لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيمِ ………Menunggu kedatangan IMAM MAHDI……. wajib bagi kaum muslimin meng-imani perkara Ghaib, termasuk kemunculan Imam Mahdi. Karena itu menjadi wajib untuk mencari tahu tentangnya (ciri-cirinya), karena bagaiman anda mencarinya tanpa mengenal ciri-cirinya, apalagi untuk membaiatnya.
Nabi saw, tidaklah menjanjikan kepada kita dengan kerajaan dan tidak pula menjanjikan kepada kita dengan kesenangan dan keindahan dunia.. Tetapi beliau saw, menjanjikan kepada kita dengan petunjuk (Al Huda), yaitu dengan petunjuk yang telah beliau saw bawa kepada kita..
Nabi saw bersabda, ” Aku tinggalkan 2 perkara kepada kalian dan jika kalian berpegang kepada 2 perkara tersebut, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya yaitu : Al-Qur’an dan As-sunnah “.
Orang-orang menantikan dan menunggu datangnya Al-Mahdi !!!! , lalu apa yang diingini dari Al-Mahdi ???
sementara Al-Mahdi berarti Orang yang mendapat petunjuk. Sekarang apakah petunjuk itu ??? Petunjuk itu adalah Al-Qur’an dan As-sunnah. Al-Qur’an adalah Firman Allah swt dan , As-sunnah adalah Sabda Nabi saw, yaitu segala perkataan dan perbuatan Nabi saw.
Kalau begitu orang yang menantikan datangnya Al-Mahdi tidak ada yang dia tunggu melainkan datangnya Firman2 Allah swt dan Sabda Nabi saw.
Sabda2 Nabi saw terdapat pada Hadits-hadits Nabi saw. Nabi saw bersabda, ” Tidak tersisa setelah masa kenabian selain mimpi yang benar, yakni mimpi yang datangnya dari Allah swt dan mimpi orang yang paling benar adalah mimpi orang yang paling jujur perkataannya..
Artinya setelah masa kenabian , tidak ada lagi wahyu yang datang, melainkan melalui tabir, yaitu mimpi yang benar..
Kalau begitu apa yang kita tunggu dari Imam Mahdi? sedangkan Imam Mahdi membawa Firman2 Allah swt dan sabda2 Nabi saw.
Yang kita tunggu dari Imam mahdi adalah Firman2 Allah swt dan sabda2 Nabi saw melalui tabir, yaitu Mimpinya orang beriman.
Dengarkan apa yang disampaikan oleh Imam & Khatib masjid Al-Aqsha, Palestina, Syaikh Shalahuddin bin Ibrahim , : ” Rasullullah saw menjanjikan kepada kita Petunjuk, inilah yang kita nantikan. Dan kalau kita benar-benar menginginkan Al-Mahdi ? Inilah Al-Qur’an (Firman Allah swt) = Petunjuk. Dan inilah Nabi saw (sabda nabi saw).(yg mendapat petunjuk)”. Syaikh Shalahuddin melanjutkan, Mulai sekarang saya katakan kepadamu , ” JANGANLAH KALIAN MENGAKUINYA SEBAGAI AL-MAHDI, JIKA IA DATANG DENGAN MEMBAWA SESUATU YANG TIDAK ADA DIDALAM AL-QUR’AN DAN JUGA SESUATU YANG TIDAK TERDAPAT DIDALAM HADIST KAKEKNYA YAITU : MUHAMMAD SAW.”.
” LALU APA YANG KALIAN TUNGGU, SAMPAI SESEORANG MENJADI Al-MAHDI?”. YANG KALIAN TUNGGU ADALAH : APA YANG MERUPAKAN FIRMAN ALLAH DAN SABDA RASULLULLAH SAW.”
” JIKA KALIAN MENANTIKAN HAL INI, MAKA SUNGGUH IA AL MAHDI, KARENA ALMAHDI BERKATA DENGAN FIRMAN ALLAH DAN AL-MAHDI JUGA BERKATA DENGAN SABDA RASULLULLAH SAW.”
Sungguh benar apa yang disabdakan Rasulullah saw, ” Jika Kalian berpegang kepada 2 perkara , kalian tidak akan tersesat untuk selama-lamanya”.
Perhatikanlah wahai saudara2ku, Mimpi-mimpi Muhammad Qasim yang disampaikannya adalah QOOLALLAH , QOOLARRASUL, yaitu Firman Allah dan Sabda Nabi, . Jumlah Mimpi2 Muhammad Qasim yang berkata-kata dengan ALLAH swt +/- 500 kali dan bertemu dengan Rasulullah saw +/- 300 kali, dan kemudian Beliau menceritakan kejadiannya..
Namanya Muhammad Qasim Bin Abdul Karim… Mengapa namanya bukan Muhammad Bin Abdullah.
Perhatikan juga apa yang di sampaikan oleh Syaikh Shalahuddin bin Ibrahim.. Rasulullah saw bersabda, ” Ismuhu yuwathi’u ismi (Yuwathi’ ) dan nama bapaknya (Al-mahdi), mirip dengan nama Bapakku ( nama Bapak Rasulullah saw).
Karena sesungguhnya diantara nama-nama itu terdapat ” Muwatho ‘ ah ” ( kemiripan ).
Maka perhatikanlah, ” besi itu ” yuwathi ‘ u ” (mirip) dengan suatu logam tertentu misalnya Aluminium, akan tetapi besi itu tidaklah ” Yuwathi’ u” mirip dengan besi juga, ( besi itu memiliki kemiripan dengan unsur lain selain besi itu sendiri ) Besi tidak sama dengan aluminium. Contoh lain , kuningan ” yuwathi’u (mirip dengan emas) Maka kuningan tidak sama dengan Emas. Hanya mempunyai kemiripan.
Lebih Lanjut Syaikh Shalahuddin mengatakan, ” Para tabi’in , mereka lebih berilmu dari pada saya dan kita, mereka tidak menanti orang yang namanya MUHAMMAD BIN ABDILLAH, dan seorang Ulama Tabi’in yang bernama Muhammad Ibnu Sirrin, Beliau telah mengajarkan tentang Al-Mahdi, dan mereka menunggu Al-Mahdi yang namanya selain Muhammad bin Abdillah. Karena yang paling jelas bagi mereka adalah sabda Rasulullah saw, ” Ismuhu yuwathi’ u ismi . Namanya (yuwathi’u) mirip dengan namaku dan nama.Ayahnya mirip dengan nama Ayahku”.
Dengan demikian jelas Imam Mahdi namanya ” BUKAN MUHAMMAD BIN ABDULLAH”, namanya selain itu, tetapi mempunyai kemiripan..
Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku
Bandung, 28 Februari 2022
Tanda Pertama Mimpi Muhammad Qasim
06/06/2017
بسم اللہ الرحمن الرحیم۔
السلام علیکم!
Aku bermimpi bahwa aku sedang berada di ruangan dalam sebuah gedung besar dan aku sedang menceritakan kepada beberapa orang tentang mimpi-mimpiku. Hal-hal yang aku sampaikan seperti: apa yang akan terjadi di masa depan, kesulitan besar sedang menanti umat Islam, upaya kaum kafir untuk memberantas Islam, pertolongan Allahﷻ kepada umat Islam, dan kebangkitan Islam di seluruh dunia.
Kemudian seorang pria bertanya kepadaku: “Qasim, kapan mimpimu akan menjadi kenyataan?” Aku terdiam dan berkata dalam hati bahwa hanya Allahﷻ yang maha mengetahui kapan mimpi ini akan menjadi kenyataan. Aku hanya bisa menebak dari mimpiku, kapan itu semua akan terjadi. Seorang pria lain bertanya: “Apa tanda-tanda bahwa mimpimu akan menjadi nyata dan bagaimana kami bisa mempercayaimu? Ceritakan kepada kami tentang peristiwa masa depan yang akan membuktikan bahwa mimpimu akan menjadi nyata.” Mereka mengajukan berbagai pertanyaan padaku dan aku tidak memiliki jawaban untuk semua itu, lalu aku memutuskan untuk meninggalkan mereka.
Kemudian ada seseorang yang percaya pada mimpiku, dia berkata: “Mimpi Qasim sepertinya benar dari Allahﷻ, tapi aku akan melakukan penelitian tentang mimpi tersebut dan mencoba mencari tahu kapan mimpi ini akan menjadi kenyataan serta mimpi mana yang akan terjadi terlebih dahulu”. Kemudian dia pergi dan memasuki sebuah ruangan seperti perpustakaan. Ada sebuah buku di sana dan di dalamnya terdapat selembar kertas. Ia membuka kertas tersebut dan di sana tertulis bahwa; ‘Tanda pertama dari mimpi Qasim adalah bahwa mereka akan membuat Pakistan sebagai “Tora Bora”.
Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku
Bandung, 27 Februari 2022
4/11/2019
بسم اللہ الرحمن الرحیم
السلام علیکم
Muhammad Qasim berkata bahwa aku melihat dalam mimpi ini ada sebuah bangunan besar dan Imran Khan berada di dalamnya sedang melakukan beberapa pekerjaan penting. Aku juga ada di tempat itu tapi aku terkejut, bagaimana aku bisa berada disini dan dekat dengan Imran Khan. Lalu aku pikir ini adalah kesempatan bagus untuk memberi tahu Imran Khan tentang mimpiku. Namun aku tidak mendapat kesempatan sepanjang hari itu untuk menceritakan mimpiku kepadanya bahkan sampai malam hari.
Kemudian aku melihat bahwa sekarang sudah malam dan Imran Khan meluncurkan sebuah program. Kemudian aku katakan bahwa dia tidak akan berhasil seperti yang dia inginkan dan dia tidak dapat berbuat apa-apa karena dia melakukan syirik. Kemudian aku melihat bahwa program yang ingin dilakukannya tidak benar-benar selesai dan sisanya tidak dilakukan juga. Kemudian dia terlihat sangat lelah dan frustasi dan dia masuk ke kamarnya.
Setelah itu aku pergi ke sebuah ruangan dan melihat seorang pria di sana. Aku berpikir, sekarang sudah malam dan Imran Khan telah masuk ke kamarnya, bagaimana aku bisa bertemu Imran Khan? Lalu aku teringat cara yang lain, sebaiknya aku menceritakan mimpiku kepada pria ini dengan suara keras agar didengar juga oleh Imran Khan. Lalu aku mulai menceritakan semua mimpiku tentang Imran Khan kepada pria ini dengan suara yang keras .
Aku menceritakan semua mimpi tentang kesyirikan yang dilakukan Imran Khan dan kegagalannya. Kemudian aku melihat bahwa suaraku terdengar oleh Imran Khan dan dia mendengar semua cerita mimpiku. Ketika dia mendengar ini, dia keluar dari kamar dan bertanya-tanya siapa yang telah memimpikanku. Mimpiku berakhir di sini.
Mentakwil mimpi Muhammad Qasim ini dilakukan oleh salah satu tim GAZA, kewargaan Malaysia. Seorang alim, aktifis dakwah dan memiliki kemampuan yang Allah berikan dalam mentakwil mimpi.
Isi mimpi-mimpi yang ditakwilkan ini, bersumber dari buku kumpulan mimpi Muhammad Qasim, yang berjudul ; Allah dan Muhammad ﷺ Di Dalam Mimpiku.
Sebagai manusia biasa, bisa saja hasil takwilnya ada yang kurang tepat. Dan sungguh kami sangat berterima kasih jika pembaca memiliki takwil yang lebih baik lagi. Bisa mengirimkan takwil yang pembaca miliki ke alamat email yang telah kami sediakan diatas.
Mimpi-mimpi Muhammad Qasim merupakan hal besar dan global menyangkut umat dunia, begitu relevan dan sangat penting bagi kita umat Islam di akhir zaman ini.
Berikut ini adalah sebagian dari Mimpi-mimpi Muhammad yang sudah kami takwilkan :
Qasim bermimpi “ALLAH ﷻ menegaskan bahwa Mimpi-mimpi Muhammad Qasim adalah berasal dari ALLAH ﷻ sehingga tidak akan dapat ditiru oleh siapapun”. Mimpi pertama Qasim terjadi pada tahun 1981.
Takwilnya; Mimpi pertama Qasim adalah isyarat atau tanda dari ALLAH ﷻ bahwa Qasim akan menjadi PEMIMPIN Islam Dunia. Mimpi ini juga berlaku pada 1981 yakni tahun yang sama pada saat tanda fenomena alam yang janggal sebagai tanda kemunculan al-Mahdi dan bahwa mimpi itu dari ALLAH ﷻ . “Gerhana matahari dipertengahan bulan Ramadhan dan gerhana bulan di akhirnya terjadi pada tahun yang sama saat Muhammad Qasim menerima mimpi pertamanya (yaitu pada tahun 1981)”.
Hadits Abu Ya’la daripada Anas bin Malik R.A: “Sesungguhnya risalah dan kenabian itu telah terhenti. Tidak ada nabi lagi dan tidak ada rasul lagi selepas-ku, akan tetapi akan kekal al-Mubassyiraat. Para sahabat bertanya: Apakah al-Mubassyiraat itu?” Jawab Baginda ﷺ: Mimpi orang muslim satu bahagian daripada bahagian-bahagian kenabian.” Ibn al-Tiin berkata: “Maksud Hadits ini ialah bahawasanya wahyu akan terhenti dengan kematian-ku (Nabi ﷺ). Dan tidak akan kekal apa yang diketahui dari padanya akan apa yang akan berlaku melainkan MIMPI” (Rujuk Fath al-Bari)
Pada 10 Februari 2015 Qasim sempat berhenti menyebarkan mimpimimpinya karena tidak ada yang mempercayainya. Sehingga pada malamnya RasulALLAH ﷺ datang dua kali kedalam mimpinya dan mendorong Qasim dengan nada yang sangat sedih agar Qasim terus menyebarkan mimpi-mimpinya. Hingga ALLAH ﷻ pun hadir dalam mimpinya dan berkata kepada Qasim, “Qasim, jika ada yang menyebutmu berdusta, maka katakanlah padanya agar datang untuk BERMUBAHALAH agar Aku menjatuhkan laknat-Ku kepada siapa yang berdusta.”
Takwilnya; Hanya seorang calon pemimpin dunia bagi ummat islam yang diberikan mimpi seperti ini. Menandakan dia adalah seorang Pemimpin yang diberi petunjuk/tanda. Siapapun yang mengalami mimpi seperti ini maka harus berani menyampaikan kebenaran.
Qasim bermimpi “lebih dari (500x) ALLAH Ta’ala hadir dalam mimpinya dan berbicara kepadanya dari balik tabir dengan gambaran-gambaran yang sangat luar biasa dan tidak dapat dilukiskan dengan katakata.”
Takwilnya; Segala kehendak akan diperolehnya dan dia-lah Wali ALLAH ﷻ yang memperoleh kebesaran di dunia dan akhirat.
Qasim bermimpi “lebih dari (300x) melihat Rasulullah SAW”. Takwilnya; Dia merupakan orang yang soleh dan ahli Surga.
Qasim bermimpi “melihat malaikat Jibrail AS datang kepadanya.” Takwilnya; Mendapat pahala di dunia dan akhirat, malah beliau adalah pewaris Nubuwwah (Kenabian).
Qasim bermimpi “melihat derajat keseluruhan orang mukmin”. Takwilnya; Saatnya ia adalah wali ALLAH ﷻ, bahkan pemimpin para wali.
Qasim bermimpi “masuk salah satu taman Surga”. Takwilnya; kewibawaan beliau mampu untuk menjadi penghulu atau walinya ummat.
Qasim bermimpi “naik ke atas angin dan tetap di sana”. Takwilnya; beliau akan menjadi raja.
Qasim bermimpi “menaiki tangga yang tinggi menuju ALLAH ﷻ”. Takwilnya; kemuliaan beliau mencapai darajat termasuk golongan tertinggi dihadapan ALLAH ﷻ.
Qasim bermimpi “Tangga yang dinaiki adalah tangga Kerajaan Mughal”. Takwilnya; dia akan menjadi Raja Dunia.
Catatan khusus: • Perhatikan bahwa Qasim adalah seorang dari keturunan Qurais. Rasulullah SAW bersabda: “Agama ini (Islam) akan tetap berdiri sampai dua belas Khalifah, yang semuanya dari golongan Quraisy, memerintah atas kalian.” (Lihat: Sahih Muslim (dengan syarah An-Nawawi), Kitab Al-Imarah, Jilid 6, Hal 4, no 3398, Cetakan Mesir, Tahun 1334). • Hanya seorang PEMIMPIN UMMAT DUNIA yang memperoleh mimpi seperti ini, menandakan dia adalah yang diberi petunjuk.
Qasim bermimpi “ALLAH ﷻ memberitahunya bahwa ada negeri penuh kedamaian. ALLAH ﷻ menyuruhnya agar mencari tempat itu dan agar Qasim membawa orang-orang kesana sehingga orang-orang bisa keluar dari kegelapan.”
Takwilnya; Qasim diberi tanggung-jawab untuk menyempurnakan al-Manhaj an-Nubuah, seperti yang telah ditinggalkan oleh Rasullullah ﷺ dan diteruskan oleh Kepemimpinan al-Manhaj an-Nubuah.
Qasim bermimpi “melihat Nabi Muhammad ﷺ tidur dibawah langit terbuka. Ketika Qasim bertanya, “mengapa engkau berbaring disini? Mengapa engkau tidak tidur di rumahmu?” Rasulullah ﷺmenjawab, “Nak, rumahku yang mana? Rumahku telah diambil alih oleh orangorang dan mereka telah merusaknya dengan sangat parah. Kemudian mereka melarikan diri menjadi berkelompok-kelompok.””
Takwilnya; Rumah yang dimaksudkan adalah Islam yang sudah dibangun oleh Rasullullah SAW telah berpecah belah sehingga Islam menjadi rapuh.
Qasim bermimpi “RasulALLAH ﷺ berkata bahwa bangunan Islam yang beliau ﷺ bangun dulu telah rusak parah akibat pemimpinpemimpinnya yang tidak berlaku adil dan ikhlas. Kemudian ALLAH ﷻ dan Rasulullah ﷺ memerintahkan Qasim agar Qasim mau menjadi pemimpin bagi ummat Nabi Muhammad ﷺ dan membebaskan kembali bangunan Islam itu dari tangan orang-orang jahat.”
Takwilnya; Bangunan juga melambangkan pencapaian usaha seseorang. Bangunan Rasullullah ﷺ melambangkan perjuangan Rasullullah ﷺ. Saat ini bangunan Rasullullah ﷺ sudah rusak, maka Muhammad Qasim oleh ALLAH ﷻ diberi tanggung-jawab untuk membangun kembali hasil perjuangan Rasullullah ﷺ 14 abad lalu.
Qasim bermimpi “RasulALLAH ﷺ berkata kepada Qasim, “Qasim, aku inign engkau menjadi pemimpin atas ummatku!”
Takwilnya; Rasullullah ﷺ sendiri menyatakan dalam mimpinya bahwa baginda menginginkan Qasim memimpin Ummat.
Qasim bermimpi “ALLAH ﷻ dan Rasulullah ﷺ sendiri lah yang telah memerintahkan Qasim agar menyebarkan mimpi- mimpinya dan memilih Qasim sebagai pemimpin ummat Islam untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Dan ALLAH ﷻ murka terhadap manusia yang mana kebanyakan mereka justru mengolok-olok Qasim dan menertawakannya.”
Takwilnya; Setiap orang yang mendengar semua ucapan/petunjuk dari mimpi Muhammad Qasim, seharusnya mendengarkan & mentaatinya. Apalagi saat dia telah dilantik menjadi Pemimpin Ummat itu sudah wajib taat padanya.
