NABI MUHAMMAD SAW DAN NABI IBROHIM AS

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 7 Januari 2022

بِسْمِ الَّ لھِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حیمِ
السَّ لَامُ عَلَیْكُمْ

Mimpi ini terjadi pada tahun 2005
Ada mimpi indah dimana aku ingin mengikuti jalan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Ketika aku melihat tangga mimpi, aku selalu berpikir bahwa aku harus melihat bagian selanjutnya dari mimpi itu, itulah yang terjadi setelah aku menaiki semua tangga itu. Kemudian pada tahun 2005, aku melihat mimpi bahwa aku keluar dari bumi (tanah) dan aku menemukan diriku di padang mahsyar dan tanah itu sangat murni dan sangat bersih dan tidak terlihat kotor atau buruk. Ada awan di langit dan hujan ringan dan cuaca yang sangat indah dan ketika aku bangun aku melihat bahwa wajahku mengarah ke selatan. Pemandangannya begitu indah sehingga aku mulai memuji Allah Subhanallahu Wa Ta’ala : “Sampai Engkau begitu berbelas kasihan karena Engkau menciptakan cuaca ini.”

Lalu aku melihat ke arah barat dan aku melihat bahwa dua orang berdiri di depan Arsyi Allah, tinggi satu orang hampir menyentuh arsyi Allah dan manusia kedua tingginya hanya setinggi lutut manusia pertama. Satu orang sangat tinggi dan satu pendek, dan aku berkata bahwa: “Siapakah orang ini yang tingginya sampai ke arsyi Allah?” (Aku selalu berharap bahwa suaraku mencapai arsyi Allah) Dan kain kepalanya menggesek arsyi Allah dan dia bergerak sedikit, dan karena itu arsyi bergerak sedikit. Dan aku berkata bahwa betapa hebatnya orang ini sehingga arsyi Allah gemetar. Dan kemudian aku berjanji pada diri sendiri bahwa aku akan mengikuti jejak orang yang tinggi itu dan mencapai Allah Subhanallahu Wa Ta’ala.

Ketika aku bangun (dari tidur), aku memiliki perasaan yang luar biasa dan perasaan itu tetap ada selama setidaknya satu bulan. Kemudian aku menyadari bahwa pria jangkung hanya bisa menjadi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan pria pendek adalah Ibrahim ‘Alaihis Salam. Kemudian setelah sebulan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala memberi tahuku dalam mimpi bahwa “Orang jangkung adalah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan orang pendek adalah Ibrahim ‘Alaihis Salam dan Engkau benar untuk berpikir begitu!”

SEBUAH SEKOLAH YANG MENGAGUMKAN

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 7 Januari 2022

Aku melihat mimpi ini beberapa tahun yang lalu, mungkin tahun 2004. Aku tinggal di sebuah rumah dan suatu hari aku merasa bahwa Allah Subhanallahu wa Ta’ala melihatku dari langit. Aku berkata pada diri aku sendiri “Qasim, kehidupan macam apa ini? Kamu benar-benar tidak melakukan pekerjaan yang besar sepanjang hari.”

Setelah itu, beberapa kali Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengunjungi rumahku. Beliau mendudukkan aku di sebelahnya. Beliau bersabda “Qasim lihatlah, aku telah mendaftarkan kamu di sekolah yang sangat bagus. Mulai besok, kamu bisa berangkat.” Kemudian beliau mengusapkan tangannya ke kepalaku dan berkata “Membaca dan menulislah di sekolah ini. Dan kemudian sinarkanlah namaku ke seluruh dunia seperti dulu.” Aku menjadi sangat senang karena Allah Subhanallahu wa Ta’ala telah mendengarkanku dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberiku surat masuk ke sekolah itu. Kemudian beliau memberikan alamat sekolah tersebut dan bersabda “Datang ke sekolah besok sebelum jam 8 pagi.” Aku menjawab “Baiklah, In syaa-a Allah aku akan datang ke sekolah tepat waktu.” Kemudian aku mengumpulkan beberapa buku dan mempersiapkan pakaian untuk besok pagi.

Aku berpikir bahwa itu adalah sekolah seperti pada umumnya. Jadi, aku tidak khawatir dengan penampilanku. Aku bangun lebih pagi, bersiap dan pergi keluar. Ketika telah jauh, aku menemukan persimpangan jalan dan tidak ingat kemana harus pergi.

