Berkah Allahﷻ Di Tanah Gersang

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 11 Januari 2022

10-12-2018

بسم اللہ الرحمن الرحیم

السلام علیکم ورحمتہ اللہ وبرکاتہ

Dalam mimpi ini aku sedang menuju ke sebuah tanah yang luas namun sangat tandus. Beberapa orang bertanya ke mana aku akan pergi? Aku memberi tahu mereka bahwa aku akan pergi ke tanah yang luas itu dan beberapa dari mereka ikut denganku untuk melihat tanah itu. Aku mengatakan kepada mereka bahwa, suatu hari nanti dengan Rahmat Allahﷻ tanah ini akan menghasilkan biji-bijian dan buah-buahan. Beberapa dari mereka mempercayaiku. Kemudian aku menunggu di sana tetapi tidak terjadi apa-apa dan tanah itu tetap gersang saja. Aku berkata dalam hati dengan putus asa bahwa tanah ini tidak akan pernah menghasilkan apa-apa lalu aku berpaling dari tanah itu.

Tiba-tiba Allahﷻ berkata dari langit: “Jika aku berniat melakukan sesuatu maka pasti terjadi.” Kemudian awan mulai muncul di langit dan hujanpun mulai turun. Dengan Rahmat Allahﷻ tanaman kecil tumbuh di tanah tandus itu mirip dengan tanaman segar yang baru tumbuh. Tanaman itu sangat kecil tetapi kemudian datang gelombang dan tanaman itu tumbuh menjadi lebih besar. Ketika ini terjadi, orang-orang yang berdiri di sana juga menyaksikan kejadian ini di depan mereka. Kemudian datang lagi lebih banyak gelombang dan tanaman itu tumbuh lebih besar. Ketika setelah sekitar 4 sampai 5 gelombang datang, maka tanaman tersebut tumbuh cukup besar dan terdapat juga biji-bijian dan buah-buahan di atasnya. Sementara ini terjadi, beberapa orang yang menyaksikan semua ini mulai percaya padaku bahwa apa pun yang dikatakan Qasim akan menjadi kenyataan. Kemudian gelombang lain tiba dan tanaman-tanaman itu telah siap, artinya tanaman tersebut memiliki buah dan berdiri tegak di atas tanah. Orang-orang menjadi sangat terkejut karena itu benar-benar terjadi seperti yang aku ceritakan kepada mereka bahwa tanah tandus atau gersang ini akan menghasilkan biji-bijian dan buah-buahan sekarang. Tepat ketika gelombang terakhir datang, orang-orang membuka pintu mobil mereka dan bersiap untuk turun karena mereka merasa tanaman tersebut telah siap untuk di panen.

Orang-orang keluar dari mobilnya dan mereka yang berdiri di sana juga berlari menuju ladang itu dan mulai memetik buahnya. Semua orang merasa sangat bahagia. Ketika aku melihat semua ini, aku juga terkejut, bagaimana semua ini bisa terjadi. Namun selama ini tanaman tersebut masih tergeletak di tanah seolah-olah mencegah orang untuk memasuki ladang tersebut sebelum tanaman siap dan agar tidak rusak. Dan setelah gelombang terakhir datang, tanaman baru benar-benar siap untuk di panen.

Di antara orang-orang tersebut ada juga yang awalnya percaya padaku tetapi kemudian berubah pikiran dan mereka juga berlari menuju ladang itu untuk memetik buahnya dan mereka sangat menyesal karena tidak mempercayai perkataanku sebelumnya.

