ALLAH ﷻ DAN MUHAMMAD ﷺ DI DALAM MIMPI MUHAMMAD QASIM BIN ABDUL KARIM
Bandung, 6 Juni 2022/1443 H
Dalam sebuah mimpi 10 Desember 2017. Aku (Qasim) melihat bahwa aku sedang duduk di dalam rumahku. Itu adalah rumah sewaan yang sudah tua. Aku sedang bersama beberapa orang di dalam ruangan. Kemudian Allah Subhanallahu wa Ta’ala mengirimiku sebuah mesin terbang dan berpesan kepadaku bahwa ada sebuah tempat di angkasa, dan Allah Subhanallahu wa Ta’ala memanggilku untuk datang kesana. Aku menjadi sangat senang (karena) Allah Subhanallahu wa Ta’ala memberiku tugas untuk dikerjakan, dan Jibril ‘Alaihis Salam juga datang kesini.
Aku telah bersiap di dalam mesin terbang itu, lalu aku memandang kearah Jibril ‘Alaihis Salam namun dia pergi ke dalam ruangan dimana orang-orang sedang berkumpul, maka aku pun terbang menuju tempat yang diperintahkan. Aku terbang dengan kecepatan penuh, dan aku terbang jauh ke luar area bumi. Aku melewati sebuah tempat yang dipenuhi kegelapan, tapi aku tidak berhenti dan terus bergerak kedepan. Tiba-tiba, beberapa kekuatan jahat datang dan berkata, “Hentikan dia, jika dia mencapai tempat itu maka kita akan hancur!” dan mereka pun menyerang mesin terbangku.
Mesin terbangku pun hancur namun aku selamat karena pertolongan Allah, dan tidak ada hal buruk yang terjadi padaku kecuali sekarang aku sendirian melayang-layang di angkasa. Aku terus terbang melayang menjauhi dampak dari kerusakan dan aku mengendalikan tubuhku dan mencari jalan untuk kembali. Tapi aku tidak mengerti dari mana aku datang, kemudian aku mengira-ngira arahnya dan beranjak ke arah tersebut menggunakan tanganku dan mengeluarkan banyak tenaga.
Dalam waktu cepat aku mendapatkan kecepatan tinggi, aku berkata, “Allah Subhanallahu wa Ta’ala telah menyelamatkanku di angkasa luar dan telah menjadikanku dapat terbang tanpa mesin, maka Dia pasti akan menunjukkan kepadaku jalan yang benar, sehingga aku akan dapat kembali ke bumi, kemudian pulang ke rumahku.” Aku terus terbang dengan perasaan takut jika aku tersesat maka kemungkinan aku tidak akan pernah bisa pulang. Tiba-tiba aku melihat bumi dan menjadi sangat senang, dan kemudian Allah Subhanallahu wa Ta’ala membawaku tiba di rumahku.
Saat aku sampai di rumah, aku melihat Jibril ‘Alaihis Salam masih duduk bersama orangorang itu. Aku merasa sepertinya dia berbicara dengan orang-orang itu dan menceritakan kepada mereka tentang aku. Setelah aku datang dia pun memandangiku. Aku bertanya-tanya, “Kenapa Jibril ‘Alaihis Salam memandangiku dan kenapa dia masih disini? Aku baru datang dari tempat yang sangat jauh tapi dia masih disini, dan apa yang dia lakukan duduk bersama orang-orang ini?” Kemudian, setelah beberapa saat Jibril ‘Alaihis Salam pergi dari sini dan orang-orang itu pun pergi juga.
Sejak tiba kembali ke bumi aku tidak bertemu dengan siapa pun dan juga tidak berbicara kepada siapa pun. Aku pun duduk di ruangan lainnya dan mulai berpikir. Aku berkata, “Kenapa Allah Subhanallahu wa Ta’ala tidak memperingatkanku bahwa akan ada bahaya di dalam perjalanan tadi, jika Allah Subhanallahu wa Ta’ala memberitahuku tentunya aku tidak akan pergi ke arah itu.” Aku menjadi sangat sedih. Aku berkata, “Aku telah mengambil banyak sekali resiko dan telah pergi sangat jauh. Aku telah menggunakan seluruh tenagaku dan hasilnya tetap nihil. Seandainya aku tahu, maka aku tidak akan menempuh perjalanan ini.” Kemudian aku menjadi mulai lemah.
Lantas aku pergi ke sebuah tempat dan aku bertemu dengan seorang laki-laki di antara mereka yang ada di dalam ruangan tadi, dan dia bertanya kepadaku, “Apa yang terjadi denganmu? Mengapa engkau terlihat sangat sedih?” Aku berkata, “Allah Subhanallahu wa Ta’ala memberikanku sebuah tugas untuk diselesaikan namun aku tidak mampu melakukannya, aku menjadi semakin lemah karena tugas ini jauh melampaui kemampuanku.” Dia berkata, “Jangan berputus asa seperti ini, masa-masa sulit ini suatu saat akan berakhir. Kau sebaiknya pergi memeriksakan dirimu ke dokter.”
Maka aku pun pergi ke seorang dokter dan dia memberikan resep obat. Dokter tersebut berkata berkata, “Minum obat ini dan kau akan baik kembali,” Aku pun kembali dan berpikir dimana aku bisa mendapatkan obat-obat ini? Aku menunjukkan resep obat itu ke laki-laki yang kutemui tadi, dia berkata, “Aku tahu dimana mendapatkan obat ini, aku akan mencarikannya untukmu.”
