ALLAH ﷻ DAN MUHAMMAD ﷺ DI DALAM MIMPI MUHAMMAD QASIM BIN ABDUL KARIM
Bandung, 8 Juli 2022/1443 H
Dalam mimpi dibawah ini, Sayyid Muhammad Qasim kurang puas dengan orang2 yang mentakwil isi mimpinya, sampai Allah sendiri yang memberitahukan takwil dari mimpi2nya tersebut, jadi siapapun yang membuat atau menulis takwil mimpi ilahiyah Sayyid Muhammad Qasim, itu bisa benar dan bisa salah… jika ada yang mengatakan takwilnya mutlak benar dan tdk mau menerima takwil dr yang lain, mungkin org tsb ada maksud tertentu atau urusan pribadi….
( MENCARI TAFSIR MIMPI )
Bismillahirahmanirahim..
َ
Mimpi ini terjadi pada 29 September 2018
Dalam mimpi ini aku duduk di sebuah ruangan dengan beberapa orang lain, aku menceritakan mimpiku kepada mereka dan kemudian aku meminta mereka untuk menafsirkannya, tetapi mereka tidak memberitahukan aku tafsir
yang benar dari mimpi itu.
Dalam mimpi itu, aku meninggalkan rumah sekitar jam sebelas pagi, intensitas sinar matahari sangat tinggi tetapi aku harus mencapai suatu tempat dalam keadaan apa pun, orang- orang muslim juga melihatku dalam perjalanan, tetapi banyak dari mereka mengabaikanku dan sangat sedikit
orang yang bergabung denganku dan kemudian sore hari datang dan malam pun tiba.
Pada malam hari, kami mencapai sebuah rumah
dan kemudian setelah malam yang panjang dan gelap, pagi yang baru pun dimulai. Setelah mendengar mimpi ini mereka mengatakan bahwa apa yang bisa menjadi makna dari mimpi ini,” mereka memberitahukanku tafsir dari mimpi itu
tetapi aku tidak puas dengannya.
Kemudian satu orang menyebutkan mimpiku yang lain dan memberitahukan aku tafsirnya, tetapi aku mengatakan kepadanya bahwa; “Ada banyak mimpi, tetapi kita tidak bisa yakin tentang tafsir mimpi itu.”
“Kemudian aku pergi dari sana dan aku melihat
bahwa satu orang sedang menggambar sesuatu
di dinding. Ketika dia melihatku, dia memanggilku untuk mendekat dan dia menggambar sebuah
lukisan di dinding untuk menunjukkan tafsir dari mimpi. Dia menjelaskan tafsir mimpiku dan mimpi-mimpi lainnya dengan lukisannya di dinding.
Ketika aku melihat lukisannya di dinding, aku berkata pada diriku sendiri bahwa; “Lukisannya cukup bagus dan dia telah bekerja keras.” Aku
mendengarkan semua penjelasannya namun aku masih belum puas dan terus berpikir apa yang bisa menjadi tafsir dari mimpiku.”
Setelah berbicara dengan orang itu selama beberapa waktu aku pergi dari sana. Ketika aku kembali ke kamar maka orang-orang berdiskusi di antara mereka sendiri bahwa; “Apa yang terjadi dengan mimpi-mimpi lainnya yang telah dibagikan Qasim? Kapan mimpi-mimpi itu akan menjadi
kenyataan?”
Orang-orang itu cukup khawatir tentang mimpi itu, (lantas) seseorang mengatakan bahwa; “Kita harus bertanya kepada orang tersebut tentang mimpi-mimpi ini karena ia mungkin dapat
menjelaskan tafsir mimpi ini dan juga memberi tahu kami kapan itu akan menjadi kenyataan.”
Tepat setelah aku mendengarkan tafsir mimpi-mimpi itu tiba-tiba aku mengetahui tentang tafsir mimpi-mimpi itu seolah-olah Allah telah menerangi hatiku dengan tafsir mimpi-mimpi itu.
Dan aku mengatakan kepada mereka yang mendengarkanku dengan seksama, aku akan memberi tahu kalian (tentang) tafsir dari mimpi ini (bahwa);
“Ketika aku meninggalkan rumah di pagi hari jam sebelas pagi, inilah saat ketika Allah dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam memerintahkanku untuk membagikan mimpiku.
Intensitas sinar matahari berarti bahwa pekerjaan ini tidak mudah, meskipun orang-orang Muslim membaca mimpiku tetapi kebanyakan dari mereka tidak percaya pada mimpiku.
Aku terus berjalan dan beberapa orang terus bergabung denganku dan dengan pertolongan Allah pada malam hari kami akhirnya mencapai rumah dimana kami hadir sekarang, Ini berarti bahwa mimpi-mimpi yang penting untuk dibagikan, kami telah membagikan semuanya dan kami juga berbagi dengan orang-orang besar.
Siang hari dalam mimpi melambangkan (bahwa) saat ketika umat Islam bisa bersatu jika mereka mau, dan pada saat itu keadaannya tidak terlalu buruk bagi umat Islam. Sinar matahari yang kuat
maknanya meskipun dalam keadaan yang buruk dan sulit umat Islam dapat bersatu,” artinya mereka dapat merencanakannya sesuai dengan mimpi.
Tapi kemudian sore datang, malam, dan akhirnya malam jatuh yang berarti bahwa tidak hanya Allah telah memperingatkan umat islam tentang apa yang akan terjadi, tetapi jauh sebelum waktunya Allah memperingatkannya sehingga mereka dapat mempersiapkan diri.
Tetapi umat islam telah menyia-nyiakan waktu dan tidak melakukan apa-apa, sekarang saatnya malam yang berarti waktu untuk persatuan hilang dan kaum muslim telah tertekan dari segala arah.
Sekarang umat islam tidak akan bisa melihat dan memutuskan ke arah mana mereka harus pergi dan bagaimana keluar dari kegelapan ini.
Tidak peduli apa yang direncanakan oleh orang-orang muslim untuk keluar dari kegelapan itu, tidak akan ada yang berhasil keluar dari
kegelapan itu dan kekuatan jahat akan membunuh mereka dan mereka tidak akan dapat melakukan apa-apa dan mereka akan terus
dianiaya dan ditindas.
Lihatlah dunia di sekitarmu hari ini,” engkau akan menemukan bahwa muslim semakin tertindas dan mereka akan tetap dalam kegelapan. Ketika umat Islam tertindas maka setelah itu akan tiba saatnya ketika Allah akan memerintahkanku bahwa :
“Qasim! Pergi dan ubah kegelapan dunia ini menjadi terang dengan izin dan pertolongan-KU.”
Maka dengan pertolongan Allah aku akan mengakhiri kegelapan dari dunia ini dan dunia akan menjadi begitu terang sehingga tidak akan ada intensitas cahaya matahari maupun dingin; artinya akan ada kedamaian dimana-mana.
Ini adalah tafsir dari mimpiku.”Setelah mendengar penafsiranku, orang-orang itu menjadi sangat senang bahwa kami sangat dekat, sedangkan kami berpikir sebaliknya.
Dan mimpi itu pun berakhir