Lalu aku melihat Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu lewat, kemudian aku bertanya kepada beliau arah menuju sekolah. Beliau menjadi sangat terkejut ketika mendengar nama sekolah itu. Beliau memperhatikanku dan bertanya “Kenapa kamu bertanya demikian?” Aku menjawab “Aku telah didaftarkan ke sekolah itu dan ini adalah hari pertamaku.” Kemudian beliau melihat surat masukku dan berkata “Maa syaa-a Allah.” Kemudian beliau menunjukkan kepadaku arah menuju sekolah.

Ketika aku sudah dekat dengan sekolah, mataku terbelalak dan kaget. Aku berkata bahwa “Ini bangunan yang menakjubkan.” Kemudian aku melihat beberapa siswa mengenakan tas dan pakaian yang sangat bagus. Aku bahkan berfikir bahwa aku telah mendaftar di sekolah lain. Namun, nama sekolah itu sudah cocok. Aku menjadi sangat bingung setelah melihat semua ini dan berfikir “Apa yang telah terjadi denganku? Bajuku sangat kusam dan biasa, bukuku sudah tua dan aku bawa dengan tangan.”
Aku duduk di cafe depan sekolah, beberapa siswa datang dan duduk di meja sebelahku, hal itu membuat aku gugup. Seorang siswa bertanya siapa namaku dan aku mengatakannya. Siswa yang lain memanggilku dan memintaku duduk bersama mereka. Aku berkata kepada diriku sendiri “Bersiaplah mereka akan mengejekmu.” Aku duduk bersama mereka dan mereka bertanya dengan sangat sopan. Mereka bertanya apakah aku siswa baru disini, aku berkata “Ya, ini hari pertamaku.”

Salah satu dari mereka bertanya, apakah aku membawa sesuatu untuk dimakan. Aku menjawab, “Tidak, aku sudah makan di rumah.” Kemudian mereka memesan jus dan roti lapis untuk semuanya. Mereka berkata kepadaku untuk tidak tegang, “Disini kami diajari, bahwa kita disini bersaudara dan harus saling peduli, seperti kita peduli dengan diri sendiri. Jika kamu ada masalah ceritakan kepada seseorang, maka dia akan membantu.” Aku berkata “Subhanallah.” Siswa-siswa disini juga menakjubkan sebagaimana bangunan sekolah ini. Tetapi aku ingat dengan kerendahanku, sehingga aku menjadi sangat malu.

Kemudian bel berbunyi, semua siswa pergi menuju kearah gerbang dan mereka memintaku untuk pergi bersama mereka, aku berkata kepada mereka “Kalian pergi saja dulu, aku akan berangkat sendiri.” Ketika mereka pergi, aku mulai berjalan pelan ke arah gerbang. Aku berkata “Apa yang telah terjadi denganku?” Aku tidak diberitahu, kalau siswa dan sekolah ini sangat luar biasa, begitu pula dengan pakaian dan tas mereka. Aku berpikir apa yang harus aku lakukan sekarang, hanya diriku seorang yang memakai pakaian yang kusam dan biasa ini. Buku-bukuku juga sudah tua dan sepatuku terbuat dari plastik dan telah rusak.

Lalu, aku memejamkan mata, dan berkata “Lebih baik aku pulang, daripada aku malu.” Tetapi, kemudian aku merasakan bahwa bukuku telah hilang dari genggamanku. Dan aku merasa, aku telah menggunakan tas. Aku membuka mata dan terkejut, bajuku telah berubah, dan ini seperti murid yang lainnya. Sepatuku berubah dan ada sebuah tas yang menakjubkan di tangan. Setelah melihat semua ini aku berkata, “Apa yang telah terjadi?” Apa yang terjadi, ketika aku menutup mata, bajuku berubah menjadi sangat bagus. Kemudian Allah berfirman dari langit “Qasim, tidaklah mungkin Aku meninggalkan seseorang yang kepalanya dinaungi oleh kasih sayang Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan Allah Maha Penyayang melebihi siapapun.” Setelah mendengar ini, rasa kebahagiaan menjalar ke seluruh tubuhku. Aku berlari menuju gerbang dan berteriak girang karena Allah telah membuatku seperti siswa yang lainnya dengan rahmat-Nya.