والسلام علیکم ورحمۃ اللہ وبرکاتہ

Muhammad Qasim Mendapatkan Pekerjaan

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 11 Januari 2022

Februari 2019

بسم اللہ الرحمن الرحیم

السلام علیکم ورحمتہ اللہ وبرکاتہ

Dalam mimpi ini, Muhammad Qasim berkata: Aku melihat diriku berada di dalam rumahku. Aku berkata pada diriku sendiri: “Aku tidak punya pekerjaan yang dapat aku lakukan. Hidup macam apa ini? Dan apa tujuan hidupku ini”

Kemudian aku mendengar, ada sebuah perusahaan yang sangat besar membuka lowongan pekerjaan untuk seorang manajer. Mereka tidak menunjuk siapa pun sebagai manajer untuk beberapa waktu. Sekarang, mereka ingin mempekerjakan seseorang dan mulai membuat iklan lebih banyak lagi. Mereka membuat iklan ditelivisi dengan mengatakan bahwa; mereka yang dapat memberikan jawaban terbaik untuk kuesioner yang ada pada web perusahaan adalah yang akan terpilih. Aku berkata pada diriku sendiri: “Kualifikasiku tidak terlalu tinggi dan ini adalah perusahaan yang besar dan aku mungkin tidak akan mendapatkan pekerjaan itu.” Namun aku memutuskan untuk melihat kuesioner yang ada di situs web perusahaan itu dan aku merasa bahwa aku dapat menjawab semua kuesioner itu dengan mudah. Aku lalu menulis jawabannya dan setelah itu memasukkan jawaban tersebut ke dalam amplop dan menyerahkan jawaban kuesioner itu ke resepsionis. Resepsionis memberitahuku untuk kembali lagi besok harinya untuk wawancara. Ada seseorang di sana yang terkejut dan berkata: “Bagaimana dia mendapatkan wawancara itu?”. Aku juga terkejut dan berkata: “Mengapa mereka memilihku?”

Aku menyiapkan pakaian untuk besok pagi. Aku menyetrika bajuku dan menyiapkan hal lainnya. Ketika waktu pagi tiba, aku meninggalkan rumahku dan di perjalanan, aku melihat seorang gadis. Aku menyukai gadis itu dan ingin menikahinya. Aku mengikuti gadis itu ke mana pun ia pergi. Aku terus mengikuti dan mengejarnya sepanjang hari sampai malam tiba namun aku tidak mendapatkan gadis itu dan juga pekerjaanku.

Aku menjadi sedih dan berkata: “Perusahaan itu pasti sudah mempekerjakan orang lain sekarang.” Lalu aku berkata pada diriku sendiri: “Jika aku pergi untuk wawancara pada waktu yang tepat, mungkin aku adalah orang yang beruntung itu.” Kemudian aku tertidur dan ketika bangun di pagi hari, aku menjadi penasaran dan ingin mengetahui siapa yang mendapatkan pekerjaan itu. Aku lalu pergi keluar untuk mencari tahu orang yang beruntung itu. Aku memeriksa situs web perusahaan namun aku tidak menemukan satu nama pun di sana.

Lalu aku memutuskan untuk pergi ke kantor perusahaan itu tetapi aku melihat pakaianku tidak rapi dan tidak juga begitu bersih. Aku berkata pada diriku sendiri: “Jika aku keluar dalam kondisi seperti ini, mereka tidak akan memilihku.” Kemudian aku kembali ke rumah lalu mandi dan ketika aku selesai, aku melihat ada pakaian baru yang muncul entah dari mana. Dengan pakaian baru ini aku bisa pergi untuk wawancara. Aku berganti pakaian dan bersiap untuk berangkat ke perusahaan itu.

Di ruang resepsionis, aku melihat seorang wanita yang sedang membagikan amplop dan ketika ia melihatku, ia bangun dan mengucapkan salam dan menyapaku dengan hormat dan berkata: “Selamat datang pak?” Seolah-olah mereka sedang menungguku dan masih banyak orang lain yang mengucapkan salam kepadaku dan mereka semua juga menyambutku. Mereka mengatakan kepadaku bahwa mereka telah mengadakan wawancara dan aku terpilih. Aku bertanya: “Bagaimana aku bisa terpilih?” Aku ingin menjumpai pemilik perusahaan ini untuk menanyakannya?” Mereka memberiku petunjuk arah ke ruangannya dan aku langsung pergi ke sana. Aku sangat terkejut dan penasaran bagaimana aku terpilih untuk pekerjaan ini. Aku pergi dengan cepat ke ruangan itu dan masuk tanpa izin. Pemiliknya sedang duduk di sana dan berkata: “Kemarilah Qasim, aku sedang menunggumu dan aku memilihmu sebagai manajer”. Aku berkata: “Aku hanya datang untuk wawancara.” pemilik itu berkata lagi: “Aku melihat hanya ada satu orang yang memberikan jawaban terbaik sementara orang lain tidak memberikan jawaban yang cukup baik”. Lalu aku bertanya-tanya siapa orang yang memberikan jawaban terbaik itu. Aku bertanya-tanya mengapa dia tidak datang untuk wawancara; dia pasti mendapat masalah atau semacamnya.” Kemudian aku berkata pada diriku sendiri: “Aku keluar dari rumahku dan aku mendapat masalah di luar.”