Qasim bermimpi melihat “dirinya didaftarkan oleh Rasulullah ﷺ di sekolah yang diberkahi oleh ALLAH ﷻ.”
Takwilnya; Ummat perlu mengetahuinya bahwa Qasim termasuk orang baik, jujur & soleh. Ini ditandai beliau bermimpi bertemu Rasullullah sampai 300x. Bahkan akan diislahkan sepenuhnya sehingga akan menjadi seperti para sahabat Rasulullah ﷺ.
Qasim bermimpi “ALLAH ﷻ dan Rasulullah ﷺ memerintahkan dirinya agar menyebarkan mimpi-mimpinya ke seluruh dunia.”
Takwilnya; Muhammad Qasim diperintahkan untuk menyampaikan seluruh mimpinya ke seluruh Ummat manusia di seluruh dunia. Maka jangan heran, ALLAH ﷻ menganugrahkan ke banyak orang diseluruh dunia memperoleh mimpi yang membenarkan mimpi Muhammad Qasim, sebagai modal awal yang akan membantu Qasim.
Qasim bermimpi, “Aku sedang berada di rumah lamaku dan semuanya rusak dan tidak ada pencahayaan.”
Takwilnya; Rumah lama berarti tanggungjawab agama itu merupakan tanggungjawab Qasim. Struktur agama telah rusak (yakni hubungan dengan ALLAH ﷻ melalui sunnah Ibadah dan hubungan dengan sesama makhluk melalui sunnah Adat) dan hati manusia di dalam “kegelapan” karena tiada cahaya hidayah. Cahaya hidayah tiada kerana tiada alManhaj an-Nubuah (tiada sunnah Dakwah).
“Aku berkata, mungkin ini sudah tertulis di dalam takdirku bahwa aku akan hidup di dalam kegelapan selamanya.”
Takwilnya; Qasim telah pasrah dengan kehidupan karena menganggap segalanya itu takdir. Hidup dalam kegelapan adalah hidup yang tidak merasakan nikmat dari Rahmat ALLAH ﷻ. Semua amal yang dilakukan tidak memberikan hasil, do’a tidak terkabul dan apabila hidup terzalimi, ALLAH tidak membantu.
Zaman kegelapan melanda seluruh ummat sehingga bila ada sebagian besar ummat yang berbuat kebaikan sesama makhluk tiada lain adalah karena rasa terpaksa, malah mereka berbuat ketaatan kepada ALLAH ﷻ juga sudah terasa seperti terpaksa. Bagaimana beliau hendak keluar dari kegelapan karena untuk keluar dari kegelapan itu perlu untuk mengubah keadaan ummat.
Namun kemudian ALLAH ﷻ muncul di atas tahta-Nya dan berkata “Qasim, sampai kapan kau akan terus hidup di dalam kegelapan ini?”
Takwilnya; Sedangkan ALLAH ﷻ memerintahkan untuk berusaha mendapatkan rahmat ALLAH ﷻ, berusaha untuk masuk ke dalam Qada ALLAH ﷻ, karena Qada ALLAH ﷻ mengatasi takdir. Manusia yang terikat pada takdir. Dan ALLAH ﷻ lah yang menciptakan taqdir, ALLAH ﷻ tidak terikat pada takdir. Qasim diperintahkan untuk memulai tugasnya untuk mengubah nasib ummat, karena ALLAH ﷻ tidak akan mengubah nasib ummat melainkan ummat itu berusaha untuk mendapatkan Rahmat ALLAH ﷻ.
“Keluarlah dari rumahmu dan carilah sebuah tempat dengan rahmat dan barakah-Ku,”
Penjelasan khusus ; a. Ini adalah perintah ALLAH ﷻ, maka taatilah perintah ALLAH ﷻ sebagaimana yang diperintahkan, tidak perlu ditakwilkan. b. Terdapat dua perintah disana, pertama “keluar rumah” dan kedua “cari sebuah tempat”. “Yaitu tempat yang tidak ada kegelapan dan kesedihan.” c. “Tempat gelap” adalah pertanda, boleh ditakwilkan atau diperjelas. Tempat yang dimaksudkan adalah usaha yang telah dibangun oleh mujaddid seratus tahun sebelum beliau, karena mujaddid tersebut telah memulai usaha al-Manhaj an-Nubuah. “yaitu tempat yang tidak ada kegelapan dan kesedihan” adalah usaha al-Manhaj anNubuah. Maksud al-Manhaj an-Nubuah adalah “Bentuk Kerja Kenabian” ٌق لَ إ نَِ ك ن ت مَ تحِبُّونََ اللَََ فَاتَبِ عونِي ي حب بِ ك مَ اللََ وَيَ غف رَِ ل كَ مَ ذ نوبَ كم “Katakanlah: Jika kalian benar-benar mencintai ALLAH, maka ikutilah aku ( al-Manhaj an-Nubuah Muhammad), niscaya ALLAH akan mencintai kalian dan mengampuni dosa kalian“. (QS. Ali Imran 3:31).
“Dengan segera aku meninggalkan rumahku dengan gembira berpikir betapa baiknya ALLAH ﷻ karena Dia telah berkenan untuk mengeluarkan aku dari kegelapan ini.”
Takwilnya; Qasim merupakan seorang yang siddiqin dan bertanggung jawab tanpa berlengah-lengah dia langsung taat melakukan apa yang diperintahkan ALLAH dengan perasaan gembira. Satu sifat yang terdapat pada beliau adalah husnuzhon terhadap ALLAH ﷻ yang telah memberi arahan kepada beliau untuk “keluar dari rumah” dan “carilah sebuah tempat”. Sifat yang terbina pada beliau adalah yakin dan ikhlas “Lillahi wa Billahi (karena ALLAH ﷻ dan dengan Bantuan ALLAH ﷻ)”
InsyaALLAH, ALLAH ﷻ sedang mendidik Qasim (islah bertahap) dengan beberapa sifat Siddiqin, Ihtimam, Taat, Istiqdat, Husnuzhon, Ihtisab karena beliau taat dan bergerak seperti yang diperintahkan.
PERANG AL MALHAMAH AL KUBRA (PERANG DUNIA KE 3)
“Aku baru mulai berjalan dan belum seberapa jauh, tapi seketika aku kemudian melihat ada 8 atau 10 singa lapar berukuran besar sedang mengaum. Aku lari ke dalam rumahku ketakutan dan membanting pintu di belakangku. Aku mengeluh kepada ALLAH ﷻ dan Dia berkata, “Percayalah kepada-Ku, tidak ada satupun dari mereka yang bisa menyentuhmu.” “
Takwilnya; Mimpi melihat seekor singa, dapat ditakwilkan akan mendapatkan kedudukan yang tinggi. Namun mimpi melihat 8-10 ekor singa yang besar, dan singa tersebut terputus-putus berarti akan terjadi 10 peperangan dan 8 daripadanya adalah pasti. Ini bermaksud beliau akan menyertai 8 dari sepuluh peperangan yang besar.
Kedelapan peperangan tersebut semuanya mendapat kemenangan. Kemenangan inilah yang menaikkan nama beliau sehingga mulai dikenali serta dimuliakan.
“Aku melihat dari jendela untuk mencari singa-singa tadi. Anjinganjing yang menakutkan berlari menuju jendela sambil menyalak dengan ganasnya. Aku jatuh terduduk ketika anjing-anjing itu mendekat. Anjing-anjing itu menabrak jendela dan pingsan. Aku duduk di pojokan dinding, aku mengeluh kepada ALLAH ﷻ dengan sambil meragukan pernyataan-Nya yang sebelum ini. ALLAH ﷻ menjadi marah dan menyambar anjing-anjing itu dengan kilat dan mereka mati di tempat.”
Takwilnya; Ketika beliau mulai berusaha menceritakan peperangan yang bakal berlaku dan menceritakan mimpi mimpinya, terdapat golongan yang mengeluarkan kata-kata yang mengakibatkan usaha beliau terkendala. Mereka memfitnah Qasim sesat, berdusta dan sebagainya, namun mereka ini tidak bisa melakukan suatu tindakan kepada Qasim. Qasim terpelihara atas tanggungjawab agama yang beliau pikul. Apabila golongan tersebut masih tetap mengganggu Qasim, maka ALLAH ﷻ hancurkan kedudukan mereka dan mereka akan mendapat kemurkaan ALLAH ﷻ.
Catatan : 32.1. Dua (2) Peperangan Yang Tidak Disertai Oleh Muhammad Qasim ;
32.1.1. Kejatuhan Turki. Kejatuhan ini terjadi karena serangan dari musuh-musuh Islam. Turki diserang oleh Amerika dan sekutunya, sehingga mengakibatkan orang Islam Turki mengadakan perjanjian dengan Rusia. 32.1.2. Kejatuhan Arab Saudi. Kejatuhan ini terjadi kerena perang saudara antara 3 putra mahkota Arab setelah meninggalnya Raja Arab. Puncak perang saudara adalah meninggalnya Rajanya. (Adanya Percobaan pembunuhan terhadap raja).
32.2. Delapan (8) peperangan yang disertai dan atau dipimpin Muhammad Qasim :
Sebelum beliau dibai’at ; 32.2.1. Peperangan Ghazwatul Hind. 32.2.2. Peperangan al-Malhamah di Baitul Maqdis.
Setelah dibai’at ; 32.2.3. Peperangan al-Malhamah di Jazirah Arab. 32.2.4. Peperangan al-Malhamah di Parsi (Iran). 32.2.5. Peperangan al-Malhamah di Amaq atau Dabiq Konstantinopel (Turki). 32.2.6. Peperangan al-Malhamah Kubro dengan Dajjal dan Bangsa Yahudi
Setelah turunnya Nabi Isa as ; 32.2.7. Peperangan al-Malhamah Kubro dengan Bangsa Rom Vatikan di Italy (Bani Ishaq – Rom Barat) 32.2.8. Peperangan al-Malhamah Kubro dengan Bangsa Rum Russia (Bani Asfar – Rum Timur) Yakjuj dan Makjuj Putih di dalam mimpi Qasim.
Urutan dari peristiwa perang akhir zaman diatas ;
• Peperangan pertama dinamakan GHAZWA HIND. Ghazwa Hind merupakan permulaan terbentuknya contoh sistem pemerintahan presidensial islami, sehingga sistem ini akan ditegakkan di Pakistan.
• Enam tahun setelah terbentuknya contoh pemerintahan presidensial di Pakistan, peristiwa pem-bai’at-an al Mahdi terjadi di mekkah.
• Setelah Ghazwa Hind ini, Baitul Maqdis akan dibukakan kembali untuk umat Islam. Setelah sebelumnya dikuasi total oleh Israel.
• Tujuh (7) tahun berikutnya setelah perang Ghazwa Hind atau terhitung dari pembukaan Baitul Maqdis, akan mulai terjadinya ALMALHAMAH QUBRA, PERANG DUNIA KE-3. Inilah peperangan antara Al-Mahdi (Ummat Islam) dan Dajjal (Golongan Kafir).
• Perkiraan : Berdasarkan analisa dari hadith, dari mimpi Qasim dan dari keadaan terkini, kemungkinan besar terjadinya Ghazwa Hinh sekitar akhir tahun 2021 atau tahun 2022. Sempurnanya sistem pemerintahan presidensial islami sekitar 2028 (Haji akhbar berlaku ditahun yang sama). Meletusnya Malhamah / Perang Dunia ke 3 terjadi sekitar 2029. (Peristiwa besar tersebut akan didahului dengan dua tanda, Kejatuhan Turkey dan Arab sekitar tahun 2022 atau lebih awal. Sekiranya kedua bukti tersebut berlaku Ghazwa Hind akan berlaku di tahun yang sama atau tahun berikutnya. Perinciannya dalam “Takwil Akhir Zaman”). Sebelum Peperangan Dunia ke 3, Malaysia, Indonesia dan Brunei akan mengalami bencana “serangan alat baru” yang di namakan fitnah “alFanar” sekitar menjelang tahun 2026 atau lebih awal. Bukti bukti persiapan serangan ini boleh dilihat secara nyata sekarang ini.
“ALLAH ﷻ berkata, “Qasim, turutilah perintah-Ku atau hiduplah di dalam kegelapan ini selama-lamanya, dan Percayalah kepada-Ku, Aku akan melindungimu dan membuatmu mencapai takdirmu. Dan Qasim, Aku Maha Berkuasa atas apa yang Aku kerjakan.”
Takwilnya; Ini Jelas tidak perlu ditakwilkan. Setiap perintah dalam mimpi adalah jelas tidak perlu ditakwilkan. Hanya saja kita harus paham apa yang dimaksud dengan kegelapan dalam mimpi ini. Kegelapan ini adalah kegelapan hati, puncak kegelapan adalah sifat ananiah dan ujub yang merupakan induk dari penyakit hati dan puncak segala maksiat.
Kegelapan tidak akan hilang dengan marah, pukul, maupun perdebatan ilmu. Kegelapan hanya akan hilang apabila ada cahaya. Hanya ALLAH ﷻ yang mampu memberikan kembali cahaya tersebut kepada manusia sebagaimana ALLAH ﷻ telah karuniakan melalui Rasulullah ﷺ.
“ALLAH ﷻ pergi dan aku terus berbaring di sana, berpikir tentang apa yang harus kulakukan. Lalu aku berpikir, apapun yang aku lakukan, kematian pasti datang. Lebih baik mati di luar sana daripada mati di dalam kegelapan ini dan ALLAH ﷻ pun telah menjanjikan kepadaku perlindungan dan kesuksesan.”
Takwilnya; adalah ikhtiar.
Sifat asal hati adalah membuat keputusan atas pilihan (ikhtiar) Sekiranya baik hatinya maka baiklah segala yang lain, sebaliknya jika buruk hatinya maka buruklah segala yang lain. Maksud baik dan buruk inilah kyiar (pilihan) yang ada pada hati.
Ikhtiar adalah keputusan dari hati untuk membuat pilihan untuk memenuhi tuntutan ALLAH ﷻ atau untuk memenuhi tuntutan ghairullah (selain ALLAH ﷻ). Pilihan yang paling sukar bila terdapat tuntutan ananiah (nafsu). Sekiranya keputusan ikhtiyar dibuat untuk memenuhi kehendak ALLAH ﷻ pasti akan mengorbankan tuntutan nafsu, sebaliknya jika keputusan ikhtiyar untuk memenuhi tuntutan nafsu pasti akan mengorbankan kehendak ALLAH ﷻ.
ALLAH ﷻ berkuasa atas segala sesuatu termasuk hati hamba-hambaNya. Segala sesuatu selain ALLAH ﷻ berada di dalam takdir dan hukum ALLAH ﷻ. Namun begitulah ALLAH ﷻ membuat keputusan bahwa ikhtiyar hati adalah salah satu amal yang tidak ditakdirkan ALLAH ﷻ atas hamba-Nya. Inilah maksud penciptaan seluruh alam untuk menguji hamba-hamba-Nya untuk membuktikan kesetiaan dan pengakuan hamba-hamba-Nya sebagaimana ketika di alam ruh. Ikhtiyar hati akan mempengaruhi niat seseorang hamba ketika melakukan ketaatan terhadap ALLAH ﷻ. Ikhtiar adalah salah satu amal hati yang akan menentukan segala amal hati yang lain dan akan mempengaruhi pikiran hamba-Nya.
Dinilainya amal perbuatan berdasarkan ikhtiyar hamba. ALLAH menentukan takdir segala amal hamba baik atau buruk, namun pada saat yang sama ALLAH biarkan hamba-hamba-Nya untuk membuat keputusan menerima kebaikan dan menolak kejahatan.
Sekiranya ikhtiar beliau seiring dengan takdir amal kebaikan maka itu akan dianggap sepuluh kebajikan manakala sekiranya ikhtiar beliau bertentangan dengan takdir kebaikan itu akan dianggap kesia-siaan dan kemunafikan. Sekiranya ikhtiar beliau bertentangan dengan takdir kejahatan, maka itu dianggap satu kebajikan, manakala sekiranya ikhtiar beliau seiring dengan takdir kejahatan itu dinilai satu kemaksiatan.
Namun hati dalam membuat keputusan untuk memilih (ikhtiar) memerlukan janji untuk menimbulkan jasbah atau ikhtisab. Maka dengan yakin pada janji itulah beliau membuat keputusan untuk taat. (Inilah tazkiyah nafs yang dibentuk oleh ALLAH ﷻ untuk beliau)
“Maka aku harus meletakkan kepercayaanku kepada ALLAH ﷻ.”
Takwilnya; Tawakal beliau bukan saja untuk beliau tapi juga untuk seluruh ummat. Tawakal bermaksud menyerahkan segala urusan kepada ALLAH ﷻ dan sama sekali tidak meragukan ALLAH ﷻ dalam perkara tersebut. Segala amal hati adalah dinilai dengan ikhtiar hamba, maka ikhtiar adalah diharuskan sebelum bertawakal.
Perkara yang perlu diusahakan adalah amalan hati, amal zahir akan mengikuti amalan hati. Perkara yang telah ditakdirkan tidak perlu untuk dirisaukan, karena sebanyak apapun usaha seorang hamba tidak akan dapat mengubah takdir. Menjaga setiap perkara dan amalan zahir penting supaya dapat menjaga hati yang masih lemah.
Hamba yang bertawakal adalah hamba yang mengetahui hakikat tajrid dan kasab hati. Seorang hamba juga perlu mengetahui akan adanya perintah untuk tajrid dan adanya perintah untuk kasab.
“Maka aku baca bismillah dan meninggalkan rumah dalam rasa takut dan khawatir.”
Takwilnya; Usaha beliau diberkahi, dipermudahkan, dosanya diampunkan, rezkinya dipermudahkan, dihantar malaikat untuk mendampingi beliau malah dia merupakan wali ALLAH ﷻ yakni di dalam pemeliharaan ALLAH ﷻ. Walaupun zahirnya nampak biasa, namun apa yang ada di dalam hatinya jauh berbeda.
“Bahkan aku biarkan pintu depan terbuka supaya aku bisa dengan mudah berlari kembali.”
Takwilnya; InsyaALLAH akan terjadi perubahan kepada Qasim karena keputusan yang telah beliau buat. Keputusan beliau memberi dampak yang besar kepada perubahan tersebut. InsyaALLAH akan datang kekuatan dan bantuan dari ALLAH ﷻ, dan saat beliau mendekati kejayaan sudah terbuka, dan beliau perlu meneruskan usahanya dengan bersungguh-sungguh.
“Aku berjalan perlahan dengan kewaspadaan tinggi di saat pertama.”
Takwilnya; Inilah ujian pertama beliau untuk taat perintah ALLAH ﷻ menyebarkan mimpi beliau. Walaupun beliau sadar usaha beliau akan memberikan kesan dan pandangan miring oleh orang-orang dan kelak akan dihina dan ditentang, namun beliau tetap melangkah maju dengan “perlahan” yakni sabar dan “kewaspadaan tinggi” yakni sifat tawadhu.
“Aku tidak melihat satupun singa. Lalu aku berjalan terus dan melihat potongan lengan dari seekor singa. Aku berpikir, siapa gerangan yang bisa membunuh seekor singa yang menakutkan ini.”
Takwilnya; Ghazwatul Hind adalah peperangan beliau yang pertama. Ketika Ghazwatul Hind beliau tidak memimpin peperangan tersebut. Peperangan tersebut dipimpin oleh orang lain (Pemuda Bani Tamim).
“Semakin jauh ke depan, aku melihat sepotong kepala singa. Lalu beberapa potongan tubuh singa.”
Takwilnya; Qasim akan berada atau bersama (tapi tidak memimpin) di dalam Ghazwatul Hind karena peperangan ini sangat hebat dan dahsyat “Semakin jauh ke depan” akhirnya InsyaALLAH peperangan ini dimenangkan Pakistan dan umat Islam, sehingga raja negara India dapat ditawan “sepotong kepala singa” dan negara India akan ditaklukkan secara keseluruhan.