Ketika aku sampai di pintu gerbang, aku melihat Umar (Radhiyallahu ‘Anhu) ada disana. Aku berkata kepada Umar (Radhiyallahu ‘Anhu), bahwa aku telah mendaftar disini, dan ini adalah hari pertamaku. Umar (Radhiyallahu ‘Anhu) berkata “SubhanAllah. Hanya mereka yang mendapat rahmat Istimewa dari Allah yang dapat bersekolah disini. Sekarang kita masuk, kemudian memuji Allah, dan kita masuk ke kelas.” Aku berkata kepada Umar (Radhiyallahu ‘Anhu) “Aku telah melihat jadwalku, dan kita berada pada satu kelas.”

AKU TIDAK TAHU APA TAKDIRKU

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 7 Januari 2022

Aku melihat mimpi ini di musim panas 2003, Yaitu Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman, “Qasim sebelum tiba saatnya janjiKu datang, bahkan jika kau mencelupkan tangan ke emas maka itu akan menjadi debu. Tapi saat janjiKu tiba, bahkan jika kau mencelupkan tanganmu ke dalam debu, maka debu itu akan menjadi emas dengan kehendak-Ku.”

Aku tidak pernah melihat wujud Allah Subhanallahu wa Ta’ala dalam mimpiku, aku hanya merasakan bahwa Allah Subhanallahu wa Ta’ala di Arsy Al Adzhim-Nya dan suara-Nya turun dari sana. Atau aku melihat Nur (cahaya) dan suara-Nya berasal dari Nur itu. Atau Allah Subhanallahu wa Ta’ala berbicara denganku dari langit. Dalam setiap mimpi, aku merasakan Allah Subhanallahu wa Ta’ala lebih dekat daripada urat leherku.

Aku tidak pernah melihat wajah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tapi aku bisa melihat tubuh beliau. Dalam salah satu mimpi, aku memeluk Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan seluruh tubuhku bersaksi bahwa aku memeluk tubuh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Aku sering berjabat tangan dengan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam mimpiku, dan tanganku bersaksi bahwa aku menjabat tangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Pada mimpi bulan September 2015, dalam pertama kalinya di hidupku, aku melihat ke mata Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Saat mataku menatap mata Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, penglihatanku terpaku dan aku tidak dapat berpaling. Aku merasakan seolah-olah di dalam mata beliau, Allah Subhanallahu wa Ta’ala telah memenuhinya dengan semua kalimat-Nya. Itulah saat yang luar biasa bagiku. Aku telah melihat banyak Nabi lainnya dan para Rasul dalam dalam mimpiku, tapi aku hanya pernah melihat wajah Nabi Sulaiman ‘Alaihis Salam dan juga sering melihat (Nabi) ‘Isa dalam mimpi-mimpiku. Dalam beberapa mimpi, aku melihat ketika seluruh dunia telah menjadi damai, kemudian dajjal dari tempat lain akan datang dan mencoba untuk menghancurkan kedamaian dunia.

Dalam suatu mimpi, aku melihat (Nabi) ‘Isa (‘Alaihis Salam) turun dari langit. Kemudian ya’juj dan ma’juj keluar lalu mereka menyebar ke seluruh bumi. Aku bersama dengan sangat sedikit orang yang bergabung dengan (Nabi) Isa (‘Alaihis Salam) dan kemudian kami hidup bersama Isa (‘Alaihis Salam).
Pada tahun 1993, ketika mimpi-mimpiku mulai sering datang, aku membuat buku catatan mimpi dan aku biasa menuliskan mimpi-mimpiku di buku catatan itu. Aku mencatat hal-hal seperti berapa kali aku melihat (Nur) Allah Subhanallahu wa Ta’ala dan berapa kali aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam mimpiku. Tapi beberapa tahun yang lalu aku kehilangan buku catatan itu saat kegiatan pindahan. Total mimpi-mimpiku ada lebih dari 800 kali dan aku masih ingat banyak isi dari mimpi-mimpi tersebut.

Lama bertahun-tahun yang lalu dalam sebuah mimpi, Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman kepadaku, “Qasim sebelum tidur jangan pernah lupa membaca Surah Al Ikhlas, Surah Al Falaq dan Surah An Naas, dan kemudian tidurlah agar setan menjauh darimu.” Aku terus melakukan ini selama bertahun-tahun terakhir.