Disaat itu pemilik perusahaan langsung berkata lagi: “Pergilah, disana ada ruangan yang didedikasikan khusus untukmu. Kami akan menjelaskan secara singkat kepadamu bagaimana melakukan pekerjaan ini.” Aku berkata: “Aku tahu sedikit tentang apa yang harus dilakukan.” Lalu aku bertemu dengan beberapa orang dan mereka memperkenalkan pekerjaan itu kepadaku. Aku sangat bersyukur kepada Allah Subhanahu Wata’ala karena aku telah mendapatkan pekerjaan ini. Aku melihat-lihat kantor baruku dan itu adalah kantor yang mewah. Disana juga ada kamera monitor. Aku melihat ke arah monitor dan bertanya-tanya: “Di mana mobilku?” Itu adalah mobil berwarna putih dan aku melihatnya di layar.

Lalu aku berpikir untuk keluar dan bertemu dengan pekerja lainnya. Sebelum keluar, aku melihat ke cermin dan melihat bahwa rambutku sudah tua dan berantakan. Aku berkata: “Aku perlu menyisir dan mengaturnya dengan gel untuk membuat diriku terlihat lebih rapi. Aku harus bertanya kepada pemiliknya apakah dia memiliki gel agar aku bisa merapikannya.” Lalu aku menjumpai pemilik perusahaan yang berada di aula dan sedang berbicara dengan orang-orang. Aku meminta kepadanya gel rambut agar aku bisa bertemu orang-orang. Pemilik perusahaan itu tidak memperhatikan rambutku dan ia memberiku gel lama yang agak kering. Aku berpikir: “Tidak apa-apa, aku akan menggunakannya.” Ketika aku mengoleskan gel itu, rambutku tidak menjadi lebih rapi. Aku berkata pada diriku sendiri: “Pemilik perusahaan besar ini setidaknya memberiku gel yang lebih baik agar aku bisa bekerja lebih baik. Apa yang akan orang katakan nanti jika melihat rambutku? Tapi ia tidak memberikannya.” Karena marah, aku melepas gel dan membuangnya. Aku berkata: “Pemiliknya saja tidak peduli dengan penampilan manajernya, biarlah.” Aku pergi dari sana dan memutuskan untuk bertemu orang-orang dalam kondisi seperti itu.

Saat aku memikirkan semua ini lalu mimpi itu berakhir di sana.

والسلام علیکم ورحمۃ اللہ وبرکاتہ

ALASAN MUHAMMAD QASIM TETAP MENYEBARKAN MIMPINYA

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 9 Januari 2022

“Seolah-olah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam akan kehilangan semuanya jika aku menghentikan pekerjaanku.”

Saat aku sedang menyebarkan mimpi-mimpiku di facebook, aku memutuskan di suatu malam pada tanggal 10 Februari 2015, bahwa esok hari aku akan menghapus semua akun media sosialku dan aku akan meninggalkan pekerjaan ini untuk selamanya. Kemudian pada malam itu pula, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam muncul dalam mimpiku. (Nabi) Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda dengan nada suara yang sangat sedih, “Qasim, jangan berputus asa dari Rahmat Allah. Allah menolongmu dan kamu sangat dekat dengan takdirmu. Qasim, tunggulah sedikit lagi, Allah bersamamu.” Suara dan aksen Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terdengar sangat luar biasa sedih, seolah-olah beliau akan kehilangan semuanya jika aku menghentikan pekerjaanku. Aku tidak pernah sekalipun melihatnya khawatir seperti itu sebelumnya.