“Aku merasa tenang menyadari bahwa ALLAH ﷻ sedang memuluskan perjalananku. Lalu aku mulai mencari-cari ALLAH ﷻ, mengira-ngira apa yang harus dilakukan selanjutnya.”
Takwilnya; Setiap usaha Qasim merupakan didikan dan tazkiyah khusus dari ALLAH ﷻ. Qasim sendiri merasakan nikmat rahmat ALLAH ﷻ yang dikaruniakan kepadanya. Semakin Qasim melalui proses tarbiah dan tazkiyah, semakin tinggi usaha beliau dapat disempurnakan.
“Aku melihat sebuah gedung besar dan aku memanjat atapnya untuk mencari ALLAH ﷻ.”
Takwilnya; Beliau berhasil untuk menyempurnakan kembali alManhaj an-Nubuah bahkan dapat mewujudkan kembali golongan Muhajirin dan Ansar. Hasil usaha tersebut menyebabkan persatuan sebagian besar Ummat Islam. beliau bersedia untuk memikul tanggungjawab yang seterusnya.
“Aku melihat Cahaya ALLAH ﷻ pergi ke suatu tempat maka aku mengikutinya. Ketika aku mencapai Cahaya itu, ia menghilang.”
Takwilnya; Qasim melihat dan bersyukur bahwa semua yang terjadi semata-mata dengan pertolongan dan perlindungan ALLAH ﷻ. ALLAH ﷻ menunjukkan kepada Qasim untuk mengambil kembali Baitul Maqdis. Satu jemaah kecil dihantarkan untuk membuka Baitul Maqdis. Dengan penaklukkan Baitul Maqdis petunjuk itu jelas terdapat pada beliau. Penaklukkan Baitul Maqdis adalah titik mulanya AlMalhamah. Penaklukkan BaitulMaqdis adalah tanda kemusnahan akan berlaku di Madinah.
“Cahaya ALLAH ﷻ amat menakjubkan sehingga aku tidak sadar aku telah berada di atas tanah. Aku terkejut, berpikir, bagaimana aku bisa tidak jatuh? Aku sadar, ALLAH ﷻ terus menahan tubuhku sepanjang waktu.”
Takwilnya; Setelah Qasim berhasil menaklukkan dan membuka kembali Baitul Maqdis, barulah dunia sadar bahwa Qasim adalah orang yang sebenarnya nantikan. ALLAH ﷻ ingin menunjukkan kepada ummat siapa pilihan ALLAH ﷻ yang sebenarnya.
“Aku merasa sangat bersemangat dan aku memanggil ALLAH ﷻ dengan berkata “Dimanakah Engkau?” Lalu ALLAH ﷻ menyebutkan nama tujuanku dan berkata, “Qasim, Aku di sini. Kemarilah cepat!” Dengan sekuat tenaga, aku melihat ke sekitar berpikir bahwa aku harus mencapai-Nya.”
Takwilnya; Setiap peperangan yang dijalaninya pasti mendapat jaminan kemenangan, sehingga ini menimbulkan semangat kepada beliau dan pasukan beliau. Keyakinan semakin bertambah kepada orang yang melihatnya. Sehingga tiba musim haji, Qasim memenuhi seruan ALLAH untuk mengunjungi Baitullah dan menunaikan Haji. Semua umat yang melihat beliau di mekkah, mengharapkan beliau memimpin umat. Beliau memandang umat dan dengan itu Qasim menerima bai’at tersebut.
“Lalu aku melihat sebuah motor hitam besar yang mewah. Aku mengendarainya namun jalan dipenuhi oleh lumpur sehingga melambatkanku.”
Takwilnya; Kehidupan Qasim akan berubah dari keadaan yang sebelumnya biasa menjadi orang yang melimpah kekayaannya. Dan kekayaan akan datang kepada beliau dari tempat yang tidak disangka. Qasim akan membagi-bagikan kekayaan tersebut kepada semua, beliau merupakan seorang dermawan yang pemurah yakni memberi tanpa menghitung-hitungnya. Kemuliaan hati beliau disadari umum sehingga masyarakat memuliakan beliau.
Sebagaimana kemuliaan istemewa yang beliau miliki begitu juga ujian-ujian dan halangan juga merupakan kehidupan yang perlu beliau jalani. Dihadapan beliau sudah tersedia beberapa peperangan yang akan beliau lewati.
Arti Lumpur tersebut adalah halangan-halangan dan sesuatu yang berbahaya yang menghalangi perjalanan beliau.
“Aku berharap jalan itu bagus supaya aku bisa berkendara lebih cepat. Ketika aku berkata seperti ini, sebuah karpet berwarna hitam muncul dari bumi dan terbentang. Aku menjadi gembira dan mengendarai motorku dengan kecepatan penuh, mencapai tujuanku.”
Takwilnya; Ketika Qasim bermunajat atau berdo’a kepada ALLAH ﷻ, ALLAH ﷻ membantunya dari segala arah. Karpet ditakwilkan sebagai dunia atau kehidupan atau akan dimuliakan atau memenangi peperangan.
Hitam artinya pertolongan dari ALLAH ﷻ tersebut tidak bisa dilihat kasat-mata oleh manusia.
Secara umum ditakwilkan bahwa ALLAH ﷻ telah mengubah segala kehidupan Qasim sebelumnya, dan dihimpunkan oleh ALLAH ﷻ tentara-tentara yang membantu Qasim yang sebelumnya tiada dikenali, yakni kemunculan Pasukan Panji-panji Hitam. Panji-panji Hitam ini tidak lagi perlu ditakwil karena itu adalah pasukan yang besar dan hebat yang setiap satu pasukan mengibarkan satu Panji Hitam. ALLAH ﷻ membantu Qasim untuk memenangi segala peperangan dan dengan itu beliau dimuliakan dibumi ALLAH ﷻ. Beliau sendiri akan mengibarkan Panji Putih, sebagai tanda Kepemimpinan al-Manhaj an-Nubuah telah dikembalikan.
“Itu adalah sebuah gedung mewah yang sangat besar dan indah. Aku berlari ke dalam dengan semangat.”
Takwilnya; Qasim membentuk kembali struktur kepemimpinan al-Manhaj an-Nubuah separti yang telah ditinggalkan oleh Rasulullah ﷺ, sehingga Islam kembali ke puncak.
“Suasananya sangat tenang dan menyejukkan dan di sana sangat damai. Warna dan bentuknya agak pudar, meninggalkan kesan menarik hampir seperti seolah seseorang baru saja mengecat gedungnya. Dan aku merasa, ALLAH ﷻ sedang akan membangun kembali gedung itu dan membuatnya baru.”
Takwilnya; Umat islam kembali menikmati kemakmuran dan keadilan Islam. Sunnah Ibadah dan sunnah dapat dihidupkan kembali dengan perasaan tenteram. Semua kejayaan tersebut semata-mata atas Rahmat ALLAH ﷻ.
“Aku pergi dari satu ruangan ke ruangan lainnya dan mencapai sebuah aula besar.”
Takwilnya; Ruang melambangkan kepribadian atau rohaniahnya. Qasim telah melangkah tahap demi tahap dalam tazkiyah nafs. InsyaALLAH kedudukan beliau mencapai ke tingkatan mardiah (diridhoi).
“Dan di aula besar itu ada Cahaya ALLAH ﷻ.”
Takwilnya; Kedudukan beliau InsyaALLAH sangat dekat di sisi ALLAH ﷻ menyamai kedudukan orang yang muqarrabin seperti para sahabat RadhiALLAHu Anhum. Hanya orang tertentu yang dipilih oleh ALLAH ﷻ yang akan sampai pada kedudukan ini. Ini adalah karunia ALLAH ﷻ bukan atas kemampuan diri makhluk.
“ALLAH ﷻ berkata, “Qasim, tidakkah Aku katakan kepadamu bahwa Aku akan membawamu kesini dengan aman?” Aku berkata kepada ALLAH ﷻ, “Engkau telah menjadikan benar pernyataan-Mu dan Engkau telah menunjukkan kepadaku jalannya. Engkau mengeluarkan aku dari kegelapan dan Engkau membawaku kepada cahaya. Sungguh, Engkau adalah Sebaik-baik Pemberi Petunjuk. يَ هدِي بهَِِ اللََ مَنَِ اتَبَعََ رِ ضوَانَ هَ س بلََ السَلَامَِ وَ ي خرِ ج ه مَ مِنََ الظُّل مَاتَِ إلِىَ النُّورَِ بإِ ذِنهَِِ ٌوَيَ هدِيهِ مَ إلِىََٰ صِرَا طَ م ستَقِيم “Dengan itu ALLAH menunjukkan jalan-jalan keselamatan serta kesejahteraan kepada siapa saja yang mengikut keridhaan-Nya, dan Dia keluarkan mereka dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan izinNya, dan Dia menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (QS. al-Maidah, 5: 6)
“Sekarang, aku akan menyelesaikan sisa tugasku hingga besok pagi. Lalu aku akan memberi-Mu kabar tentang penyelesaian tugasku.” ALLAH ﷻ menjawab dengan nada yang serius, Dia berkata “Qasim, jika kamu menyelesaikan semua tugasmu besok, maka Aku akan menggelar hari kiamat di sore harinya.”
Takwilnya; Ini bagian dari rahasia ALLAH ﷻ.
Muhammad Qasim bermimpi bahwa “ia diperintahkan untuk menyampaikan semua mimpinya ke seluruh dunia, dan dirinya juga diperintahkan agar keluar dari sebuah bangunan yang mengurung semua orang serta membantu membawa orang-orang itu keluar dari sana.”
Takwilnya; Maksud dari semua mimpi tersebut adalah agar seluruh Ummat perlu mengetahui bahwa Muhammad Qasim saatnya nanti akan menjadi pemimpin Ummat untuk mengembalikan sistem kepemimpinan al-Manhaj an-Nubuah. Hanya dengan cara ini Ummat dapat keluar dari jaringan global yang bathil dan dzalim.
Setelah berhasil dari kerja keras membangun kembali sistem alManhaj an-Nubuah (insyaALLAH di Pakistan), barulah ALLAH ﷻ akan melantiknya menjadi IMAM MAHDI. Melalui bai’at di Ka’bah.
Muhammad Qasim bermimpi bahwa “ia diperintahkan oleh ALLAH ﷻ secara khusus untuk mencari suatu tujuan dan jalan yang telah disediakan untuknya oleh mujaddid sebelumnya. Namun Qasim tidak mudah dalam meraih arah dan tujuan tersebut. Qasim bermimpi, “Maka Qasim merubah arah dari mengutamakan menyampaikan ke orang khawas, menjadi kepada orang-orag biasa.”
Takwilnya; Pada tahap awal, Qasim tidak berhasil untuk mendapatkan kepercayaan, apalagi dukungan dari golongan Khawas (alim ulama, tokoh & petinggi negara). Ini karena kesibukan mereka dengan urusan dunia masing-masing, sehingga tiada mengetahui berita kehadiran Muhammad Qasim sebagai al-Mahdi (yang mendapat petunjuk), apalagi mengamati/mentakwilkan mimpinya. Ada ulama/tokoh yang sudah tahu, namun tidak percaya.
Pada akhirnya ditahap awal ALLAH ﷻ hanya memberi hidayah kepada orang-orang biasa saja. Maka tidak heran yang berjuang dengan Qasim diawal perjuangan yang tersulit hanyalah dari kalangan orang biasa.
MUNCULNYA PENGKAJI DAN RAHABA (PETUNJUK JALAN)
Qasim bermimpi, “Oleh karena banyak berbagai pertanyaan kepada Qasim yang sulit dijawabnya, maka ketika itu muncul seorang Juru Takwil mimpi Muhammad Qasim. Dalam gambaran mimpi tersebut, beliau bukankah seorang ahli, tetapi karena usaha seseorang yang bisa mentakwilkan, akhirnya dapat menjelaskan kebenaran mimpi Qasim dengan izin ALLAH ﷻ. ALLAH ﷻ membantunya dari (perpustakaan) khadzanah ALLAH ﷻ.”
Takwilnya; Setelah tiba keputusan Qasim untuk memulai perjuangan perjalanan ke tempat tujuan tersebut dan menemui banyak tantangan dan kritikan, maka muncullah seorang rahaba yakni penunjuk jalan yang memimpin rombongan Qasim ke tujuan tersebut. Peristiwa ini kemungkinan terjadi setelah terjadinya peperangan kecil, sebelum peristiwa Ghazwa Hind terjadi.
Catatan khusus: Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah ﷺ telah memegang tangan Ali dan bersabda : “Akan keluar dari sulbi pemuda ini (Ali) yang memenuhi dunia dengan keadilan (al-Mahdi). Bilamana kamu melihat yang demikian itu, maka wajib kamu mencari Putera dari Bani Tamim (dari keturunan Abu Bakar), dia datang dari sebelah Timur dan dia adalah pemegang panji-panji AlMahdi.” (HR. Tabrani dalam Al Ausat Dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti).
Merujuk kepada takwil mimpi sebelumnya Qasim telah diperintahkan oleh ALLAH ﷻ mengistiharkan (menyampaikan/ mendeklarasikan) mimpinya terus-menerus, maka saatnya beliau perlu di angkat sebagai pemimpin umat. Karena Umat umum tidak percaya dan tidak mau menerima Qasim, maka ALLAH ﷻ sendiri yang akan menyediakan sistem pemerintahan beliau.
Silahkan teliti hadits di atas, tergambar kemunculan Qasim terlebih dahulu, baru ada perintah untuk mencari pemuda Bani Tamim. Inilah tugas kita mencari Pemuda Bani Tamim dan membawa Qasim kepada nya.
Qasim bermimpi bahwa, “Qasim melihat ada kekacauan dan kerusuhan dimana-mana. Dan semua muslim sibuk dengan diri mereka sendiri”.
Takwilnya; Inilah zamannya perkara yang akan terjadi peristiwa kekacauan dan kerusuhan, diawali di tahun 2020 yang sedang berlangsung ini. Perkara ini terjadi ketika telah tiada lagi kesatuan hati pada umat. Puncak keruntuhan kesatuan hati umat ini adalah karena sifat isar dan ikramul Muslimin telah luput sehingga timbul penyakit hati sifat tamak dan mementingkan diri sendiri & kelompoknya.
Sifat mementingkan diri sendiri ini pulalah yang menyebabkan rasa tanggungjawab atas agama terbengkalai, karena setiap kelompok lebih mementingkan membina keperluan diri sendiri dan kelompoknya daripada membina keperluan agama. Sifat mementingkan diri peribadi telah diutamakan melebihi haq ALLAH ﷻ, sehingga ummat lebih sibuk membina kepentingan masing-masing.
“Lalu aku sampai ke suatu tempat dimana orang-orang jahat sedang merencanakan suatu makar. Mereka berkata, “karena Ummat Islam sedang sibuk dengan kehidupan mereka sendiri-sendiri, mereka tidak akan bisa menyelamatkan diri. Kita akan hancurkan mereka dan membuat dunia melihat seolah-olah kita melakukan itu untuk kedamaian.”
Takwilnya; Yahudi (Zionist) dan Nasara (Vatikan) kedua-duanya merupakan pengikut Dajjal. Zionist dan Vatikan dua organisasi modern yang berasal dari kelompok manusia yang sesat semenjak zaman umat terdahulu. Mereka telah berdiri kembali sejak tahun 1031 setelah kejatuhan Kerajaan Islam Umayah di Andalusia. Mereka merancang akan mencapai zaman kegemilangan setelah satu melinium (yakni seribu tahun kemudian).
Pada awal Kejatuhan Islam, umat Islam telah dijangkiti “sifat hubbud dunya”. Kini ummat Islam telah berada pada tahap perpecahan yang terlalu parah menandakan bahwa zaman kegemilangan mereka telah dimulai. Ummat Islam sedang mudah dibinasakan, apabila tiada lagi sifat “Satu Hati”. Apabila tiada yang sanggup mengorbankan kepentingan diri untuk mewujudkan kesatuan hati ummat, maka sistem Pemerintahan Ummat tidak akan dapat dikembalikan untuk dihidupkan.
Umat Islam sudah tiada lagi perlindungan secara menyeluruh dari ALLAH. Semenjak ummat kehilangan pemimpin, mereka mulai melaksanakan rancangan mereka untuk menghancurkan ummat manusia, dan menyatakan bahwa merekalah “Penyelamat Dunia”.
“Setelah itu mereka mulai membuat mesin-mesin pembunuh satu per satu dan aku berpikir, “tidak ada orang yang cukup kuat dari pihak muslim yang bisa melawan mesin-mesin itu.” Ketika mereka telah menyelesaikan pembangunan mesin-mesin itu, aku kembali”.
Takwilnya; Rencana mereka melalui protokol Zionist dan Benedictine Order dengan mudah meresapi seluruh ummat manusia termasuk ummat Islam. Agenda ini bermaksud membina ideologi baru seperti Saintologi, Human Right, Sosialisme, Liberalisme, Sekularisme, yang selalu dianggap membawa pembangun dan kebaikan kepada manusia.
Ilmu-ilmu baru dibentuk untuk menghidupkan Peraturan Kehidupan (Kemodernan Teknologi Dan Sains) dan Undang-undang Dunia Baru supaya ummat manusia dapat dikawal sepenuhnya. Mesin yang pertama adalah perang dunia pertama karena melalui perang dunia ini idealogi tersebut mulai dapat diterapkan sehingga terbentuklah kuasa-kuasa besar dunia yang membawa pemahaman seperti yang mereka inginkan, seperti Negara-negara Komunis, negara-negara Kapitalis, negara-negara sekular dan sebagainya. Kesemua idelogi tersebut diletakkan tanggungjawabnya kepada setiap kuasa-kuasa besar.
Mesin kedua dibina adalah perang dunia kedua untuk membentuk “Polisi/Penyelamat Dunia” dan “Sistem Ekonomi dan Keuangan Baru” juga penubuhan “Pusat Dunia Baru” yakni “Negara Israel”.
Sekarang ini mesin-mesin itu telah sempurna untuk membentuk mesin yang ketiga yaitu perang dunia ketiga. Untuk inilah beliau diutuskan oleh ALLAH untuk memimpin ummat. “Ketika mereka telah menyelesaikan pembangunan mesin-mesin itu, aku kembali (dihidupkan)”.
“Mesin-mesin itu terbang sangat tinggi di udara dan mesin-mesin itu mulai saling menembak satu sama lain. Kita, Umat Islam, terjebak di tengah mesin-mesin itu padahal semua rumah dan gedung-gedung bisnis kita berada disana”.
Takwilnya: Setiap negara-negara yang telah bangun dengan ideologi tersebut sekarang telah menjadi Kuasa-kuasa Besar Dunia. Mereka telah siap untuk mencetuskan peperangan dunia baru, untuk menciptakan bentuk Teknologi Sains (“sihir” yang dimodernkan) dan Perekonomian Keuangan Baru (“riba”) yang seluruhnya akan mendatangkan keuntungan kepada mereka. Setiap gerakan walaupun kelihatan seolah-olah mereka berperang, namun maksud utama perang tersebut adalah untuk menghancurkan Islam secara menyeluruh. Kesan peperangan ini untuk menghancurkan Agama Islam, takwil “rumah” dan ummat Islam adalah takwil dari “gedung gedung bisnis”. Mereka melabel Islam sebagai perusak dan penghalang terhadap kemajuan idelogi-idealogi tersebut.
“Dan, disana ada sebuah tembok besar yang menghalangi dunia untuk dapat melihat apa yang terjadi.”