Kemudian aku datang ke sebuah tempat yang mana sedang ada seorang laki-laki membangun rumah. Dia membangun rumah itu dengan sangat baik. Setelah melihat ini aku berkata, “Aku berharap dapat mempunyai rumah seperti ini juga.” Lalu aku bertemu dengan orang yang kedua, yang mana dia juga termasuk dalam orang-orang yang tadi ada di dalam ruangan di rumahku. Orang itu berkata, “Qasim, kami sedang membangun rumah untukmu.” Dia membawaku ke sebuah tempat, dan semua orang-orang yang tadi ada di dalam ruangan rumahku ada di tempat itu juga. Aku berkata, “Ini adalah orang-orang yang sama dengan yang ada di dalam rumahku, dan sebelum aku melakukan perjalanan ke luar angkasa, aku sedang duduk bersama mereka. Kenapa orangorang ini mau melakukan semua ini untukku? Dan bagaimana mereka tahu bahwa aku menginginkan sebuah rumah?” Orang-orang itu bekerja dengan penuh dedikasi dan kejujuran. Aku berpikir apa jangan-jangan mereka menerima pesan dari Allah Subhanallahu wa Ta’ala untuk melakukan ini semua? Kemudian orang yang tadi membelikanku obat telah tiba. Setelah melihat obat itu aku berkata, “Ini adalah multi vitamin yang biasa ayahku minum,” lalu aku minum obat itu dan mulai melihat-lihat rumah itu.
Rumah itu agak kecil, setelah melihatnya aku berkata, “Ini adalah rumah kecil, sulit bagi kita semua untuk bisa masuk kedalamnya bersama-sama, dan rumah ini juga tidak memiliki area yang luas untuk berjalan. Aku harus membangun rumah yang besar,” dan muncul dalam bayanganku sebuah rumah besar yang seringkali datang ke dalam mimpi-mimpiku. Kemudian aku berkata, “Rumah kecil ini lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Untuk saat ini kita bisa menggunakan rumah ini, dan jika Allah Subhanallahu wa Ta’ala berkehendak maka kita juga akan mendapatkan rumah yang besar itu juga.”
Orang-orang ini telah bekerja sangat keras untuk membangun rumah kecil ini. Aku masih berdiri dan memikirkan ini semua, ketika seseorang mendekatiku dan berkata bahwa sebuah pertempuran telah terjadi di suatu tempat. Tempat itu sangat terkenal. Aku berkata, “Bagaimana ini bisa terjadi?” Dia berkata, “Ini semua terjadi secara tiba-tiba, kau bisa melihatnya sendiri.” Ketika aku menonton televisi ternyata benar sebuah pertempuran terjadi di situ. Pertempuran itu terus menyebar kemana-mana, dan itu menjadi penyebab dari tragedi yang sangat besar. Aku berkata, “Pertempuran ini masih terus menyebar.” Orang-orang yang bekerja bersamaku mulai bekerja semakin giat, dan mereka menyampaikan ke orang-orang bahwa ini semua akan terjadi sebagaimana yang Qasim lihat di dalam mimpi-mimpinya. Aku menjadi terkejut melihat ini semua, aku berkata, “Orang-orang ini adalah orang-orang yang sangat jujur dalam menyebarkan berita ini, mereka menyampaikan pesan-pesan kepada semua orang untuk bersatu. Karena jika tidak, maka negaranegara muslim akan hancur disebabkan peperangan ini.”
Banyak orang yang duduk di sekeliling mereka dan memperhatikan peringatan ini dan banyak diantara orang-orang itu yang mempercayai mereka. Aku berkata, “Aku harus pergi ke sana dan melihat sendiri apa yang sedang terjadi.” Saat aku sampai disana, sedang terjadi peperangan sengit antara muslim dengan non muslim. Aku tidak tahu apa yang bisa aku lakukan. Muslim menderita kerugian yang sangat besar. Aku mengumpulkan keberanian dan maju ke depan. Ada sebuah jalur yang menuju ke sebuah tempat, aku pergi ke arahnya dan tiba di sebuah tempat terbuka. Aku sangat terkejut terhadap apa yang kulihat, yaitu angkatan bersenjata non muslim telah bersiap siaga disana. Setelah melihat ini, aku berkata, “Ini adalah angkatan bersenjata yang sama seperti yang kulihat dalam mimpi-mimpiku, yaitu saat mereka menghancurkan Turki dan Saudi Arabia dan bergerak menuju Pakistan.” Ada banyak pesawat helikopter dan angkatan darat disana.
Aku merasa bahwa tentara ini adalah angkatan perang dajjal.
Setelah melihat ini semua, aku berkata, “Kita muslim belum cukup kuat untuk memerangi tentara-tentara ini.” Aku pun kembali dan menyampaikan ke orang-orang tadi dan menceritakan semuanya kepada mereka, bahwa angkatan bersenjata kufar telah siap sedia dan ini adalah saatnya kufar menghancurkan negara-negara muslim. Mereka berkata, “Artinya kita sudah tidak memiliki banyak waktu!” Orang-orang itu terus berusaha untuk meraih semakin banyak orang dengan pesan seruan ini, dan menyampaikan bahwa (kaum) kufar sedang berencana untuk menyerang dengan serangan yang sangat besar kepada kita, dan jika kita tidak menggunakan pemikiran kita dan bersatu, bencana besar akan jatuh kepada kita.
Pakistan akan memainkan peran yang sangat besar dalam peperangan ini. Waktu untuk Ghazwatul Hindi telah sangat dekat, dan saat ini aku melihat beberapa orang terkenal berdatangan dan duduk di sekeliling mereka dan menyimak dengan sebaik-baiknya. Dan mimpinya berakhir disini.