PERJALANAN KE TEMPAT PENUH PERDAMAIAN

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung 9 Januari 2022

Pada tahun 2015 aku (Muhammad Qasim) melihat sebuah mimpi. Dalam mimpi ini, kegelapan dan kehancuran dimana-mana. Seolah-olah sebuah negara jahat menjatuhkan bom nuklir. Aku dan beberapa orang lain ingin melarikan diri dari sana. Aku punya beberapa jenis mesin terbang. Dan ada bahan bakar di dalamnya, semua orang masuk tapi aku masih di luar. Karena bahan bakarnya tidak mau terpicu, aku berpikir mungkin mesinnya tidak berfungsi. Aku melakukan sesuatu dan percikan api muncul namun sangat kecil. Setelah sekitar 5 atau 6 percikan api, mesin akhirnya menyala.

Aku merasa tidak enak badan karena efek radiasi bom nuklir. Aku hampir tidak bisa bernafas dan sangat sulit bagiku untuk tetap di luar. Lalu aku bergabung dengan yang lain dan mesin mulai terbang. Tapi ia tidak terbang dengan benar. Pada satu titik, mesin itu hampir saja jatuh. Tapi Allah Subhanallahu wa Ta’ala menyelamatkannya di detik-detik terakhir. Kemudian mesin itu mulai terbang dengan benar dan maju dengan kecepatan penuh. Dan kemudian kami keluar dari kegelapan itu. Lalu kami akhirnya melihat matahari terbit.

Beberapa orang di bawah melihat mesin kami dan berkata, “Lihat, kemana orang-orang itu pergi?!” Salah satu dari mereka mengatakan bahwa mereka pasti akan menuju tempat yang damai. Kemudian mereka berseru mengatakan, “Bawalah kami bersamamu! Kami juga ingin keluar dari kegelapan ini dan mencapai tanah yang penuh kedamaian!” Sayangnya mesin kami terbang dengan kecepatan penuh dan tidak bisa berhenti untuk siapa pun.

Hanya ada sedikit orang yang duduk di dalam ketika mesin itu hendak terbang, sisanya harus berjalan atau berlari mengejar kami dengan cara apapun hanya untuk sampai ke tanah yang penuh kedamaian itu. Kemudian aku sangat merasakan rahmat Allah turun ke Bumi dan meliputi mesin kami. Ini membuat mesin kami terbang jauh lebih tinggi dan lebih cepat. Allah melindungi mesin kami, sehingga kami terbang maju dengan kecepatan penuh. Dan orang-orang mengejar kami.

BINATANG BERBAHAYA TERKUNCI DALAM SEBUAH BANGUNAN

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 9 Januari 2022

Mimpi ini terjadi pada tahun 2015. Tapi tidak Qasim bagikan.
Di dalam mimpi ini, aku (Qasim) melihat beberapa binatang berbahaya di sebuah bangunan yang terkunci. Kemudian ada orang-orang yang mengetahui tentang binatang di dalam bangunan ini, tetapi tidak ada cara lain bagi binatang tersebut untuk keluar, kecuali melalui satu pintu yang tertutup. Lantas ada seseorang berkata, “Mari buka pintu ini dan lihat seberapa besar kerusakan yang akan dilakukannya.” Seseorang yang lain menjawab, “Tidak, jangan! Jika kita tidak mampu mengendalikannya, hewan ini tak kan mampu dihentikan.” Orang pertama yang bermaksud cobacoba tadi menyanggah, “Tidak, mari kita amati berapa berapa banyak kerusakan yang bisa mereka buat.” Dan akhirnya, dia membuka pintu tersebut.

Kemudian hewan-hewan (yang terpenjara) tadi keluar dengan cepat dan tak perlu waktu yang lama mereka menyebar ke seluruh dunia. Serta manusia seantero dunia menjadi takut. Banyak orang tidak siap untuk melawan hewan-hewan itu dan mereka tidak memiliki senjata (untuk memerangi). Pada saat yang bersamaan, Qasim mencoba untuk menyebarkan mimpi-mimpi tersebut. Jadi, itulah beberapa mimpi Qasim yang berkaitan dengan situasi yang berlaku dewasa ini.

MENGHARAP PERTOLONGAN NAMUN MENDUSTAKANNYA SAAT TIBA

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 9 Januari 2022

بِسْمِ الَّ لھِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِیمِ
Alhamdulillah, Allahumma Salli wa salim ‘ala Nabiyyana Muhammadin wa ‘ala ali Muhammad wa Baarak wa salim

Umat Ini Terus Memohon Pertolongan Allah
Tapi Ketika Allah Mengirim Seseorang
Mereka Menganggapnya Sebagai Sebuah Lelucon

Di bulan September atau Oktober 2014 aku (Muhammad Qasim) melihat mimpi, di mimpi ini Allah berfirman kepadaku, ”Qasim, selama umat islam tidak percaya akan mimpi-mimpimu, Aku tidak akan mengubah kondisi umat islam, dan mereka akan tetap seperti itu. Dan Aku akan menekan mereka darimana pun, hanya sampai mereka mengganggap mimpi-mimpimu sebagai kebenaran. Dan segala sesuatu akan terjadi seperti apa yang Aku perlihatkan dalam mimpimimpimu.”

Dalam mimpi pada 22 September 2015. Allah bertanya kepadaku, “Qasim, apakah orangorang muslim mempercayaimu?” Aku menjawab kepada-Nya, “Tidak, hanya ada beberapa orang yang mempercayaiku.” Kemudian Allah berfirman, “Qasim, Jika mereka tidak mempercayai mimpimimpimu, maka Aku akan mengguncang mereka dengan keras. Dan Aku akan membuat mereka berperang satu sama lain. Dan selama mereka tidak percaya maka mereka akan terus berperang seperti ini.”

Kemudian aku melihat umat Islam mulai membunuh satu sama lain. Peperangan menjadi sangat tegang dan pertumpahan darah sangat parah. Dan muslim lainnya menjadi takut, seolah-olah mereka tidak tahu apa yang terjadi atau apa yang akan menimpa diri mereka. Mereka menginginkan orang-orang untuk berhenti berperang. Kemudian orang-orang yang telah menolak mimpiku, mulai mempercayaiku. Termasuk orang-orang yang mempunyai banyak pengikut, mulai mempercayai mimpiku. Begitu pula dengan orang-orang yang menghentikan orang untuk percaya mimpiku. Kemudian mereka menceritakan kepada yang lainnya tentang mimpiku, dan mimpiku tersebar ke seluruh dunia.

30 November 2015 Aku melihat mimpi, aku membagikannya pada bagian terakhir dimana ada aula besar. Di dalam aula itu ada orang-orang muslim bersama pemimpin-pemimpin mereka. Saat aku akan pergi mendekati mereka, Allah berfirman di telinga kananku “Qasim, ceritakan mimpi yang sudah aku tunjukkan kepadamu.” Jadi aku berhenti dan berkata kepada mereka bahwa Allah dan (Nabi) Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terus datang ke mimpiku selama beberapa tahun yang lalu. Dan Allah berjanji kepadaku, bahwa Dia akan membantuku dan Dia akan mengeluarkanku dari kegelapan ini. Dan Allah menunjukkan jalan yang benar melalui mimpiku. Setelah mendengar ini, mereka mulai tertawa, dan berkata “Apakah kamu gila? Siapa sudah bicara kepada Allah di dalam mimpi?” Tapi hanya beberapa orang percaya padaku dan aku berkata “Kenapa tidak? Allah dapat melakukan apapun.”

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda kepadaku di mimpiku bahwa “Qasim, siapapun yang mendukungmu adalah seperti seseorang yang mendukungku.” Tetapi kemudian mereka mulai membuat lelucon tentangku, bahkan lebih. Kemudian aku berkata “Kamu mengolok-olokanku karena Allah dan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terus menerus datang ke dalam mimpiku?” Pemimpin mereka berkata “Ya, inilah yang sebenarnya mengapa, dan kau adalah pembohong.”

Aku berkata kepada diriku bahwa “Umat ini terus membuat permohonan kepada Allah untuk membantu mereka dan untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan ini. Tapi saat Allah mengirim seseorang, mereka mengejeknya sebagai sebuah lelucon.” Aku mulai pergi dari sana dan beberapa orang yang percaya mengikutiku. Sedangkan mereka yang ingkar berkata kepada pendukungku untuk tidak pergi bersamaku dan mengatakan “Itu adalah dosa dan hanya akan membuang-buang waktu.” Tapi mereka (pendukungku) tidak mendengarkan itu dan mengikutiku, dan mereka datang ke belakangku. Aku berkata kepada sahabatku bahwa jika orang-orang ini tidak mempercayaiku, Allah akan mengguncang mereka dengan keras. Hanya beberapa saat, gempa bumi yang kuat datang dan semua orang menjadi takut. Gempa itu sangat kuat dan aku merasa bangunan itu akan runtuh. Maka aku berkata ke sahabatku “Jika bangunan ini akan runtuh, jangan khawatir. Atapnya terbuka dan Allah akan mengeluarkan kita dan membawa kita ke tempat yang aman.” Tapi kemudian gempa tersebut berhenti dan banyak orang bersama pemimpin mereka berlari ketakutan. Tak lama setelah itu, pemimpin dan beberapa orang yang bersamanya mulai mengolokolokku lagi. Dan aku berkata kepada mereka bahwa “Allah telah mengirim Gempa bumi yang mengerikan dan kau tetaplah tidak mengerti. Dan kau tidak akan pernah mengerti.” Dan bersama dengan itu, Allah muncul dari atas ‘arsy-Nya dengan kemurkaan. Allah datang kesana dan berfirman dengan kemurkaan yang besar, Allah berfirman bahwa “Kau terus saja mengejek Qasim, tanganmu akan patah dan kau akan hancur.” Setelah mendengar Suara kemurkaan Allah, aku bangun dan ketakutan. Dan mimpi berakhir disana.

KOTA PENUH KEAJAIBAN

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 9 Januari 2022

Pada 10 Februari 2014, Qasim menyaksikan dirinya telah menyelesaikan perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan. Lalu aku (Qasim) sampai pada tempat dimana aku melihat gedunggedung yang tinggi. Aku memanjat ke atas, dan berkata “Disinilah aku harus berlari dari tepi.” Kemudian setelah itu, aku berlari di udara dengan Rahmat Allah. Jadi aku melihat kesana untuk melihat apakah semuanya sudah jelas. Tetapi, saat aku melihat ke arah langit, aku melihat bahwa beberapa kekuatan telah menyebar jaring untuk mencegah siapa pun terbang. Hal itu benar-benar membuatku putus asa dan berfikir apa yang harus aku lakukan sekarang. Jika aku berlari dari tepi gedung ini, maka aku tidak akan bisa terbang. Aku mungkin akan terjatuh karena jaring di atas.

Lalu aku berkata kepada diriku sendiri “Tidak Qasim. Allah telah berfirman, bahwa Dia akan melindungiku dan Dia tidak akan membuatku gagal.” Aku tidak punya pilihan lain, kecuali melompat dan menaruh seluruh kepercayaanku kepada Allah. Kalau tidak, aku tidak akan pernah berhasil. Kemudian, aku meletakkan semua kepercayaanku kepada Allah. Aku mulai berlari ke pinggir dan aku melompat. Kemudian aku mulai terbang ke atas dan kemudian Allah menghancurkan jaring itu dengan Rahmat-Nya. Aku berhasil melarikan diri dari mereka dengan sangat mudah.

Kemudian aku melihat orang-orang di bawah yang terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka. Namun, beberapa orang melihatku dan berkata “Lihat, Qasim terbang di udara,” dan beberapa orang berkata “Kemana pun tempat yang dia tuju, itu adalah tempat yang berisi rahmat dan berkah dari Allah.” Lalu dia (orang yang di bawah) berkata, “Ayo pergi, kejar dia,” dan setelah itu mereka meninggalkan rumah dan pekerjaan mereka masing-masing dan mulai berlari ke arah yang sama denganku.