Takwilnya: United Nation (UN) atau Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) merupakan “tembok besar” yang di maksud dan yang digunakan oleh musuhmusuh ALLAH menjalankan kegiatan mereka, dengan berlindung dibalik “Keamanan Dunia” dan “Hak Asasi”. Mereka bergerak dengan menggunakan organisasi prinsip dan organisasi sistem seolah-olah mereka seperti Polisi dan Penyelamat Dunia. Semua ini telah mengelabui dunia dari dapat melihat maksud sebenarnya tindakan mereka untuk menghancurkan Islam.
Tembok besar inilah yang menjadi penghalang terhadap kewujudan atau kebangkitan kembali sistem Pemerintahan Umat Islam. Mereka menetapkan setiap negara harus mengikut patenkan undang-undang itu dan harus diterima oleh mereka. Setiap kedaulatan yang tidak mematuhi undang-undang buatan mereka atau tidak berdaftar dengan mereka akan dianggap sebagai musuh antarbangsa. Maka sekiranya sistem Pemerintahan Umat Islam terwujud, maka itu akan dipandang musuh oleh mata dunia.
“Maka, orang-orang jahat itu menunjukkan pada dunia bahwa dua kelompok tengah saling menyerang satu sama lain padahal sebenarnya mereka hanya satu kelompok yang bersama-sama menyerang rumah-rumah muslim.”
Takwilnya: Mereka telah menciptakan suasana terbentuknya dua buah kumpulan kuasa-kuasa besar untuk memulai peperangan yakni negara-negara Komunisme dan negara-negara Kapitalis. Padahal mereka dari kesatuan yang sama “United Nation” untuk membolehkan mereka memulai penyerangan ke atas ummat Islam.
“Mereka juga berkata, “sekelompok muslim memiliki mesin yang sangat kuat. Kita harus menghancurkan mesin-mesin (milik muslim) itu atau mereka akan menghancurkan kedamaian di muka bumi.” Padahal itu semua adalah bohong belaka. Semua mesin itu milik orang-orang jahat itu. Itu semua hanya dalih yang dipaksakan untuk membantai Umat Islam.”
Takwilnya: Mereka telah merancang dengan menumbuhkan Negara Syiah (Iran) dan kelompok Khawarij (teroris) yang disebut Islam atau pejuang Islam, namun sebenarnya membawa agenda yang diinginkan oleh mereka. Inilah alat yang digunakan oleh mereka agar peperangan dapat dimulai kepada umat Islam. United Nation adalah alat yang membolehkan mereka menyerang umat Islam dengan mewujudkan Undang-undang Baru Dunia (NWO) yang mempertahankan Hak Asasi dan Keselamatan dunia.
Inilah kebohongan yang sedang melanda sehingga umat Islam sendiri pun turut keliru dan terperdaya. Pembantaian umat Islam berlaku secara global, namun terdapat dua wilayah yang mereka utamakan karena kebangkitan umat akan terjadi di dua wilayah ini juga. Wilayah Syam, khususnya Baitul Maqdis (Palestina) dan Ghuttah (Syria) Dan wilayah kedua Khurasan khususnya di Afghanistan dan Pakistan karena Pakistan memiliki Nuklir.
“Aku mengumpulkan beberapa orang dan bertanya pada mereka bagaimana cara kita mengalahkan mereka? Karena perang ini, kitalah yang akan binasa. Kita, muslim, tidak tahu apa yang harus dilakukan. Semua orang terus mencoba bersembunyi namun tetap saja kita terus terbunuh.”
Takwilnya: Beliau mulai membina struktur kepemimpinan dan sebagian dari umat Islam mulai bergabung dengan beliau. Setelah Kejatuhan Arab dan Turki umat Islam semakin tertekan walaupun Islam keluar sebagai pemenang di dalam Ghazwatul Hind. Tekanan yang semakin berat mulai terjadi ketika umat Islam mengambil kembali Baitul Maqdis. Penindasan terhadap umat Islam meningkat diseluruh dunia sehingga Kota Madinah turut menemui kekacauan. Penduduk Madinah juga mulai disiksa dan dibunuh dengan kejam.
Mereka yakni musuh Islam telah mengaktifkan sistem peperangan alat baru Artificial Intelligence War “AI” yang akan dilegalisasi oleh United Nation diseluruh dunia. Kemanapun umat Islam berusaha untuk menyelamatkan diri akan diburu dan dibunuh. Umat Islam yang paling tertekan adalah mereka yang masih berada di wilayah musuh. Malah untuk memusnahkan umat Islam sejenis senjata pemusnah masal diledakkan secara sistematis di beberapa wilayah Islam.
“Kemudian Cahaya ALLAH keluar dari telunjuk tangan kananku namun itu belum cukup untuk menghancurkan mesin-mesin itu.”
Takwilnya: Kemudian beliau mulai diterima oleh seluruh umat Islam dan mengangkat beliau sebagai Pemimpin. Hanya dengan terbentuknya sistem Pemerintahan Umat, maka umat ini terselamatkan dari ancaman musuh dan mulai bergerak untuk mempertahankan umat dan Islam.
Peperangan al-Malhamah adalah peperangan yang berkelanjutan untuk menghancurkan kesemua bentuk “mesin”, termasuk musuh yang menggunakan nama Islam, karena mereka telah mencemarkan nama baik Islam dari dalam. Namun kekuatan umat Islam belum dapat menghancurkan seluruh kekuatan musuhmusuh Islam.
“Kemudian aku pun berdo’a, “Ya ALLAH, lakukanlah sesuatu, jika tidak kami akan binasa. Rumah-rumah kami telah hancur dan banyak diantara kami yang telah terbunuh. Kami sedang dihinakan di seluruh dunia.” Maka kemudian ALLAH menambah Cahaya-Nya sangat banyak hingga aku merasa yakin bahwa dengan Cahaya ini aku akan bisa menghancurkan mesin-mesin itu.”
Takwilnya: Kemusnahan yang paling tragis adalah ketika munculnya Dajjal dan pasukannya. Dajjal muncul dengan “sihir” yang kita namai sekarang ini sebagai teknologi sains termodern. Inilah sihir yang menggoyahkan iman umat Islam. Cahaya hidayah umat Islam menjadi hancur, kekalahan terbesar umat Islam bukan sebab kematian tetapi kekalahan umat Islam disebabkan menjadi pengikut Dajjal.
Hanya sebagian umat Islam yang kukuh imannya yang menang dengan siap mati atau sanggup bertahan sabar. Peperangan menentang Dajjal dan seluruh kuasa besar inilah yang dinamakan alMalhamah Kubro.
Sehingga setelah Qasim berdo’a kepada ALLAH dengan rendah diri barulah bantuan dari ALLAH dengan diturunkan Isa ‘alayhissalam dan alQathani.
“Maka, waktu aku keluar untuk memerangi mesin-mesin pembunuh Ummat Islam itu, pakaianku berganti. Kemudian aku berkata kepada diriku, “Qasim, inilah waktunya untuk menghancurkan mesin orangorang jahat itu, maka saat aku mulai berlari, dengan Rahmat ALLAH aku mulai berlari di udara dan saat aku tiba tepat di hadapan mesinmesin itu, aku melempar Cahaya ALLAH kepada mereka dan mereka meleleh kurang dari sedetik.”
Takwilnya: Maka terjadi peperangan yang dahsyat (yang dalam mimpi lainnya akan memakan korban jiwa sampai 800 juta nyawa melayang) yaitu, al-Malhamah Kubro melawan Dajjal dan bangsa Yahudi, al-Malhamah Kubro melawan Bangsa Rome Vatikan, dan al-Malhamah Kubro melawan Bangsa Rum Russia (sebagian dari bangsa Ya’juj). Kesemuanya peperangan tersebut mendapat kemenangan dengan bantuan ALLAH.
Berakhirnya dan kemenangan dalam Malhamah kobro tersebut, belum mengakhiri perang, selanjutnya terjadi serangan besarbesaran dari Kuasa-kuasa Besar yang lain dimulai terhadap umat Islam, inilah serangan yang dikenal sebagai serangan Ya’juj dan Ma’juj.
ALLAH juga membantu umat Islam menghancurkan semua Ya’juj dan Ma’juj dengan Kehendak ALLAH.
“Dan aku menjadi takjub melihatnya, bahkan mesin-mesin kuat itu pun tidak mampu bertahan dari Cahaya ALLAH SWT barang sedetikpun”.
NoTakwilnya: ALLAH membuktikan bahwa tidak ada apa-apanya segala kekuatan makhluk dihadapan ALLAH jika hendak dibandingkan dengan Kekuatan-Nya. Ketika umat telah taat kepada perintah ALLAH, maka ALLAH tunaikan janji-Nya untuk membantu hamba-hamba-Nya yang lemah.
“Dan aku menjadi takjub melihatnya, bahkan mesin-mesin kuat itu pun tidak mampu bertahan dari Cahaya ALLAH SWT barang sedetikpun”.
Takwilnya: ALLAH membuktikan bahwa tidak ada apa-apanya segala kekuatan makhluk dihadapan ALLAH jika hendak dibandingkan dengan Kekuatan-Nya. Ketika umat telah taat kepada perintah ALLAH, maka ALLAH tunaikan janji-Nya untuk membantu hamba-hamba-Nya yang lemah.
“Kemudian aku kembali dan seluruh muslim keluar dari tempat mereka dengan gembira dan berkata, “ALLAH telah menyelamatkan kita semua dan menolong kita.” Kemudian aku berkata kepada mereka, “ALLAH bersama kita. Maka janganlah kalian takut lagi dan semua orang harus mulai memainkan perannya masing-masing untuk membangun kembali rumah-rumah dan bangunan-bangunan.”
Takwilnya: Inilah janji ALLAH. ALLAH bersama dengan orang-orang yang beriman dan beramal soleh. Seluruh ummat mulai terlepas dari cengkaman sistem yang telah dirancang dan dibina selama seribu tahun. Apa yang berlaku ke atas ummat akhir zaman persis yang pernah berlaku di zaman kegemilangan sahabat. Tamaddun Islam mengalahkan tamaddun bathil walaupun telah dibina seribu tahun.
Keyakinan inilah yang membina semangat umat untuk menghidupkan kembali al-Manhaj an-Nubuah secara menyeluruh sehingga seluruh alam merasakan nikmat sunnah baginda Rasullullah SAW.
Inilah takwil “membangunkan kembali rumah rumah dan bangunan bangun” rumah dan bangunan bererti tanggungjawab terhadap usaha agama.
Dalam mimpinya pada 24 November 2015, “Muhammad Qasim melihat ada kegelapan di mana-mana. Langit juga gelap dan ada mesin dan pesawat besar yang terbang melintasi langit.”
Takwilnya: Zaman kegelapan (tidak ada pertolongan Allah) sedang melanda seluruh umat karena sebagian besar umat berbuat kebaikan sesama makhluk bukan karena Allah, tapi karena ada unsur pemikiran dan keinginan lainnya. Bahkan ketaatan kepada ALLAH juga sudah terasa seperti terpaksa karena lebih taat kepada kesibukan dunuawi.
Karena keadaan umat sudah seperti ini, maka usaha golongan yang bathil dipandang hebat oleh orang Islam. Bahkan usaha mereka memberi kesan ke dalam hati ummat Islam. Kesan inilah yang menyebabkan Umat Islam mulai ingin jadi seperti mereka, bahkan setiap usaha (bentuk dan cara kerja) mereka sedang diikuti oleh umat.
“Mereka memiliki segalanya di bawah kendali mereka dan orangorang tidak memiliki pilihan selain menerima penindasan mereka.”
Takwilnya: Golongan bathil dan kuffar telah berhasil membuat sistem untuk mengawal cara hidup umat seperti yang mereka inginkan. Sistem ini (Benedictine Order) terus diperkuat dalam setiap bidang ekonomi, administrasi, pertahanan, muamalah, perundangan, pendidikan dan urusan-urusan termasuk urusan agama seperti ibadah dan ilmu pengetahuan. Karena itu umat Islam maupun bukan Islam (Non Muslim) tidak ada pilihan melainkan untuk mengikuti sistem yang telah meliputi seluruh urusan. Umat tidak bisa melihat jalan keluar dari masalah ini.
“Lalu aku (Qasim) berkata pada diriku sendiri, “berdasarkan mimpiku, saat kegelapan ada dimana-mana dan aku melihat empat buah bulan, maka inilah pertanda bagiku bahwa pertolongan ALLAH akan segera datang.”
Takwilnya: Inilah zaman kegelapan hati yakni ketika umat sepenuhnya telah berputus asa dari menghidupkan kembali al-Manhaj an-Nubuah. Akan tiba saat dimana umat semakin tertekan. Sehingga umat ini barulah akan tunduk hatinya menerima ketentuan dan pilihan ALLAH.
Sikap keegoisan insan hanya akan dapat dilunakan apabila ditekan sehingga mencapai tahap putus asa dengan diri sendiri selain ALLAH.
Inilah zaman akan dimana mulai Qasim akan diterima sebagai Pemimpin untuk memimpin umat keluar dari kegelapan atau kezaliman. Muhammad Qasim akan memimpin umat menghadapi empat (4) peperangan yang ditakdirkan untuk dipimpin-nya. تَ غ زونََ جَزِيرَةََ ا لعَرَبَِ فَيَ فتَ حهَا الل ، ثمََ فَارِسََ فَيَ فتَ حهَا الل ، ثمََ تَ غ زونََ الرُّومََ : Sabda Rasulullah SAW “Kamu akan memerangi Semenanjung . ٌفَيَ فتَ حهَا الل ، ثمََ تَ غ زونََ الدَجَالََ فَيَ فتَ ح هَ الل Arab, maka ALLAH akan membukanya untuk kamu. Kemudian Parsi, maka ALLAH akan membukanya untuk kamu. Kemudian Rum, maka ALLAH akan membukanya untuk kamu. Kemudian Dajjal, maka ALLAH akan membukanya untuk kamu.” [HR Muslim]
“Aku pun melihat langit dan aku menemukan bulan yang pertama.”
Takwilnya: Peperangan al-Malhamah di Jazirah Arab merupakan peperangan pertama (1) yang akan dipimpin oleh Muhammad Qasim. Peperangan ini untuk menghancurkan semua golongan yang menentang kepimpinan beliau di seluruh wilayah Arab.
Semua golongan tersebut berhasil ditaklukkan sepenuhnya. Inilah takwil “menemukan bulan yang pertama”.
“Lalu aku menemukan bulan yang kedua dan yang ketiga.”
Takwilnya: Peperangan al-Malhamah terhadap bangsa Parsi atau Zoroastrian atau Majusi atau Syiah di Iran merupakan peperangan kedua (2) yang akan dipimpin oleh beliau. Semua golongan tersebut berhasil ditaklukkan sepenuhnya. Inilah takwil “menemukan bulan yang kedua”.
Seterusnya Peperangan al-Malhamah kedua (3) berlaku di Konstantinopel. Peperangan ini untuk membebaskan kembali Turki yang telah dikuasai sebelumnya oleh musuh. Musuh menguasai Turki untuk sesuatu yang sangat berharga, sedangkan Islam menyertai peperangan ini adalah untuk mempertahankan kehormatan Islam ketika sebagian umat Islam diperangi oleh bukan Islam.
Peperangan yang sengit ini juga dimenangi oleh umat Islam. Inilah takwilnya “menemukan bulan yang ketiga”.
“Lalu aku berkata, “bulan yang keempat juga seharusnya sudah ada di sini tapi aku tidak melihatnya.
Takwilnya: Peperangan ini adalah peperangan keempat (4) yang ditakdirkan kepada beliau untuk memimpin umat. Inilah takwilnya, menunjukkan mulainya al-Malhamah Kubro melawan Dajjal dan tentaranya yang terdiri dari bangsa Yahudi.
Walaupun umat Islam berjuang dengan bersungguh-sungguh, namun kekuatan Dajjal dan tentaranya bukanlah tandingan Umat Islam. Inilah takwil “Aku tidak melihatnya”
“Dalam kebingungan aku melihat ke seluruh langit tapi aku tidak mampu menemukannya.”
Takwilnya: Peperangan ini sangat hebat sehingga umat Islam yang dipimpin oleh Muhammad Qasim dengan mudah dapat dikalahkan oleh Dajjal, inilah takwil “Aku tidak mampu melihatnya”.
“Aku kecewa dan mengeluh kepada ALLAH dan berkata, “kapankah pertolongan-Mu tiba?” Saat itulah aku melihat lagi ke langit dan tepat di atas diriku aku melihat bulan yang keempat (4). Aku sangat senang karena mengetahui bahwa janji ALLAH telah tiba.”
Takwilnya: Kekalahan ini menyebabkan umat Islam terpaksa mundur dan menyembunyikan diri (termasuk ghaibnya beliau untuk pertama kalinya) untuk munasabah dan merendahkan diri memohon bantuan kepada ALLAH sepanjang malam. Ketika umat tiada merasakan kekuatan diri dan tawadhu memohon kepada ALLAH, barulah ALLAH turunnya Isa ‘alayhissalam dari langit setelah iqamat sebelum mereka mulai mengerjakan solat subuh.
Inilah takwil “Saat itulah aku melihat lagi ke langit dan tepat di atas diriku, aku melihat bulan yang keempat”.
“Aku lantas naik ke sebuah bangunan yang sangat tinggi dan aku lari dan melompat dari tepi bangunan itu. Dan aku berlari di udara dengan rahmat ALLAH.”
Takwilnya: Menerangkan bahwa Peperangan al-Malhamah Kubro melawan Dajjal dan Bangsa Yahudi masih di dalam kepimpinan beliau.
“Kemudian cahaya ALLAH muncul di jari telunjuk tangan kananku.”
Takwilnya: Atas bantuan ALLAH inilah Isa ‘alayhissalam dijadikan Panglima Pasukan sebagai tangan kanan beliau.
“Lalu aku mulai menghancurkan mesin raksasa dan pesawat berbahaya itu sembari berlari di udara.”
Takwilnya: Beliau kembali memimpin umat Islam meneruskan peperangan menentang Dajjal beserta tentaranya.
“Orang-orang menjadi penuh harapan, karena setidaknya akhirnya ada seseorang yang mencoba menghancurkan pasukan-pasukan jahat tersebut.”
Takwilnya: Pasukan ummat Islam kembali bersatu setelah ALLAH menurunkan seorang utusan yang dijanjikan untuk membantu melawan Dajjal dan tentaranya. Isa ‘alayhissalam bukan saja merupakan senjata besar umat Islam, bahkan Isa ‘alayhissalam mengembalikan kemuliaan umat walaupun telah kalah dan terpuruk sebelumnya, sehingga umat Islam hampir putus asa.
“Dengan bantuan ALLAH aku menghancurkan semua mesin itu, kecuali satu yang berukuran besar.” Takwilnya: Hanya ALLAH yang mampu membantu ummat Islam bahkan ketika berada di dalam situasi yang sukar. Beliau memimpin dan menyusun strategi pasukan untuk berhadapan dengan tentara-tentara Dajjal terutama bangsa Yahudi. Seluruh bangsa Yahudi dihancurkan sehingga tiada satu pun yang tersisa, kecuali satu yaitu Dajjal.
“Mesin ini menembakiku dengan dahsyat namun aku terus berlari ke arahnya dengan sangat cepat. Kemudian kulemparkan cahaya ALLAH ke langit dan cahaya itu dengan cepat menyebar ke seluruh langit dan menghancurkan mesin itu ketika itu juga.” Takwilnya: Disamping beliau berusaha melawan tentara-tentara Dajjal, beliau juga paham bahwa tugas membunuh Dajjal bukanlah kemampuan beliau, Isa ‘alayhissalam diutuskan untuk memimpin ummat agar beliau membunuh Dajjal. Dajjal dibunuh oleh Isa ‘alayhissalam dengan menggunakan tombak ditangan Isa ‘alayhissalam. Isa ‘alayhissalam merupakan takwil dari “cahaya” yang dihantar ALLAH untuk membunuh Dajjal.
“Kemudian seluruh langit dipenuhi dengan cahaya ALLAH.” Takwilnya: Seluruh alam menjadi saksi bahawa Isa ‘alayhissalam telah diturunkan untuk membantu ummat Islam. Cahaya ini sebagai bukti kepada ummat yang tidak beriman sebelumnya, terutama golongan Nasrani.
“Kita semua akhirnya mendapatkan kebebasan kita sekali lagi dan semua orang bahagia.” Takwilnya: Sistem dan infrastuktur Dajjal telah binasa, karena ALLAH telah memberikan pertolongan-Nya untuk membimbing ummat menuju kepada rahmat-Nya. Ummat Islam kini bebas dari cengkaman kezaliman Dajjal dan sistem yang telah dibinanya.
“Maka aku turun ke daratan dan orang-orang berkerumun di sekitarku. Mereka berkata, “kamu telah melakukan sesuatu yang menakjubkan!” Takwilnya: Qasim paham bahwa telah tiba masanya kepimpinan seterusnya perlu diserahkan kepada Isa ‘alayhissalam. Maka semua orang “mengerumuni” tidak bersetuju dengan keputusan beliau, lalu mereka menceritakan semua keberhasilan yang beliau tempuh adalah sudah semestinya beliau melanjutkan kepimpinannya.
“Dan kemudian aku berkata, “tidak, semua menjadi mungkin dengan pertolongan ALLAH SWT. Dan ALLAH SWT benar-benar menolong hamba-hamba-Nya.” Takwilnya: Beliau menerangkan bahwa semua kemenangan itu bukan karena beliau, sebaliknya itu semata-mata adalah karena Pilihan ALLAH dan pertolongan ALLAH. Maka ALLAH juga bisa menolong siapa saja, asalkan ummat menunaikan perintah ALLAH. ALLAH sangat benar dalam menunaikan janji-Nya.
“Setelah itu, orang-orang mengundangku ke rumah mereka untuk merayakan (kemenangan).” Takwilnya: “menerima undangan” adalah petanda Muhammad Qasim akan dipanjangkan umur. Namun merayakan sesuatu menunjukkan akan datang “kebaikan besar untuknya” dan itu juga menunjukkan beliau akan “berpisah dari orang ramai”.
“Aku berkata bahwa itu tidak perlu, tapi mereka bersikeras.” Takwilnya: Umat ingin melihat kebahagian beliau dengan menerima “kebaikan besar” tersebut. Maka beliau mengatakan itu tidak perlu sebab tuntutan agama terhadap umat lebih penting.
“Lalu aku bercanda, “seandainya aku bisa mengkloning diriku sendiri, tentu aku bisa pergi ke rumah semua orang.” Takwilnya: “Lalu aku bercanda” adalah tanda bahwa umat akan terpisah dari kepimpinan beliau. Ketika inilah beliau akan “Ghaib” untuk kali kedua dari memimpin umat Islam. Beliau sangat menghargai semua orang disekitarnya sehingga menyanggupi untuk memenuhi hajat tersebut walapun beliau tiada kemampuan atau hatinya tidak sanggup melakukannya.
“Mereka tertawa dan berkata, “apapun yang terjadi, kami tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian.” Takwilnya: Semua orang bergembira, untuk menerima perpisahan tersebut dan mereka tetap setia dan senantiasa akan bersama walau apapun keadaan yang terjadi, dan senantiasa bersedia apabila diperlukan.
Qasim bermimpi pada Desember 2015, “Aku melihat sebuah ruangan besar di mana ada papan lukisan raksasa di dinding. Dan di sana banyak cat warna dan kuas yang bermacam-macam.” Takwilnya: InsyaALLAH beliau akan bersama sama dengan umat menghadapi satu ujian atau satu peperangan yang besar dan peperangan ini akan mengubah kepribadian (tarbiah) beliau. Inilah takwilnya “ruangan besar”. Peperangan ini adalah Ghazwatul Hind. Peperangan ini tidak dinamakan al-Malhamah karena beliau tidak memimpin peperangan ini. Walaupun peperangan ini tidak dipimpin oleh beliau namun peperangan ini menunjukkan kepada dunia akan kebenaran beliau.
“Papan lukisan raksasa” itu takwilnya tugas yang dipikul oleh beliau untuk disempurnakan dan tugas itu adalah satu takdir yang ditentukan untuk beliau, tugas tersebut menunjukkan kewibawaan (bakat) untuk beliau zahirkan.
“Kuas dan cat warna” adalah pilihan-pilihan yang beliau buat, semua merupakan sesuatu yang ada hubungannya dengan Yang Maha Pencipta yakni ALLAH. Maka beliau perlu memilih untuk menyenangkan ALLAH.
“Dan aku melihat tiga atau empat ekor sapi yang sedang merumput di rerumputan.” Takwilnya: InsyaALLAH akan berlaku kemakmuran selama tiga atau empat tahun. Kemakmuran ini berlaku setelah Ghazwatul Hind, karena rentetan cerita “sapi” adalah setelah beliau memasuki sebuah ruangan besar. Maka ini adalah kemakmuran yang dikaruniakan ALLAH untuk membuat persiapan sebelum terjadinya tiga tahun kemarau panjang dan persiapanpersiapan perang.
“Lalu tiba-tiba ALLAH telah memerintahkan aku untuk menggambar sebuah lukisan persis seperti yang Dia tunjukkan padaku dalam mimpi.” Takwilnya: ALLAH memilih beliau untuk memimpin umat dan beliau mulai dibaiat oleh seluruh umat Islam. Perkara ini InsyaALLAH berlaku “persis seperti yang dia tunjukkan padaku dalam mimpi.”
“Aku mulai melukis dari satu sisi dan aku menggambar persis seperti yang ALLAH inginkan.” Takwilnya: Beliau mulai memimpin umat untuk menghadapi peperangan demi peperangan sebagaimana yang telah ALLAH takdirkan untuk ummat ini. Peperangan yang dipimpin oleh beliau dinamakan “alMalhamah” dan setiap peperangan tersebut mendapat kemenangan demi kemenangan.
“Lalu aku perlahan mulai lelah. Setelah aku kehabisan banyak kekuatan, akhirnya aku hanya melukis setengah papan”. Takwilnya: Sehingga apabila separuh dari jumlah peperangan setelah dari beliau dibai’at sebagai Pemimpin Ummat telah dilakukan, maka umat Islam mulai kehabisan daya. Peperangan demi peperangan telah banyak mengorbankan ummat Islam terutama alMalhamah di Konstantinopel. Umat Islam juga ketika itu telah menghadapi dua tahun kemarau, dan ketika itu memasuki tahun ketiga.
“Kukatakan pada diriku sendiri bahwa aku tidak bisa bekerja lebih dari ini. Aku sangat lelah. Aku hanya menyelesaikan setengah dari lukisan itu. Tapi separuh lainnya masih tersisa.” Takwilnya: Terdapat enam peperangan yang telah ditakdir atas ummat setelah beliau dibai’at. Pada peperangan ke empat yakni alMalhamah Kubro dengan Dajjal inilah beliau tidak mampu untuk meneruskan peperangan tersebut. Separuh dari peperangan tersebut adalah al-Malhamah Jazirah Arab, al-Malhamah Persia dan al-Malhamah Konstantinopel. Sedangkan separuh sisanya adalah peperangan yang perlu beliau hadapi yang dinamakan al-Malhamah Kubro. Yaitu al-Malhamah Kubro dengan Dajjal, alMalhamah Kubro dengan Rum Vatikan, al-Malhamah Kubro dengan bangsa Rum Russia.
“Dengan putus asa aku meninggalkan lukisan itu. Dan mulai berjalan ke sisi lain ruangan dimana ada pintu. aku melihat kembali sekilas ke arah lukisan yang telah aku buat. Aku berkata pada diriku sendiri bahwa, “Aku berusaha sebaik mungkin untuk menaʼati ALLAH tapi aku tidak bisa menyelesaikan tugas yang dia berikan kepadaku.” Takwilnya: Beliau telah kehabisan daya untuk menghadapi peperangan menentang Dajjal dan tentarannya Pada ketika itulah beliau diperintahkan supaya menghindari dari berhadapan dengan Dajjal. Namun beliau tetap risau terhadap umat yang berhadapan dengan fitnah Dajjal. Beliau bersama dengan sejumlah pengikut telah mengasingkan diri dan bermunajat kepada ALLAH. Munajat dengan perasaan rendah diri memohon kepada ALLAH.
“Kemudian, pada saat yang tepat ALLAH memerintahkan para sapi untuk menyelesaikan sisa setengah dari lukisan itu. Dan dengan takjub aku melihat sapi-sapi itu mengambil kuas di salah satu kaki depan mereka dan mulai melukis. Aku bingung, berpikir bagaimana sapi-sapi ini menjadi begitu cerdas.” Takwilnya: Ketika takdirnya tiba, ALLAH menurunkan rahmat-Nya dengan memberikan bantuan-Nya untuk umat menghadapi fitnah Dajjal. ALLAH menurunkan Isa ‘alayhissalam untuk mengalahkan musuhmusuh ALLAH. ALLAH juga menghantar al Qathani sebagai pembantu utama. Semuanya adalah bantuan ALLAH kepada ummat yang merendahkan diri kepada ALLAH. ALLAH juga menunjukkan tiada sesuatu yang mustahil bagi ALLAH untuk mengubah keadaan.
Takdir pasti terjadi, dan yang menciptakan takdir adalah ALLAH. ALLAH tidak takluk pada takdir, sebaliknya makhluk lah yang terikat pada takdir. Sekiranya manusia berusaha untuk masuk ke dalam Qada ALLAH dengan cara menyenangkan ALLAH, maka ALLAH Berkuasa untuk melakukan sesuatu yang diluar pikiran manusia.
“Aku berlari ke arah mereka tapi mereka melukis begitu cepat hingga selesai, pada saat aku sampai di sana, mereka telah kembali makan rumput. Ketika aku mencoba berbicara dengan mereka, mereka tidak menanggapiku.” Takwilnya: Beliau telah kembali bersama umat menentang musuh-musuh ALLAH. Kemudian terjadinya sepuluh tanda-tanda besar yang terakhir ini akan terjadi dengan cepat. Selepas satu tanda akan muncul yang lainnya, berturut turut tanpa selang waktu.
“Lukisan itu begitu indah. Maka lukisan itu menjadi terkenal di seluruh dunia. Orang-orang memuji aku dengan berkata Qasim adalah seorang seniman hebat. aku katakan: “Tidak, semua pujian adalah milik ALLAH. Dan dia adalah Perancang Yang Terbaik” Takwilnya: Kemakmuran tersebut tersebar keseluruh dunia, sehingga kebaikannya dapat dirasakan oleh makhluk lain. Semua orang mulai melihat kehebatan yang ALLAH karuniakan kepadanya dan mulai memujinya. Namun beliau menjelaskan kepada seluruh umat “Tidak, semua pujian adalah milik ALLAH. Dan dia adalah Perancang Yang Terbaik”.
“Dan kemudian ALLAH sendiri membuat sebuah lukisan yang besar dan megah. Tidak ada yang pernah membuat lukisan seperti ini sebelumnya. Dan kemudian ALLAH menuliskan namaku di sudut lukisan. Orang-orang tidak memiliki kata-kata untuk itu kecuali SUBHANALLAH, Maha Suci ALLAH.” Takwilnya: ALLAH adalah Sebaik-baik Perancang dan ALLAH yang menentukan segala sesuatu. Segala puji untuk ALLAH, Keagungan adalah Pakaian ALLAH manakala Kesombongan adalah Selendang ALLAH. Maka semua makhluk hidup yang mengenakan salah satu darinya akan dihancurkan oleh ALLAH. Tidak akan ada kekuatan kerajaan ataupun usaha manusia yang akan kekal untuk bermegahmegahan. Maka semua umat yang ingin selamat harus menyucikan hati mereka dari kedua sifat tersebut. Perbanyaklah “Tasbih”, dengannya ALLAH akan menyucikan hati manusia. العظمة إزاري، والكبرياء ردائي، فمن نازعني واحداً منهما عذبته Firman ALLAH Azza wa Jalla dalam hadits Qudsi, “Keagungan adalah pakaianKu, kesombongan adalah selendangKu, barangsiapa yang mencabutnya dariKu salah satu dari keduanya, maka Aku akan mengazabnya.” [Hadits Qudsi riwayat Abu Daud, Ibnu Majjah, Ahmad, dishahihkan oleh al-Albani]
Masa suatu usaha itu diberikan kesempatan untuk tunduk pada ALLAH selama satu hari (seribu tahun). Sekiranya dibiarkan setelah seribu tahun berlalu, maka ALLAH akan memberikan peringatan terakhir sebelum diazab oleh ALLAH. Qasim adalah peringatan terakhir untuk umat ini sebelum diazab oleh ALLAH.
“Orang-orang mengira aku adalah pelukis yang luar biasa. Dan media bertanya dari mana aku mendapatkan ide ini. aku tetap diam tapi di dalam hati aku tahu bahwa ALLAH telah membuat lukisan ini. Dia ingin memberiku kehormatan dengan memberi aku pujian.” Takwilnya: Inilah hakikat yang diajarkan oleh ALLAH ke dalam setiap hati manusia. Manusia tidak akan mendapatkan kepahaman rohaniah apabila jalan yang dilalui tidak sama seperti yang dilalui oleh Rasullullah. Iman setiap umat Islam ketika itu mirip dengan imannya para sahabat. Bagaimana kesanggupan para sahabat diuji untuk mengikuti dan mempertahankan Rasullullah begitulah keadaan umat akhir zaman yang mengikuti dan mempertahankan beliau.
ALLAH menunjukkan Kebijaksanaan untuk memilih siapa yang ALLAH suka bukan berdasarkan kehebatan makhluk, sebaliknya adalah untuk menunjukkan kehebatan ALLAH, ALLAH memuliakan siapa yang dikehendaki-Nya walaupun seluruh dunia pernah memandang rendah kepadanya. Kemuliaan itu adalah mutlak milik ALLAH.
“Dalam mimpi itu, ketika aku melihat lukisan itu bahkan aku tidak memiliki kata-kata kecuali tahu bahwa ALLAH telah membuat lukisan ini. Dia ingin memberiku kehormatan dengan memberi aku pujian. Aku tidak memiliki kata-kata kecuali SUBHANALLAH.” Takwilnya: Inilah bisikan hati beliau, inilah kejujuran beliau. Bisikan hati seperti ini tidak perlu untuk ditakwilkan, ianya sudah jelas.
MIMPI PESAWAT (JET) TEMPUR HITAM
Jet Tempur perlu ditakwilkan, diperkuat dengan penjelasannya dalam Qur’an dan Hadits. Jangan sampai sebaliknya, dimana Qur’an dan Hadits yang disesuai dengan mimpi.
“…Maka Pakistan memiliki musuh yang banyak. Tapi ALLAH melindungi Pakistan dengan 3000 Jet Tempur Hitam dan perang terhadap Pakistan pun dimulai. Dan dengan pertolongan ALLAH, Pakistan keluar sebagai pemenang atas semua musuhnya. Pakistan menaklukkan seluruh India, begitu juga Bangladesh dan Afghanistan. Dan setelah Pakistan menang atas India, Indonesia dan Malaysia menjadi sekutu Pakistan. Kemudian Pakistan terjun ke Timur Tengah dengan izin ALLAH dan mereka bertempur melawan kedua negara adidaya dengan menggunakan jet tempur hitam dan Pakistan menyerang dengan cara yang tidak bisa dihentikan oleh siapapun….” Takwilnya : Mimpi Pesawat mempunyai takwil tentang sesuatu yang menunjukkan kehebatan yang ingin dicapai, karena sifat pesawat yang mampu mengapungkan diri di angkasa.
Dan Jet Tempur juga bisa ditakwilkan kepada suatu kehebatan luarbiasa yang bisa digunakan untuk menyerang sehingga mampu menakuti mengalahkan musuh.
Hitam bisa ditakwilkan kepada sesuatu yang bersifat elit yang bergerak secara rahasia atau tersembunyi, yang tidak dapat dipahami sekiranya tidak dijelaskan.
Maka Jet Tempur Hitam ditakwilkan kepada sesuatu kekuatan yang keberadaannya tidak dikenali sebelum wujud/bentuknya terbuka. Kekuatan itu bergerak secara tersembunyi sehingga suatu ketika akan dapat disadari ketika orang-orang menyaksikan kehebatan yang luarbiasa sehingga pihak musuh merasa kagum dan heran.
Takwil Jet Tempur Hitam seperti ini juga tidak terikat kepada suatu bentuk tertentu, malah bentuknya sangat fleksibel takwilnya, karena wujudnya juga berkaitan erat dengan lingkungan dan infrastuktur.
Secara umum Jet Tempur Hitam bisa ditakwilkan kepada keberadaan dua kekuatan,
Pertama, Kelompok Pasukan Panji-panji Hitam.
Kedua, Pasukan Malaikat (yang tersembunyi, bentuk pertolongan dari Allah). Jumlah 3.000 Jet Tempur Hitam itu menunjukkan jumlah kolompok kekuatan tentara Panji-panji Hitam dan tentara Malaikat yang tersembunyi.
Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullahﷺ telah mengambil tangan Ali dan bersabda : “Akan keluar dari sulbi pemuda ini (Ali) yang memenuhi dunia dengan keadilan (alMahdi). Ketika kamu melihat yang demikian itu, maka wajib kamu mencari Putera dari Bani Tamim (dari keturunan Abu Bakar), dia datang dari sebelah Timur dan dia adalah pemegang panji-panji AlMahdi” (HR. Tabrani dalam Al Ausat Dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti)
Rasulullahﷺ bersabda: “…Setelah itu ALLAH mengutus kepadanya tentara dari Khurasan dengan Panji-Panji Hitam dan mereka menuju ke Syam, dan ALLAH memberikan kepadanya tiga ribu (3.000) malaikat dan Ashabul Kahfi adalah di antara pembantunya.” (Al Hadis dari kitab As’afur Raghibin).
“(Ingatlah wahai Muhammad) ketika engkau berkata kepada orangorang yang beriman (untuk menguatkan semangat mereka): “Tidakkah cukup bagi kamu, bahwa ALLAH membantu kamu dengan tiga ribu (3.000) tentara dari malaikat yang diturunkan?,” (Ali’Imraan 3:124).
“Bahkan jika kamu bersabar dan bertakwa, dan mereka (musuh) datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya ALLAH membantu kamu dengan lima ribu (5.000) malaikat yang memakai tanda.” (A-li’Imraan 3:125).
“Al-Mahdi akan muncul setelah keluarnya Panji-panji Hitam dari sebelah Timur, yang mana pasukan ini tidak pernah kalah dengan pasukan mana pun.” (Ibnu Majah).
Gambaran tentang Panji-panji Hitam akan melibatkan begitu banyak umat, baik tentara profesional (tentara negara) maupun tentara rakyat/pejuang, dari 3 kekuatan utama, yaitu Pakistan, Indonesia, malaysia dan insyaAllah Brunai. Tentunya juga umat dari berbagai belahan dunia lain yang percaya bahwa Muhammad Qasim adalah Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu itu.
Perlu diingat, tetap saja negara/pemerintahan/umat yang mengaku islam, tidak semua percaya kepada Muhammad Qasim sebagai Imam Mahdi, apalagi kelompok Syiah dan kelompok khawarij/takfiri. Dimana 2 paham itu banyak pengikutnya dan tersebar dihampir semua negara.
Perlu diingat pula, orang yang terpapar paham khawarij/takfiri bisa ada disemua kelompok/organisasi islam, baik pengaruh konten di Sosial media (Sosmed) maupun pengaruh pimpinan/ajaran kelompoknya. Dengan ciri-ciri umumnya yang terkena paham khawarij/takfiri dijaman modern ini adalah; merasa kelompoknya yang paling benar, membela habis-habisan kelompok/pimpinannya, menyatakan kelompok lainnya jauh dari tuntunan islam, merendahlan/mencaci/memojokan kelompok atau paham lainnya, dan yang lebih ekstrim adalah menyatakan paham/kelompok lainnya adalah thogut yang biasanya menghalalkan darah orang islam lainnya.
Berapakah perkiraan jumlah pasukan Muhammad Qasim (Imam Mahdi) yang terlibat dalam perang dunia ke 3 (malhamah) ini?
Setiap Panji (kelompok) memiliki pasukan (divisi) yang terdiri dari 10.000 sampai dengan 15.000 orang pasukan. Namun “Panji Kecil” (brigade) bisa dibentuk terdiri dari 4.000 hingga 7.000 orang pasukan.
Terdapat 3.000 Jet Hitam (kelompok/panji), yang berarti, ada 3.000 jet tempur hitam, dikali (x) 10.000 s/d/ 15.000 orang, maka sama dengan 30.000.000 hingga 45.000.000 pasukan. Dan dibantu Pasukan langit yang tersembunyi (malaikat) sebenyak 3.000 malaikat.
Setiap Panji ada 10.000-12,000 pasukan dipimpin oleh seorang komandan perang yang memegang Panji Perang. Setiap sepuluh komandan yang membawahi kelompok, diatasnya akan dipimpin oleh seorang Panglima Perang lapangan. Maka akan terdapat lebih dari 300 Panglima Perang lapangan. Untuk memimpin 300 panglima perang lapangan ini, akan di pimpin oleh sekurang-kurangnya 7 Panglima Tingggi dengan wilayah peperangan yang berbeda. Dan 7 panglima tinggi ini dipimpin Panglima Ter-tinggi-nya adalah Imam Mahdi, yaitu Muhamad Qasim.
Seorang Panglima perang lapangan mampu untuk mengatur sekurang-kurangnya 45-50 Panji. Berarti setiap Panglima perang lapangan mampu mengatur sekurang-kurangnya 450,000-750,000 pasukan.
“…mereka akan datang menghadapi kalian di bawah delapan puluh (80) panji-panji perang, di bawah setiap panji terdiri dari dua belas ribu pasukan.” (HR al-Bukhari : 2940)
“Setelah melihat jet tempur hitam ini banyak Umat Islam dari seluruh dunia datang ke Pakistan dan mulai memainkan peran mereka dalam membangun kembali Islam.” Takwilnya: Perintah Rasullullahﷺ seperti hadits dibawah hendaklah dilaksanakan oleh setiap umat Rasullullahﷺ
Sabda Nabiﷺ , “Jika kamu semua melihat Panji-panji Hitam datang dari arah sebelum Khurasan, maka datangilah ia walaupun kamu terpaksa merangkak di atas salju. Sesungguhnya di tengah-tengah panji-panji itu ada Khalifah ALLAH yang mendapat petunjuk.” Maksudnya ialah al-Mahdi. (Ibnu Majah, Abu Nuaim & al-Hakim)
“Ketika Pakistan mulai maju, India mencoba menyerang Pakistan. Tapi ALLAH membantu Pakistan dengan jet tempur hitam yang kuat. Dan India tidak menyerang Pakistan setelah melihat mereka.
Tapi di sisi lain India dan sekutunya dan kelompok teroris juga mulai bersiap menghadapi perang Pakistan. Kita juga menyerang Kashmir dan membebaskannya untuk membuat pertahanan kita lebih kuat.
Dan India tidak berani menyerang Pakistan karena adanya Pesawat Tempur Hitam ini. Setelah melihat jet tempur hitam ini banyak Umat Islam dari seluruh dunia datang ke Pakistan dan mulai memainkan peran mereka dalam membangun kembali Islam.
ALLAH membantu kita dari tempat yang tak terlihat dan ALLAH SWT membuat kita sangat cerdas dengan rahmat-Nya. Kita membuat pesawat tempur teknologi kita sendiri dan kita juga menjadi mandiri. Jauh sebelum ini, Nabi Muhammad SAW telah memanggilku datang ke Madinah melalui sebuah mimpi….”
“…Lalu aku menyebut asma ALLAH dan berkata pada diriku sendiri bahwa mereka bahkan belum melihat tentara ALLAH, lalu aku memanggil. Maka seketika itu banyak jet tempur, mesin perang dan tank lain keluar dari bumi dan India benar-benar terkesima saat melihat gudang kami telah penuh dengan senjata….”
Gambaran kandungan mimpi-mimpi Muhammad Qasim meliputi :
TAUHID Merupakan informasi paling penting dan yang paling ditekankan oleh ALLAH ﷻ dalam mimpi-mimpi Muhammad Qasim.
ALLAH ﷻ berkata kepada Muhammad Qasim dalam mimpinya, “Qasim, semenjak Aku ciptakan dunia ini, bumi ini belum pernah dipenuhi oleh syirik seperti zaman ini sebelumnya….”
Muhammad Qasim mengatakan bahwa berdasarkan penjelasan ALLAH ﷻ dalam mimpi-mimpinya, Pertolongan ALLAHﷻ hanya akan datang ketika semua jenis syirik dan segala bentuknya dihilangkan mulai dari tingkat individu hingga ketingkat negara. Perbuatan-perbuatan syirik ini adalah alasan utama mengapa ALLAH ﷻ belum memberikan pertolongan-Nya kepada Ummat Islam padahal saat ini Ummat Islam sedang tertindas hampir diseluruh dunia. Penjelasan rinci tentang syirik zaman modern ini bisa pembaca lihat di tulisan GAZA berjudul Kalender Allah dalam mimpi Muhammad Qasim.
KABAR GEMBIRA Kabar Gembira itu bentuknya berupa informasi dari ALLAH ﷻ bahwa Islam akan bangkit dan akan kembali dihormati di seluruh dunia. Semua itu akan berawal dari kebangkitan islam di Pakistan. Setelah berbagai jenis syirik dihapus di Pakistan. Sehingga dalam waktu singkat Pakistan maju dan menjadi contoh kekuatan islam.
PERINGATAN ALLAH ﷻ berulang kali memperingatkan melalui mimpi-mimpi Muhammad Qasim bahwa Dia akan menurunkan adzab sama seperti ketika Dia menurunkan adzab-Nya pada Ummat Nabi Luth ‘alayhissalam dan Nabi-nabi terdahulu lainnya jika manusia tetap tidak mengindahkan peringatan-peringatannya dalam Al-Qur’an. Dalam Mimpi-mimpi Muhammad Qasim ALLAH ﷻ juga murka terhadap orangorang yang mengolok-olok Muhammad Qasim sebab Qasim hanya memberi Kabar Gembira dan Peringatan. Itupun karena ALLAH ﷻ dan Rasul-Nya sendiri lah yang memerintahkan Qasim dalam mimpinya agar Qasim menyebarkan mimpi-mimpinya ke seluruh dunia.
MALHAMAH KUBRO Ini adalah salah satu informasi yang sangat penting untuk diperhatikan oleh Ummat Islam di seluruh dunia. Dalam mimpi Qasim ia telah melihat bahwa Malhamah Kubro (Perang Dunia Ke tiga) akan berkobar beberapa kali dalam waktu yang berdekatan antara peperangan satu dengan peperangan lainnya dan akan dalam waktu dekat ini. Bahkan dalam takwil mimpinya, akan terjadi sepuluh kali peperangan.
Allah ﷻ menginformasikan kepada Muhammad Qasim dalam mimpinya jumlah korban malhamah kubro sekitar 800.000.000 (800 juta) jiwa. Ini terjadi karena merupakan perang modern dan melibatkan banyak negara. Dalam takwil dibawah ini terjadi sampai sepuluh kali gelombang perang. Ini sesuai dengan informasi dari Rasulullah akan memakan korban yang begitu besar.
TIGA BENTENG ISLAM Qasim melihat dalam mimpinya bahwa Islam di akhir zaman memiliki tiga poros kekuatan utama (3 benteng) yaitu Turki, Saudi Arabia dan Pakistan. Jika ketiga benteng ini jatuh maka kaum muslimin tidak akan mampu melindungi Islam lagi. Maka Allah ﷻ akan menyelamatkan kekuatan terakhir, yaitu Pakistan.
TURKI DAN ARAB SAUDI AKAN RUNTUH Qasim melihat dalam mimpinya kejatuhan Turki akan terjadi setelah wafatnya presiden Erdogan. Dan setelah itu musuh-musuh islam menjadi lebih leluasa menguasai timur tengah. Ditambah lagi setelah runtuhnya Arab Saudi.
PALESTINA HANYA AKAN TINGGAL NAMA Dalam mimpi Qasim melihat bahwa Palestina hanya akan tinggal nama. Ini adalah salah satu dampak yang disebabkan oleh Keruntuhan Turki sehingga Israel dan sekutunya semakin berani melakukan operasi besar-besaran di Palestina dan sekitarnya.
TIMUR TENGAH AKAN MENGALAMI KEHANCURAN Qasim melihat bahwa kerusakan terparah akan terjadi di Timur Tengah. Ini karena mayoritas medan pertempuran Malhamah Kubro akan berlangsung di wilayah Jazirah Arab dan sekitarnya.
ALIANSI AMERIKA, ISRAEL, DAN INDIA AKAN BERUSAHA MENGHANCURKAN PAKISTAN Setelah benteng pertama dan kedua Islam (yaitu Turki dan Arab Saudi) runtuh, maka aliansi Amerika-Israel-India (sekutu lainnya) akan mencoba meruntuhkan benteng terakhir Umat Islam ini yaitu Pakistan. Pakistan tidak berdaya menghadapi aliansi tersebut hingga rakyat Pakistan hampir putus asa karena tentara Pakistan tidak dapat berbuat banyak.
Pada situasi yang serba sulit itu akhirnya rakyat dan tentara Pakistan percaya pada Muhammad Qasim dan menyesal karena mereka telah mengabaikan nasehat-nasehat Qasim selama ini. Kemudian ALLAH ﷻ menyelamatkan benteng terakhir Ummat Islam itu.
INDONESIA, MALAYSIA DAN BRUNEI AKAN TERLIBAT PERANG DUNIA KE TIGA DAN BERGABUNG DENGAN PAKISTAN Setelah melihat keperkasaan Pakistan dengan pertolongan ALLAH ﷻ, maka Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam bergabung dengan Pakistan, lalu secara bersama-sama membebaskan Timur Tengah yang sebagain besar sudah dikuasai USA, Rusia, Israel dan sekutunya, untuk membebaskan kembali wilayah Timur Tengah tersebut.
KEMAKMURAN DAN KEBAHAGIAAN Qasim melihat dalam mimpinya bahwa setelah Allah ﷻ menurunkan bantuannya, kemakmuran dan kesejahteraan yang merata dimanamana. Kekayaan akan tersebar secara merata. Semua negara mayoritas muslim menjadi satu dan tetap melindungi pemeluk agama lainnya. Seorang muslim tidak memerlukan paspor dan visa untuk bepergian dari satu negara muslim ke negara muslim yang lain. Mata uang muslim hanya satu dan semua orang menjadi bahagia.
DAJJAL Qasim melihat dalam mimpinya bahwa Dajjal akan muncul setelah tahun ketujuh dari kedamaian dan kemakmuran. Dajjal muncul untuk menghancurkan kedamaian itu.
YA’JUJ MA’JUJ Qasim melihat dalam mimpinya bahwa kaum Ya’juj Ma’juj akan mulai melakukan penyerangan beberapa saat yang tidak terlalu lama setelah peperangan dengan Dajjal dan pasukannya berakhir.
Mimpi termasuk dalam perkara gaib. Itulah alasannya kebanyakan para mubaligh melarang untuk mencari takwil mimpi. Di samping langkanya orang yang mengetahui seluk-beluk tafsir mimpi, penafsiran mimpi bisa sangat rentan keliru. Bahkan, orang sekaliber Abu Bakar RA pun tak begitu pas ketika menakwilkan mimpi.
Kedudukan Disipin Ilmu Takwil Mimpi
Seorang Ulama yang bernama Abdu al-Ghani bin Ismail atau yang lebih dikenal dengan Ibnu Nablusi memiliki karya yang bernama Ta’thir alAnam fi Tafsir Ahlam tentang tafsir mimpi. Dalam kitab itu, ia menjelaskan ilmu tentang tafsir mimpi sebagai disiplin ilmu yang cukup tinggi kedudukannya, karena mimpi para Nabi juga termasuk dari Wahyu kenabian.Hukum Fikih dalam menakwilkan mimpi
Para ulama bersepakat akan kebolehan menceritakan mimpi dan meminta penakwilan darinya. Bahkan, menurut Markaz Al-Fatwa (4473), yang mengingkari mimpi hanyalah kaum mu’tazilah dan orangorang atheis saja. Namun, dalam menafsirkan mimpi perlu diperhatikan rujukan yang jelas. Misalkan, merujuk pada tafsir mimpi yang ditulis para ulama seperti Ibnu Sirin.
Imam Ibnu Sirin, dalam bukunya Tafsir Mimpi Menurut Islam, berkata: “Tidak semua mimpi dapat ditafsirkan makna yang terkandung didalamnya. Ada kalanya mimpi bagaikan angin lalu namun ada yang benar-benar menjadi kenyataan. Mimpi insan yang bertakwa merupakan pemberitahuan yang akan terjadi, karena Rasulullah ﷺ tidak bermimpi melainkan mimpi baginda menjadi kenyataan. Sedangkan mimpi insan yang tidak beriman merupakan berita yang disebarkan oleh syaitan.”
Demikian pula Nabi Yusuf yang dikenal sangat handal menakwilkan mimpi. Risalah kenabiannya ditandai dengan mimpi melihat matahari, bulan, dan bintang yang sujud kepadanya. (QS Yusuf [12]: 4). Setelah itu, Nabi Yusuf banyak menafsirkan mimpi hingga menjadikannya perdana Menteri Mesir saat itu. Demikian dikisahkan Alquran dalam Surat Yusuf.
Nabi ﷺ sendiri pernah menafsirkan mimpinya maupun mimpi orang lain. Bahkan, Abu Bakar RA pernah menafsirkan mimpi orang lain di hadapan Rasulullah ﷺ. Ibnu Abbas meriwayatkan, suatu ketika datang seorang laki-laki kepada Rasulullah ﷺ, “Tadi malam aku bermimpi melihat segumpal awan yang meneteskan minyak samin dan madu, lantas kulihat orang banyak memintanya. Ada yang meminta banyak dan ada yang meminta sedikit. Tiba-tiba ada tali yang menghubungkan antara langit dan bumi. Kulihat engkau memegangnya kemudian engkau naik. Kemudian ada orang lain memegangnya dan ia pergunakan untuk naik. Kemudian ada orang yang mengambilnya dan dipergunakannya untuk naik namun tali terputus. Kemudian tali itu tersambung,” kisah laki-laki tersebut.
Abu Bakar yang berada di sisi Rasulullah ﷺmeminta izin untuk menakwilkannya. “Wahai Rasulullah, ayah dan ibuku untuk tebusanmu, demi ALLAH ﷻ, biarkan aku yang menakwilkannya,” pinta Abu Bakar. Rasulullah ﷺ pun menyetujuinya.
“Adapun awan, itulah Islam. Adapun madu dan minyak samin yang menetes, itulah Alquran karena manisnya menetes. Maka, silakan ada yang memperbanyak atau mempersedikit. Adapun tali yang menghubungkan langit dan bumi adalah kebenaran yang engkau pegang teguh sekarang ini yang karenanya ALLAH ﷻ meninggikan kedudukanmu. Kemudian ada seseorang sepeninggalmu mengambilnya dan ia pun menjadi tinggi kedudukannya. Ada pula orang lain yang mengambilnya dan terputus, kemudian tali itu tersambung kembali sehingga ia menjadi tinggi kedudukannya karenanya,” papar Abu Bakar.
Kemudian, Abu Bakar RA pun meminta pembenaran kepada Rasulullah ﷺ apakah takwilan mimpinya benar atau tidak. Nabi ﷺ membenarkan sebahagiannya dan menyalahkan sebahagian yang lain. “Demi ALLAH ya Rasulullah, tolong beritahukanlah kepadaku takwil mana yang salah?” pinta Abu Bakar. Nabi SAW mengingatkan, “Janganlah engkau bersumpah,” (HR Bukhari).
Hadis sahih ini menjadi dalil bolehnya menceritakan mimpi kepada orang lain, meminta untuk ditafsirkan mimpinya, serta bolehnya untuk menafsirkan mimpi orang lain. Namun, Nabi ﷺ memberikan kaidahkaidah mimpi apa saja yang boleh ditafsirkan.
Tiga Kriteria Mimpi
Dalam riwayat Auf bin Malik, Nabi ﷺ membagi tiga kriteria mimpi yang dialami manusia. Pertama, mimpi buruk atau menakutkan yang datang dari syetan dan membuat sedih. Kedua, mimpi yang menggelisahkan seseorang ketika terjaga dan terus terbawa dalam mimpinya. Ketiga, mimpi yang menjadi isyarat dari 46 bagian kenabian. (HR Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Majah).
Secara ringkas, hadis dari Abu Hurairah RA menyebutkan, “Mimpi itu ada tiga macam; bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari ALLAH.” (HR Bukhari).
Jika seseorang mimpi pada kategori yang pertama maka mimpi ini tak perlu diceritakan apalagi ditafsirkan. Sebagaimana riwayat dari Jabir mengisahkan seorang lelaki yang bertanya kepada Nabi ﷺ tentang mimpinya semalam. “Ya Rasulullah, aku bermimpi kemarin seakanakan kepalaku dipenggal, bagaimana itu?” tanya laki-laki tersebut. Rasulullah ﷺ pun bersabda, “Apabila setan mempermainkan salah seorang dari kalian di dalam tidurnya maka janganlah dia menceritakannya kepada orang lain.” (HR Muslim).
Demikian juga mimpi kategori yang kedua. Mimpi buruk yang selalu teringat bisa jadi pertanda keburukan. Maka, hendaklah si pemimpi menahan diri untuk menceritakannya kepada orang lain.
Adapun mimpi jenis ketiga mengindikasikan kebenaran. Mimpi yang baik dan menggembirakan inilah yang patut diceritakan dan dimintakan penakwilannya kepada orang saleh. Imam Malik memesankan, tidak seluruh mimpi patut diceritakan. Hanya mimpi-mimpi yang baik saja yang patut untuk diceritakan.
Kesimpulan: Berdasarkan keterangan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa menakwilkan mimpi adalah perkara yang dibolehkan dalam Islam. Dengan catatan penakwilan harus diserahkan kepada orang sholeh dengan mengikuti petunjuk Al-Qur’an dan Sunnah, serta mimpi yang hendak ditakwil itu adalah harus mimpi yang baik. Adapun Mimpi-mimpi Muhammad Qasim isinya adalah Kabar Gembira dan Peringatan.
MIMPI YANG BAIK ADALAH PETUNJUK BAGI UMMAT ISLAM AKHIR ZAMAN
Pada akhir zaman, tidak diragukan lagi adalah mimpi yang baik atau benar atau yang dapat dilihat oleh orang mukminin sebagai tanda-tanda khusus dari ALLAH ﷻkepada orang-orang yang Dia Kehendaki. Itu karena dampak dari Kenabian sudah sangat jauh dari masanya sehingga ALLAH ﷻ memberikan kompensasi kepada orang-orang mukmin akhir zaman berupa mimpi-mimpi yang baik dan benar sebagai kabar gembira dan peringatan agar mereka tetap teguh dalam iman.