Allah Subhanallahu wa Ta’ala memberitahuku banyak hal dalam banyak mimpi, tapi Allah Subhanallahu wa Ta’ala tidak memberitahukan kapan hari yang dijanjikan-Nya akan datang dan aku telah menunggunya selama 20 tahun terakhir. Aku tidak hilang harapan selama 20 tahun terakhir. Aku tidak tahu kapan atau bagaimana aku akan mencapai takdirku, Aku bahkan tidak tahu apa takdirku, hanya Allah Subhanallahu wa Ta’ala yang Maha Mengetahui yang terbaik.

MASA KEEMASAN ITU HAMPIR TIBA

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 7 Januari 2022

بِسْمِ اللھِ الرَّ حمَنِ الرَّ حیمِ
السَّ لامُ عَلَیْكُمْ

Mimpi ini terjadi pada musim semi tahun 2002
Rasulullah (Shallallahu ‘Alaihi Wasallam) bersabda; “Qasim anak-ku, jangan berputus asa di bawah ampunan Allah, suatu hal yang mustahil apabila engkau ada dan perkara-perkara yang ganjil itu tidak ada, pada masamu kelak bumi akan mengeluarkan harta perbendaharaannya dan pohon-pohon akan berbuah amat banyak dan berdaun sedikit, akan ada kenikmatan (rezeki) di atas kenikmatan (rezeki), tidak akan ada orang miskin dan kedamaian dimana-mana dan keadilan serta hukum ditegakkan, itu adalah suatu masa yang tidak pernah seorang pun melihatnya.”

MENGHILANGKAN KEGELAPAN DUNIA Tugas dari Allah untuk Qasim

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Banfung, 7 Januari 2022

Tugas dari Allah untuk Qasim

Muhammad Qasim melihat banyak mimpi, yaitu tentang hari terakhir sebelum kiamat. Tapi
Allah selalu membatalkan mendatangkan kiamat atas Rahmat-Nya. Ini karena Qasim belum menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepadanya. Mimpi pertama Qasim tentang hari Kiamat
adalah pada tahun 1998.

Aku (Qasim) akan menceritakan mimpi ini. Sewaktu aku sedang berbicara dengan-Nya, Allah berada di atas Arsy-Nya (dan) Allah berfirman kepadaku, “Qasim, selesaikan semua tugasmu sebelum jam 6 malam. Jadi Aku akan memulai hari Kiamat.” Lalu aku berkata, “Baiklah,” dan mulai berjalan ke rumah.

Saat di jalan, aku melihat seorang gadis dan ingin menikahinya. Aku mulai mengikuti gadis itu dan benar-benar lupa bahwa Allah akan mendatangkan kiamat sekitar jam 6 malam. Gadis itu mulai berjalan dengan cepat, tetapi aku tidak bisa mengikutinya. Ada banyak sekali halangan dan kerumunan besar yang memperlambatku. Saat dia pergi dari sisiku, aku tak bisa mencarinya. Saat aku yakin bahwa telah kehilangan gadis tersebut, aku melihat jam tanganku dan sudah jam 8 malam.

Aku sangat terkejut, aku ketakutan. Aku terduduk sambil memegang kepalaku dan berpikir apa yang telah terjadi padaku? Lalu aku heran mengapa orang-orang masih hidup? Ini sudah lewat jam 6 malam, aku berjalan kembali ke tempatku berbicara kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Aku diliputi rasa takut. Aku bertanya kepada Allah dengan suara ketakutan, “Wahai Allah, kenapa Engkau belum mendatangkan kiamat?” Kemudian Allah menjawab dengan suara yang sangat halus dan lembut, “Qasim, kau belum berkata kepadaKu bahwa kau telah menyelesaikan semua tugasmu atau belum, maka Aku belum mendatangkan Kiamat.” Setelah mendengar Kemurahan dan Kelembutan Allah, aku merasa lebih nyaman.

Aku berkata kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala bagaimana aku bertemu seorang gadis, sedangkan aku menyia-nyiakan semua waktuku untuk mengejar gadis itu dan akhirnya aku juga tidak mendapatkannya. Allah berfirman, “Tidak apa-apa Qasim, untukmu Aku telah memperpanjang waktu sebelum Kiamat, kau pasti sangat lelah sekarang. Sebaiknya kau pulang dan istirahatlah, dan lakukan tugasmu kapanpun hari yang kau inginkan dan saat kau telah menyelesaikan seluruh tugasmu maka beritahukan kepadaKu, kemudian Aku akan mendatangkan Kiamat.”
Aku menjadi sangat senang, Aku berkata kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala dalam benakku bahwa, “Engkau telah memberikan pertolongan yang sangat besar kepadaku hari ini, sekarang aku hanya akan meminta bantuanMu.” Aku pun pulang ke rumah, tidur dan bangun jam 7 pagi. Aku mandi, mengenakan pakaian baru dan memulai tugasku. Salah satu dari tugas itu adalah untuk menghilangkan kegelapan dunia.