Aku terbang sangat jauh dan kemudian aku mencapai tempat dimana ada kota yang sangat indah. Kota itu sangat canggih dan dirancang sangat baik serta memiliki arsitektur yang indah, yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Ada gedung-gedung, rumah yang indah dan jalan yang luar biasa. Kota itu dihiasi dengan warna-warna yang menakjubkan dan bahkan bangunannya pun sangat bersih. Tidak ada kata yang dapat menggambarkan keindahan kota itu dan tidak ada yang dapat membayangkannya. Aku merasa bahwa kota ini ajaib. Kemudian aku berpikir, siapa orang yang telah Allah ciptakan sehingga mereka bisa menciptakan kota ini dan betapa cerdasnya mereka. Sesaat setelah itu, Allah berfirman dari langit bahwa “Qasim, kota ini akan dibangun olehmu, dan orangorang yang bersama kamu dengan rahmat-Ku dan pertolongan-Ku.” Dan mimpi berakhir disana.

ISLAM YANG SEJATI

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 7 Januari 2022

بِسْمِ الَّ لھِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حیمِ
السَّ لَامُ عَلیْكُمْ
Dalam mimpiku pada tahun 2014, (waktu itu) aku baru saja selesai mandi, mengenakan pakaian baru dan kemudian pergi ke taman. Aku melihat gerbang utama terbuka. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berada disana dan beliau terlihat cemas. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berjalan kesana kemari dengan cemas dan aku tidak tahan (melihatnya seperti itu) lalu datang berdiri di sampingnya, siapa tahu ada masalah yang ingin Baginda Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sampaikan padaku.

Nabi Muhammad berkata, “Wahai Qasim, aku sedang menunggumu maka datanglah kemari.” Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berjalan di depanku dan aku mengikutinya dari belakang. Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membawa aku jauh ke suatu tempat dan terdapat bangunan yang besar disana. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membawa aku masuk ke dalam dan beliau bersabda:
“Anakku, lihatlah, ini adalah bangunan Islamku. Pemimpin-pemimpin yang bekerja di dalamnya tidak berlaku adil padaku dan Islamku, dan orang-orang ini membentuk kelompok-kelompok dan banyak di kalangan mereka menjadi hamba orang-orang kafir. Karena pemimpin-pemimpin bangunan ini tidak bekerja dengan ikhlas, mereka tidak peduli dengan orang miskin dan mereka juga tidak berlaku adil. Bahkan, akibat dari hal ini pun telah sampai kepada orang-orang di bawah mereka. Semua orang mengikuti jejak para pemimpin itu atau terpaksa mengikuti jejak mereka.

Terdapat banyak huru hara dan ketidak adilan dimana-mana dan karena ini, Islamku telah dihina di seluruh dunia. Sesungguhnya aku ingin menjadikanmu pemimpin bagi umatku karena engkau berlaku ikhlas padaku dan engkau melakukan pekerjaanmu dengan adil tanpa meminta bantuan kepada siapapun kecuali Allah Subhanallahu wa Ta’ala dan engkau akan memberikan harta kepada mereka yang membutuhkan dan menyebarkan keadilan. Dan efek dari semua itu akan sampai kepada semua orang biasa dan semua orang akan merasa gembira. Kedamaian tersebar dimana-mana dan seluruh dunia akan melihat bahwa inilah Islam yang sebenarnya.”

Lalu aku (Qasim) berkata, “Sesuai perintahmu.” Setelah mendengar hal ini, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjadi sangat gembira dan berkata, “Wahai anakku, janganlah takut kepada sesuatu apa pun karena Allah Subhanallahu wa Ta’ala bersama denganmu dan Allah Subhanallahu wa Ta’ala berjanji kepadaku bahwa Dia tidak akan pernah sekalipun meninggalkanmu sendiri.”

https://muhammadqasimpk.org/muhammad-qasim-messages/

PERINGKAT KEIMANAN PARA NABI PARA SAHABAT SEHINGGA MUSLIM BIASA

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 7 Januari 2022

Pada tahun 2009, aku (Muhammad Qasim) melihat sebuah mimpi. Dalam mimpi ini, saat itu adalah malam yang gelap dan aku sedang duduk di dalam rumahku. Lalu tiba-tiba, sebuah cahaya tajam masuk dari jendela. Aku berlari keluar karena penasaran. Dan apa yang kulihat tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Aku menyaksikan istana-istana indah yang mengambang di langit, bersinar seperti bintang. Mereka tembus pandang laksana kristal dan bergerak dalam satu arah. Dan di antara istana itu ada satu istana yang sangat menakjubkan dan megah. Istana ini sangat besar. Jauh lebih tinggi dan lebih besar dari istana lainnya. Mataku terpaku ke Istana ini dan aku tidak bisa berpaling. Keindahannya luar biasa dan tingginya tidak terukur, ia lalu terbang terus ke langit dan menghilang dari penglihatanku. Istana ini memimpin di depan semua Istana lainnya. Di istana tersebut nama Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditulis dengan fasih.

Di dalam mimpi ini, terasa sangat bahwa istana-istana tersebut adalah peringkat keimanan para Nabi ‘Alaihis Salam. Dan di setiap istana juga ditulis peringkat mereka masing-masing. Setelah melihat istana Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang indah dan menakjubkan, aku merasa sangat gembira. Aku bersyukur kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala bahwa aku adalah umat daripada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, pemilik peringkat keimanan tertinggi di sisi Allah Subhanallahu wa Ta’ala.

Peringkat keimanan yang tertulis di Istana Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah “99k” (99.000) dan inilah yang tertinggi bagi Allah. Istana keimanan terbesar dan terindah kedua adalah milik Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam. Dan kemudian, ada peringkat keimanan Nabi-Nabi yang lain. Aku tidak melihat peringkat keimanan seorang Nabi yang nilainya kurang dari ”12k” (12.000). Seluruh istana para Nabi ‘Alaihis Salam yang indah ini ibarat kemilaunya bintang-bintang. Tidak ada kata-kata untuk menggambarkan betapa menakjubkannya itu. Dan segera setelah itu, mereka pergi sampai mereka tidak lagi terlihat olehku.

Dari apa yang aku lihat dalam mimpiku yang lain, peringkat keimanan para sahabat mulia Rasulullah dimulai dari nilai 8.000 sampai 10.000. Tidak ada yang bisa mencapai peringkat keimanan dari salah satu Nabi ‘Alaihis Salam pun, dan juga tidak ada yang bisa mencapai peringkat keimanan dari para Sahabat mulia Rasulullah. Sedangkan peringkat keimanan seorang muslim biasa dimulai dari 200. Allahu a’lam

PAKISTAN MANIFESTASI DARI SUATU DO’A 1400 TAHUN YANG LALU

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 7 Januari 2022

Aku (Qasim) akan membagikan sebuah rahasia yang telah tersimpan selama 1400 tahun lamanya, Yaitu tentang mengapa Negara Pakistan itu muncul. Dalam sebuah mimpi di tahun 2006, aku bertanya kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala “Ya Allah, mengapa Engkau menciptakan Pakistan? Setiap keburukan ada di Pakistan, tidak ada kedamaian atau kemakmuran. Ketidakadilan dan penindasan terjadi dimana-mana.” Kemudian Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman kepadaku bahwa, “Qasim, 1400 tahun yang lalu ketika Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hadir di dunia ini, dia sering sekali berdoa kepada-Ku, yaitu: “Ya Allah, menjelang hari kiamat ciptakanlah sebuah negeri yang namanya La ilaha Ila Allah dan ketika nanti islam-ku akan menjadi lemah di seluruh dunia, biarkanlah ia (agama islam) bangkit dari negeri ini ke seluruh dunia, dan Qasim, Aku telah menerima doa Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ini dan kemudian Aku berkehendak untuk menciptakan Pakistan, dan Qasim, Aku akan membela Pakistan dan Aku akan menyelamatkan Pakistan.” Dan mimpi itu pun berakhir.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai