwa Islam saat ini telah menyimpang dan harus dikembalikan kepada bentuknya yang sejati, berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.
  2. Memimpin kebangkitan umat Islam
    • Dalam beberapa mimpinya, ia mengatakan bahwa umat Islam akan mengalami kebangkitan besar setelah melewati masa-masa sulit.
    • Dia percaya bahwa Allah akan membantunya dalam mempersatukan umat Islam.
  3. Menjadi bagian dari persiapan akhir zaman
    • Qasim menyebutkan bahwa ia memiliki peran dalam peristiwa besar sebelum kedatangan Imam Mahdi dan munculnya Dajjal.
    • Ia mengklaim bahwa dirinya bukan Imam Mahdi, tetapi seseorang yang memiliki tugas penting dalam skenario akhir zaman.
  4. Menghindarkan umat Islam dari kehancuran
    • Menurut klaimnya, Rasulullah ﷺ memberi tahu dalam mimpi bahwa banyak pemimpin Muslim akan gagal dan membawa kehancuran bagi umat Islam.
    • Qasim menganggap dirinya sebagai orang yang akan membawa solusi untuk menyelamatkan umat dari kehancuran global.

Pandangan Islam tentang Klaim Muhammad Qasim

  1. Mimpi tidak bisa dijadikan dasar syariat
    • Dalam Islam, mimpi seseorang—meskipun baik—tidak bisa menjadi hujjah atau dasar hukum.
    • Hanya wahyu yang diterima oleh para nabi yang bisa dijadikan pedoman.
  2. Tidak ada bukti sahih tentang adanya “misi khusus” dari Nabi Muhammad ﷺ untuk seseorang di akhir zaman
    • Islam telah sempurna sejak masa Rasulullah ﷺ.
    • Tidak ada kebutuhan untuk “misi baru” di luar yang telah diajarkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah.
  3. Hati-hati terhadap klaim yang tidak memiliki dasar syariat
    • Banyak orang sepanjang sejarah mengaku mendapat wahyu atau tugas khusus, tetapi Islam mengajarkan untuk memeriksa klaim tersebut berdasarkan Al-Qur’an dan hadis yang sahih.

    Kekejaman Israel Dan Mimpi Mimpi Muhammad Qasim #IBelieveMuhammadQasim

    3 Maret 2025

    Kekejaman Israel dan Mimpi Muhammad Qasim

    1. Kekejaman Israel terhadap Palestina

    Israel telah melakukan berbagai tindakan kejam terhadap rakyat Palestina selama beberapa dekade, termasuk:

    • Serangan militer brutal, yang menyebabkan banyak korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.
    • Pendudukan ilegal di tanah Palestina yang diakui oleh banyak organisasi internasional.
    • Pembatasan akses terhadap sumber daya seperti air, listrik, dan kebutuhan pokok bagi warga Palestina.
    • Serangan terhadap Masjid Al-Aqsa, yang merupakan salah satu tempat suci umat Islam.

    Tindakan-tindakan ini telah menuai kecaman global, tetapi Israel terus melakukan pelanggaran hak asasi manusia dengan dukungan sekutu-sekutunya.

    2. Mimpi Muhammad Qasim tentang Israel dan Palestina

    Muhammad Qasim bin Abdul Karim adalah seseorang yang mengklaim menerima mimpi dari Allah dan Rasulullah ﷺ tentang masa depan Islam, termasuk mengenai konflik Israel-Palestina. Beberapa klaimnya yang beredar di internet mencakup:

    • Perlawanan terhadap kezaliman Israel
      • Dia mengklaim bahwa umat Islam suatu hari akan bersatu untuk melawan kekejaman Israel.
      • Dalam mimpinya, dia melihat bahwa umat Islam yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah akan menang melawan musuh-musuhnya.
    • Peran pemimpin Muslim dalam konflik ini
      • Ia menyebutkan bahwa banyak pemimpin Muslim saat ini gagal membela Palestina, tetapi suatu saat kepemimpinan Islam yang sejati akan muncul.
    • Akhir dari kezaliman Israel di akhir zaman
      • Beberapa mimpi yang ia bagikan mengindikasikan bahwa Israel akan mengalami kekalahan besar setelah fase panjang kezaliman.

    3. Pandangan Islam tentang Konflik Palestina dan Akhir Zaman

    Dalam Islam, perjuangan untuk membela Palestina adalah bagian dari jihad melawan kezaliman. Beberapa hadis Nabi ﷺ juga menyebutkan bahwa:

    • Baitul Maqdis (Yerusalem) memiliki peran penting dalam akhir zaman
      • Rasulullah ﷺ bersabda bahwa umat Islam akan berperang melawan Yahudi di akhir zaman. (HR. Muslim 2922)
    • Kemenangan Islam akan datang dengan izin Allah
      • Umat Islam harus bersatu, berpegang pada agama, dan berjuang secara strategis untuk membebaskan tanah yang ditindas.

    4. Kesimpulan

    • Kekejaman Israel adalah kenyataan yang nyata dan telah diakui dunia.
    • Mimpi Muhammad Qasim adalah klaim pribadinya dan tidak memiliki dasar dalam syariat Islam.
    • Islam mengajarkan untuk melawan kezaliman dengan cara yang sahih dan sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

    Petunjuk Allah di Akhir Zaman hanya melalui Mimpi dari Seorang Mu’min#hadis

    3 Maret 2025

    Apakah Petunjuk Allah di Akhir Zaman Hanya Melalui Mimpi Seorang Mukmin?

    Dalam Islam, petunjuk Allah tidak hanya diberikan melalui mimpi, tetapi juga melalui Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah ﷺ. Keyakinan bahwa petunjuk akhir zaman hanya diberikan melalui mimpi seorang mukmin adalah klaim yang tidak memiliki dasar kuat dalam syariat.

    1. Petunjuk Utama dalam Islam: Al-Qur’an dan Sunnah

    Allah telah menyempurnakan agama Islam dengan Al-Qur’an dan Sunnah, yang menjadi pedoman hingga akhir zaman:

    • Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
      “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam sebagai agamamu…” (QS. Al-Ma’idah: 3)
    • Rasulullah ﷺ bersabda:
      “Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya: Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.” (HR. Malik)

    ➡ Ini menunjukkan bahwa petunjuk utama hingga akhir zaman tetap berasal dari Al-Qur’an dan hadis, bukan dari mimpi seseorang.

    2. Mimpi dalam Islam: Bisa Benar, Bisa Salah

    Islam mengakui bahwa mimpi bisa menjadi bagian dari kabar gembira (mubasyirat), tetapi bukan satu-satunya sumber petunjuk di akhir zaman:

    • Rasulullah ﷺ bersabda:
      “Mimpi seorang mukmin adalah satu bagian dari 46 bagian kenabian.” (HR. Bukhari & Muslim)
    • Namun, tidak semua mimpi berasal dari Allah. Ada mimpi yang berasal dari:
      1. Allah → Berisi kabar gembira atau peringatan.
      2. Syaitan → Mimpi buruk atau menyesatkan.
      3. Pikiran sendiri → Hanya refleksi dari kehidupan sehari-hari.

    Mimpi tidak bisa menjadi satu-satunya petunjuk di akhir zaman, karena tidak semua mimpi bersumber dari Allah.

    3. Bahaya Bergantung Hanya pada Mimpi

    Jika seseorang menganggap bahwa petunjuk Allah di akhir zaman hanya melalui mimpi seorang mukmin, maka ada beberapa bahaya:

    • Membuka pintu kesesatan, karena siapa saja bisa mengklaim mendapat mimpi petunjuk.
    • Menjauhkan umat dari Al-Qur’an dan Sunnah, padahal itulah sumber kebenaran sejati.
    • Bisa dimanfaatkan oleh orang yang mengaku mendapat wahyu, padahal Islam sudah sempurna sejak Rasulullah ﷺ.

    ➡ Dalam sejarah, banyak orang mengaku mendapat mimpi atau wahyu untuk mengklaim status khusus, padahal itu hanya klaim pribadi.

    4. Kesimpulan

    Islam sudah sempurna dengan Al-Qur’an dan Sunnah → Inilah sumber utama petunjuk hingga akhir zaman.
    Mimpi bisa menjadi kabar gembira, tetapi tidak bisa menjadi satu-satunya sumber petunjuk.
    Waspada terhadap klaim bahwa petunjuk hanya berasal dari mimpi seseorang, karena ini tidak sesuai dengan ajaran Islam yang benar.

    ➡ Jika ada yang menyebarkan pemahaman ini, lebih baik kita kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah yang sahih sebagai pedoman utama.

    Pesan Rasulullah SAW kepada Muhammad Qasim #IBelieveMuhammadQasim

    3 Maret 2025

    Pesan Rasulullah ﷺ kepada Muhammad Qasim – Klaim dan Pandangan Islam

    Muhammad Qasim bin Abdul Karim adalah seseorang yang mengklaim menerima mimpi-mimpi dari Allah dan Rasulullah ﷺ tentang masa depan Islam, kebangkitan umat, dan akhir zaman. Para pengikutnya sering menggunakan tagar #IBelieveMuhammadQasim untuk menyebarkan pesan-pesannya.

    1. Klaim Muhammad Qasim tentang Pesan Rasulullah ﷺ dalam Mimpinya

    Dalam beberapa mimpi yang ia bagikan, Muhammad Qasim mengklaim bahwa Rasulullah ﷺ menyampaikan pesan berikut kepadanya:

    • Umat Islam sedang dalam keadaan terpuruk dan membutuhkan kebangkitan.
    • Ia memiliki peran penting dalam mengembalikan kejayaan Islam.
    • Para pemimpin Muslim saat ini gagal melindungi Islam dan umatnya.
    • Akan ada peristiwa besar di akhir zaman yang menandakan perubahan besar bagi dunia Islam.
    • Ia bukan Imam Mahdi, tetapi memiliki misi khusus untuk membimbing umat Islam.

    2. Bagaimana Islam Memandang Klaim Ini?

    Dalam Islam, kita memiliki beberapa prinsip penting terkait mimpi dan petunjuk Allah:

    a. Agama Islam Sudah Sempurna

    Allah telah menegaskan bahwa Islam telah disempurnakan melalui Rasulullah ﷺ:

    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Ma’idah: 3)

    Tidak ada ajaran baru atau orang yang mendapat tugas khusus di luar Al-Qur’an dan Sunnah.

    b. Mimpi Tidak Bisa Dijadikan Dalil Syariat

    Rasulullah ﷺ memang menyebutkan bahwa mimpi baik dari seorang mukmin bisa menjadi bagian dari kabar gembira:

    “Mimpi seorang mukmin adalah satu bagian dari 46 bagian kenabian.” (HR. Bukhari & Muslim)

    Namun, mimpi tidak bisa dijadikan dasar hukum atau petunjuk utama, karena:

    • Bisa berasal dari bisikan hati sendiri.
    • Bisa merupakan gangguan dari setan.
    • Islam sudah memiliki Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman utama.

    Jika ada seseorang mengklaim mendapat tugas khusus dari Rasulullah ﷺ dalam mimpi, hal itu tidak bisa dijadikan dalil kecuali sesuai dengan Al-Qur’an dan hadis sahih.

    c. Tidak Ada Dalil Bahwa Seseorang di Akhir Zaman Akan Mendapat Misi Khusus dari Rasulullah ﷺ melalui Mimpi

    • Imam Mahdi yang dijanjikan dalam hadis pun tidak disebutkan akan menerima petunjuk dari mimpi, tetapi akan dikenal melalui tanda-tanda yang jelas.
    • Setiap Muslim bertanggung jawab untuk menyebarkan Islam sesuai dengan ajaran yang telah diwariskan oleh Rasulullah ﷺ, tanpa klaim “misi khusus” dari mimpi pribadi.

    3. Kesimpulan

    Islam telah sempurna dengan Al-Qur’an dan Sunnah, sehingga tidak ada lagi wahyu atau tugas khusus bagi seseorang melalui mimpi.
    Mimpi bisa menjadi kabar gembira, tetapi tidak bisa dijadikan dasar hukum atau kebenaran mutlak.
    Klaim Muhammad Qasim tentang pesan Rasulullah ﷺ dalam mimpinya adalah pandangan pribadinya, yang tidak memiliki dasar dalam syariat Islam.

    ➡ Sebagai Muslim, kita harus tetap berpegang pada ajaran Islam yang jelas, tanpa bergantung pada klaim seseorang tentang mimpi. Jika ada kebangkitan Islam di akhir zaman, itu akan terjadi sesuai dengan janji Allah dalam Al-Qur’an dan hadis sahih.

    Penjelasan Muhammad Qasim Mimpi bertemu dengan para penghuni Ashabul Kah…

    3 Maret 2025

    Muhammad Qasim bin Abdul Karim adalah seseorang yang mengklaim mendapat mimpi-mimpi dari Allah dan Rasulullah ﷺ tentang akhir zaman. Dalam beberapa mimpi yang dia bagikan, dia menafsirkan berbagai peristiwa yang berhubungan dengan dunia Islam, fitnah akhir zaman, dan tanda-tanda kiamat.

    Terkait “Para Penghuni Gua” dalam mimpi Muhammad Qasim, kemungkinan ada dua tafsiran yang bisa dikaitkan:

    1. Kisah Ashabul Kahfi dalam Al-Qur’an

    • Dalam Surah Al-Kahfi (18:9-26), diceritakan tentang sekelompok pemuda yang berlindung dalam gua karena mempertahankan keimanan mereka dari penguasa zalim.
    • Mereka tertidur selama 309 tahun sebagai tanda kekuasaan Allah.
    • Kisah ini sering dikaitkan dengan perlindungan Allah terhadap orang-orang beriman saat fitnah besar terjadi.

    Kemungkinan tafsir dalam mimpi Muhammad Qasim:

    • Umat Islam di akhir zaman bisa mengalami situasi serupa, di mana mereka harus mencari perlindungan dari fitnah besar seperti Dajjal atau kebangkitan tirani.
    • Bisa juga melambangkan perlindungan Allah terhadap kelompok kecil yang tetap berpegang teguh pada iman di tengah dunia yang penuh kemaksiatan.

    2. Tafsiran dalam Mimpi Muhammad Qasim

    • Dalam beberapa mimpi yang diklaim Muhammad Qasim, dia menyebutkan tentang umat Islam yang tertindas, fitnah besar yang terjadi, dan perlunya perlindungan dari kehancuran dunia.
    • Jika ada referensi ke “penghuni gua,” bisa jadi itu merujuk pada kelompok kecil umat Islam yang tetap teguh dalam keimanan meskipun dunia dilanda kegelapan dan fitnah.

    Namun, karena Muhammad Qasim bukan seorang nabi atau rasul, maka mimpi-mimpinya tidak bisa dijadikan hujjah atau dalil syar’i. Meskipun ada unsur yang selaras dengan tanda-tanda akhir zaman dalam Islam, tetap perlu berhati-hati dalam menafsirkan klaim semacam itu.

    Kesimpulan: Jika Muhammad Qasim menyebut “para penghuni gua” dalam mimpinya, maka bisa jadi itu adalah kiasan dari Ashabul Kahfi atau simbol perlindungan Allah terhadap kaum beriman di tengah ujian besar. Namun, sumber utama yang benar tetaplah Al-Qur’an dan hadis sahih Rasulullah ﷺ.

    Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
    Mulai