Aku menyelesaikan tugas-tugasku ini sebelum jam 10 pagi atau 11 pagi. Kemudian aku berkata kepada diriku bahwa pukul jam 5 sore, aku akan melapor kepada Allah tentang selesainya tugasku. Tapi mulai sekarang, semuanya penuh dengan kedamaian. Aku dan semua orang menikmati diri mereka sendiri atas Rahmat Allah Subhanallahu wa Ta’ala.

Saat pukul jam 5 sore, aku pergi ke tempat dimana aku berbicara kepada Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Aku berkata kepada Allah, “Dengan pertolonganMu aku telah menyelesaikan semua tugas yang Engkau berikan kepadaku.” Kemudian Allah berfirman, “Baik Qasim, Aku sekarang akan mendatangkan Kiamat.” Kemudian aku bertanya kepada Allah “Ya Allah, kemarin Engkau belum mendatangkan kiamat karena aku, jadi itu artinya Engkau memanjangkan hidup orang-orang?” Allah berfirman kepadaku “Tidak hanya memanjangkan waktu hidup mereka, tapi juga Aku memperbanyak rezeki mereka.”

Hal yang sama terjadi pada diriku dalam kehidupan nyata. Pada bulan Oktober 2013, sewaktu dimana aku telah menyia-nyiakan hidupku serta menyadari (bahwa) waktuku tidak akan pernah kembali, Allah memberitahuku dalam mimpi pada bulan Desember 2013 bahwa, “Qasim, Aku punya beberapa rencana khusus untukmu, sekarang kau istirahatlah. Dan setelah itu Aku akan memberitahumu apa yang harus dilakukan selanjutnya.” Kemudian dalam mimpi bulan April 2014, Allah memerintahkanku untuk pertama kalinya, “Qasim sebarkan mimpimu ke seluruh dunia, Aku ingin semua orang tahu tentang dirimu.”

ORANG ORANG YANG TERPILIH

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 7 Januari 2022

Aku (Muhammad Qasim) berjalan di suatu tempat dan aku mengetahui bahwa tujuanku era kedamaian. Seseorang bertemu denganku dan kami mengarah ke tujuan yang sama, tapi dia melewati jalan yang keliru. Aku tidak berkata apapun kepadanya atau memaksanya, tetapi aku mengisyaratkan bahwa dia pergi ke arah yang salah. Dia melihat tepat pada waktunya dan kembali menuju ke arah yang benar. Dia bekerja dengan penuh semangat. Dia berkumpul bersama beberapa orang pada satu titik, mereka sedang menunggu untuk bertemu denganku. Mereka mengetahui namaku dan kemana aku akan pergi, hal ini membuatku terkejut. Aku berpikir “Apakah aku telah bertemu dengan mereka sebelumnya?” (Kemudian) Allah memberitahuku bahwa, “Ini semua adalah karena engkau menyebarkan semua mimpi dasarmu sehingga mereka mengenalimu.”

Mereka adalah orang-orang yang mengagumkan, sangat ramah dan baik hati. Mereka bertanya kepadaku, “Qasim, menuju kemanakah engkau?” Ketika mereka mengetahui aku mengarah ke jalan yang menuju negeri yang damai, mereka mulai mengikutiku dan berjalan lebih cepat. Kemudian Allah memberi kami mobil-mobil dan kami bergerak lebih cepat lagi.

Pada satu titik, laki-laki itu mengumpulkan lebih banyak orang lagi, dan kemudian seluruh dunia melihat usaha kami. Aku sangat berharap bahwa salah satu dari kalian mungkin adalah orangorang tersebut. Saat ini, Allah telah mengumpulkan beberapa jiwa-jiwa kami dalam persatuan. Mereka adalah orang-orang yang mengagumkan karena mereka tulus ikhlas kepada Allah. Mereka bertakwa kepada Allah dan takut akan ketidak-jujuran. Mereka adalah orang-orang yang merindukan perdamaian, persatuan, belas kasih, kemudahan dan rahmat Allah.

Kami semua berasal dari seluruh dunia dan kami menyayangi satu sama lain seperti keluarga karena hal ini akan menggembirakan Allah. Kami terus-menerus berdoa untuk kalian kawan-kawan dan doa khusus untuk satu sama lain, dan kami tidak pernah meminta kepada Allah untuk diri kami sendiri. Ketika salah satu dari kami mengalami bencana, kami membantu satu sama lain. Kami tidak pernah menghadapi masalah-masalah sendirian. Kami telah melewati banyak kesulitan dan cobaan bersama-sama. Orang-orang ini adalah orang-orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaan terhadap diri mereka sendiri. Mereka tidak bisa berdiri untuk melihat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di dalam kepedihan, di dalam mimpi-mimpi Qasim. Mereka hanya ingin dunia berada dalam kedamaian tanpa adanya peperangan. Mereka bahkan memiliki mimpi-mimpi mengagumkan dari Allah yang sejajar dengan mimpi-mimpi Qasim. Itulah mengapa beberapa dari kami memilih untuk percaya kepada mimpi-mimpi Qasim. {Editor: dalam naskah asli dikatakan, bahwa: Seperti diriku sendiri (pembaca cerita dalam video) aku akan mengakhiri video ini dengan salah satu dari mimpi-mimpiku. Sebuah suara memberitahuku dua hal dan aku segera terbangun. Suara itu berkata kepadaku bahwa “MEREKA ADALAH ORANG-ORANG YANG TERPILIH.”}

BUKTI CINTA KEPADA NABI MUHAMMAD SAW

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 7 Januari 2022

Pada tanggal 25 Februari, aku (Muhammad Qasim) melihat sebuah mimpi. Dan dalam mimpi ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam keluar dari rumahnya setelah berwudhu untuk shalat. Beliau sudah tua dan membutuhkan tongkat untuk berjalan. Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memanggilku dan kemudian bertanya “Apakah ada orang yang membawaku ke masjid?” Tapi tidak ada yang menanggapi. Dan semua orang tetap terjebak dalam pekerjaan mereka sendiri. Beliau menjadi sangat kesal dan mulai berjalan menuju masjid terdekat.

Saat beliau tiba di masjid, tidak ada yang menunggunya. Dan sholat itu sudah selesai. Beliau menjadi semakin kesal dan tertekan karena tidak ada yang menunggunya. Beliau mulai berjalan menuju rumahnya dan sekali lagi tidak ada yang menawarkan bantuan.

Aku baru saja selesai mengerjakan pekerjaan yang sulit dan bertemu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di dekat rumahnya. Beliau bersabda, “Qasim, kamu datang kepadaku saat sholat selesai. Tidak ada yang mendengarkanku atau membawaku ke masjid.” Aku berkata “Jangan khawatir ada masjid besar jauh di depan, dimana shalat sudah dimulai. Bagaimana kalau aku mengantarmu ke sana?” Beliau bersabda dengan nada sedih bahwa “Qasim, kamu tidak bisa membawaku ke masjid yang dekat, Jadi bagaimana kamu akan membawaku ke masjid yang lebih jauh, dan mengejar sholat tepat waktu? Kamu juga tidak punya mobil, jadi tidak apa Qasim, tinggalkan saja, aku hanya akan sholat di rumah.”

Aku berkata kepada beliau “Jangan khawatir, jika aku sampai disini lebih awal, lalu aku akan membawamu ke masjid tepat waktu. Dan Allah bersama kita, jadi aku akan membawamu ke masjid dengan bantuan Allah Subhanallahu wa Ta’ala.” Jadi Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda “Ayo kita cepat dan pergi ke Masjid.”

Sekarang aku menjadi khawatir. Aku bahkan tidak mengerti jalannya, juga tidak punya mobil. Sekarang hanya Allah yang bisa menolongku. Jadi Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman di telinga kananku “Qasim angkat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan lari. Aku akan mengantarmu ke masjid.” Jadi aku mengangkat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di pelukanku dan berlari. Aku mulai berlari di udara dengan rahmat Allah. Beliau menjadi sangat senang saat melihat sebuah masjid besar di depan kami. Beliau bahkan mengatakan tentangku, “Ini adalah anakku, yang membawaku ke masjid dengan pertolongan Allah.” Orang-orang bangkit untuk sholat saat kita masuk. Dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memimpin sholat untuk yang lainnya.