Rasulullah ﷺ telah menegaskan bahwa mimpi yang baik dan benar itu merupakan seperempat puluh enam (1/46) bagian dari kenabian. Dari Anas dan Ubadah bin Ash Shamit RA bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Mimpi orang beriman itu merupakan seperempat puluh enam dari kenabian.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Turmudzi dan Abu Daud)
Mimpi orang mukmin di akhir zaman sedikit sekali yang bohong atau terjadi dari setan. ”Jika zaman itu telah dekat (kiamat), banyak mimpi orang beriman tidak bohong. Dan, sebenar-benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur di perkataan. ” (HR Muslim)
Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda: “Mimpinya orang muslim adalah yang dia lihat, atau yang diperlihatkan. Dan di dalam Hadits Ibnu Mushir; “Mimpi yang baik adalah bagian dari empat puluh enam kenabian.” (HR Muslim)
Demikianlah Rasulullah ﷺ mempertimbangkan masa kenabiannya yang telah selesai dan tinggal yang menerima tanggapannya, yang disetujui dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari. Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak diterima dari kenabian kecuali Ditolak.” Mereka bertanya, “Apa itu wahai Rasulullah?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Mimpi yang baik atau benar.” (HR. Bukhari)
Hadits ini menegaskan bahwa meskipun seseorang menerima mimpimimpi yang baik dan benar (sebagai bagian dari kenabian) sebagaimana yang dialami oleh Muhammad Qasim, itu tidak berarti lantas menjadikan seseorang seperti Muhammad Qasim itu menjadi Nabi, karena tidak ada lagi Nabi setelah wafatnya Baginda Rasulullah .ﷺ
CIRI-CIRI ORANG YANG MENDAPAT PETUNJUK (AL-MAHDI).
Rasulullah ﷺ bersabda, “Andaikan dunia tinggal sehari, sungguh ALLAH akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya mirip namaku dan nama ayahnya mirip nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR. Abu Dawud: 9435)
Rasulullah ﷺ bersabda, “Al Mahdi dari keturunanku, dahinya lebar, hidungnya mancung.” [Sunan Abu Dawud]
Karena petunjuk tersebut masih dirasakan kurang, bagaimana cara berikutnya untuk mengetahui al-Mahdi yang asli sebelum di bai’at? a. Cari sumber dari hadits yang shahih mengenai ciri-cirinya. b. Memahami nama gelar al Mahdi dan mencocokkan dengan realita saat ini. • Al-Mahdi; Artinya seseorang yang akan mendapat petunjuk dari Allah diakhir zaman. • Imam Mahdi; “Imam” artinya “Pemimpin”, “Mahdi” artinya “Yang Mendapat Petunjuk”. Dari nama gelarnya sudah jelas, bahwa Imam Mahdi adalah Orang yang diberi petunjuk.
Pertanyaan penting berikutnya adalah, petunjuknya melalui apa?
Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak tersisa dari kenabian, kecuali PERINGATAN-PERINGATAN.” Mereka bertanya, “Apa peringatanperingatan itu?” Rasulullah SAW menjawab,“ MIMPI yang BAIK atau BENAR.” (HR. Bukhari)
Rasulullah ﷺ jika selesai dari shalat subuh bertanya: “Apakah semalam ada seseorang dari kalian yang bermimpi?” Beliau melanjutkan: “Sesungguhnya tidak ada lagi yang tersisa setelahku (kematianku) sesuatu dari kenabian SELAIN MIMPI yang benar.” (HR. Abu Daud: 4363)
Dan ini pesan terakhir dari Rasulullah ﷺ menjelang wafat nya: Dari Abdullah bin Abbas dia berkata: “Rasulullah ﷺ suatu saat menyingkap tirai, dan kepalanya dililit (diperban) dengan kain karena sakit (yang akhirnya menyebabkan beliau meninggal dunia) lalu beliau ﷺ bersabda: ‘Ya ALLAH, telah kusampaikan (beliau SAW mengulanginya tiga kali), sesungguhnya TIDAK TERSISA lagi KABAR KENABIAN (Petunjuk) KECUALI MIMPI yang benar, yakni mimpi yang dilihat SEORANG muslim atau diperlihatkan kepada SEORANG hamba.” [HR Ibn Majah & Nasai, Sahih]
Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika kamu semua melihat Panji-panji Hitam datang dari ARAH SEBELUM KHURASAN. maka sambutlah ia walaupun kamu terpaksa merangkak di atas salju, Sesungguhnya di tengahtengah panji-panji itu ada Khalifah ALLAH yang mendapat PETUNJUK. Maksudnya ialah Al-Mahdi. (Ibnu Majah, Abu Nuaim & al-Hakim)
Dari hadits-hadits tersebut Rasulullah SAW jelas sekali telah mengisyaratkan bahwa akan ada seseorang di akhir zaman yang diberi petunjuk melalui mimpi. Yang mendapat petunjuk di akhir zaman DISEBUT atau DIBERI GELAR AL-MAHDI.
Mimpi-mimpi Muhammad Qasim bin Abdul Karim penuh dengan Peringatan dan Kabar Gembira bagi setiap manusia yang masih hidup di dunia ini. Ini karena mimpi-mimpinya juga berkaitan dengan huru-hara akhir zaman, yang waktunya sudah sangat dekat.
Umat Islam seyogyanya dapat melakukan persiapan dan berbagai langkah untuk meminimalisir dampak sebelum semua itu terjadi jika saja para ulama beserta pemimpin-pemimpin Islam mau memperhatikan Mimpi-mimpi Muhammad Qasim ini, karena solusinya ada di Mimpi-mimpi Muhammad Qasim itu sendiri berdasarkan petunjuk langsung dari ALLAH SWT.
Kesimpulan: Berdasarkan nubuwwah rasulullah ﷺ diatas, adalah merupakan suatu hal yang wajar ketika orang-orang yang sudah meneliti Mimpi-mimpi Muhammad Qasim mulai berpikir bahwa Muhammad Qasim adalah Al Mahdi yang telah RasulALLAH ﷺ janjikan. Apalagi Qasim tidaklah membawa syariat baru maupun sesuatu yang bertentangan dengan AlQur’an dan Hadits. Dan tidak kalah penting, ia juga TIDAK PERNAH MENGKLAIM bahwa dirinya adalah Al Mahdi. Bahkan ia selalu menolak keras jika dikait-kaitkan dengan Al Mahdi.
Kepada yth.: Seluruh Saudara2 ku Muslimin & Muslimat, di Seluruh tanah air MALAYSIA/ SINGAPORE/ INDONESIA YANG TERCINTA.
Kami ingin mengajak semua untuk berzikir mengingat Allah SWT yang Maha Agung,
Kami ingin mengajak 200,000,000 orang bersolawat ke atas Baginda Nabi Muhammad SAW.
Dengan jutaan orang berzikir , semoga Umat diselamatkan oleh ALLAH SWT dari berbagai bencana alam, wabah COVID 19 dan mala petaka yang menimpa semua umat muslim, semoga Ada perobahan Baik, semoga ada kesudahan yg lebih baik. Kita sama sama memohon kepada Allah.
Hanya dibaca & sebarkan kepada sanak saudara , handai taulan & rekan rekan yang lain.
اللهم صل على محمد وعلى ال محمد
ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD, WA ‘ALA AALI MUHAMMAD
كما صليت على ابراهيم وعلى ال ابراهيم
KAMAA SHALLAITA ‘ALA IBRAHIM, WA ‘ALA AALI IBRAHIM
وبارك على محمد وعلى ال محمد
WABAARIK ‘ALA MUHAMMAD, WA ‘ALA AALI MUHAMMAD
كما باركت على ابراهيم وعلى ال ابراهيم فى العالمين انك حميد مجيد
YA ALLAAH يا الله YA RAHMAAN يا رحمن YA RAHIIM يا رحيم YA MALIK يا ملك YA QUDDUUS يا قدوس
YA AZIIZ يا عزيز YA ALIIM يا عليم YA JABBAAR يا جبار YA GHANIYY يا غني YA LATHIIF يا لطيف
YA KHABIIR يا خبير YA AWWAAL يا أول YA AAKHIR يا آخر YA BASHIIR يا بصير YA SHABUUR يا صبور
YA SHAMAD يا صمد YA MUJIIBU يا مجيب YA WAAJIDU يا واجد YA RA’UUF يا رؤوف YA QAADIR يا قادر
YA WAAHID يا واحد YA HALIIM يا حليم YA HAYYU يا حي YA QAYYUUM يا قيوم YA SALAAM يا سلام
YA JABBAAR يا جبار YA MUTAKABBIR يا متكبر YA KHAALIQ يا خالق YA BAARI يا بارئ YA RAZZAAQ يا رزاق
Kirim nama ALLAH kpd semua teman Muslim dan INSYA’ ALLAH … dalam beberapa menit nanti ramai orang bersama2 membaca keindahan nama ALLAH.
Tolong sebarkan pesanan ini.
Anggaplah sebagai sedekah Jariyah. Untuk kita.
Jangan lupa untuk mengirim kepada keluarga , sanak saudara , handai taulan & rekan2 anda dan seterusnya kepada keluarga & rekan2 mereka pula.
Astaghfirullah أستغفر الله Astaghfirullah أستغفر الله Astaghfirullah أستغفر الله
Hasbunallahu Wa Ni’mal Wakiil. حسبنا الله ونعم الوكيل Hasbunallahu Wa Ni’mal Wakiil. حسبنا الله ونعم الوكيل Hasbunallahu Wa Ni’mal Wakiil. حسبنا الله ونعم الوكيل Hasbunallahu Wa Ni’mal Wakiil. حسبنا الله ونعم الوكيل Hasbunallahu Wa Ni’mal Wakiil. حسبنا الله ونعم الوكيل Hasbunallahu Wa Ni’mal Wakiil. حسبنا الله ونعم الوكيل Hasbunallahu Wa Ni’mal Wakiil. حسبنا الله ونعم الوكيل
Semoga menjadi amal kebaikan bagi kita semua dan selalu di berikan petunjuk Oleh Allah Subhanahu Wataalla, Amiin Yaa Robal allamiin.
WAHYU YANG PERTAMA KALI DITERIMA OLEH NABI MUHAMMAD ﷺ ADALAH MIMPI.
Surah al-‘Alaq ayat 1-3 merupakan ayat Alquran pertama yang turun kepada Nabi Muhammad ﷺ. Surah itu disebut juga sebagai ayat Iqra karena mengandung perintah untuk membaca (‘Bacalah dengan [menyebut] nama Tuhanmu Yang menciptakan’).
Akan tetapi, ayat tersebut ternyata bukanlah wahyu yang pertama kali sampai kepada suami Khadijah binti Khuwailid itu. Seperti diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim, Aisyah RA menuturkan, wahyu yang pertama kali diturunkan kepada Nabi ﷺ adalah mimpi yang baik (alru’ya al-shalihah) ketika beliau tidur.
Berikutnya, pria berjulukan al-Amin itu diberikan oleh ALLAH rasa senang untuk melakukan perenungan atau menyendiri (tahannuts) di dalam Gua Hira. Demikianlah keadaannya, sampai kemudian Malaikat Jibril datang dengan membawa tiga ayat dari awal Surah al-‘Alaq.
WAHYU SEORANG NABI DISAMPAIKAN MELALUI MIMPI, WAHYU SEORANG RASUL MELALUI MALAIKAT JIBRIL.
Adapun Imam al-Syaukani dalam Fath al-Qadir memberikan definisi yang lebih perinci. Seorang nabi adalah pria yang diberikan wahyu oleh ALLAH ﷻ melalui mimpi atau ilham. Sementara itu, seorang rasul adalah pria yang diberikan wahyu oleh ALLAH ﷻ melalui Malaikat Jibril.
Maka dari itu, Nabi Muhammad ﷺ ketika menerima Surah al-‘Alaq di Gua Hira itu sudah berstatus sebagai seorang nabi. Kemudian, sejak turunnya ayat Iqra`, maka beliau berstatus sebagai rasul.
Pendapat tersebut diperkuat Imam al-Baihaqi. Nabi Muhammad ﷺ diangkat menjadi seorang nabi pada Rabiul Awal berdasarkan wahyu yang diperolehnya melalui mimpi. Enam bulan kemudian, beliau menerima wahyu dalam keadaan terjaga di Gua Hira.
Imam Ibn Hajar al-‘Asqalani menuturkan, wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ berupa mimpi-mimpi berfungsi sebagai persiapan mental bagi beliau dalam menerima wahyu-wahyu berikutnya, yakni yang melalui Malaikat Jibril yang datang kepadanya dalam keadaan terjaga.
MIMPI BEGITU PENTING
Selain itu, permasalahan mimpi adalah persoalan yang juga sering dibahas oleh Nabi kita Muhammad ﷺ. Bila usai mengerjakan shalat subuh, beliau ﷺ menghadap jamaah, kemudian bertanya, “Apakah ada di antara kalian yang mimpi semalam?” (HR. Muslim).
Ini menandakan pentingnya mimpi dalam Islam. Beliau ﷺ menanyakan itu kalau-kalau ada seseorang yang bermimpi dan didalamnya ada berupa petunjuk dari ALLAH ﷻ. Namun, di masa sekarang, topik mimpi ini adalah sesuatu yang tidak terlalu diperhatikan oleh kaum muslimin. Padahal peran mimpi begitu penting dalam sejarah Islam dan kehidupan para Nabi ‘alayhim salam.
AYAT-AYAT ALLAH ﷻ TENTANG MIMPI
yang menjelaskan tentang mimpi adalah ﷻ Diantara ayat-ayat ALLAH sebagai berikut:وَإ ذَِ ق لنَا لكَََ إنََِ رَبَكََ أحََاطََ باِلنَاسَِ َۗ وَمَا جَعَ لنَا الرُّ ؤيَا الَتِيأرََ ينَاكََ إلََِّ فِ تنَةًَ للِنَاسَِ وَالشَجَرَةََ ا لمَ ل عونَةََ فيِ ا لق رآنَِ َۗ وَ نخَوِّف ه مَ فَمَا يَزِي د ه مَ إلََِّ طَ غيَانًا كَبِيرًا Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: “Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia.” Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al–Quran. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.” (Q.s Al-Isra [17]: 60)
فَلَمَا بَلَغََ مَعَ هَ السَ عيََ قَالََ يَا بنَيََ إنِِّي أرََىَٰ فِي ا لمَنَامَِ أنَِّي أ ذَبَ حكَفَا ن ظ رَ مَاذَا تَرَىَٰ َۗ قَالََ يَا أبََتَِ ا فعَلَ مَا ت ؤمَ رَ َۗ ِسَتَجِ دنِي إ نَِ شَاءََ اللَ همِنََ الصَابِرِين Artinya: ”Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya ALLAH kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (Q.s Ash-Shaffat [37]: 102) وَكَذَٰلكََِ يَ جتَبِيكََ رَبُّكََ وَ يعَلِّ مكََ مِ نَ تَأ وِيلَِ ا لأحََادِيثَِ وَ يتمُِّن عِمَتَ هَ عَلَ يكََ وَعَلَىَٰ آلَِ يَ عق وبََ كَمَا أتََمَهَا عَلَىَٰ أبََوَ يكََ مِ نَ قَ ب لُِ برَاهِيمََ ِوَإ سِحَاقََ َۗ إنََِ رَبَكََ عَليِ مَ حَكِيم Artinya: “Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta’bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Q.s Yusuf [12]: 6)
Dari beberapa ayat diatas bisa dicermati bahwa mimpi adalah suatu perkara yang dikenal dalam Islam dan lebih dari itu ALLAH ﷻ memberikan beberapa kelebihan kepada Nabi-Nya, yaitu kemampuan untuk menta’wil atau menterjemahkan maksud dari mimpi, salah satunya kepada Nabi Yusuf ‘alayhissalam yang kita kenal memiliki mu’jizat menafsirkan mimpi.
SANGSI TENTANG KEBOHONGAN DALAM MIMPI
Dari Ibnu Abbas radhiALLAHu anhuma dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda: مَ نَ تَحَلَمََ ب حِ ل مَ لَ مَ يَرَ هَ كلِّفََ أ نََ يَ عقدََِ بَ ينََ شَعِيرَتَ ينَِ وَل نََ يَ فعَلََ وَمَ نَ ا ستَمَعََ إلَِى حَدِيثَِ قَ و مَ وَ ه مَ لَ هَ كَارِ هونََ أ وََ يَفِرُّونََ مِ ن هَ صبََ فِي أ ذنِهَِ ا لْ ن كَ يَ ومََ ا لقِيَامَةَِ وَمَ نَ صَوَرََ صورَةًَ عذِّبََ وَ كلِّفََ أ نََ يَ نف خََ فِيهَا وَلَ يسََ بِنَافخِ “Barangsiapa menyatakan sebuah mimpi yang dia tidak bermimpi dengannya maka dia akan dibebani untuk membuat simpul dengan dua helai rambut padahal dia tak akan bisa melakukannya. Barangsiapa yang mencuri dengar pembicaraan suatu kaum padahal mereka tidak menyukai atau telah menyingkir untuk menghindarinya, maka telinganya akan dialiri cairan tembaga pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menggambar maka dia akan disiksa dan dibebani untuk menghidupkannya padahal dia tidak akan mampu.” (H.R AlBukhari no. 7042)
Hadits ini menandakan akan pentingnya mimpi sehingga orang yang berdusta dengan mengatakan aku bermimpi begini dan begitu padahal ia tidak bermimpi, telah diberikan ancaman dengan hukuman yang sangat berat di akhirat kelak. Ini semakin mempertegas bagi kita bahwa mimpi yang baik yang merupakan satu-satunya kabar kenabian yang tersisa sepeninggal Nabi Muhammad ﷺ kita tercinta ini benar-benar harus dijaga dan terpelihara dari dusta.
ORANG YANG DIBERI PETUNJUK DI AKHIR ZAMAN (AL MAHDI), PETUNJUKNYA MELALUI MIMPI.
Sebab Al Mahdi yang berarti “orang yang mendapat petunjuk” ini kemungkinan besar akan mendapat petunjuk dari ALLAH ﷻmelalui mimpi-mimpi yang baik dan benar sehingga ia menjadi pribadi yang lebih baik dan matang, sebab wahyu pertama yang diterima oleh Rasulullah ﷺ sendiri adalah dalam bentuk mimpi juga untuk menguatkan mental beliau sebelum Qur’an Surah Al Alaq turun di Gua Hira. Dengan kata lain, Al Mahdi kemungkinan besar akan di Islah secara perlahan terlebih dulu oleh ALLAH ﷻ agar ia bersiap-siap sebelum akhirnya di Islah dengan sempurna.
Dari Abu Hurairah radhiALLAHu anhu dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda: ل مََ يَ بقََ مِ نَ النُّ بوَةَِ إلََِّ ا ل مبَشِّرَا تَ قَال وا وَمَا ا ل مبَشِّرَا تَ قَالََ الرُّ ؤيَا الصَالحَِة “Kenabian tidak ada lagi selain berita-berita gembira.” Para sahabat bertanya, “Apa yang di maksud dengan kabar-kabar gembira?” Nabi shallALLAHu ‘alaihi wasallam menjawab, “Mimpi yang baik.” (H.R AlBukhari no. 6990)
“Rasulullahﷺ suatu saat menyingkap tirai, dan kepalanya dililit (diperban) dengan kain karena sakit -yang akhirnya menyebabkan beliau meninggal dunia- lalu Beliau ﷺ bersabda: ‘Ya ALLAH, telah kusampaikan (Beliau mengulanginya tiga kali), sesungguhnya tidak tersisa lagi kabar kenabian kecuali mimpi yang benar, yakni mimpi yang dilihat SEORANG muslim atau diperlihatkan kepada SEORANG hamba.” [HR Ibn Majah no.1588 & Nasai no.1108, Sahih].
Hadits Abu Hurairah radhiALLAHu anhu secara marfu’: إذَِا ا قتَرَبََ الزَمَا نَ ل مََ تَكَ دَ ر ؤيَا ا ل م سلمَِِ تَ كذِ بَ وَأ صَدَق ك مَ ر ؤيَا أ صَدَق ك مَ حَدِيثًا وَ ر ؤيَا ا ل م سلمَِِ ج ز ءَ مِ نَ خَ م سَ وَأ رَبَعِينََ ج زءًا مِ نَ النُّ بوَةَِ وَالرُّ ؤيَا ثَلَاثَ ةَ فَ ر ؤيَا الصَالحَِةَِ ب شرَى مِ نَ اللََِ وَ ر ؤيَا تَ حزِي نَ مِ نَ الشَ يطَانَِ وَ ر ؤيَا مِمَا يحَدِّ ثَ ا لمَ ر ءَ نَ فسَ هَ ِفَإ نَِ رَأىَ أحََ د ك مَ مَا يَ كرَ هَ فَ ليَق مَ فَ ل يصَلَِّ وَلََّ يحَدِّ ثَ بِهَا النَاس “Apabila hari kiamat telah dekat, maka jarang sekali mimpi seorang muslim yang tidak benar. Dan orang yang paling benar mimpinya di antara kalian adalah yang paling benar ucapannya. Mimpi seorang muslim adalah sebagian dari 45 macam nubuwwah (wahyu (HR. Muslim no. 4200)
Kesimpulan: Dari semua keterangan diatas tidak diragukan lagi betapa peran mimpi dalam Islam sangatlah penting sebagai salah satu cara diantara cara-cara yang ALLAH ﷻ Kehendaki dalam menyampaikan pesan, petunjuk serta JALAN KELUAR kepada orang-orang yang Dia Kehendaki.
KESEPAKATAN ULAMA TENTANG MELIHAT RASULULLAH ﷺ DALAM MIMPI.
Di antara kabar gembira adalah seseorang yang bermimpi bertemu dengan Rasulullah ﷺ dalam mimpinya. Rasulullah ﷺ bersabda, مَ نَ رَآنِي فِى ا لمَنَامَِ فَقَ دَ رَآنِي ، فَإنََِ الشَ يطَانََ لََّ يَتَمَثَلَ بِي. )رواه البخاري ومسلم “Siapa pun (bermimpi) melihatku di dalam tidur, berarti ia sungguhsungguh telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak akan bisa menjelmakan diriku. ” (HR. Bukhari).
Di dalam Fatawa al-Imam An-Nawawi termuat pertanyaan tentang mimpi bertemu Nabi Muhammad ﷺ, apakah hanya terbatas untuk orang shaleh saja, atau untuk orang yang kurang baik akhlaknya atau prilakunya?
Ia menjawab mimpi bertemu Nabi Muhammad ﷺ hanya terbatas untuk orang baik (shaleh) saja, namun semua orang bisa bermimpi dengan Nabi Muhammad ﷺ. Mimpi ini sebagai kabar gembira terhadap seorang hamba yang dikehendaki-Nya, dan setan tak mampu meniru fisik atau penampilan Nabi ﷺ.
Para ulama salaf telah menjelaskan dan menampilkan banyak hadis yang menerangkan tentang melihat nabi ﷺ setelah beliau wafat, seperti dalam kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar al-Asqalani dan fatwa ulama al-Azhar sebagai berikut : ٌمَ نَ رَآنِ ىَ فِى ا لمَنَامَِ فَسَيَرَان ىَِ فِى ا ليَ قظَةَِ وَكَأنََمَا رَآن ىَِ فِى ا ليَ قظَةَِ وَلََّ يَتَمَثَلَ الشَ يطَا نَ بِى “Barang siapa melihatku dalam keadaan tidur maka seakan dia telah melihatku dalam keadaan sadar, dan syaitan tidak bisa menyerupaiku.“ (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis di atas dipahami oleh para ulama salaf sebagai berikut: Pertama, melihat Nabi ﷺ dalam mimpi atau dalam keadaan sadar adalah hal yang mungkin terjadi (tidak mustahil) sebab tidak ada dalil nash yang menentangnya. Kedua, melihat Nabi ﷺ setelah beliau wafat menurut sebagian ulama adalah melihat dzat Nabi dan pedapat lain melihat Nabi ﷺ dalam sifat lain bisa dibenarkan. Imam Al-Ghazali memaparkan: لَ يسََ مَ عنَى قَ ولهَِِ رَآن يَِ أنََ هَ رَأىَ جَ سمِ يَ وَبَدَن يَِ وَاِنَمَا ا ل مرَا دَ أنََ هَ رَأىَ مِثَالًَّ صَارََ ذَلكََِ ا لمِثَالَ آلَ ةَ يَتَأدََى بِهَا ا لمَ عنَى الذَِي فِ يَ نَ فسِيَ إلَِ يهَِ وَكَذَلكََِ قَ ول هَ فَسَيَرَانِ يَ ف يَِ ا ليَ قظَةَِ ل يَسََ ا ل مرَا دَ أنََ هَ يَرَى جِ سمِ يَ وَبَدَنِ يَ – إلى أن قال – فَمَا رَآ هَ ِ مِنََ الشَ كلَِ لَ يسََ هوََ ر و حَ ا ل م صطَفَى وَلََّ شَ خ ص هَ بَلَ هوََ مِثَالَ لَ هَ عَلَى التَ حقِ يق
“Makna ro’ani (melihatku) dalam hadis bukan berarti melihat jazad dan badan nabi ﷺ, sesungguhnya yang dikehendaki adalah melihat gambaran yang dapat dijadikan alat untuk memahami ma’na, begitupula kata “fasayaroni fi al-aqdzoh” (maka akan melihatku dalam keadaan sadar) bukan berarti melihat jasad dan badan. Apa yang dilihatnya bukanlah ruh al-mushtafa dan bentuknya melainkan benarbenar sebuah mitsal gambaran baginya”. Ketiga, melihat Nabi ﷺ dalam keadaan sadar diperuntukan kepada mereka yang telah melihat Nabi ﷺ di masa hidup beliau seperti kisah ‘Aisyah. Menurut pendapat lain bahwa melihat Nabi ﷺ dalam keadaan sadar diperuntukkan kepada semua orang. Artinya tidak hanya kepada mereka yang telah melihat Nabi ﷺ di masa hidup beliau. Namun tentu ini tidak dapat dialami orang yang jiwanya tidak bersih. Keempat, orang yang melihat Nabi ﷺ setelah wafat beliau harus orang yang kredibel menurut agama atau saleh. Kemampuan itu sebagai karamah baginya. Dia mampu menceritakan dengan jelas tentang wujud Nabi ﷺ yang dia lihat. Kelima, bila orang tersebut diperintah atau dilarang melakukan sesuatu maka sesuatu tersebut tidak boleh bertentangan dengan ajaran agama (Al-Qur’an, Hadis, serta ijtihad para mujtahid) sebab ajaran agama telah sempurna dibawakan oleh Nabi ﷺ di masa hidup beliau. Keenam, yang dihasilkan dari pertemuanya dengan Nab ﷺ i tidak sampai melanggar ajaran agama. Apabila hasil tersebut berhubungan dengan hukum maka hukum tersebut tidak wajib dilakukan atau diamalkan oleh orang lain. Ketujuh, setan tidak mampu menyerupai Nabi ﷺ dalam berbagai bentuk dan sifat. Sehingga barang siapa melihat Nabi ﷺ dalam bentuk dan sifat yang baik, menunjukan bahwa agama orang tersebut adalah bagus dan baik, begitupula sebaliknya bila seseorang melihat Nabi ﷺ dalam rupa dan sifat yang kurang baik berarti terdapat kekurangan dalam agamanya. WALLAHu A’lam.
Kesimpulan: Berdasarkan keterangan diatas maka dapat dipastikan bahwa, para Ulama sepakat tentang melihat Nabi Muhammad ﷺ dalam mimpi adalah suatu hal yang bisa terjadi kepada orang-orang yang Dikehendaki oleh ALLAH ﷻ.
GAMBARAN FISIK RASULALLAHﷺ DALAM MIMPI MUHAMMAD QASIM
Ciri-Ciri Nabi Muhammad ﷺ Didalam Mimpi Muhammad Qasim sesuai menurut penjelasan Para Sahabat RadhiALLAHu Anhum dengan dalil yang sahih.
2.1. Wajah Nabi Muhammad ﷺ
a. Contoh pertama Mimpi Muhammad Qasim ; Dalam mimpinya, Qasim telah bertemu dengan Nabi Muhammadﷺ yang sebenarnya lebih dari 300 kali. “Aku (Qasim) tidak bisa mengatakan bagaimana wajah Nabi Muhammad ﷺ karena saat aku mendekatinya kepalaku selalu merendah karena rasa hormat. Begitu juga tatapanku tertunduk seperti yang kita lakukan dalam sholat.”
Akhlak Muhammad Qasim menundukkan diri kepada Nabi Muhammad ﷺ didalam mimpi karna rasa hormat adalah bersesuaian dengan akhlak kebanyakkan para sahabat sebagaimana dalil berikut:
• Dari Urwah Ibn Mas’ud menyebutkan: وََۗۗإِذََا تَكَلَّمَ خفَََض وا أََص واتََه م عِِن دََه ، وَمَا ي حِدّ ونَ إلََي هِ النَّظَرَ تََع ظِيمًًا له “Dan apabila para Sahabat berbicara dengan Nabi Muhammad ﷺ, mereka akan menurunkan suara mereka dan tidak akan terus menatap wajahnya karna perasaan penuh hormat.” [Sahih Bukhari Ruj Arab 54/19]
• Dari Amru Ibn al-As menyebutkan: وَمََا كَانكَانَ أَحََد أَحَبَّ إلَىَّ مِِن رََس ولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَلَّ أَجَلَّ فِِي عََي نِِي مِِن ه وَمََا ك ن ت أ طِِيق أَ َم لأ عََي نََى أََن أََم لأَ عََي نَىَّ مِِن ه إِِج لاَلًّ لََه وَلََو س ئِِل ت أََن أَصِفََه مََا أَطََق ت لأَنِِّي لََم أََك ن “Dan tidak ada seorang pun yang lebih saya sayangi daripada Rasulullah ﷺ dan tidak ada yang lebih mulia di mata saya selain dia. Saya tidak pernah bisa memiliki keberanian untuk melihat sekilas wajahnya karena kemegahannya. Jadi jika saya diminta untuk menggambarkan fitur-fiturnya, saya tidak bisa melakukan itu karena saya belum melihatnya sepenuhnya.” [Sahih Muslim Ruj Arab 1/228]
b. Contoh kedua Mimpi Muhammad Qasim ;
Muhammad Qasim mengatakan: “Alasan lainnya adalah wajah beliau ﷺ selalu terpancar dengan cahaya yang membuatku sulit untuk memahami fitur wajahnya.”
Penjelasan berikut adalah dalil wajah Nabi ﷺ dari pelbagai sudut wajahnya bercahaya (termasuk gigi dan hidung) :
• Jaabir (RadiALLAHu anhu) mengatakan bahwa: “Rasulullah ﷺ lebih tampan, cantik dan lebih bersinar daripada bulan purnama.” [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 1/10]
• Ibn Abi Haalah (RadhiALLAHu anhu) meriwayatkan: “Tawa Rasulullah ﷺ kebanyakannya adalah tersenyum, pada masa itu gigi depannya yang diberkahi berkilat seperti batu es salju yang bersinar putih.” [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 34/225]
• Ibn Abbas (RadhiALLAHu anhu) meriwayatkan: “Apabila Rasulullah ﷺ berbicara, sebuah pencahayaan yang dikeluarkan dari giginya dapat dilihat.” [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 1/15]
• Ibn Abi Haalah RadhiALLAHu Anhu meriwayatkan: “Hidungnya menonjol dan mempunyai cahaya dan kilau di atasnya. Ketika seseorang pertama kali memandangnya, sepertinya dia memiliki hidung besar, tetapi melihatnya dengan hati-hati menunjukkan bahwa kilau dan keindahan membuatnya tampak besar. Padahal sebenarnya hidung baginda ﷺ tidak besar.” [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 1/8]
2.2. Tinggi Nabi Muhammad ﷺ
Qasim mengatakan, “Tinggi Muhammad ﷺ sekitar 5 kaki dan 11 inci (sekitar 180 cm). Beliau memiliki tubuh yang sangat tampan.”
Ketinggian 5 kaki 11 inci (180 cm) adalah ketinggian sederhana tinggi yaitu lebih tinggi daripada orang yang pertengahan tinggi (sekitar 5kaki 6inci – 5kaki 8inci) dan lebih pendek daripada orang yang tinggi (6 kaki) dalilnya ;
• Anas (RadhiALLAHu Anhu) meriwayatkan ; “Rasulullah ﷺ tidak tinggi juga tidak pendek.” [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 1/1]
• Hasan bin Ali (RadhiALLAHu anhu) meriwayatkan ; “Wajahnya (Rasulullah ﷺ) yang diberkahi bersinar seperti bulan purnama. Dia lebih tinggi daripada lelaki yang pertengahan tinggi, tetapi lebih pendek daripada orang yang tinggi.” [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 1/8]
Cara Nabi Muhammad ﷺ Berjalan
Qasim mengatakan, “Beliau memiliki tubuh yang sangat tampan. Nabi Muhammad ﷺ berjalan di atas bumi dengan sangat baik dan lancar.”
Hadits / Dalil ; Nabi Muhammad ﷺ berjalan sangat baik dan lancar dalilnya ;
• Abu Hurairah RadhiALLAHu anhu berkata, “Aku tidak melihat orang yang lebih tampan seperti Rasulullah ﷺ . Seolah-olah kecerahan matahari bersinar dari wajahnya yang penuh keberuntungan. Aku tidak melihat ada yang berjalan lebih cepat darinya, seolah-olah bumi terlipat untuknya. Beberapa saat yang lalu dia akan berada di sini, dan kemudian di sana. Kami merasa sulit untuk mengimbangi ketika kami berjalan dengannya, dan dia berjalan dengan kecepatan normal.” [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 19/23]
Bermimpi Bertemu Nabi Muhammad ﷺ adalah Benar
Mimpi Muhammad Qasim ; Qasim mengatakan, “…Dan cahaya putih keluar dari tubuh Muhammad ﷺ . Seluruh badanku menyaksikan bahwa ini adalah Nabi ﷺ. Dan saat aku menyapa beliau dan berjabat tangan dengan dengan beliau, tanganku bersaksi bahwa ini adalah tangannya Rasulullah ﷺ . Dan saat aku memeluknya, badanku bersaksi bahwa ini adalah badan hangatnya Rasulullah ﷺ. Dan aku merasakan perasaan yang sangat bahagia dan gembira.”
Hadits / Dalil ; Nabi Muhammad ﷺ bersabda: “Sesiapa yang telah melihatku dalam mimpinya, maka sesungguhnya dia telah melihatku yang sebenarnya.” [Sahih Bukhari dan Muslim]
ALLAH ﷻ berfirman bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah seorang MANUSIA BIASA dan diberikan atau diperlihatkan atau dikuatkan dengan CAHAYA :
• ‘‘Katakanlah (wahai muhammad): Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa.” Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.’’ [QS. Al-Kahfi, Ayat 110] • ‘‘…Sesungguhnya telah datang kepada kamu cahaya (Nabi Muhammad) dari ALLAH, dan sebuah Kitab (Al-Quran) yang jelas nyata keterangannya.’’ [Surah Al-Maidah, Ayat 15] • “Hai Nabi sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. dan untuk jadi penyeru kepada Agama ALLAH dengan izin-Nya dan UNTUK JADI CAHAYA yang menerangi. ” (QS. Al Ahzab: 45-46).
Cara Nabi Muhammad ﷺ Berbicara.
Mimpi Muhammad Qasim ; Qasim mengatakan, “Beliau (Nabi Muhammad ﷺ) berbicara dengan sangat lembut dan sopan. Dia menunjukkan kasih sayang yang paling dalam dan memiliki cinta yang paling tidak dapat dijelaskan, seolah baru saja dia bertemu dengan anak laki-lakinya yang sudah lama hilang.”
Hadits / dalil ; • Ibn Abi Haalah RadhiALLAHu Anhu meriwayatkan: “Beliau ﷺ selalu berbicara dengan jelas dari awal hingga akhir. Beliau berbicara dengan singkat, di mana kata-katanya lebih sedikit dan lebih berarti. Setiap kata lebih jelas dari yang sebelumnya. Tidak ada pembicaraan yang tidak masuk akal, juga tidak ada pembicaraan setengah-setengah di mana artinya tidak lengkap dan tidak dapat dipahami.” [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 34/225]
Cara Nabi Muhammad ﷺ Berdo’a
Mimpi Muhammad Qasim : Qasim mengatakan, “Beliau ﷺ membuat do’a untuk Ummatnya dan menangis untuk mereka seperti tidak ada bandingan sebelumnya. Beliau ﷺ terus mengatakan, “Ummatku,” yaitu kita! Beliau sangat berduka atas Ummatnya dan dia terus membuat do’a untuk orangorang yang tersesat. Aku tidak bisa menggunakan kata-kata untuk kesedihan seperti itu. Jika Anda tahu Anda tidak akan berhenti menangis karena memikirkannya. Salah satu contohnya adalah beliau berjalan berkeliling, bolak-balik dengan cemas.”
Dalam mimpi yang lain, Qasim mengatakan, “Dan beliau ﷺ memiliki begitu banyak harapan, energi dan antusiasme saat beliau akan menyarankan sesuatu kepadaku. Ada satu contoh lain dalam mimpiku yang aku bagi di tulisan lain, yaitu dimana aku melihat ke dalam mata Rasulullah ﷺ yang dipenuhi air mata saat itu. Dan aku terpesona dan tidak bisa berpaling, seolah-olah ALLAH ﷻ telah memenuhi mata beliau dengan cahaya-Nya.”
Hadits / dalil ; Tangisan Nabi ﷺ Yang Luar Biasa. Abdullah bin Shikh-kheer berkata: “Saya menghadiri majlis mulia Rasulullah ﷺ, beliau melakukan sholat, kemudian beliau menangis dalam sholatnya, bunyinya seperti berasal dari dada, seperti periuk mendidih.’ [Shamail Muhammadiyah Ruj Arab 45/322]
Kesimpulan :
Walaupun penjelasan mimpi Muhammad Qasim tidak sedetail Kitab AsSamail Muhammadiyah atau kitab yang lain, ini hanyalah karna Para Sahabat telah banyak menyaksikan Nabi Muhammad ﷺ ketika hidup sedangkan Muhammad Qasim hanya menyaksikan Nabi Muhammad ﷺ melalui mimpi yang ada batasannya sesuai kehendak ALLAH ﷻ. Dan jika memang itu saja yang dilihat oleh Muhammad Qasim, maka tentu saja ia hanya akan menceritakan sesuai apa yang ia lihat saja tanpa berusaha meniru-niru persis seperti yang diterangkan secara lengkap dalam kitabkitab yang menjelaskan ciri-ciri RasulALLAH ﷺ . Yang demikian itu adalah karena Muhammad Qasim adalah seorang yang benar-benar jujur sehingga dia hanya bicara apa adanya sesuai yang dia lihat.
Maka penjelasan diatas telah membuktikan bahwa mimpi Muhammad Qasim bertemu Nabi Muhammad ﷺ masih sesuai dengan riwayat-riwayat para Sahabat RadhiALLAHu Anhum