Aku tidak masuk masjid karena aku belum berwudhu. Kukatakan pada diriku sendiri bahwa jika aku sudah wudhu, maka aku akan sholat dengan mereka. Masjid itu sangat besar. Jadi andai aku selesai melakukan wudhu, sholat pasti sudah selesai. Tapi jika aku berwudhu sebelum datang kesini, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam akan melewatkan sholatnya. Selain itu, hal yang baik adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sampai ke masjid tepat waktu dengan bantuan Allah. Aku bersyukur kepada Allah dan mulai melihat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sholat.

MALAIKAT JIBRIL AS

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 6 Januari 2022

Dalam mimpi ini aku sedang duduk di atap rumahku, tengah berbicara dengan Allah. Aku berkata: “Wahai Allah, izinkan aku untuk berjalan di jalannya (Nabi) Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan biarkan aku melihat taman-taman-Mu.” Kemudian Allah berfirman, “Baiklah Qasim, Aku akan mengirim Jibril ke tempat yang bersih di depan rumahmu. Dia akan membawamu ke tempat dimana kamu bisa berjalan di jalannya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan dari sana kamu akan sampai di taman (dengan) rahmat dan berkah-Ku.” Aku menjadi sangat bahagia dan pergi ke abangku, kukatakan kepadanya bahwa Allah Subhanallahu wa Ta’ala mengirim Jibril A.S kepadaku sekarang juga. Ketika abangku mendengar ini dia berkata, “Qasim, apa yang kamu bicarakan? Untuk apa Allah mengirim Jibril ‘Alaihis Salam?” Dia tidak mendengarkanku lagi (dan) aku meninggalkan rumahku.

Lalu di taman dekat sini, aku melihat sebuah cahaya datang dari tanah. Saudaraku menatapku memikirkan apa yang telah terjadi padaku. Setelah beberapa saat, aku melihat Jibril A.S datang dari langit. Sayapnya benar-benar putih dan ada cahaya yang memancar darinya, mereka tampak seperti awan-awan gembung. Dan sayap-sayap itu sangat putih sehingga bagian belakang sayap bisa dilihat dari depan. Dan semua sayap itu bergerak cepat sekali. Ini adalah pemandangan yang menakjubkan bagiku.

Jibril A.S mendatangiku dan keindahannya luar biasa. Aku merasa bahwa dia adalah salah satu di antara malaikat yang pernah diciptakan. Aku bertanya kepadanya bahwa, “Allah mengatakan kepadaku bahwa engkau akan membawaku ke suatu tempat.” Dia berkata: “Ya, Allah baru saja memberi aku perintah. Ambil tanganku dan kau akan terbang bersamaku.” Aku meraih tangannya dan aku berkata pada abangku, “Lihat! Ini Jibril ‘Alaihis Salam dan dia datang untuk membawaku.” Abangku menjadi terkejut karena aku mengatakan yang sebenarnya. Dia berlari menemui Jibril A.S tapi dia tidak tahu ada teras di depannya. Dia akan jatuh, tapi pada saat itu Jibril A.S menangkapnya dan menurunkannya di tanah. Lalu dia membawaku jauh-jauh dan mendaratkan aku. Dia (Jibril) berkata: “Ini adalah tempat yang aku telah diperintahkan untuk membawa engkau.” Aku menjawab “Baiklah,” dan berjalan agak jauh. Jibril A.S lalu pergi. Dan aku tidak tahu dimana aku berada, tapi kemudian aku melihat jejak kaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Aku mengikuti jejak kaki itu sampai aku mencapai tempat yang menakjubkan. Tempat itu memiliki kebun dan berbagai jenis pohon dan tanaman. Tanaman dan pohon itu belum pernah aku lihat sebelumnya. Ada aroma manis yang belum pernah aku cium sebelumnya. Dan ada hembusan angin yang tenang, yang terasa menakjubkan di tubuhku. Aku merasakan perasaan aneh dan menjadi sangat bahagia. Itu adalah perasaan sukacita, lega, dan kepuasan yang sangat spesial sekaligus.

Lalu aku melihat seseorang melafalkan Surat Ar-Rahman dengan suara yang sangat indah dan menenangkan. Iramanya seperti belum pernah aku dengar sebelumnya. Aku langsung terpikat dan duduk di sampingnya dan mendengarkan bacaannya. Dan aku merasakan kenikmatan yang sangat aneh setiap kali dia membacakan ayat ini “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Surah Ar-Rahman ayat 13). Aku menengok ke kebun dan berkata, “Sesungguhnya kita tidak dapat menolak nikmat Allah.” Lalu aku bangun, dan di atasku, aku melihat cahaya Allah. Lalu aku merasa mengantuk dan mulai berbaring disana. Aku bersyukur kepada Allah karena telah membawaku kemari dengan rahmat-Nya. Untuk membawa aku ke tempat yang tak pernah bisa aku bayangkan. Lalu aku tertidur dengan tenang.

https://muhammadqasimpk.org/muhammad-qasim-messages/

ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA DAN NEGERI PAKISTAN

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 6 Januari 2022

ِسْمِ اللھِ الرَّ حمَنِ الرَّ حیمِ
السَّ لامُ عَلیكُمْ


(Dalam mimpi ini) Allah Subhanallahu Wa Ta’ala ada di atas arsyi-Nya. (Saat itu) Allah Subhanallahu Wa Ta’ala mengajari orang-orang muslim tentang Pakistan dan kemudian Allah melakukan segalanya untuk mengajar orangorang Pakistan, tetapi mereka tidak mengerti sama sekali. Kemudian Allah Subhanallahu Wa Ta’ala mengarahkan dirinya ke Laut Arab dan berkata kepada orang-orang Pakistan bahwa : “Kalian bukan orang yang mengerti.” Aku melihat semua ini dari awan kecil tempatku duduk. Aku khawatir melihat semua ini, lalu aku turun untuk membuat orang-orang Pakistan mengerti. Ketika Allah Subhanallahu Wa Ta’ala melihat bahwa aku melakukan pekerjaan ini maka Allah Subhanallahu Wa Ta’ala mulai memperhatikanku. (Mimpi berakhir dan) satu setengah tahun kemudian, aku melihat bagian kedua dari mimpi tersebut. (Dalam mimpi ini) aku sampai di bumi dan berkeliling di Pakistan, kemudian Allah Subhanallahu Wa Ta’ala menempatkan batas di sekitarku sehingga tidak ada yang bisa membahayakanku. Lalu aku berdoa kepada Allah agar: “Ya Allah kirimkan berkah Engkau ke Pakistan dan orangorangnya.” Kemudian bumi mulai mencurahkan berkat Allah dan harta bendanya. Mimpi berakhir.

NASIB KAUM MUSLIMIN MENOLAK PERCAYA MUHAMMAD QASIM

Allah & Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam dalam Mimpi-Mimpiku

Bandung, 6 Januari 2022

بِسْمِ الَّ لھِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حیمِ
السَّ لامُ عَلیْكُمْ
Dalam sebuah mimpi Allah berfirman kepadaku bahwa, “Selama orang-orang muslim tidak percaya pada mimpi benarmu yang berasal dari-Ku, Aku tidak akan merubah kondisi orang-orang muslim dan mereka akan tetap pada kondisi yang sama. Aku akan terus menekan mereka dari segala sisi, hingga mereka menganggap mimpimu sebagai suatu kebenaran. Dan itu semuanya akan terjadi, sama dengan yang telah Aku tunjukkan dalam mimpi.”

Kemudian di mimpi lain, Allah berfirman kepadaku, “Qasim, jika orang-orang muslim tidak percaya padamu, kecuali sebagian, katakan kepada mereka; Aku akan mengguncang mereka dengan berat dan membuat mereka berperang satu sama lain, dan mereka akan terus berperang sampai mereka percaya kepadamu.” Kemudian di mimpiku aku melihat hal yang sama bahwa orang-orang muslim mulai berperang satu sama lain.

Jika anda memperhatikan semua yang terjadi pada umat Islam saat ini, mengikuti (kabar berita) satu persatu, anda akan paham, itu lebih baik. Ini adalah pertanda dan bukti bahwa mimpiku adalah benar. Aku meminta kalian semua untuk membagikan mimpi ini ke keluargamu dan
teman, juga kunjungi halaman facebookku dan channel Youtube: Youtube.com/muhammadQasim3
Jazakumullah khair …

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai